UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )

UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )
53. Terlalu cinta.


__ADS_3

Setelah membasuh tubuh dan berganti pakaian Jones naik ke atas tempat tidur, di raihnya handphone yang ia letakkan di atas meja di samping tempat tidurnya.


Di pandanginya wajah Shafa yang ada di galerinya satu persatu ia lihat photo photo itu, dari Shafa kecil sampai remaja, raut wajahnya berubah menjadi muram, dadanya kembali


panas dan sesak.


"Kenapa sesakit ini mencintai mu gils, aku sangat kesakitan." Jones memejamkan matanya, ia menekan dadanya yang terasa makin sakit karna menahan sedih.


"Nona Shafa tau lu menyukainya ?." tanya Robby tiba tiba muncul dari luar kamar, karna pintu yang tidak terkunci membuat Robby leluasa masuk kedalam.


Robby tadinya ingin minum air hangat lalu ia menuju dapur dan mengambil air minum, namun saat akan kembali ke sopa ruang tamu yang ada di depan kamar Jones ia melihat Jones duduk menyandar di kepala ranjang dengan memandangi handphonenya.


Laki-laki itu memang sengaja tidur di sopa agar bisa mengawasi Jones, lebay memang tapi begitulah Robby ia sebagai sahabat terlalu takut Jones berbuat aneh dan nekat hingga ia terus mengawasi dan mengawalnya.


Jones menggeleng.


"Lah bagai mana nona akan menerima lu kalau lu ngak pernah bilang lu suka sama dia." nada suara Robby meninggi.


"Gua ngak berani bro, gua takut Shafa menjauhi gua." ucapnya sedih.


"Yaa Allah Jones, otak lu masih di tempat kan belum pindah ke telapak kaki kan atau dengkul lu kira dengan hanya mendekati dan mengikuti nona dia akan mengerti kalau lu suka sama dia tampa lu kasih tau isi hati dan perasaan lu, bodoh." umpat Robby kesal.


"Gua terlalu cinta sama Shafa sehingga gua takut bilangnya, gua cuma bisa berharap dari perhatian dan kasih sayang gua Shafa peka."


"Peka apa lu, pala lu peang goblok, nona Shafa tidak pernah dekat dengan laki-laki mana pun secara khusus dia tidak tau dan tidak akan mengerti kalau lu ngak bilang isi hati lu."


"Lalu apa yang harus gua lakukan bro."


"Ya lu bilang lah perasaan lu, lu ingin jadi imamnya lu ingin bersamanya terserah bagai mana cara penyampaian lu tapi lu harus sampaikan isi hati lu, kalau diam aja ya di ambil orang." omel Robby sambil memijat pelipisnya yang terasa sakit.


"Baik besok gua akan sampaikan, tapi gimana kalau Shafa ngak terima, gimana kalau Shafa cuma anggap gua seperti pamannya sendiri gimana kalau Shafa malah menjauhi gua."


Napas Jones seperti sedang berlari mengucapkan kata kata itu, terlihat jelas ada rasa takut di


balik kata katanya.


"Sholat bro, minta kepadanya yang maha kuasa agar Allah membukakan pintu hati bos Johan, nyonya Zahra khususnya Nona Shafa agar menerima lu jadi menantu mereka, menjadi pendampingnya , lu taukan selain berusaha pendekatan lu juga harus usaha melalui doa, jangan meratap saja."


"Iya lu benar bro, gimana Shafa nerima gua kalau gua juga jarang berdoa." gumam Jones.


"Sudah ini sudah jam dua dini hari, lu sholat deh Sholat tahajud atau Sholat sunat."


Setelah berkata begitu Robby langsung keluar kamar dan Jones mengikuti apa yang di sampaikan oleh Robby, ia masuk kamar mandi untuk berwhudu dan setelah itu Sholat.


""""""""""


Shafa sudah berada di dalam mobil Jones, di pangkuannya Bobba si kucing persia duduk tenang, yang ia bawa dari rumah sedari pagi, tapi karn masih jam kuliah Shafa meninggalkannya di dalam mobil dalam pengawasan Asiah dan Lila.


Niken, Asiah dan Lila serta bodyguar lain berada di belakang mobil Jones mereka mengikuti laju mobil Jones.


"Uncle lagi happy nih kayaknya, dari tadi bersiul terus." membelai bobba.


"Ya happy dong, jalan dengan kamu aku pasti happy, sangat malahan." melirik reaksi Shafa.


"Hmmm kenapa Uncle, masa jalan sama Shafa Uncle happy harusnya sama Aunty dong." ucapnya tampa sadar malah melukai hatinya sendiri, gadis itu tiba tiba merasa ada hawa aneh di hatinya saat berkata begitu tapi ia tidak paham apa maknanya.


"Duanya buat aku happy." tersenyum bahagia.


Shafa diam, ia melihat ke arah Jones bingung mengapa laki-laki itu berkata begitu apa maksudnya batin Shafa.

__ADS_1


"Ihhh jangan gitu Uncle, nanti Aunty marah." tawanya namun sumbang.


Tidak berapa lama kemudian mereka sampai di sebuah tempat yang sangat asri dengan pemandangan yang cukup indah karna banyaknya bunga bunga cantik dan pohon pohon besar.


sebuah bangunan yang tidak terlalu besar ada di tengah tengah taman bunga itu, mereka pun berjalan bersama ke sana.


