
Uekk.. Uekkk..
Shafa tersentak bangun dari tidurnya saat mendengar suara bising di kamar mandi,berlahan wanita itu turun dari atas tempat tidur kemudian masuk kedalam kamar mandi yang tidak terkunci.
"Aa.. Aa kenapa hiks.." memijat punggung Jones pelan dengan air mata berurai.
Jones berbalik, ia memeluk tubuh kecil istrinya yang kini berubah cengeng bahkan pemarah laki-laki itu kemudian menggendong Shafa kembali kedalam kamar.
"Aa sakit ya, Aa gendong Shafa."
"Cuma muntah dikit yank, Aa masuk angin saja ngak apa apa yank, jangan nangis dong, sekarang istri Aa kok cengeng hmm."
"Hiks.. Shafa ngak tau, Aa ngak kerja kan, Shafa mau sama Aa seharian boleh." memeluk Jones manja.
"Enghhhh Aa ada praktek nanti sore yank, sore kita keluar ya temanin Aa oke." mencium kening dan bibir pink Shafa.
"Enghhhh ya Aa, Aa ... Shafa mau bubur ayam, kita pesan ya." mengelus elus dada Jones.
"Oke.. Aa akan minta bu Nisa belikan ya." menangkap tangan Shafa yang mulai bergerilya kemana mana.
Umhhhh..
Menjauhkan tangan Jones dari tangannya, sementara Jones sibuk menghubungi para bodyguar istri, istri sendiri sibuk menggerayanginya, membuat napas laki-laki itu kembang kempis tidak beraturan.
"Dede.. tangannya." lembut.
"Kenapa tangan Shafa Aa.."
"Jangan menggoda Aa pagi pagi nanti dede ngak tanggung jawab lagi." menoel pipi Shafa.
"Siapa bilang ngak, hmmm Aa udah ngak kuat lagi ya hahahaha." balas menoel senjata ajaib suaminya yang mulai berreaksi.
"Apaaaa nantangin Aa hmmm, owww jadi sekarang dede udah berani sama Aa ya hmm, mau cari gara gara nih sepertinya." menciumi seluruh wajah Shafa, tangannya yang besar menggelitik pinggang Shafa membuat Shafa mengelinjang menahan geli.
"Aa.. ampun aa.. geli A..hahahaha."
"Berani sama Aa hmmm." menjilat leher Shafa dan meninggalkan banyak bekas di leher putih mulus istrinya.
"Berani.., emang Aa gorila ehh emang gorila hahahaha." cekikikan.
"Astaga istri Aa, suami di bilang gorila hmm, awas ya kalau gorila sudah marah istri gorila jangan minta tambah ya." melepaskan baju dan seluruh pakaiannya.
Senjata sakti dan super duper besar itu langsung melompat keluar, Shafa terkikik karna berhasil membuat suaminya terpancing.
"Aa ngapain tuh.." tawanya menutup mata.
"Terserah Aa mau ngapain, cari gara gara saja, mana suami di bilang ngak kuat lagi."
Jones menarik pakaian Shafa pelan menyisakan baju dalaman Shafa, kemudian ia lalu mencumbui istri lembut, Shafa mengelinjang meronta dan menjerit jerit karna tidak tahan dengan Stimulation yang di lakukan suaminya.
Aaaa...
"Diam sayang, jangan bersuara, jangan mendesah menjerit apa lagi mengajak Aa bercerita, nikmati saja oke."
"Achhh.. mana bisa Aa .. Shafa mau menjerit kok di larangan sih uhhh ahhh.."
"Ngak bisa, diam aja hmmm."
Shafa diam, tapi cuma sesaat karna kepala suaminya sudah menyusup di bagian perutnya menciumi lalu menggelitik lagi, Shafa menjambak rambut Jones karna tidak tahan dengan gelinya.
"Aa Shafa ngak tahan lagi.." lirihnya.
"Ngak tahan kenapa sayang Aa." pura pura tidak tau dan tidak mengerti.
"Lapar Aa.. hahahaha."mendorong tubuh Jones kesamping lalu ia turun dari atas tempat tidur dan berlari ke pintu kamar.
"Sayang jangan lari nanti jatuh." teriak Jones cemas laki-laki itu pun berniat mengejar istrinya keluar kamar tapi ia masih dalam keadaan tanpa busana.
