
"Ya gua juga mau menemui papanya Shafa, kenapa lu keberatan."
"Ngak dong Uncle, kan aku udah ajak juga." senyum sinis.
Rafa dengan santai masuk kedalam rumah, di susul Jones dari belakang, ia biarkan laki-laki itu masuk lebih dulu karna ia ingin tau apakah Rafa tau di mana letak ruang kerja Johan.
"Kakak .. kakak dokter." teriakan Janeet mengejutkan kedua orang itu.
"Aihhh si cantik inces Janeet."berlari lari kecil meniru gaya Janeet seperti adegan flim India.
"Kakak dokter Wo Ai Ni." berlari kepelukan Jones yang sudah bersiap menangkapnya.
"Wo Ai Ni juga sayang." mengangkat tubuh Janeet tinggi di udara, membuat gadis kecil itu tertawa cekikikan.
"Waduh inces makin cantik nih, kakak makin
cinta dong." menggendong Janeet di dadanya.
"No..no.. cinta kakak butan annett, tata Shafa." jawabnya dengan bahasa cadel.
"Ya tata Shafa cinta kakak, Inces juga boleh ya." pura pura merajuk.
"No..no.. nanti tata marah Annett."
"Masa marah, ngak ah tata kan baik."
"Nooo no tata galak, aumhh." meniru suara harimau sambil menirukan cakar harimau juga
membuat Jones gemas, ia lalu menciumi wajah cubby gadis kecil itu.
"Hai Uncle." sapa Zee yang muncul bersama kembar lainnya.
"Hai juga Ge ge ." jawab Jones tersenyum ramah pada kelima Wu bersaudara.
"Papa di taman belakang Uncle." ucap Zay, sorot matanya menatap Rafa dengan wajah selidik.
"Hai semua, apa kabar brader." sapa Rafa sok akrab pada semua kembar, namun bukan dapat jawaban Rafa malah di cuekin, para Wu berjalan santai menuju ruang belajar mereka yang ada di samping rumah.
Tidak ada yang tau kenapa, sejak mengenal Rafa anak anak tidak satupun yang suka pada Rafa apa lagi Janeet, naluri anak anak mungkin yang membuatnya seperti itu.
Mereka mungkin tau di balik senyum Rafa tersimpan niat terselubung yang tidak baik, lain hal dengan Jones setiap laki-laki itu datang mereka akan langsung akrab mungkin juga karna sudah kenal lama.
Bahkan Jones berhasil membuat Janeet memanggilnya kakak, tentu saja Jones bangga luar biasa di terima dengan baik oleh
adik adik Shafa.
Rafa yang bingung mau kemana di rumah besar itu yang bahkan tidak sampai separuh rumahnya, laki-laki itu mencari cari dengan bola matanya.
"Kenapa bingung lu mau kemana, cih gaya mau ngomong, letak ruang kerjanya saja ngak tau." sindir Jones sinis.
__ADS_1
Rafa diam.
"Loh Lu dokter Jones, apa kabar." Maili datang bersama Zahra dari taman belakang.
"Ehh iya nyonya Maili, kabar baik nyonya, nyonya apa kabar juga,? apa kabar mama Ara ?." jawab Jones, sekaligus menyapa Zahra dengan muka tembok.
"Kabar baik dokter, o iya mau jumpa koko." senyum Zahra geli dengan panggilan Jones.
"Hemmm Johan ada di taman belakang, lagi dapat hukuman." canda Maili.
"Hahh di hukum, bagus itu." tawa Jones.
"Di hukum ??." tanya Rafa bingung, orang mana yang berani menghukum manusia arrogant, kejam dan dingin seperti Johan.
Sangat tidak masuk akal mendengarnya, semua orang kenal siapa Johan, bagai mana sepak terjangnya di dunia bisnis, bagai mana mungkin di rumah ia jadi jinak.
"Kenapa bingung lu dengar tuan besar di hukum, perempuan di rumah ini kejam kejam, asal lu tau di rumah ini perempuan yang berkuasa, kalau mau masuk ke rumah ini harus siapkan mental." ucap Maili ingin lihat reaksi Rafa.
