
Setelah mengamankan Reihan dan orang suruhannya, para bodyguar membantu Shafa bangkit setelah mengangkat tubuh Jones yang di penuhi banyak luka.
Laki-laki itu kehilangan kesadaran dan kehilangan banyak darah, bahkan baju Shafa juga terkena darah Jones.
"Uncle.. Uncle .. bangun Uncle." tangis Shafa.
"Sabar nona, kita akan membawa dokter Jones ke rumah sakit." bima dan yang lain mengangkat Jones ke mobil.
Setelah sampai di mobil mereka lalu membawa Jones ke rumah sakit tempat ayah Shafa di rawat
Mobil melaju kencang hingga sampai Rumah sakit, Shafa terus terusan menangis melihat keadaan Jones yang mengenaskan.
"Uncle.. maafkan Shafa, maafkan Shafa."
"Jangan menangis nona, bukan salah nona, semua sudah kehendaknya." Asiah.
"Kalau Uncle kenapa napa nenek pasti marah sama shafa kak ( mamanya Jones )." tangis Shafa menjadi.
"Dokter Jones tidak akan kenapa napa nona percayalah, kita berdoa saja." Lila.
Tidak berapa lama kemudian mobil memasuki halaman Rumah sakit dan mereka lalu menuju IGD, para bodyguard dengan sigap mengangkat tubuh Jones ke tempat tidur pasien.
Para dokter dan tim segera memeriksa Jones, Shafa sendiri menunggu di luar IGD bersama bodyguar.
Dari jauh Nazwan datang bersama Aswin dan Irwan yang mendorong kursi roda Nazwan, Shafa langsung berlari ke arah sang ayah sambil menangis sesegukan.
"Huaaaaaa ayah...."
" Jangan menangis nak, dokter Jones tidak akan apa apa, berdoa saja ya hmmm." Nazwan membelai lembut kepala Shafa yang berada di pelukannya.
"Tapi yah.. Uncle terluka parah, gara gara Shafa yah gara gara Shafa."
"Iya nak, tapi bukan sepenuhnya salah Shafa, dokter Jones pasti akan merasa lebih terluka dan bersalah andai Shafa kenapa napa."
"Kasian Uncle yah huaaaa." tangis Shafa seperti anak anak.
__ADS_1
Niken yang berdiri menyandar di tembok merosot ke lantai Rumah sakit itu, air matanya meluncur tidak terkontrol rasa sesal yang teramat dalam menyesak dadanya.
"Ampuni hamba ya Allah, hamba salah hamba yang salah, ingin memiliki orang yang kucintai dengan mengorbankan majikanku malah orang yang ku cintai yang terluka dan sakit, ku mohon pulihkanlah dia ya Allah."
Bima dan dua bodyguar menghubungi Johan dan memberitahukan kejadian yang menimpa Shafa
Amarah Johan memuncak apa lagi melihat putrinya yang menangis histeris.
Johan tidak menyangka Jones akan berkorban begitu besar pada Shafa, laki-laki itu membisu melihat photo Jones yang terluka parah di kepala punggung dan tangannya.
"Robby.. lo siapkan pesawat kita berangkat ke Sumatera." titah Johan.
"Tapi bos, kita harus berangkat ke hotel xx bertemu dengan Mr yamada, kita ada meeting dengannya."
"Tunda saja, gua harus berangkat melihat putri gua." ucap Johan sambil berjalan menuju pintu luar ruangan.
"Bos.. Mr yamada sudah datang menemui bos jauh jauh masa ngak di temui."
"Biar gua yang temui nanti."
"Assalamualaikum wrwb ...
Sayang, koko akan berangkat ke Sumatera tolong siapkan pakaian koko ya." pinta Johan pada sang istri lewat panggilan telepon.
"Loh ngapain ko, Shafa kenapa ?." tanya Zahra kebingungan.
"Ngak apa apa sayang, nanti koko ceritakan di rumah ya, sayang jangan takut." jawab Johan lembut.
Tak lama mobil sampai di rumah mewah tapi asri itu, Johan turun buru buru Janeet dan Zahra berebutan untuk mendapatkan pelukan dan ciuman Johan.
"Kok nangis yangk." tanya Johan setelah mencium bibir mungil sang istri, di pinggangnya Janeet sudah nemplok seperti anak koala.
"Shafa kenapa ko."
" Shafa ngak apa apa yangk, cuma Jones kritis di rumah sakit." Johan menceritakan kejadian yang menimpa Shafa dan Jones.
__ADS_1
"Kasian dokter Jones ko, semoga dia ngak apa apa." doa Zahra.
"Aminn, semoga sayang, kita berdoa saja."
Setelah berkemas Johan bersiap berangkat ke bandara di temani Robby dan beberapa Bodyguar, sementara Andy bertugas di perusahaan.
"Sayang, jangan keluar rumah ya, jaga diri dan anak anak hmmm, jangan cape ya."
"Iya ko, tapi segera hubungi kalau sudah sampai ya." Zahra mengelayut manja di sisi Johan.
"Pasti sayangku, baik baik di perut mama ya nak, papa sayang kalian semua cup cup cup."
Seteah mencium sang istri dan Janeet Johan mencium perut Zahra yang tengah hamil enam minggu akibat lalai pakai KB, karna kehamilan Zahra kali ini minim drama Johan bisa dengan leluasa pergi kemana mana, Zahra juga jarang ngidam yang aneh aneh.
Mobil yang membawa Johan sudah sampai di bandara dan mereka langsung masuk kedalam pesawat untuk bertolak ke sumatera.
""""""""""""""""""
Hai teman-teman author dan teman teman pembaca yang baik terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.
Mari tetap semangat dan saling support
Dengan cara :
💝 LIKE
💝 RATE
💝 VOTE
💝 HADIAH yang banyak
💝KOMEN yang sebanyak banyaknya.
Wo Ai Ni all..
__ADS_1
Happy Reading.