"De..dede.. ini gimana masibnya sayang, ayo balik ke kamar, dasar istri jahil." teriak Jones sembari menghempaskan tubuhnya terlentang di atas tempat tidur.
Shafa masuk lagi dengan membawa mangkok berisi bubur ayam di tangannya, wanita cantik itu melirik sekilas ke arah tempat tidur dan melihat suaminya terlentang di atas tempat tidur dengan wajah merah padam.
"De.. lihat perbuatan dede ini, ngak tanggung jawab kan, suka banget mempermainkan suami." menunjuk tongkat sakti nya yang tegak sempurna.
"Shafa lapar Aa.." makan dengan santai di sopa yang tidak jauh dari suaminya.
"Aa juga lapar yank, ngak perasaan memang." gerutu Jones.
"Tutup itu Aa, ngak malu apa."
"Kenapa malu, kan dede yang punya, lagian ini kan ulah dede."
"Ishhhh tutup ahhh, geli tau."
__ADS_1
"Ogah sebelum dede puasin."
"Puasin gimana.. uekkk.." belum selesai bicara Shafa mual dan langsung berlari ke kamar mandi, Jones panik dan ikut mengejar istrinya.
"Sayang.., dede muntah."
Uekkkk Jones ikut muntah juga, keduanya sama sama menghadap wstapel dan sama sama muntah, wajah Shafa terlihat pucat wanita itu langsung lemah,untung Jones sudah selesai muntah dan langsung mengangkat tubuh lemah istrinya ke luar kamar mandi.
"Aa.. Shafa pusing." lirihnya.
"Sebentar ya sayang Aa pakai baju dulu, biar Aa periksa dede." ucapnya cemas.
Dia tidak memikirkan dirinya sama sekali padahal dia juga pusing mual dan muntah, bahkan tongkat nya yang tadi berdiri tegak sekarang sudah tidak berdaya akibat terlalu cemas memikirkan istrinya.
"Aa.. udah Ka,o hahaha." menyentuh tongkat Jones yang loyo.
"Astaga sayang, Aa cemas setengah mati dede masih sempat mikirkan dia." garuk garuk kepala laki-laki itu bingung mengapa sekarang istri nya jadi mesum begitu.
"Cepat pake baju Aa, Shafa mau makan di luar Shafa ngak mau makan itu lagi nnek Shafa."
"I..iya sayang, tunggu sebentar, tapi sebelum keluar dede Aa periksa dulu ya." berlari ke kamar mandi untuk mencuci muka dan ganti baju.
"Tidak usah Aa, Shafa ngak pusing lagi, nanti aja setelah pulang." mata berkedip kedip manja.
Jones tidak lagi menjawab karna sudah berada di kamar mandi, Shafa sendiri sudah memakai baju lengkap, dia duduk lemah menyender di headboard tempat tidur dengan kaki berselonjor di atas tempat tidur.
"Dede sudah pakai baju hmm." Jones datang membawa baju Shafa.
"Ya Aa Shafa kedinginan."
"Tadi waktu bu Nisa antar bubur ayamnya dede jumpa ? mereka lihat dede keluar pakai baju dalaman ?."
"Iya ...Shafa keluar kak Nisa dan kak Niken baru sampai, Shafa kan ngak tau kalau ada kakak kakak jadi Shafa keluar pakai itu aja."
"Untung mereka bagai mana kalau Asisten Aa, mulai sekarang Aa akan buat peraturan kalau kita ada di rumah tidak boleh laki-laki masuk tampa izin Aa, bisa gawat kalau dia melihat istri Aa yang cantik pakai baju dalam aja."
"Maaf Shafa ngak sengaja Shafa lapar." menunduk, Jones meraih tubuh kecil istrinya memeluknya dengan erat.
"Tidak apa apa sayang, ini rumah kita tempat pribadi kita sewajarnya Aa buat peraturan itu, untuk yang wanita juga akan Aa buat peraturan yang sama kalau ada Aa mereka tidak boleh masuk apartemen kita."
"Enghhhh ya Aa."
"Sekarang ayo kita pergi, dede mau makan apa." menggendong Shafa ala koala.
"Loh kok gitu yangk, Aa ngak marah kok."
"Shafa udah ngak mood Aa, Shafa ngak mau makan yang lain."
Jones lagi lagi garuk kepala.
"Ya sudah biar Aa buatkan, dede ikut ke dapur ?."
