
"Kenapa ??, mana Shafa."tanya Jones yang baru sampai di mini market.
Tadi Jones ingin mengajak Shafa ke pantai dan ingin menyatakan perasaan sekaligus melamar gadis itu di sana, tapi saat akan ke pakultas kedokteran Jones mendapat informasi dari Niken kalau mereka tengah berada di mini market dan Jones langsung menuju ke sana.
"Maaf dokter kami juga sedang mencari nona." ucap Lila dengan mata berkaca kaca.
"Kenapa bisa kalian ngak lihat Shafa." tanya
Jones panik.
"Tadi kami sama sama belanja dan ambil barang barang pesanan nyonya Zahra, tapi tiba tiba nona tidak terlihat lagi." Niken tak kalah panik.
"Ya Allah, sudah lihat ke arah CCTV ?." Jones.
"Kak miko dan yang lain lagi Chek CCTV
tempat ini dokter." Asiah.
Tidak berapa lama kemudian muncul Miko dan bodyguar laki-laki lainnya dengan wajah pucat karna cemas dan takut.
"Gimana." Jones dan yang lain.
"Nona di culik, kita harus segera lacak
keberadaan nona, ayo cepat." Miko.
Jones dan semua orang terkejut sekaligus shoc mendengar kata kata Miko yang datang terburu buru bersama bodyguar lainnya, sebagian bodyguar langsung berlari keluar mini market guna memeriksa CCTV jalan melalui dinas terkait.
"Siapa yang culik Shafa, kok bisa." tanya Jones ikut berlari keluar bersama bodyguar lainnya.
"Tadi nona ke kamar mandi belakang, tiba tiba ada yang menarik dan menculik nona, ngak tau siapa dokter." jelas miko sambil berlari.
Jones langsung masuk kedalam mobil Lamborgini yang baru tiba di bawa oleh bodyguard bayangan, Bodyguar itu tampa di minta langsung membawa Jones keluar dari parkiran.
Miko dan bodyguar lain juga langsung
menyusul dari belakang, empat mobil sekaligus saling kejar mengejar namun begitu sampai di tiga persimpangan ke dua mobil langsung berpencar mencari mobil yang membawa Shafa sambil menunggu kabar dari bodyguar lain yang sedang memeriksa CCTV jalan.
"Cepat beri tahu tuan besar." titah Miko pada bodyguar lain yang ikut di dalam mobil
yang ia bawa.
Handphone yang selalu aktif dan tersambung pada semua bodyguar berbunyi Miko segera mengangkat panggilan tersebut.
"Nona di bawa ke daerah ini, jalan menuju puncak kami sudah melacak plat mobil itu tapi ternyata mobil rental dan yang merental tidak tau orangnya dengan pasti oleh pemilik mobil." ucap bodyguar melaporkan hasil pemeriksaan CCTV.
__ADS_1
"Tunggu, bukannya nona punya gelang perak, di sana ada chifnya." suara Asiah.
"Iya cepat lacak dari sana." Miko.
Tidak lama kemudian mereka sudah menemukan lokasi pasti mobil yang membawa Shafa, mobil Lamborgini yang membawa Jones segera ke tujuan di.susul mobil lainnya yang saling kejar.
Jarak antara mobil yang membawa Shafa dan mobil lainnya awalnya cukup jauh, namun karna anak buah Johan ada di mana mana maka mobil yang membawa Shafa bisa segera di temukan.
Sadar kalau mobil mereka sudah di buntuti Rafa menjadi berang dan marah, ia lalu meminta mobil anak buahnya yang lain untuk segera menghalangi mobil di belakang mereka.
Maka.saling kejar dan saling hantam pun terjadi antara mobil bodyguar dan mobil anak buah Rafa lainnya, tak lama mobil Miko datang dan bahkan mobil lainnya.
Karna merasa kalah jumlah sebab mobil anak buah Rafa sudah terbalik di jalanan dan tidak ada lagi yang akan membantu, dan akan semakin berbahaya kalau terus melajukan mobil maka Rafa menyuruh anak buahnya untuk menepi.
