UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )

UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )
119. Istri Hamil Suami Ngidam.


__ADS_3

"Hai bro.. baru bangun ?." sapa dokter Alwi.


Di dalam ruangan sudah duduk trio dokter ganteng, kali ini mereka duduk manis tampa membuat keributan agar sang sahabat bisa tidur dengan tenang dan nyaman.


"Ya bro, sudah jam berapa ?." mengucek mata lalu meregangkan tubuhnya yang terasa kaku.


"Jam satu siang bro, enak banget tidurnya kita ngak enak bangunkan." dokter Anton.


"Lu semua makan apa ?." Jones.


"Nasi padang, kita sisain satu porsi mana tau lu lapar." dokter Ryan.


Jones turun dari ranjang, kemudian berjalan ke kamar mandi untuk membasuh muka dan tangan, setelah itu ia keluar kamar mandi lalu duduk di samping sahabat sahabatnya.


Ushhhh uekkk...


"Kenapa lu ?." dokter Alwi.


"Ngak tau, gua mau muntah cium baunya." jawab Jones menutup hidung.


"Ahhh lu seperti cewek ngidam saja." kekeh dokter Anton.


"Ngak tau nih tadi pagi juga pas mau masak nasi goreng buat istri gua juga mau muntah."


"Wahhh .. istri hamil suami ngidam nih kayaknya." goda dokter Alwi.


"Apaaa.. istri lu hamil, wahhh selamat ya bro ahirnya yang di tunggu tunggu." dokter Ryan.


"Hamil.." bingung.


"Iya .. hamil ehhh lu .. ?." ketiganya bingung dan saling pandang karna Jones juga bingung.


Jones diam dan berpikir.


"Astaga.. ya Allah." Jones tersenyum lebar.


"Kenapa ?." dokter Alwi.


"Gua baru ingat istri gua sudah terlambat datang bulan, kalau ngak salah ini sudah hampir dua minggu, pantas waktu koitus lancar lancar aja gua ngak pernah libur satu bulan ini." Jones.


"Lu koitus tiap malam." bingung dokter Anton.


"Ngak lihat waktu, ngak pake siang dan malam kapan pengen dan ada kesempatan." kekeh Jones.


"Astaga lu berdua maniak ya." dokter Ryan.


"Heiii bukan maniak syett.. tapi cinta, lu tau kan semakin sering kontak badan cinta semakin dalam." Jones.


"Tau ahhhh terlalu itu." dokter Anton.


"Ahhh urusan gua, lu semua aja yang loyo." ejek Jones tertawa kecil.


"Sialan lu." dokter Ryan.


"Ya Tuhan.., ternyata permintaan istri gua spontan." senyum Jones.


"Apa ..?."


"Kata istri gua tadi malam, kalau ia hamil istri gua minta gua yang ngidam, mual dan muntah lah tadi pagi bangun tidur gua oyong dan pusing mual serta muntah juga" Jones.


"Kalau gitu lu harus segera periksa istri lu."


"Iya, pasti itu, semoga saja istri gua hamil." Jones mengangkat kedua tangan layak berdoa.


"Aminn.." jawab ketiganya.


Handphone Jones bergetar dan mengeluarkan irama lagu rohani berbahasa arab, mereka saling pandang dan sudah paham siapa yang menghubungi di jam itu.


"Assalamualaikum wrwb sayang, dede di mana Aa jemput makan siang ya." senyum Jones.


"Shafa baru sampai di parkiran, Aa di ruangan poli ya, Shafa ke sana ?."


"Ehhh kok ngak bilang yank, ngak usah ke poli Aa di ruangan dokter Anton, baru istirahat, biar Aa yang kesana ya, dede tunggu Aa oke."


"Enghhhh ya." panggilan terputus.


"Loh.. bukannya ajak nyonya muda ke ruangan lu, sekalian periksa." tanya dokter Anton.


"Tidak .. gua sendiri yang periksa di rumah nanti malam kalau istri gua sudah tidur, gua mau kasih kejutan bro, bentar lagi istri gua berulang tahun."


Jones.


"Ada ada saja, biasa suami yang di kasih hadiah dan kejutan ulang tahun hasil USG ehhh malah istri." tawa dokter Alwi.


"Salah sendiri kenapa ngak ingat siklus haid nya kalau sudah telat." jawab Jones.


"Lu yakin istri lu lupa, atau jangan jangan lu yang mau di kasih kejutan." dokter Ryan.


"Bagus dong, sama sama kasih kejutan yang sama, pasti seru itu, o iya gua mohon cuma kita yang tau cerita ini ya, gua harap lu semua tutup mulut demi kelancaran misi gua." Jones.

__ADS_1


"Aman dan terkendali, yang penting jangan lupa traktiran nya nanti." dokter Anton.


"Oke.., lu semua bantu doain ya."


"Asiapp.." jawab tiga dokter tampan itu.


" Thank you."


Laki-laki itu lalu pamit dan meninggalkan ruangan dengan langkah panjang dan cepat serta setengah berlari Jones keluar dari pintu rumah sakit mewah itu menuju parkiran di mana istrinya sudah menunggu di dalam mobil.


