
Setelah memasang alas tempat tidur Jones kembali masuk kamar mandi, ia melihat istrinya yang sedang menikmati aroma terafy dan hangatnya air dengan mata terpejam.
Di perhatikannya wajah polos Shafa yang baru beberapa menit masuk kedalan bathtub untuk berrendam dengan air hangat dan aroma terafy yang sudah di siapkan Jones khusus untuk sang istri tercinta.
"Sayang."
"Henghhhh." masih dengan mata terpejam.
"Ini masih sakit dan perih yangk." memasukkan tangannya ke dalam bathtub, lalu menuju bagian bawah istrinya.
Mata Shafa terbelalak merasakan tangan Jones menyentuh miliknya, wajahnya kembali memerah, belum hilang rona merah yang tadi akibat ulah sang suami kini kembali merona lagi, suaminya itu sepertinya sangat senang menggoda dan membuat dirinya malu.
"Uncle."
"Masih sakit sayang." tanya Jones lagi karna Shafa tidak kunjung menjawab pertanyaan nya.
"sedikit Uncle, jangan pegang dong Shafa kan malu " mendorong pelan tangan Jones, dia benar benar merasa malu atas tingkah dan perilaku suaminya itu padanya.
Jones mengangkat tubuh Shafa dari dalam bathtub, lalu ia letakkan di pinggir bathtub, Jones membuka kaki Shafa lebih lebar di depan nya.
Posisi Jones sedang berjongkok di depan Shafa ia melihat dan memeriksa bagian bawah Shafa dengan teliti dan serius, tentu saja Shafa semakin malu ia lalu mendorong pelan Jones dari hadapannya.
Tadinya Jones ingin langsung ke dapur menyiapkan makan untuk mereka tapi karna melihat bercak darah yang sedikit lebih banyak dari normal membuat ia kawatir ada luka di **** ***** sang istri.
Karna itu ia masuk lagi ke kamar mandi untuk memeriksa organ kewanitaan Shafa, dan setelah ia periksa tidak ada tanda tanda luka dan iritasi di sana hanya ada ruam dan memerah akibat ulah tongkat ajaibnya.
"Uncle.. jangan gitu." mendorong kepala Jones agar menjauh dari dirinya, Shafa tentu canggung memperlihatkan anggota tubuhnya secara terbuka di depan Jones, meski Jones suaminya tapi tetap saja ia merasa malu dan segan.
"Tidak apa apa sayang, aku cuma memeriksa apa ada luka, ternyata tidak ada sayang, syukurlah." Jones kembali menggendong Shafa dan memasukkan kembali ke dalam bathtub.
Wajah merah bak tomat itu tidak dapat Shafa sembunyikan, ia menunduk malu tidak berani melihat dan beradu pandang dengan Jones, namun Jones yang mengerti perasaan istrinya laki-laki itu mengangkat wajah Shafa agar sejajar dengan wajahnya.
"Kenapa sayang, malu ?, jangan malu honey suami istri saling melihat satu sama lain sudah seharusnya, tidak ada yang boleh di sembunyikan, jadi sayang tidak perlu malu ya." mencium mesra bibir Shafa.
Shafa tidak menjawab dan dia masih tertunduk malu, posisinya yang bersandar di dinding bathtub membuat Jones kembali menciumi bibir Shafa mengakses sampai ke dalam mulut Shafa.
Napas keduanya sama sama tersengal menikmati ciuman yang di lakukan Jones, sampai ahirnya Jones melapaskan seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya.
Jones masuk ke dalam bathtub, ia sendiri yang memeriksa istrinya ahirnya ia sendiri yang tidak tahan sehingga ia ingin menggod istrinya itu lagi.
Jones sudah lupa dengan tugas nya yang akan memasak makan untuk mereka, dia juga lupa kalau Reza akan datang mengantar pesanannya, dia lupa kalau cacing cacing di perutnya dan perut istrinya sudah meronta minta di isi.
Laki-laki itu begitu terpesona dengan keindahan tubuh sang istri yang baru satu hari ia nikahi, dia lupa kalau dia sendiri yang memasukkan Shafa ke dalam bathtub untuk berrendam agar mengurangi pegal.dan rasa sakit serta lelah Shafa, tapi ia sudah kembali mengganggu istrinya itu di dalam kamar mandi.
Jones seperti terdampar di padang pasir dan baru bertemu oasis sehingga rasa hausnya baru terobati, ia terlena dan mabuk kepayang hingga lupa daratan.
Enghhhh emmmm
Shafa pasrah, meski ia sempat menolak untuk melayani keinginan Jones, tapi karna rayuan Jones yang hebat membuat Shafa ahirnya patuh dan membiarkan apa yang akan Jones lakukan padanya.
Jones mengangkat tubuh Shafa sedikit ke atas agar ia bisa melihat wajah cantik istrinya yang semakin memabukkannya, mata Shafa terpejam dia tidak berani beradu pandang dengan Jones, suasana terang di kamar mandi membuat dia malu melihat seluruh tubuh Jones yang berada di sisinya dan satu tempat dengannya.
