
"Kenapa yangk." senyum Jones melihat Shafa yang gelisah sambil memegangi baju yang ia pakai.
"Ba..baju Shafa ngak ada Uncle." menunduk.
"ini sayang pakai baju." goda Jones.
"Baju Uncle da." masih menunduk di pangkuan Jones, wajahnya masih memerah sejak Jones mengangkat ke atas pangkuan laki-laki itu.
"Yang pentingkan pakai baju sayang." tersenyum geli, sebenarnya Jones sudah membeli banyak baju untuk istrinya itu jauh sebelum mereka menikah, bahkan sebelum izin dari Johan ia dapatkan.
Setiap Jones ke Mall atau keluar apartemen yang melewati pertokoan busana muslim Jones sering singgah membeli baju untuk Shafa karna dia yakin suatu saat akan memiliki gadis itu, andai tidak terjadi Jones sudah bertekad akan menyimpan baju baju itu di lemari selamanya.
"Uncle..bisakah meminta kak Niken mengantar baju Shafa ke mari." cicitnya.
"Sayang tidak nyaman pakai ini." tanya Jones padahal dia sudah tau jawabannya.
Henghhhh..
"Baiklah, sekarang ayo kita ke kamar sayang."
"Ehhh kok ke kamar Uncle." tanya Shafa bingung, dia minta baju kok di ajak ke kamar, apa suaminya itu akan memangsanya kembali.
"Sayang.. mau pakai bajukan ?."
"I..iya Uncle." gugup karna Jones langsung mengangkatnya dan menggendongnya ala koala.
Jones membawa Shafa kembali kekamar mereka, Shafa diam saja, kepalanya ia surukkan ke dada bidang Jones, sementara kedua tangannya ia lingkarkan di leher suaminya itu.
Jones membawa Shafa ke arah lemari yang banyak menyimpan baju baju yang sesuai dengan Fashion istrinya itu.
"Buka lemarinya sayang." titah Jones setelah ia menurunkan Shafa dari gendongannya.
Jones memutar tubuh Shafa ke depan pintu lemari sementara ia sendiri memeluk pinggang Shafa dari belakang dengan fosesif, Jones menurunkan kepalanya di leher putih dan mulus sang istri sembari mencium aroma tubuh Shafa yang sangat wangi dan menggoda.
"Kok ada baju cewek Uncle." tanya Shafa bingung melihat baju baju yang bergantungan di lemari itu.
"Coba perhatikan bajunya sayang."
"Ini kok seperti gamis ?."
"Iya sayang, baju ini milik kamu, sudah lama aku membelinya khusus buat kamu, berharap suatu saat kita bisa bersama selamanya, Alhamdulillah sekarang kita sudah menikah dan sekarang kamu bisa memakai semua ini yangk."
Shafa mendongak ke atas dengan posisi kepala terbalik karna Shafa sedang menghadap ke depan, ia menatap Jones dengan tatapan bingung terharu dan bahagia.
"Uncle beli semua ini untuk Shafa."
"Iya sayang, hanya untuk mu, bahkan warna warnanya adalah warna kesukaan kamu kan yangk." senyum Jones mencium kening Shafa.
"Henghh.. makasih Uncle." senyum Shafa.
"Sekarang pakai bajunya sayang, kamu ngak nyaman pakai baju suami kamu kan, dan ini tempat susunya ada di bagian bawah aku juga sudah membeli lengkap sampai dalaman kamu yangk semoga pas di badan kamu, dan kamu tidak perlu menunggu pakaian yang ada di mobil atau dari rumah."
Wajah Shafa makin memerah saat tangan Jones meremas pelan gundukan montok di dada yang tidak pakai bra sama sekali.
"Mobil ?."
"Iya sayang, baju kamu ada di mobil Reza lupa menurunkannya tadi malam, dan aku tidak bisa membawanya karna aku sedang menggendong pengantin ku yang tertidur pulas di pelukan ku."
Senyum mesum.
"Uncle.." mencubit tangan Jones yang melingkar di pinggangnya.
"Auww.. sakit dong sayang." menggigit kuping Shafa pelan.
"Shafa mau ganti baju, Uncle keluar ya." pintanya dengan mata berkedip kedip.
"Kenapa harus keluar sayang, ingat aku suami kamu, aku sudah lihat semuanya jadi kenapa harus malu hmmm." goda Jones menaik turunkan alisnya.
"Uncle.. cepat keluar." usir Shafa dengan suara manja, membuat Jones makin gemas pada istrinya itu.
"Gantilah yangk, aku tidak akan melihatnya kalau kamu malu." mengecup leher Shafa mesra membuat Shafa merinding.
Jones meninggalkan Shafa sendiri di depan lemari karna tau Shafa pasti malu mencari underwear yang di siapkannya untuk sang istri.
Shafa mencari dan menemukan semua kebutuhannya dalam lemari itu dari baju syar'i hijab yang tergantung rapi di pintu lemari dengan berbagai warna serta model, pakaian dalam, sampai celana leging dan kaos kaki berbagai warna pula tersusun rapi dalam keranjang keranjang cantik dan unik yang di susun rapi dalam lemari bagian bawah.
