
"Kenapa kalian masih diam, cepat bawa Jones dari sini." tiba-tiba suara seorang wanita cantik mengejutkan semua orang yang ada di sana.
"Nyo..nyonya.." panggil Robby gagap.
"Kau kenapa selalu jadi orang bodoh Jones, padahal putriku orang yang sering mengajakmu mengenali tuhan, harusnya kau jadi contoh dan imam yang baik untuknya." Zahra.
Wanita itu menatap wajah pucat Jones iba bercampur kesal, Jones selalu nekat dia tidak perduli keselamatannya dia bahkan tidak perduli hidupnya demi bisa bersama Shafa segala cara ia lakukan.
Tapi kali ini bukan cara untuk mendapatkan Shafa tapi cara menghilangkan nyawanya sendiri, karna dia sudah tidak yakin lagi bisa bersama sang istri.
Dia sudah lelah berjuang, dia lelah menghadapi hidupnya yang terasa sakit, jika terus berusaha memaksa hidup bersama dengan Shafa belum tentu mama Dara akan berubah.
Belum tentu juga mama Dara tidak mengganggu lagi, Jones berpikir dari pada makin tersiksa karna tidak bisa bersama istri tercinta dan dari pada jadi anak durhaka lebih baik dia menghabisi nyawanya sendiri.
Dengan begitu dia tidak lagi merasa tersiksa di dunia ini, dan dia tidak tersiksa menghadapi sikap mamanya yang tidak pernah menunjukan itiket baik.
"Cepat bawa dia dari sini, kalau terjadi sesuatu padanya kalian yang akan aku salahkan." marah Zahra.
"Ta..tapi nyonya." Robby.
"Mereka akan jadi urusan ku, kalian tenang saja." menurunkan polume suaranya.
Robby dan kedua sahabat Jones segera bangkit dan dengan cepat membawa Jones yang sudah tidak sadarkan diri keluar dari tempat itu.
"Lepaskan mereka semua, ini rumah putriku dan suaminya, aku tidak mau tempat ini kotor dan terkontamisasi dengan manusia manusia pembawa virus buruk." titah Zahra.
"Tapi nyonya kami di.." belum selesai bodyguar berbicara Zahra sudah memotong.
"Bawa mereka semua dari sini, bawa ketempat dan markas kalian, segala resiko aku yang tanggung jawab." Zahra.
"Nyonya .. anda tau bagai mana tuan." bodyguar.
"Aku tau, dan aku sudah bilang aku yang tanggung jawab kenapa kalian masih tidak menurut, atau perlu aku turun langsung yang bertindak pada kalian nanti hahhh."
Zahra menjadi emosi melihat sikap bodyguar suami yang tidak menuruti perintahnya.
"Baik nyonya." ahirnya mereka mengalah juga, dan mulai membagi tugas.
Ahli bom menonaktifkan bom yang sudah di pasang di tubuh Nina dan ketiga laki-laki bersamanya, dua orang lainnya melepaskan ikatan mama Dara.
"Hahhh Alhamdulillah terimakasih bu, ibu sudah menyelamatkan nyawa kami." ucap penghulu lemah.
Mereka semua sudah ketakutan dan sudah pasrah karna merasa tidak akan dapat pertolongan dari manapun.
Mereka bersyukur dengan kehadiran Zahra di sana meski mereka tidak tau dengan jelas siapa wanita cantik itu.
Tapi mereka yakin dia bukan orang sembarangan karna para bodyguar bisa takut dan patuh padanya.
__ADS_1
"Kalian semua jangan coba coba berbicara sembarangan di luar sana, kalau kalian punya kesempatan keluar dari sini hidup hidup." Zahra.
"Meski aku menyuruh mereka melepaskan kalian kalian belum bebas dari suamiku, aku hanya meminta mereka melepaskan kalian sementara dan mereka akan membawa kalian ke markas mereka."
"Tapi bu.., aku dan teman ku ini tidak tau apa apa, aku hanya di minta untuk menjadi penghulu saja , aku tidak tau kalau anak bu Dara masih berstatus suami." jawab pak penghulu takut takut.
"Kalian tidak akan mudah lepas dari suamiku ku, tapi aku berjanji akan meminta suamiku untuk meringankan hukuman kalian, meski bapak mengaku tidak bersalah kalau di bawa ke jalur hukum bapak tetap bersalah apapun alasannya, karna bapak menikahkan laki laki berstatus suami, untung belum terjadi kalau sempat terjadi nyawa bapak dan seluruh keluarga bapak akan jadi sasarannya." Zahra.
"Tolong bantu kami berdua bu, kami mohon maaf lain kali kami akan lebih hati hati." mohon seorang lagi yang bertugas sebagai saksi.
"Tenang saja pak, kalian ikut saja kemana mereka membawa kalian jangan berontak dan berulah kalau kalian tidak ingin di hajar oleh mereka."
"Ba..baik bu." pemghulu dan temannya.
Sementara Nina dan Rahman serta mama Dara menatap Zahra sinis, dan di balas tatapan sinis dari Zahra juga, dia tersenyum namun senyuman miring pada ketiga orang pembuat ulah itu.