"Ya Aa."
*****
Sejak Jones memastikan kehamilan istri dia semakin protektif pada istrinya itu, selalu mengalah selalu sabar meski dia juga ikut merasakan apa yang biasa di rasakan ibu hamil di trimester pertama.
Hanya beberapa orang yang tau kehamilan Shafa bahkan mama Dara dan keluarga Jones yang lain pun sama sekali tidak tau.
Siang itu Shafa sudah menyelesaikan administrasi dan mengurus nilai nilai nya pada dosen dan pihak fakultas, seperti biasa dia di temani oleh para bodyguar.
Pengawalnya semakin ketat namun berjarak, sejak Johan tau putri bungsunya itu hamil dia menambahkan pengawalan untuk Shafa, dia tidak ingin putri dan calon cucunya terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan.
Shafa berjalan santai keluar dari ruang administrasi, Shafa dan ketiga bodyguar nya berbincang tentang tujuan berikutnya, karna beberapa hari lagi Shafa akan wisuda jadi dia butuh persiapan matang.
Meski sebenarnya suaminya sudah melarang agar tidak terlalu lelah dan meminta para bodyguar untuk menyiapkan kebutuhannya tapi Shafa tetap ingin mempersiapkan sendiri.
Sedang sibuk berbincang tiba tiba suara seorang wanita mengejutkan Shafa dan yang lain, mereka mencari sumber suara dan sama sama bingung karna tidak mengenali perempuan **** itu.
"Hei...perempuan sialan, kau pakai topeng hanya untuk menutupi keburukan wajah dan sifat mu kan kau perempuan brengsek dasar munafik." menunjuk dan berteriak pada Shafa, wanita cantik dan **** itu mendekati Shafa dengan emosi hebat.
"Hehhhh jaga bicara mu ya, jangan sampai mulut kotor mu itu kami koyak." jawab Nisa tidak kalah emosi.
Niken dan Lila berdiri di sisi kiri dan kanan Shafa sedang Nisa sudah berada tepat di depan wanita itu, Shafa yang tidak mengerti dan tidak tau apa apa jadi bingung sendiri.
"Kak Nisa sudah tidak perlu di tanggapi, kakak itu paling cuma salah paham, kita pergi saja." berjalan pelan.
"Apa kau bilang salah paham, dasar munafik, kurang ajar, iblis kau ya, sok suci gara gara kau Rendy memutuskan aku, gara gara kau aku di cuekin, kenapa hahhh kau sengaja mendekati Rendy karna dia tampan dan tajir, dasar matre kau ya, munafik...munafik." teriaknya lagi.
Suara Sendy yang kuat dan menggelegar terdengar kemana mana, sehingga mengundang perhatian mahasiswa dan mahasiswi lainnya, bahkan para dosen yang ada di ruang administrasi juga ikut terganggu dan keluar dari ruangan.
"Sudah ku bilang jaga mulutmu, kau masih mau lihat mata hari besok kan." Nisa juga semakin marah, sedang Niken dan Lima sudah mengepalkan tangan.
__ADS_1
"Cihh siapa kau ikut campur, kau bela bela in pelacur ini hahhh, kau membela perempuan sialan ini dia sudah merebut pacarku." tampa di sangka Sendy berjalan cepat tepatnya berlari ke arah Shafa.
Secepat kilat Sendy menarik niqab dan hijab Shafa hingga terlepas, rambut panjang Shafa terurai indah di kibaskan angin hijabnya.
Wajah polos dan rupawan Shafa langsung jadi sorotan semua orang, semua yang ada di sana berdecak kagum dan memuji kecantikan Shafa.
Shafa terhuyung kedepan karna tidak bisa mengendalikan diri akibat tarikan di hijabnya, Lila segera menangkap tubuh majikannya di bantu oleh Niken.
Nisa sendiri sudah tidak bisa mengendalikan diri, wanita muda itu langsung menyerang Sendy, Nisa menendang tubuh Sendy kuat hingga perempuan itu terpental jauh.
Tujuh bodyguar langsung muncul, salah seorang di antaranya menarik rambut Sendy dan langsung meleparkan wanita itu ke arah Sendy.
"Kau sudah ku peringatkan, kau benar benar tidak mau hidup lagi rupanya, kau akan tau bagaimana mana rasanya berhadapan dengan keluarga kings grup." bentak Nisa menarik tangan Sendy.