"Sayang Aa.., love you so much my wife." mencium kening dan bibir pink Shafa.


"Kok lama sih Aa."


"Lama ya ??, maaf sayang, padahal Aa sudah lari lari loh." jawab Jones.


"Lamalah.. isi perut Shafa udah teriak teriak minta makan." jawabnya manja dengan bibir runcing.


"Oo ya.. maaf kalau begitu, dede mau makan apa sayang, kita kemana ??." mengelus perut rata Shafa penuh kasih sayang seakan sang istri benar benar sedang hamil.


"Aa ngak boleh nolak tapi ya Shafa mau makan apa. " mengancam.


"Lihat dulu dede maunya apa."


"Pokoknya Aa ngak boleh larang."


"Yahhh Aa kan harus tau dede maunya apa selagi ngak mengganggu kesehatan dede ngak apa apa Aa pasti nurut dede mau apa."


"Janji.." tersenyum lebar.


"Janji." mencium tangan Shafa.


"Shafa mau makan.." naik ke atas pangkuan Jones kemudian tangan kirinya menggantung di leher Jones sedang tangan kanan mengotak atik kacing baju suaminya itu.


"Apa yank.." senyum laki-laki itu seakan paham kalau sang istri sedang mencoba merayunya.


"Enghhhh.. Shafa mau makan mie instan super pedas di restoran Xx." meta berkedip kedip.


"Upssss yang lain dong yank, jangan itu dede makan nasi saja ya oke."


"Shafa mau itu Aa."


"Tidak sayang, dede ngak boleh makan itu yang lain saja hmmm."


"Ngak mau, Shafa mau makan mie pedas kalau ngak makan itu Shafa ngak mau makan apapun." ancamnya.


"Yahhh.." jawabnya semangat.


"Bu Niken jalan ke restoran Xx ya." pada Niken yang setia menunggu perintah.


Sejak tadi Niken hanya jadi pendengar budiman menunggu perintah dari pasangan suami istri yang sedang berdebat kecil itu.


Sebenarnya dia sudah tidak nyaman berada di dalam mobil itu, dia menyesal kenapa dia yang harus menyetir kenapa bukan Nisa atau Lila, sedang kedua orang itu berada di mobil lain yang mengikuti dari belakang.


Walau bagai manapun Niken pernah punya rasa pada sang majikan Jones tentu saja dia merasa risih dengan kemesraa keduanya apa lagi dia sempat melihat Jones mencium bibir Shafa berkali kali di belakangnya.


Meski bukan kali pertama tapi dia merasa jadi nyamuk di dalam mobil itu, apa lagi sikap Shafa yang sudah semakin manja pada Jones di tambah Shafa yang mulai akresip membuat siapa saja pasti segan berada di sekitar keduanya.


Shafa masih duduk di pangkuan suami bola matanya yang indah berkedip kedip memandang keluar kaca mobil.


Bibir Jones tidak pernah lekang dari wajah cantik Shafa, memberikan ciuman ciuman hangat di sana, kalau dulu Shafa akan marah kalau di cium ada orang lain di antara mereka sekarang dia sepertinya tidak perduli.


Tiba tiba mobil melambat karna ada kemacetan di depan, bola mata Shafa melotot melihat sesuatu di pinggir jalan sesuatu yang menggugah seleranya, Shafa menelan ludah berulang kali sampai mobil berjalan dan sedikit menjauh bola mata Shafa masih tertuju ke sana bahkan kepalanya ikut berputar.


"Dede lihat apa hmm, mau apa sayang Aa." ikut melihat keluar mobil.


"Itu.." menunjuk penjual ice cream pinggir jalan, lagi lagi Shafa menelan ludah.


"Dede mau, kita beli di tempat lain ya, takut itu nanti ngak sterill." bujuk Jones mencium bahu Shafa.


"Ngak Shafa mau itu Aa." renggeknya manja.


"Bu Niken tolong carikan parkir." Jones.


"Baik tuan." Niken.


"Shafa ikut ya."


"Ngak sayang, dede di dalam saja hmm, dede kasih tau mau ice cream rasa apa." menurunkan Shafa dari pangkuan.


"Shafa mau pilih sendiri rasa apa, Shafa mau lihat Aa." renggeknya.


"Ya sudah, ayo.." Jones membuka pintu mobil setelah mobil terparkir.


Jones menggandeng tangan Shafa mesra membawanya berjalan kearah toko penjual ice cream, Lila dan Nisa mengikuti di belakang, sesampai di sana Shafa langsung memesan ice cream rasa coklat, strobery dengan mangkok paling besar.


Setelah mendapat yang ia inginkan mereka pun berjalan ke kembali ke mobil namun belum sempat sampai seseorang datang sambil berlari dengan napas ngos ngosan.


"Dek Shafa.., tunggu." teriak orang itu.

__ADS_1


"Kak Rendy ?."


Wajah Jones langsung berubah masam melihat rivalnya itu, meski Shafa tidak pernah menanggapi tapi Jones tetap cemburu.


