
"Apa apaan ini ma.." Jones muncul dari kamarnya masih memakai baju koko dan celana panjang warna senada dengan baju, laki-laki itu baru saja selesai melakukan sholat djuhur.
"Huhhh kemana saja sih selama ini mama cari, setiap kemari kau selalu tidak ada, kau tidak tau bagai mana kehidupan kami selama ini Jones." marah mama Dara.
"Tau ma.., semua usaha kita bangkrut kan ??, mau bagai mana lagi, itu resiko kalau melawan mertuaku." senyum Jones dingin, ia lalu berjalan pelan ke arah sopa di mana ada dokter Ryan, dokter Anton dan Robby berada.
Sementara semua tamu tidak di undang itu masih berdiri Jones atau yang lain tampaknya sama sekali tidak berniat menawarkan mereka untuk duduk.
"Huhhh tidak ada hubungan dengan mertua mu itu, tepatnya mantan mertua mu, adik adikmu saja yang bodoh dan tidak becus mengelola usaha itu." mama Dara.
"Ma..mama sudah berapa kali kami bilang, bukan soal tidak becus tapi semua karna kekecewaan tuan Johan pada mama, kenapa selalu menyalahkan kami sih ma." protes Jack.
"Husss diam kau, memang kalian tidak becus." umpat mama Dara emosi.
"Johan masih mertua ku ma, sampai aku mati dia tetap mertua ku, dan Shafa istri ku sampai kapan pun, tidak ada mantan mertua apa lagi istri, meski Johan belum memaafkanku saat ini tapi aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan istri dan anak anakku kembali bersama ku." Jones berkata semakin dingin meski tidak kasar dan keras tapi cukup menekan.
"Apa kak.. anak anak, kak Shafa hamil kak ?." tanya Jack antusias.
"Iya Jack, sekarang sudah empat bulan, anak ku kembar." Jones.
"Alhamdulillah kak, syukur lah." Istri Jack terharu dan tersenyum bahagia.
"Nah.. mama dengarkan kak Shafa sudah hamil, dan kembar lagi jadi mama jangan buat sensasi lagi." Jack.
"Itu cuma alasannya saja, biar ngak aku minta dia nikah lagi, lagi pula aku tidak perduli dia mau hamil atau tidak aku tidak mau tau." mama Dara.
"Apa maksud mama ?." Jones.
Meski Robby sudah bisa menangkap maksud kehadiran mama Dara bersama seorang wanita dan tiga laki-laki lainnya yang bisa di pastikan salah seorang di antaranya kemungkinan penghulu tapi Jones belum mengerti dan tidak dapat membaca situasi.
"Apa maksud ku ??, kau tidak melihat aku datang dengan siapa Jones, tentu saja dengan calon istri mu, karna kau tidak pernah mau bertemu dengan calon yang mama pilih apa lagi ku suruh menikah maka mereka ku bawa kemari, sekalian sama penghulunya."
Ucapan mama Dara yang enteng dan tanpa dosa membuat semua orang yang ada di dalam ruangan terkejut bukan kepalang kecuali adik adik Jones dan Robby.
"Apaaaaa.. menikah ??, mama .. jangan membuat lelucon ma, mama belum puas membuat hidup ku hancur hahh, tolong jangan membuat aku jadi durhaka pada mama." teriak Jones tidak menyangka sama sekali ide gila mamanya masih berlanjut.
"Aku tidak perduli sekarang juga kau harus menikahi Nina, aku sudah berjanji padanya, dia sangat mencintai mu, sudah lama dia jatuh cinta padamu." Mama Dara.
"Nina... nina apa nina bobo, hahahaha aku bahkan tidak mengenalinya sama sekali, dan meski kenal sampai matikan aku tidak akan menikah dengannya, ilagi pula mama yang berjanji dengan nya kan, maka mama nikahin saja dia kan beres, mama taukan aku sudah menikah aku menikahi wanita yang teramat sangat aku cintai."
__ADS_1
Jones menatap mama Dara dengan emosi memuncak dia sudah lupa dengan komitmen nya untuk tidak kasar dan tidak durhaka pada sang mama.
"Dia pasien mu, dia sering konsultasi padamu dan sejak itu dia jatuh cinta padamu." jelas mama Dara.
Sedang sang wanita yang bernama Nina masih diam dan berdiri di samping mama Dara, wajahnya tampak sumringah melihat ketampanan Jones meski laki-laki itu masih tampak pucat dan kurus.
"Terserah dia pasien ku atau tidak tapi aku tidak akan pernah menikahi siapapun yang mama jodoh kan dengan ku, jangankan saat aku sadar dan hidup bahkan saat aku mati sekalipun ku haramkan tubuhku di sentuh oleh wanita manapun selain muhrim ku."
Jones makin marah dan mulai tidak terkendali. dia lupa wanita tua di hadapannya adalah mamanya mama yang melahirkannya kedunia ini sosok mama yang selalu ia sayangi dan hormati.
"Kau.. kau.. berani kau meninggikan suara mu pada ku Jones, aku mamamu hahhh karna wanita dadzal itu kau melawan ku."
Marah mama Dara, wanita itu menunjuk nunjuk ke arah Jones tepat di wajahnya yang berjarak tidak lebih dari satu meter dari mama Dara.
"Mama..mama berhentilah menjodohkan kakak dengan wanita lain, kami kan sudah bilang pada mama, kakak tidak akan mau karna kakak sangat mencintai kak Shafa." Piyo mendekati mama Dara lalu menariknya mundur.
"Mama.. jangan buat aku makin berdosa pada mama, aku begini karna ulah mama, aku sudah cukup menderita berjauhan dengan istri karna fitnah mama, dan ku mohon jangan panggil istri ku dengan sebutan dadzal, dia wanita yang jauh lebih baik dari semua wanita yang aku kenal di dunia ini." Jones.