Rafa keluar dari dalam mobil.
"Apa apaan kalian hahh, kalian ngak tau gua siapa ??, gua calon menantu tuan Johan kenapa kalian mengganggu." teriak Rafa sambil berkacak pinggang.
Para bodyguard yang terkejut saling pandang, namun mereka tetap siaga, mereka sama sekali tidak menduga kalau orang yang menculik Shafa adalah Rafa.
"Maaf pak Rafa, kami hanya ingin bertemu nona, kalau pak Rafa terganggu kami minta maaf." bodyguar lain.
"Apa maksud lu, Shafa ngak ada bersama gua." kilah Rafa.
"Pak Rafa tidak usah berkilah, kami tau nona bersama anda, jangan mencari gara gara anda tau siapa tuan besar bukan." Miko.
"Tidak Shafa tidak bersama gua, jangan ganggu gua." marahnya dan bersiap kembali ke dalam mobil, namun Rafa sangat terkejut karna tiba tiba Shafa keluar dari dalam mobil dengan menggulingkan badannya.
"Nona." teriak para bodyguard.
"Shafa." teriak Jones pula, ia yang baru sampai di sana sangat terkejut begitu melihat pintu mobil Rafa terbuka dan ada orang keluar dari dalam dengan mengelundung.
Laki-laki itu berlari kencang ke arah Shafa tampa mempedulikan ada Rafa di sana dan tiga orang anak buahnya yang sudah memegang senjata api serta balok kayu di tangan Rafa.
Dor.. dor.. dor..
Satu tembakan berhasil menembus kulit bahu Jones satu tembakan yang lain mengenai kaki lalu satu tembakan lagi di pinggang laki-laki itu, Jones belum Roboh ia lalu menggulingkan badannya agar sampai pada Shafa yang masih tergeletak di atas jalan aspal itu.
"Shafa, kamu ngak apa apa ?." tanyanya lirih saat sudah berada di dekat gadis itu.
Mmmhhhhh mhhhh
Hanya suara itu yang terdengar dari mulutnya karna masih tertutup oleh lakban, air mata Shafa mengalir deras saat ia melihat tubuh Jones yang lemah dan berada tak jauh darinya.
"Sialan.. lu selalu ganggu gua." umpat Rafa emosi balok kayu yang ia dapat di pinggir jalan langsung ia hantamkan pada tubuh Jones.
__ADS_1
Namun baru satu kali pukulan dia dan anak buahnya sudah berhasil di lumpuhkan oleh Miko dan para Bodyguard.
Niken berlari kencang pada Shafa, ia membuka lakban yang menutup mulut majikannya yang kini sudah berada di dekat Jones.
"Uncle .. Uncle .. bangun Uncle." tangis Shafa kencang sambil menggoyang goyangkan tubuh lemah Jones yang sudah mulai kehilangan kesadaran.
"Shafa .. kamu ngak ap..a apaaa gils, jan..ngan taakut laagii yaaa adaa akuu.." ucapnya terbata dengan senyum tersunging di bibirnya yang mulai memucat.
"Shafa ngak apa apa Uncle, huaaaa."
"Jangan menangis nona, kita bawa dokter segera ke rumah sakit, ayo nona." Miko.
Mereka langsung mengangkat tubuh lemah Jones yang bersumpah darah kedalam mobil, di ikuti oleh Shafa.
"Uncle.. Uncle."
"Jangan menangis gils, aku ngak apa apa."
"Uncle luka banyak darahnya."
" Akkuu mennncintaa i mu gils." ucapnya lemah lalu tidak bersuara lagi, ia kehilangan kesadaran.
Tangis Shafa makin kencang karna melihat
Jones yang memejamkan matanya.
*******
Hai teman-teman author dan teman teman pembaca yang baik terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.
Mari tetap semangat dan saling support
Dengan cara :
💝 LIKE
💝 RATE
💝 VOTE
💝 HADIAH yang banyak
💝KOMEN yang sebanyak banyaknya.
Wo Ai Ni all..
__ADS_1
Happy Reading.