UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )

UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )
07. Janeet Sakit.


__ADS_3

"Uncle sih ok ok aja, tinggal tunggu kamu siapnya kapan." jawab Jones menggoda gadis cantik itu.


"Shafa mah terserah Uncle, sekarang juga ok ok saja." celetuk Shafa tampa perasaan.


Uhukk uhukkk..


"Ahh Uncle gitu aja batuk, belum juga akad nikah." senyum Shafa, ia mulai makan satu sendok dengan posisi miring berlawanan arah dengan Jones agar wajahnya tidak terlihat oleh laki-laki itu, ia menyingkap sebentar cadarnya untuk memasukkan makanan kedalam mulutnya.


"Beneran nih calon istri, tapi sepertinya akan sulit dapat restu papa mertua, gimana kalau kawin lari saja." tanya Jones super serius.


"Ngak ah .. cape Uncle hehehe."


"Ishhh serius nih."


"Iya Shafa juga serius, pasti cape dong Uncle kalau lari lari hehehe."


Jones memggerutu kesal dengan jawaban Shafa, dia serius Shafa nyeleh, ahirnya mereka makan dengan diam, sesekali Jones mencuri pandang pada Shafa.


Senyum indah terukir di wajah tampan nan rupawan itu saat ia teringat untuk pertama kalinya ia melihat wajah cantik gadis itu, bahkan bukan cuma sampai di situ ia juga sudah mencicipi bibir ranum Shafa, bibir itu selalu menggoda hari harinya hingga ia selalu ingin bersama gadis muda itu.


Niken sepertinya hanya jadi obat nyamuk di sana, ia tau kalau Jones adalah dokter pribadi keluarga Shafa dulu, tapi ia tidak begitu tau kalau Jones dan Shafa sedekat itu.


Wajah wanita itu tampak murung saat ia sadar pandangan Jones yang selalu mengarah pada Shafa, Jones bahkan tidak menegurnya sedari tadi mungkin Jones tidak menganggapnya ada di sana sama sekali.


"Hai cantik.. wah lagi makan nih, aku ngak di ajak ya gitu amat sih." tiba tiba Reihan muncul di antara mereka.


Wajah Shafa hampir terlihat oleh Reihan karna laki-laki itu datang dari arah samping Shafa, membuat Jones naik pitam, giginya gemerutuk menahan amarah nasi yang ada di mulutnya bukan cuma hancur di dalam sana, tapi lumer.


Andai bisa sendok yang ada di tangan laki-laki itu pasti menjerit karna kuatnya remasan tangan Jones pada sendok itu, tapi tidak seorangpun yang tau kalau Jones sedang menahan amarah.


"Maaf mas, kami lagi makan tolong jangan ganggu." Niken.


"Siapa yang ganggu sih, lo aja yang sibuk urusin urusin orang lain." omel Reihan pada Niken.


"Sory bukannya ikut campur tapi aku memang yang di tugaskan untuk menjaga Shafa dari laki-laki yang mau mengganggunya."


"Yang mengganggu siapa ?."


"Jadi kau datang begini emang ngak ganggu ya." sinis Niken.


"Reseh banget sih lo."


"Sudah sudah maaf kak, Shafa lagi sibuk."

__ADS_1


"Kan aku cuma mau kenalan aja sih dek, masa ngak boleh sih." ucap Reihan lembut.


"Boleh kok kak, tapi maaf Shafa ngak bisa berbincang lama ya karna Shafa tidak bisa dekat dengan laki-laki yang bukan muhrim Shafa."


"Terus orang tua ini siapa, dia kan laki-laki juga." melihat ke arah Jones yang menatapnya tajam.


"Ngomong apa lo barusan ? orang tua ? emang gua teman bapak lo, sembarang kalau ngomong, lagian ngapain lo di sini."


"Sory pak, gua cuma mau kenalan dengan Shafa."


Senyum Reihan menatap Shafa penuh arti.