"Sayang, aku menginginkankan mu." bisik Jones di telinga Shafa.
Shafa tidak menjawab ia membiarkan Jones melepaskan hasrat pada tubuhnya, rasa sakit yang tadinya sudah mulai hilang sepertinya akan datang lagi.
Jones kembali membawa Shafa terbang tinggi melayang di awang awang, melakukan hubungan suami istri yang kesekian kalinya sejak malam tadi, Jones seakan memiliki tenaga cadangan, meski sudah berkali kali dan lama ia tidak tampak lelah, justru makin bersemangat.
Shafa bingung apakah suaminya itu tidak lelah, capek, apakah tubuhnya terbuat dari besi atau baja sehingga Jones tidak merasakan sakit dan pegal kenapa seperti nya cuma dia saja yang merasakan hal itu, sematara Jones tidak.
Meski Shafa masih malu dan risih tapi kewajiban seorang istri adalah melayani suami, bahkan rasa sakit di tubuh bagian bawahnya masih terasa namun karna suaminya masih menginginkan nya ia hanya bisa pasrah.
Shafa tersadar posisi mereka yang tampa sehelai kain menutupi tubuh mereka berdua terutama tubuhnya, Ia menunduk malu di dada Jones dengan wajah memerah.
Sambil mengatur napas yang masih memburu Jones mengangkat tubuh mungil istrinya yang terkulai lemah di pelukannya, Jones menggendong Shafa seperti anak koala ke bawah Shower untuk membersihkan dirinya dan istrinya.
Setelah sampai di bawah Shower Jones memandikan dirinya dan istrinya pelan pelan, kemudian setelah selesai Jones membalut tubuh Shafa dengan bathrobe panjang dan tebal untuk mengurangi rasa dingin Shafa karna sudah lama berendam di tambah Jones meminta dan melakukannya lagi di dalam bathtub.
__ADS_1
Jones memakai handuk sampai lutut kemudian ia gendong lagi Shafa ala bridal style keluar kamar mandi.
"Kamu dingin sayang ku." tanyanya cemas melihat wajah pucat istrinya itu.
"Henghhhh.."mengangguk pelan.
Jones meletakkan tubuh Shafa di atas tempat tidur, ia keringkan rambut panjang Shafa dengan handuk kecil lalu ia balut sampai kepala setelah itu ia rebahkan tubuh mungil istrinya lalu menyelimuti dengan selimut tebal, ia juga ikut masuk kedalam untuk menghangatkan istrinya.
"Masih dingin sayang." membelai lembut wajah Shafa.
"Sedikit."
Kraukkk..
Jones terkejut mendengar suara protes dari dalam perut istrinya, itu jeritan cacing cacing yang kedua kalinya pagi itu, Jones lalu mencium bibir Shafa, kemudian ia permisi ke dapur ia lalu keluar dari selimut.
"Sayang, aku masak untuk kita dulu ya, sebentar saja hmmm, tunggu di sini nanti aku bawakan makan kita ke mari saja ya."
Henghhhh..
Jones turun dari tempat tidur dengan tergesa gesa, setelah memakai bajunya Jones langsung keluar kamar menuju dapur.
Di dapur Reza sudah meletakkan belanjaan pesanan Jones di atas meja dapur, ia masuk diam diam dan pergi diam diam karna takut mengganggu pasangan pengantin baru itu.
Buru buru Jones memasak capcay dan ayam goreng pedas manis untuk mereka makan, saat itu jam sudah menunjukkan pukul dua belas lewat tiga puluh menit.
Sudah waktunya makan siang sementara makan pagi saja sudah terlewatkan, jadi makan pagi merangkap siang.
Lagi asik menumis capcay Shafa yang sudah kelaparan tidak sabar, ia menyusul Jones ke dapur Ia berjalan pelan menuju dapur dengan langkah kaki sedikit terbuka.
Shafa memakai baju kemeja Jones yang besar yang ia ambil asal dari lemari, karna dia juga tidak memiliki celana dan pakaian lain ia juga terpaksa memakai Jones namun karna celananya semua kebesaran Shafa pun memakai celana trening Jones yang pakai karet di pinggang.
Jones terkejut melihat kehadiran Shafa di dekatnya, ia merasa kasihan melihat cara berjalan istrinya itu, dengan cepat ia berjalan mengejar Shafa kemudian ia gendong ke meja makan, lalu ia duduk kan kesayangannya itu di atas kursi empuk di sana.
"Kok datang sayang, aku kan udah bilang akan bawa makanan kita ke kamar."
"Maaf sayang, harusnya tadi aku beli makanan siap saji, maaf ya, tunggu sebentar lagi ya sayang, udah mau masak kok."
Henghhhh..
Jones kembali ke kompor dan membolak balikkan sayuran, tidak berapa lama kemudian Jones menghidangkan makanan yang ia masak di depan Shafa, dengan tangan bergetar Shafa menyendokkan nasi serta lauknya ke piring Jones.