Niken datang menghampiri dengan emosi tingkat tinggi, Niken menarik tangan Sendy sekuat tenaga lalu memutarnya kebelakang punggung Sendy.
"Tangan yang mana yang menarik hijab majikan kami hahhh tangan ini.." marah Niken.
Kreekkk..
Niken mematahkan tangan kanan wanita itu, membuat semua orang merasa ngeri mendengar suara patahan tulang Sendy, Sendy berteriak kencang menahan rasa sakit.
"Dan mulutmu ini mengatai majikan kami apa tadi ?? pelacur ?? bukannya kau yang pelacur memakai pakaian kurang bahan kesana kemari kau yang pelacur dan murahan." Nisa.
Plakkk ...
Nisa menampar mulut Sendy, darah segar mengalir dari bibir Sendy yang pecah akibat tamparan tangan Nisa yang sangat kuat, lagi lagi perempuan **** itu menjerit kuat.
Tidak ada yang berani menolong tidak ada yang berani bersuara begitu nama kings grup di sebut kan, apa lagi beberapa bodyguar sudah stanby di sekitar Shafa.
Shafa terkulai lemah di pelukan lila, Lila yang melihat darah di leher Shafa akibat jarum peniti yang menggores lehernya menjerit histeris memanggil Niken dan Nisa.
"Niken.. Nisa, nyonya muda.." tangisnya kencang.
Sementara itu Jones yang selalu mengawasi dan menemani istri nya dari kejauhan terkejut mendengar keributan dan kata kata kasar Sendy yang menuduh istri nya merebut pacarnya.
Awalnya Jones diam saja meski ia sangat marah dan sangat emosi dia tetap bertahan di tempat nya berdiri, tapi begitu istri nya di sebut pelacur Jones langsung menerobos keramaian.
Tempat Jones dan Shafa cukup jauh sehingga ia terlambat sampai, dia tidak sempat menolong istri nya, wajah Jones merah padam begitu ia melihat darah di leher putih istrinya di tambah sang istri yang tergeletak di atas tanah tapi setengah bersandar pada tubuh Lila.
"Sayang .. sayang Aa." teriak Jones berlari kencang ke arah Shafa.
Jones langsung melepaskan jas dokter yang ia pakai kemudian ia tutupkan kekepala Shafa, Jones meraih tubuh istrinya itu, sedang Lila mengambil hijab dan niqab Shafa yang terlempar tidak jauh dari mereka.
Belum selesai keterkejutan orang orang melihat kejadian itu dan melihat wajah cantik Shafa kini mereka makin terkejut melihat dosen terkenal di kampus itu yang datang langsung memeluk dan menciumi wajah cantik Shafa.
"Wah.. apa itu istri pak dosen." bisik mahasiswa.
"Hahhh masa kalau iya bisa panjang ceritanya, si cewek itu bisa raib sebentar lagi." mahasiswa lainnya.
"Kenapa raib ?." mahasiswi.
"Semua orang tau kalau istri dokter Jones putri tuan Johan, orang dengan kekayaan paling banyak di negara ini, salah satu pemimpin kings grup." jawab mahasiswa.
"Habis lah dia.." mahasiswi.
Jones mengangkat tubuh Shafa, sorot matanya menatap Sendy tajam, kalau tidak memikirkan istrinya mungkin dia sudah ikut menghajar wanita itu sampai puas.
"Kalau istri ku kenapa napa aku akan membuat perhitungan dengan mu perempuan laknat." bentak Jones pada Sendy yang sudah terkulai lemah di atas tanah tampa ada satu orang pun yang berani menolong nya.
"Kakak..., Ya Allah putri gua kenapa Jones." teriak Johan yang tiba tiba datang di tempat itu.
"Papa.. leher Shafa sakit hiks.." tangis Shafa lirih sembari mengadu pada sang papa yang tampak sangat cemas melihat putri kesayangannya yang terkulai lemah di pelukan Jones.
*******.
Hai teman-teman author dan teman teman pembaca yang baik terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.
Mari tetap semangat dan saling support
Dengan cara :
💝 LIKE
💝 RATE
💝 VOTE
💝 HADIAH yang banyak
💝KOMEN yang sebanyak banyaknya.
Wo Ai Ni all..
__ADS_1
Happy Reading.