Hati Shafa begitu terharu melihat semua kebutuhan nya yang telah di siapkan Jones untuknya, sebegitu besar rasa sayang, cinta dan kasihnya sehingga jauh jauh hari Jones sudah membelanjakan barang barang itu.
Jones bahkan membeli sesuai selera dan kesukaan Shafa dan tak satupun yang ada di sana yang tidak sesuai keinginannya, setelah menemukan apa yang ia butuhkan Shafa lalu masuk kamar mandi.
Jones tersenyum melihat sang istri setengah berlari masuk kamar mandi sambil menarik celana trening yang hampir melotot sampai ke bawah karna kebesaran, meski pakai karet tapi karna ukuran pinggang Shafa yang kecil dan Jones yang besar tentu tidak seimbang.
__ADS_1
Shafa langsung melepaskan semua pakaiannya setelah melilitkan handuk di tubuhnya, mata Shafa terbelalak melihat tanda aneh di dadanya, tidak yakin dengan pengelihatannya ia lalu berjalan ke arah kaca besar yang ada di dalam kamar mandi itu lalu.
"Aaaaa.. Uncle.." teriak Shafa dari dalam kamar mandi.
"Kenapa sayang." Jones datang dengan berlari kencang karna mendengar jeritan Shafa dari dalam kamar mandi luas itu.
"Lihat Uncle, Shafa sepertinya Alergi kulit, jelek sekali hiks." menunjukkan leher, dan dadanya yang banyak bercak merah kehitaman.
Hahhh Jones terkejut mendengar dan melihat aduan istrinya, matanya menuju dada Shafa yang seksi, serta berisi, laki-laki itu menelan ludahnya kasar karna pemandangan indah di depan matanya.
Glek..
Jones menelan ludahnya berkali kali, sementara kakinya terus berjalan menuju tempat di mana istrinya berada.
"Mana yangk, alergi apa hmmm.' ucapnya dengan suara bergetar.
"Ngak tau Uncle, kok seperti ini, padahal semalam belum ada Uncle." cicit Shafa.
Jones yang paham kalau itu hasil pekerjaannya hanya bisa garuk garuk kepala, Jones memeluk Shafa mesra kemudian ia mencium bibir Shafa sekilas.
"Ini bukan alergi sayang, lihat lah." Jones menarik sedikit handuk Shafa agar turun ke bawah kemudian ia mendekatkan kepalanya ke dada sang istri lalu mengecup dan meninggalkan bekasnya di tempat lain yang kosong.
"Lihat sayang, sama kan." senyun Jones setelah menyelesaikan tujuannya.
"Loh kok ada Uncle." menatap Jones bingung.
"Ada dong." senyum laki-laki itu.
"Kok bisa." tambah bingung.
"Lihat lagi sayang." kali ini Jones menarik penutup tubuh istrinya itu sampai pinggang, meski terkejut Shafa tidak bisa berbuat apa apa karna bibir Jones sudah menempel lagi di dadanya.
"Hahhh jadi ini semua karna Uncle."
"Hmmm iya sayang, hasil karya aku." tersenyum nakal.
"Uncle.."
"Sayang ku." menarik tubuh mungil Shafa kedalam pelukannya, tubuh Jones sedikit bergetar menahan hasrat di dadanya, dia sengaja memeluk Shafa erat agar rasa yang ada di dadanya bisa ia netralisir.
"Cup.. cup.. cup .. pakai bajunya sayang, aku keluar dulu ya, kalau si sini terus aku takut membuatmu sakit karna kelelahan." ucapnya lembut lalu ia pun keluar dari kamar mandi sambil menahan hasratnya.
Shafa tertidur pulas di pangkuan Jones yang sibuk memeriksa keuangan beberapa restoran miliknya yang di kelola oleh adik adiknya, sesekali tangan laki-laki itu mengelus elus kepala Shafa agar makin lelap.
Setelah selesai Jones lalu membopong Shafa ke kamar mereka untuk ia tidurkan di kasur empuk yang tampak mewah dan klasik itu.
Jones menatap lamat lamat wajah polos dan kekanakan istrinya, senyum bahagia kembali terpancar dari wajahnya, ia membelai kepala, wajah dan bibir pink Shafa dengan jarinya.
"My wife, boboklah aku tidak akan mengganggu kamu hari ini, istirahat ya sayang, besok aku akan melepaskan rindumu ke sana." gumam Jones.
Setelah menyelimuti tubuh Shafa ia lalu menarik kelambu tempat tidur mereka, ia biarkan duli permaisuri tertidur lelap di sana sendirian sementara waktu, dia sendiri keluar kamar sambil membawa handphone di tangannya.
"Hallo bro." sapa Jones dengan suara riang.
"Wah.. wah pengantin baru, masih ingat kita rupanya." ejek Robby.
"Cih.. gua sapa bagus bagus malah di jawab begitu, sialan lu." geram Jones.
"Hahahaha, apa kabar ?, dapatkan ?." pertanyaan berbau mesum di lontarkan Robby.
"Dapatlah, masa iya ngak."
"Pantas semangat memaki gua."