Suara Jones melemah ketika kesadaran nya kembali dan mengingat kalau wanita yang dia maki adalah ibu kandungnya sendiri.
"Kau sudah buta dan gila karna wanita itu, kau sudah tau kalau orang tua mu tidak suka padanya tapi kau selalu memaksakan kehendak mu dan tidak perduli pada pendapat ku mama mu, padahal dia hanya membawa sial padamu."
Semua orang yang ada di sana masih diam tidak berkomentar apa apa, mereka masih jadi penonton budiman, tinggal seorang pria yang tampak gelisah mendengar pembicaraan antara ibu dan anak itu.
laki-laki itu merupakan salah satu pengikut mama Dara, laki-laki itu mulai curiga kalau pernikahan yang akan di bimbingnya akan bermasalah karna tidak sesuai dengan informasi yang ia dapatkan dari mama Dara dan calon pengantin wanita.
Kalau status Jones sudah duda kebodohannya cuma satu ia tidak meminta bukti akta cerai Jones dengan istrinya.
"Istriku wanita yang aku perjuangkan antara hidup dan mati untuk memilikinya, kalau aku sampai sekarat dan bolak balik terluka lalu bolak balik koma bukan salahnya, tapi aku yang menginginkannya, kenapa karna aku sangat mencintai nya ma, sangat tidak satupun wanita di dunia ini yang mampu mengambil tempat nya di hatiku." ucap Jones lirih namun masih terdengar oleh semua orang.
"Wanita seperti apa sih dia, apa kecantikan ku tidak bisa mengimbangi apa kelebihannya aku pasti bisa mengimbangi juga, aku akan memenuhi semua kebutuhan mu dan melayani mu seperti yang dia lakukan bahkan lebih."
Nina tiba-tiba bicara dengan nada angkuh dan sombong membuat teman teman Jones dan adik adik Jones menganga dan sama sama mencibir.
"Hei perempuan kalau kau tidak tau siapa istri Jones jangan berkomentar berlebihan kalau kau tidak ingin malu dan tidak ingin musnah dari muka bumi ini sesegera mungkin."
Kata kata Robby terdengar dingin dan seram, ia menatap mama Dara serta pengikutnya sinis, Robby bahkan berdiri dari duduknya dan menatap Nina dengan tatapan jijik.
"Hehhh siapapun dia aku tidak perduli, ketika putriku ingin menikah dengan pilihan nya maka berapapun uang yang harus aku keluarkan maka akan aku lakukan demi kebahagiaan putriku, lagi pula dia punya apa sedang aku punya segalanya, dan anakku cuma satu Nina saja jadi sudah pasti semua hartaku akan jatuh ketangan putriku dan suaminya nanti jadi kurang apa coba."
__ADS_1
Laki-laki berjas rapi yang ternyata ayah nina ahirnya berbicara dan dengan nada dan bahasa yang tak kalah sombong dengan putrinya.
"Apa.. harta .. ?? kau tau mertuaku sudah menghibahkan rumah sakit Xxx serta beberapa perusahaan padaku tapi aku dan istri ku tidak menerimanya, menurut mu apa aku akan tertarik dengan hartamu." teriak Jones emosi karna ia merasa seperti akan di beli dan di jual oleh mama kandungnya.
Laki-laki berjas itu sesaat tertegun mendengar rumah sakit yang di sebutkan Jones, bukankah rumah sakit itu milik salah seorang pengusaha nomor tiga besar di Indonesia siapa yang tidak tau itu.
Tapi laki-laki itu tidak percaya dia menganggap Jones hanya membual karna kalau benar istri Jones anak seorang konglomerat mengapa mamanya masih menjodohkan dia dengan orang lain hal itu yang ada di benak ayah Nina.
Robby memperhatikan laki-laki yang mengaku ayah dari Nina itu, dia sudah mengambil gambar dan mencari informasi tentang laki-laki itu melalui gambar yang ia kirim pada orang ahli di bidangnya untuk mencari informasi siapa dan perusahaan mana yang dia miliki.
Tidak butuh lama untuk mendapatkan informasi yang di minta oleh Robby hanya dalam beberapa menit sejak mereka masuk data lengkap laki-laki itu sudah ia dapatkan.
"Pak Abdul Rahman..hmmm pengusaha yang hampir bangkrut, pengusaha kerupuk, jajanan anak anak, menurut anda apa anda mampu menyaingi perusahaan bos kami ?, mertua Jones, No .. sampai tujuh turunan anda tidak akan mampu, jangan mimpi." Robby.
Nina, Ayahnya dan tiga orang lain yang bersama mereka serta mama Dara sama sama terkejut mendengar perkataan Robby.
"Jangan heran pak Abdul.. jangankan info tentangmu dan perusahaan mu, tentang kalian semua mudah untuk ku dapatkan, apa lagi tentang putri mu yang merasa sok cantik itu." cibir Robby.
"Apa urusan mu, kau sok tau semua itu tidak benar perusahaan ayah tidak akan bangkrut" Nina menatap Robby penuh emosi karna dai menganggap kata kata Robby hanya bohong saja, dia tidak tau kondisi pabrik kerupuk ayahnya memang sudah sulit akibat ulahnya sendiri yang bergaya sok orang kaya dan sok hebat.
ππππππ
Hai teman-teman author dan teman teman pembaca yang baikΒ terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.
Mari tetap semangat dan saling support
Dengan cara :
β LIKE
β RATE
β VOTE
β HADIAH yang banyak
βKOMEN yang sebanyak banyaknya.
Wo Ai Ni all..
__ADS_1
Happy Reading.