"Lo udah dengar kan Shafa bilang apa, cuma kenalan aja, nah lo udah kenal silahkan pergi." ucap Jones dingin.


"Bapak juga kenapa belum pergi."


"Maaf kak ini Uncle Shafa, kami akan masuk kelas lagi jadi maaf kami tidak bisa lama lama di sini."


Shafa sudah tidak nyaman duduk lama lama di sana, makannya belum sampai habis tapi Shafa sudah berhenti, ia menyimpan kembali bekalnya kedalam tas kemudian ia bersiap meningkatkan tempat itu.


"Shafa, nanti pulang dengan ku saja ya."


"Maaf Uncle, Shafa pulang dengan kak Niken saja kami langsung pulang kerumah, tadi di telepon papa dek Janeet sakit." ucap Shafa lesu.


"Demam Uncle, kata papa gara gara main air lama lama."


"Ya sudah sana masuk kelas, aku tunggu saja nanti biar aku ikut sudah lama ngak berantem dengan papa mu."


"Ishhh jangan berantem dengan papa Shafa dong ngak boleh Uncle."


"Hehehe emang kapan aku ngak berantem ketemu dengan papa mu."


"iya ya.. Uncle dan papa kan Tom end Jerry kedua setelah Uncle Daniel hehehe."


Reihan menatap Shafa dan Jones yang berbincang, ia terkejut melihat kedekatan Shafa dengan laki-laki itu, awalnya ia mengira Jones mendekati Niken karna ia anggap Jones serasi dengan Niken apa lagi duduknya hampir berdampingan.


"Sialan .. siapa laki-laki ini, aku harus bisa mendapatkan Shafa walau bagai manapun caranya." gumam Reihan setelah di tinggal mereka semua sendiri ditaman.


************************


"Pappaaa.. akakkk huaaaa akkakk papaa." oceh Janeet terus terusan memanggil papanya minta di gendong.


Johan mengangkat tubuh Janeet yang panas dari gendongan Zahra, di peluknya putri kecilnya itu penuh kasih sayang.

__ADS_1


:Akak Shafa masih sekolah inces sebentar lagi akak pulang sayang, jangan nangis ya hmmm kesayangan papa."


Johan mencium seluruh wajah Janeet yang cubby meski sakit pola makan Janeet tidak terganggu sama sekali sehingga berat badannya tetap terjaga.


Tidak berapa lama kemudian Shafa dan bodyguarnya datang, begitu mendengar suara mobil kakaknya datang Janeet meronta minta di turunkan dari gendongan Johan, mengerti maksud anak perempuannya itu Johan menurunkan Janeet.


Gadis kecil itu meski sakit tapi tetap lincah, ia berlari ke pintu depan di iringi sang papa berjalan cepat mengimbangi sang buah hati.


"Akakkk .. akakkkkk.. " Janeet merentangkan kedua tangannya begitu ia melihat Shafa.


"Meimei si cantik akak .. " Shafa juga berlari menyongsong Janeet.


"Akakk es clim."


"Hahhhh Ice cream ? Meimei kan deman ngak boleh dong."


Janeet menarik cadar sang kakak hingga wajah cantik Shafa terlihat karna cadar Shafa terlepas, kemudian ia menciumi sang kakak berulang kali.


"Hahahaha meski di cium akak tetap ngak mau kasih lo."


"Kakak, tutup.cadarnya." ucap Johan dingin menatap kedepan.


Wajah Johan tampak berubah melihat seseorang yang datang kerumahnya, orang itu tetap masuk kedalam rumah meski di tatap sinis oleh Johan.


**********************************


Hai teman-teman author dan teman teman pembaca yang baik  terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.


Mari tetap semangat dan saling support


Dengan cara :


💝 LIKE


💝 RATE


💝 VOTE


💝 HADIAH yang banyak


💝KOMEN yang sebanyak banyaknya.


Wo Ai Ni all..

__ADS_1


Happy Reading.


__ADS_2