"Tidak sayang, biar aku saja yang ambil, sayang makan saja lebih dulu, aku suapin ya."
"Ta.. tapi Uncle." suara terbata.
"Dengarkan apa kata suami sayang, patuh ya."
"Shafa suap sendiri saja." menyendok makanan yang di ambilkan Jones untuk mereka berdua, karna Jones ingin sepiring berdua dengan sang istri, namun karna tangan Shafa selalu gemetaran Jones makin tidak tega.
Jones meraih tubuh istrinya lalu ia dudukan di pangkuannya, kemudian ia ambil sendok dari tangan Shafa lalu menyuapi istrinya itu.
"Shafa...Shafa aja Uncle."
"My wife, biarkan aku melayani mu sayang."
"Tapi Uncle."
"Tidak ada tapi tapi sayang." Jones menyuapi istrinya, ada rasa sakit di hatinya melihat tangan kecil Shafa yang menyuapi nasi ke mulutnya dengan tangan bergetar.
"Maafkan suami ini yang tidak bisa mengendalikan diri ini sayang, maafkan aku membuat mu begini." ucap Jones dengan suara bergetar.
Enghhh... Shafa tidak menjawab ia sibuk mengunyah nasi yang masuk ke mulutnya, kadang Shafa ikut mendorong tangan Jones agar sendok cepat sampai ke mulutnya, kadang kepalanya sendiri yang bergerak mendatangi tangan Jones karna tidak sabar.
"Pelan pelan honey, makanan kita banyak tidak akan habis yangk."
Enghhhh..menganguk angguk.
__ADS_1
"I love you honey." mencium kening Shafa yang duduk miring di pangkuannya.
"Enghhh ya, Shafa tau, nanti saja Shafa makan dulu." jawabnya sambil mengunyah makanan dan sambil menutup mulutnya.
"Maaf sayang."
Jones memeluk pinggang Shafa sebelah tangan sementara tangan lainnya menyuapi Shafa yang kelaparan, Shafa seperti baru pulang dari etopia selama tujuh hari tujuh malam tidak makan makan.
Jones merutuki dirinya sendiri, ia marah pada dirinya karna sudah membuat istrinya tercintanya kelaparan sekaligus kelelahan.
"Andai papa kamu tau aku sudah membuat kamu seperti ini, maka tamatlah riwayat ku sayang." gumam Jones dalam hati sambil memperhatikan bibir istrinya yang sedang makan namun terlihat seksi di matanya.
"Uncle, Shafa mau minum susu." pintanya setelah memakan tandas nasi dan lauk yang Jones siapkan untuk mereka berdua, Shafa menatap Jones bingung karna sang suami hanya mematung mendengar permintaannya.
"Uncle." memanggil ulang.
"Ehh iya honey."
"Shafa mau minum susu." ulangnya lagi.
"Susu ?." melihat dada istrinya yang sebelah menempel pada dadanya.
"Henghhhh susu coklat hangat."
"Ahhh iya sayang, tunggu sebentar ya." Jones menepuk jidadnya sendiri karna otak nya langsung trapeling mendengar kata susu.
Terbayang olehnya susu yang menempel di dada sang istri, susu yang sangat indah, berisi dan padat, yang membuat ia tergila gila.
( Dasar Jones ngeres, ganti gelar deh kamu bukan Jones ngenes lagi, Jones ngeres 🤣🤣 )
Jones memindahkan Shafa dari pangkuannya ke atas kursi, makanan yang ada di piring sudah habis tampa sisa, bahkan makanan yang Jones letakkan di atas piring adalah makanan porsi jumbo untuk mereka berdua.
Karna Jones ingin makan satu piring dengan Shafa tapi malah di habiskan sendiri oleh sang istri tapi masih kurang jugs sampai minta di buatkan susu pada suaminya itu.
Jones memberikan susu hangat yang baru ia buat pada sang istri dan langsung di minum Shafa tapi bertahap karna sedikit panas.
Untung sebelum menikah Jones sudah berbelanja barang barang dan makanan yang biasa di pakai dan di makanan oleh Shafa termasuk susu coklat kesukaan sang istri, hanya sayuran saja yang lupa stok di dalam kulkas.
"Panas Uncle."
"Iya sayang hati hati, aku tiupin ya."
"Ngak Shafa aja, Uncle ngak makan ?."
"Iya yangk, sebentar lagi." sebenarnya Jones sama lapar dengan Shafa karna dia juga sudah menguras banyak tenaga sejak malam untuk memangsa istrinya tapi karna melihat istrinya yang kelaparan selera makan Jones seperti hilang raib entah kemana.
******
Hai teman-teman author dan teman teman pembaca yang baik terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.
Mari tetap semangat dan saling support
Dengan cara :
🪴 LIKE
🪴 RATE
🪴 VOTE
🪴 HADIAH yang banyak
🪴KOMEN yang sebanyak banyaknya.
Wo Ai Ni all..
Happy Reading.
__ADS_1