"Lagi apa di sini dek." senyum sumringah.


Shafa tidak menjawab, tapi ia menunjukkan mangkok ice cream yang ada di tangannya, kemudian ia menoleh pada sang suami.


"Aa .. Shafa ke mobil ya." setelah berkata begitu wanita itu langsung berjalan ke arah mobil yang terparkir tidak jauh dari mereka.


Jones mengangguk dan tersenyum bahagia saat istri memanggil dengan sebutan itu di hadapan Rendy, dia berharap selanjutnya sang istri mau membuka statusnya pada publik, agar semua orang tau kalau istrinya adalah wanita bercadar yang kini semakin terkenal di kampus.


"Apa .. ? Aa ? maksudnya apa, ehh dek tunggu." melangkah mengejar Shafa tapi langsung di halangani Jones dengan tubuhnya.


"Jangan ganggu majikan kami." entah dari mana datangnya lima orang laki-laki berseragam datang membantu Jones menghalangi Rendy.


"Apaan sih kalian, gua cuma mau kehar cewek gua sibuk banget." marah Rendy.


"Apa...cewek lu." ucap Jones emosi.


"Iya.. pak dokter ada hubungan apa sama dek Shafa, keponakan bapak ya." Rendy.


Emosi Jones sudah sampai di ubun ubun, kalau tidak ingat mereka sedang di pinggir jalan dan di keramaian Jones sudah memberikan bogem mentah pada wajah laki-laki itu.


"Urus urusan lu, jangan ikut campur urusan orang lain." jawab Jones lalu berbalik berjalan menuju mobil.


"Heiii gua memang maunya gitu, ngapain gua ngurusin urusan orang lain seperti mak mak tukang rumpi di pasar loak saja." berlari menerobos para bodyguar.


Bodyguar yang tidak menyangka Rendy bisa menerobos mereka ikut berlari mengejar Rendy, Jones sudah masuk kedalam bobil dan akan menutup pintu tapi tangan Rendy menahan dengan kuat.


"Dek.." mata Rendy melotot melihat kecantikan Shafa yang sungguh paripurna, cukup lama ia terpesona sekaligus terlena sampai para bodyguar menarik tubuhnya dengan paksa, lalu menghempaskan ke trotoar jalan raya.


Rendy terduduk di atas trotoar sedangkan mobil Shafa dan para bodyguar sudah lama pergi meninggalkan dia seorang diri.


"Rendy ya ampun, lu kenapa sih." tegur seorang wanita **** membantunya berdiri.


"Husss sana jangan ikut campur urusan gua." marah Rendy menepis tangan wanita itu.


"Ya gua harus ikut campur dong lu kan pacar gua gimana sih." jawab wanita itu emosi.


"Pacar apa ? tepatnya mantan pacar, sana pergi jauh gua sudah ada yang lain." berusaha berdiri dan berjalan meninggalkan wanita itu.


"Owhhh jadi karna wanita bercadar itu lu putuskan gua, tidak gua tidak terima." mengejar dan menjajari langkah Rendy.


"Terserah gua ngak perduli." masuk kedalam mobil.


"Heii lu ninggalin gua setan." teriak wanita itu kencang sehingga pandangan mata semua orang yang ada di sana tertuju padanya.


"Siapa lu sebenarnya, kenapa susah sekali menjangkau lu Shafa, dan ada hubungan apa lu dengan dokter itu, gua ngak tahan lagi dengan perasaan ini, gua harus cari tau siapa lu dia."


oceh Rendy sembari membawa mobil mewahnya melaju di jalanan ibu kota.


Sementara Shafa yang tadinya terkejut dengan kehadiran Rendy di dekat mereka dan melihat langsung wajahnya tampak tidak perduli, dia sibuk memasukkan ice cream kèdalam mulutnya.


Jones tidak bisa berkata apa apa mau menutup wajah sang istri tapi sedang asik menikmati makanannya ahirnya Jones hanya pasrah.


"a.." mengarahkan sendok berisi ice cream ke mulut Jones tentu saja Jones menyambut dengan senang hati suapan pertama dari sang istri.


"Tadi dede manggil Aa, ngak takut si Rendy itu curiga." tanya Jones sambil menelan berlahan ice cream di mulutnya.


"Ngak.."


"Kalau begitu sudah siap dong status dede di ketahui orang lain."


"Ngak.. tunggu Shafa selesai kuliah." menyiapkan lagi ice cream ke mulut Jones.


Jones menarik napas dalam dalam dan pasrah lagi, tadinya dia sudah bahagia karna merasa kalau sang istri sudah siap dan mau pernikahan mereka di publikasi ke dunia luar tapi apa daya Shafa masih saja menolak.


*******


Hai teman-teman author dan teman teman pembaca yang baik  terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.


Mari tetap semangat dan saling support


Dengan cara :


💝 LIKE


💝 RATE


💝 VOTE


💝 HADIAH yang banyak


💝KOMEN yang sebanyak banyaknya.


Wo Ai Ni all..


Happy Reading.

__ADS_1


__ADS_2