Laki-laki itu menatap semua orang bergantian melihat ekspresi wajah semuanya yang tampak biasa saja tampa senyum bahkan terlihat serius.
Ia menarik napas dalam dalam dan mencoba tersenyum, ia merasa sedang di uji oleh kedua wanita di hadapannya.
"Ngak apa apa di hukum kalau salah nyonya." jawabnya selembut mungkin.
"Cih Gua mah ngak mau di hukum, menghukum baru." ucapnya menatap sinis Rafa.
Zahra dan Maili sama sama tertawa.
"Baik nyonya, aku mah pasrah asal .." mukut Jones di tutup Janeet dengan tangan kecilnya.
"Acall di kasih mamam enak." Janeet.
"Betul hahaha." tawa Jones mencubit hidung
kecil Janeet.
"Jangan nanti copot." Janeet.
"Kenapa copot Mei mei."
" Kata papa hidung Annett opelasi plastik." jawabnya dengan wajah lucu.
"Ahh masa ngak kok, ini asli." mencubit lagi, pura pura bingung.
"Ngak kak, nih macih ada cap embelnya ( ember )." menunjukan pucuk hidungnya yang kelewat mancung dan mungil.
Hahahaha
Semua orang tertawa bersama.
__ADS_1
Janeet tinggal bersama Zahra dan Maili sementara Jones dan Rafa lanjut berjalan ke halaman belakang.
Johan sedang duduk bersama Daddy Wu, mereka asik berbincang membahas tentang perusahaan paman Johan yang ingin di sokong oleh Johan pembicaraan mereka berhenti begitu Jones dan Rafa datang.
"Assalamualaikum wrwb, apa kabar papa, opa." sapa Rafa mendahului Jones.
"Waalaikumsalam wrwb, baik." jawab keduanya menatap Jones dan Rafa bergantian.
"Tumben akrab lu berdua." sindir Johan yang tau dari laporan para bodyguard kalau Jones dan Rafa sama sama berusaha mendekati Shafa dan sering berantem.
"Cih siapa bilang, ngak sudi gua." berjalan ke arah Johan lalu duduk di samping Daddy Wu.
Rafa juga ikut duduk tapi berhadapan dengan Johan serta Daddy Wu dan Jones.
"Ngapain lu kemari." tanya Johan pada Rafa.
"Maaf tuan, aku tadi jalan bersama Shafa ke mall dan kami singgah makan di restoran."
"Gua tau, tapi asal lu tau ya gua ngak suka ada orang yang memaksakan kehendak pada putri gua lu udah lancang memaksa putri gua jalan berdua dengan lu." marah Johan dengan tatapan tajam.
"Maaf tuan, itu karna kami tidak pernah jalan berdua, gimana mau saling dekat kalau.."
"Putri gua tidak pernah gua kasih izin jalan berdua dengan siapapun, kemana pergi pengawalnya selalu ikut, baru calon saja sudah ngatur lu." marah Johan memutuskan kata kata Rafa.
"Sialan, kalau ngak karna udah terlanjur suka sama putri lu ogah gua punya mertua galak kayak lu." umpat Rafa dalam hati dengan posisi kepala menunduk.
"Maaf tuan, sekali lagi saya minta maaf." Rafa tetap menunduk.
"Ada apa lu cari gua." tanya Johan meski dia sudah mengerti maksud Rafa.
"Itu tuan, aku ingin menyampaikan kalau aku dan Shafa sudah cocok, aku ingin melakukan pernikahan kami segera." Rafa memberanikan diri menatap Johan.
*******
Hai teman-teman author dan teman teman pembaca yang baik terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.
Mari tetap semangat dan saling support
Dengan cara :
💝 LIKE
💝 RATE
💝 VOTE
💝 HADIAH yang banyak
💝KOMEN yang sebanyak banyaknya.
__ADS_1
Wo Ai Ni all..
Happy Reading.