"Kenapa ??, tidak takut ya ngak apa apa, untuk kalian aku sepertinya tidak perlu ikut campur, mungkin kalian berdua tidak kenal betul suamiku tapi ibu ini tau siapa suamiku, dan seberapa kejam keluarga Kings grup."
"Apa kings grup, kau bercanda ?." Rahman terkejut mendengar nama kumpulan bisnis keluarga itu.
"Bercanda ??, menurutmu begitu, padahal nyawa kalian tadi sudah hampir berangkat dari sarangnya, siapa yang berani berbuat jauh seperti ini kalau bukan keluarga kings grup."
"Tidak mungkin, kau jangan menipuku." ucap Rahman tapi dengan suara bergetar dan takut, siapa.yang tidak kenal kings grup apa lagi tiga orang pemimpin kejam yang bergabung di dalamnya.
Hengky, Selman dan Johan wu.
"Terserah bapak, aku hanya kasihan pada kalian karna secara tidak langsung berurusan dengan kakak kakak ku dan suamiku." senyum Zahra.
Apakah pengusaha kejam yang tadi adalah orang itu, pemikiran seperti itulah yang ada di benak laki-laki tua itu yang kini makin takut dan seram saat menyadari kalau memang Johan adalah yang di maksud oleh wanita cantik di depannya.
"Kalau dia benar benar Johan maka tamatlah riwayat ku dan seluruh keluarga ku ya Allah." ahirnya Rahman bergumam dan masih terdengar oleh Zahra dan yang lain.
"Kalau bapak masih tidak percaya tanya saja pada ibu ini." ucap Zahra cuek.
"Bu Dara .. apa yang di maksud ibu tadi adalah Johan Wu pengusaha kejam itu." Ahirnya Rahman bertanya pada mama Dara, tapi tidak di jawab oleh wanita itu.
"Tuan Johan Wu suami nyonya Ara, papa kak Shafa, jadi benar yang anda sebutkan
kami salah satu bagian kecil yang mendapat hukuman atas kesalahan mama yang menyakiti putrinya kak Shafa." Piyo.
"Kalau benar kenapa ibu menarik kami dalam masah ini, gara gara ibu keselamata n dan hidup kami akan hancur." maki Rahman pada mama Dara yang duduk bersandar di dinding.
"Aku juga tidak mengerti apa kesalahan terbesar putri ku sehingga bu Dara begitu benci, bahkan ingin menghancurkan rumah tangga anaknya sendiri." Zahra.
Mama Dara tetap diam.
"Nina .. kau .. gara gara kau keluarga kita akan hancur dan semua keluarga akan kena imbasnya, harusnya kau berpikir sebelum bertindak, harusnya aku juga hati hati mengikuti maumu, aku salah karna terlalu memanjakan mu." sesal Rahman menunduk sedih.
__ADS_1
"Mama puas sekarang, apa mama bahagia melihat kak Jones begitu, mama senangkan ini yang mama mau kan hmm." ucap Piyo sedih.
Jack dan istri sudah pergi sejak tadi mengikuti Robby dan yang lain membawa Jones ke rumah sakit.
"Nyonya kami akan membawa mereka semua." ucap salah seorang bodyguar.
"Ya bawalah, tapi jangan lakukan apapun pada mereka sebelum ada perintah dari koko, ingat kata kataku."
"Baik nyonya." jawab bodyguar hormat dan menunduk.
"Nyonya.. mama saya." Piyo.
"Tenang lah, aku menjamin keselamatan mamamu, suamiku tidak akan menyakitinya, kalau koko mau sudah lama mamamu hilang dari dunia ini, tapi koko tau lawannya terbesar nanti pasti putrinya kemudian Jones menantu sekaligus sahabatnya."
"Baik nyonya.." jawab piyo lega.
"Bawa mereka, sebelum suamiku bertindak lebih kejam, dan kau Piyo segera kerumah sakit, lihat kakakmu, aku akan segera pulang melihat kak Shafa."
"Baik nyonya.." bodyguar, Piyo.
Bodyguar membawa semua orang itu keluar apartemen termasuk mama Dara, Piyo melihat mamanya sedih karna di bawa paksa oleh bodyguar seperti tahanan penjara.
Zahra dan pengawalnya juga bergegas meninggalkan tempat itu setelah di rapikan dan di bersihkan oleh Niken dan Bodyguar wanita lainnya.
Awalnya Zahra tidak tau apa yang terjadi pada Jones, dia tadi sempat mendengar suara marah Johan lewat panggilan telepon dengan orang yang tidak di kenali oleh dan Johan menyebut nama mama Dara dan akan membunuh.
Tapi tidak tau membunuh siapa, Zahra pura pura tidak tau dan tidak mendengar ia membiarkan Johan pergi membawa lebih dari sepuluh bodyguar.
Hal itu tentu membuat Zahra makin curiga, ahirnya ia membawa bodyguar nya pula mengikuti Johan.
☘☘☘☘☘☘
Hai teman-teman author dan teman teman pembaca yang baik terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.
Mari tetap semangat dan saling support
Dengan cara :
☘ LIKE
☘ RATE
☘ VOTE
☘ HADIAH yang banyak
☘KOMEN yang sebanyak banyaknya.
__ADS_1
Wo Ai Ni all..
Happy Reading.