UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )

UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )
16. Caem ( calon emak ).


__ADS_3

"Lili.. tolong ceritakan yang sebenarnya." tanya Jones serius melalui panggilan telepon.


"Seperti yang saya bilang tadi dokter, ada jenis kista, atau miom di dalam rahim adek itu tapi belum besar, masih dua sampai tiga centi meter hanya saja saya takut ada di bagian lain, jalan satu satunya harus di periksa lebih lanjut lagi dengan menggunakan USG Transvaginal."


Jones menarik napas berat, ia memijit kepalanya yang terasa sakit dia tau pasti kista atau miom yang berada di dalam atau luar rahim tetap berbahaya kalau di biarkan, lama lama pertumbuhannya juga bisa makin besar dan bisa berepek panjang.


"Terimakasih Lili."


"Sama sama dokter, tapi hmmm maaf boleh tanya." Lili.


"Ya ada apa."


"Adek itu siapanya dokter, adiknya ya." tanya Lili hati hati.


"Iya .. adik gua, adik ketemu gede hehehe."


"Maksudnya."


"Caem anak anak gua." jawab Jones percaya diri


tingkat langit.


"Hahhh ca..caem ?" terkejut sekaligus kecewa.


"Iya, calon emak anak anak gua hahaha, kenapa ngak pantas ya ?."


"Maaf dokter, masih di bawah umur."


"Hahaha ngak apa apa."


"Wah.. nanti bisa di jemput kak seto bareng pak pol dong."


"Yah.. umur di Samar kan dong, lagian sangsi belum siap, masih belajar banyak hal." bohongnya.

__ADS_1


"Sangsi apa dokter." bingung.


"Sangsi dia." tawa Jones.


Lili yang sudah patah hati sedari tadi di buat makin bingung oleh istilah istilah dari Jones yang asal ceplos dan aneh.


Meski kecewa Lili tetap mengucapkan semangat dan mendoakan kebahagiaan sahabat serta laki-laki yang ia sukai itu.


Setelah satu minggu berlalu Shafa berangkat ke kampung di antar oleh keluarga besarnya, Johan, Zahra bergantian memeluk putrinya itu.


"Hati hati ya girl, cepat pulang, papa pasti akan sangat merindukanmu." membelai pucuk kepala Shafa.


"Iya papa, papa yang sehat ya." Shafa mencium punggung tangan Johan kemudian mama serta opa, oma.


Shafa berangkat dengan tiga pengawal wanita serta empat pengawal laki-laki, hanya saja pengawal laki-laki yang dua orang hanya menjadi pengawal bayangan.


Pengawal bayangan bertugas melindungi dan mengawasi Shafa dari jauh tampa di ketahui oleh Shafa dan para pengawal lainnya.


Shafa berangkat dari bandara menuju kota Xx mengunakan pesawat Kings air, Shafa duduk dengan santai di kursi kelas utama ia mencoba membaca buku kedokteran yang ia bawa untuk menghilangkan jenuh selama dua jam perjalanan.


Niken berjalan di depan Shafa, Lila serta Asiah ada di sisi kiri dan kanan gadis berhijab itu, sementara kedua pengawal laki-laki berjalan di belakang para wanita.


Mobil mewah yang akan membawa Shafa sudah menunggu di parkiran, setelah memeriksa keamanan mobil Shafa dan tiga bodyguard naik kedalam mobil, Sementara dua bodyguar laki-laki naik di mobil lain.


Berlahan mobil itu meninggalkan bandara, dengan kecepatan sedang, namun tidak lama kemudian mobil berhenti di pinggir jalan.


"Kamu.. pindah ke belakang." titah seseorang pada Asiah yang duduk di sebelahnya.


"Kenapa ?, ada apa."


"Shafa ke depan, ngak seru kalau kamu yang duduk di situ." jawabnya acuh.


"Hehh jangan macam macam ya, atau kamu akan mendapat masalah."

__ADS_1


"Gua ngak perduli, cepat pindah kebelakang atau gua yang pindah lo dan kawan lo yang nyetir dan yang lain cari posisi masing masing."


"Heiii ... siapa kamu." Asiah emosi, dia mulai siaga dan Niken serta Lila sudah bersiap mengamankan Shafa keluar dari mobil.


"Kamu...kamu lohh..." Lila dan yang lain terkejut dan tertegun melihat siapa yang ada di kursi kemudi.


"Loh.. kok .." Shafa.


πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


Loh kok apa Shafa, siapa ya


main ikut aja, ketauan papa Jo gaswat tu orang


wkwkwkwk, jangan murka papa jo, sabar dan sabar ya.


🀣🀣


Hai....


Dukung author terus ya..


πŸ“Like..


πŸ“Vote..


πŸ“Rate..


πŸ“Komen yang sebanyak banyaknya.


Happy Reading.


Wo Ai ni all.........

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘


__ADS_2