Hahahaha
"Katakan ada apa." Robby.
"Gua mau tanya gimana persiapan keberangkatan gua dan istri gua." Jones.
"Aman, lu tinggal berangkat aja sama nona besok." jawab Robby.
"Nyonya bukan nona lagi, nona lu sudah punya suami bego." umpat Jones.
"Hahh sory gua lupa, lu suami nona gua hahaha." Robby.
"Sialan lu, ya udah besok jam berapa kami berangkat, biar gua tau ngak minta jatah sebelum pergi." tawa Jones.
"Cihhh .. baru juga tau rasa lu."
"Justru karna baru tau rasa makanya mau ngerasain terus." Jones.
__ADS_1
"Huhhh besok berangkat jam satu dini hari, bukannya lu yang minta begitu, agar nona bisa melihat suasana pagi di sana."
"Oke, terimakasih."
Tuttt.. Jones mematikan panggil telepon dengan Robby, setelah itu ia kembali masuk kamar dan langsung naik ke atas tempat tidur, ia merebahkan tubuhnya di samping Shafa, memeluknya lalu ikut tertidur pulas.
Hari itu Jones dan Shafa berkurung seharian di kamar, mereka baru bangun saat Sholat ashar tiba, setelah sholat ashar berjamaah Shafa kembali naik ke atas tepat tidur karna masih mengantuk.
"Uncle Shafa bobok lagi ya." cicitnya menarik selimut lalu bergulung di dalamnya.
"Tidurlah sayang, nanti aku bangunkan sebelum maghrib, aku akan menemani kamu di sini yangk." Jones membelai kepala Shafa penuh kasih sayang.
Jones mencium mesra bibir Shafa, setelah yakin istrinya tertidur pulas Jones lalu keluar kamar menuju dapur untuk memasak makanan kesukaan Shafa, ia ingin membuat istrinya itu menjadi ratu, selama ia mengambil cuti ia ingin memberikan perhatian, kasih sayang, cinta dan layanan lebih pada sang istri.
( Malah terbalik ya babang Jones, istri malah tertidur pulas 😅😅 ).
Menjelang maghrib Shafa terbangun karna mencium aroma wangi dari dapur, hidung kucingnya mencium aroma masakan suami sampai ke kamar meski kamar mereka tidak terlalu dekat dengan dapur tapi aroma wangi masakan Jones bisa tercium olehnya.
Shafa turun dari atas tempat tidur sambil menarik selimut di tangannya, sepertinya kesadarannya belum pulih sempurna ia berjalan linglung seperti orang mabuk.
Mata Shafa kadang terbuka kadang tertutup ia bahkan berulang kali menabrak pintu atau benda lain yang menghalangi langkahnya.
Naluri kucingnya menuntun ke arah dapur, Jones yang merasakan kehadiran seseorang di dapur menoleh kebelakang, tawa Jones hampir meledak melihat penampilan istrinya yang berantakan, Rambut acak acakan baju lusuh, mata terpejam dengan tubuh oleng kekiri dan kanan.
"Astaga istri ku, lapar ya." menyongsong Shafa yang masih berjalan oleng.
Jones mengangkat tubuh Shafa, ia menggendong istrinya itu ala anak koala, Shafa menempel erat di dada bidang suaminya dengan mata masih terpejam, di tangannya masih menggenggam ujung selimut.
Setelah mendudukkan Shafa di kursi Jones meraih selimut kemudian ia letakkan di kursi lain, tangan nya membelai wajah cantik dan imut Shafa.
"My wife.. bangun, ences nya bececeran lo di lap dong." goda Jones.
"Henghhhh.. ences ?? ngak." Shafa melap bibirnya karna mengira ada iler di sana seperti kata Jones.
"Tuh kan ada ences nya." goda Jones.
"Ngak, ngak ada ya." marah Shafa malu.
"Ada, nih." Jones mencium bibir Shafa lembut.
"Uncle."
" Sayang."
"Ishhh." mencucut.
"Jangan menggodaku sayang." mencolek hidung mancung Shafa gemas.
"Uncle jangan."
"Kamu mengemaskan sih sayang, yank.. kita sudah menikah bisa ngak ganti panggilan sayang, masa masih manggil gitu sama suami."
"Terus Shafa panggil apa Uncle."
"Panggil apa ya, Beb, ayang, hubby, abang, terserah sayang deh."
"Beb.. hahaha lucu Uncle, ayang juga, hubby ngak ahhh kebarat baratan sekali, abang ngak Shafa sudah punya abang, abang Arkhan." ujar Shafa tampa perasaan, ia tidak mempertimbangkan perasaan suaminya saat berkata begitu.
Jones diam membisu hatinya terasa sakit dan nyeri mendengar kata kata Shafa menyebut Arkhan dengan embel embel abang begitu polosnya.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Hai teman-teman author dan teman teman pembaca yang baik terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.
Mari tetap semangat dan saling support
Dengan cara :
🌼LIKE
🌼 RATE
🌼 VOTE
🌼HADIAH yang banyak
🌼KOMEN yang sebanyak banyaknya.
Wo Ai Ni all..
Happy Reading.
__ADS_1