"Hai Shafa, apa kabar." tiba-tiba Rafa muncul menjajari langkah mereka berdua.


Jones berhenti melangkah di ikuti Shafa, mata Jones menatap Rafa tajam karna ia tidak mengenali laki laki itu.


"Assalamualaikum wrwb, kabar baik kak, kok bisa sampai ke mari." tanya gadis itu bingung.


"Aku tadi kekampus mu, tapi begitu sampai aku lihat kamu masuk mobil om ini ya aku ikuti aja." ucapnya membalas tatapan Jones.


"Siapa om lu, jangan asal gua bukan adik bapak lu lagian ngapain lu kekampus Shafa." hardik


Jones kesal.


"Sory om eh pak, gua mau jemput Shafa tadi mau ajak makan siang bersama."


"Hahh apa lu ngak .." Jones.


"Kami sudah makan siang kak, maaf Shafa ngak bisa ikut kakak karna masih ada urusan."setelah berkata begitu Shafa melanjutkan


langkah kakinya, di ikuti Jones.


Namun bukannya pulang atau mundur Rafa malah ikut masuk kedalam ruangan praktek dokter hewan kenalan Jones.


"Ngapain lu ikut kemari, ini bukan tempat lu." marah Jones makin jadi karna Rafa berusaha mendekati Shafa.


"Bukan urusan lu pak, gua mau ikutin calon istri gua emang ada masalah sama lu." ucapnya


"Apa ...? mimpi lu ya." bentak Jones.


"Lu yang apa apaan ngikutin calon gua, lu bodyguardnya ?, bilang dong."


"Sudah kak jangan ribut, Shafa kemari mau periksakan Bobba, kakak tolong di luar saja ya atau kakak pulang dulu." menarik tangan Jones kedalam ruangan.


Jones yang masih shoc mengikuti langkah kaki Shafa, tangan gadis itu kini tidak lagi menarik tangan Jones tapi lengan baju Jones.


"Gils.."


"Nanti saja Uncle, kita periksakan Bobba dulu." ucapnya pelan.


"Sialan, siapa laki-laki itu, kalau bodyguardnya kenapa lantam dan ngak sopan gitu." umpat Rafa yang kini duduk di ruang tunggu praktek


dokter hewan itu.


Ia tidak jadi masuk kedalam karna Shafa melarangnya, hingga membuat laki-laki itu menjadi sangat kesal.


"Kenapa kucingnya dek." tahya dokter tampan dan berpenampilan ala oppa korea.


"Jangan tebar pesona lu semprul." umpat Jones bermata tajam.


"Lu kali, gua mah biasa aja ya kan dek." menggoda Shafa, membuat tangan Jones mengepal.


"Perut bobba tiba tiba besar om dokter." jawabnya mengalihkan perdebatan kedua laki-laki itu.


"Jangan om dong dek, abang gitu lah."

__ADS_1


"Abang .. abang tukang bakso ?." Jones.


"Mana ??." tanya Shafa dan dokter Ryan


kompak.


"Au ahhh." kesal Jones.


Shafa dan Ryan sama sama tertawa.


"Loh ini kucingnya hamil lo dek, bukan penyakit


ini hahahaha."


"Hahhh hamil, masa ?? suaminya ngak ada kok bisa hamil ??." tanya Shafa bingung memperhatikan kucingnya yang makin gendut menggerakkan.


"Selingkuh sama tetangga mungkin." ucap dokter Ryan masih memeriksa Bobba.


"Ngak mungkin, selingkuh itu perbuatan dosa bobba ngak mungkin begitu." Jawab Shafa spontan.


"Hahhh." bingung Ryan, matanya menatap Jones yang cekikikan di samping Shafa.


"Maksudnya hamil sama kucing jantan tetangga dek." ucap dokter Ryan. "Ini bocah oon atau polos sih." guman dokter itu bingung.


"Ngak mungkin Bobba ngak pernah keluar rumah dan hanya di kamar Shafa, itu pun di ruangan lain karna Mei mei Janeet alergi bulu kucing makanya bobba Shafa umpetkan." menatap


Jones bingung.


"Dulu kan bobba kamu tinggalkan di rumah mawar ( rumah pribadi Shafa ) di sana kan banyak kucing jantan mungkin sudah hamil di bawa dari sana." Jones menatap Shafa yang tampak pokus pada hewan piaraannya itu.


"Ohh mungkin juga Uncle." jawab Shafa tampa menoleh pada Jones.


"Uncle ?." tanya Ryan ke Jones.


"Panjang ceritanya, lu pokus saja pada bobba." bisik Jones.


Ryan tentu bingung saat Shafa memanggil Jones Uncle, padahal Jones berkata pada Ryan kalau Shafa calon istrinya saat membuat janji bertemu untuk memeriksakan Bobba.


******


Hai teman-teman author dan teman teman pembaca yang baik  terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.


Mari tetap semangat dan saling support


Dengan cara :


☘ LIKE


☘ RATE


☘ VOTE


☘ HADIAH yang banyak


☘ KOMEN yang sebanyak banyaknya.


Wo Ai Ni all..


Happy Reading.

__ADS_1


__ADS_2