
"Papa.... papa... maafkan Shafa pa, gara gara Shafa Uncle seperti itu." Shafa berlari kepelukan sang papa begitu ia melihat kehadiran Johan di rumah sakit tempat Jones di rawat.
"Sttt.. jangan bilang begitu nak, papa tidak marah sama sekali, papa bersyukur putri papa baik baik saja, papa akan sangat berterimakasih pada Uncle Shafa karna sudah menolong anak gadis papa."
"Tapi Uncle terluka parah karna Shafa papa." raung Shafa seperti anak kecil sampai menghentak hentakkan kakinya.
"iya papa tau sayang, tapi Uncle melakukannya karna ingin melindungi Shafa, papa harap Shafa kuat dan harus terus berdoa agar Uncle cepat sadar dan sembuh."
"Iya papa." menganggukkan kepalanya manja, Nazwan yang melihat kedekatan anak kandungnya itu dengan ayah sambung merasa iri dan merasa tersaingi.
"Kau sudah ambil istriku sekarang kau ambil juga perhatian dan kasih sayang anak ku, sialan." umpat Nazwan dalam hati dengan tangan mengepal di atas kursi rodanya.
"Apa kabar bang." Aswin.
"Baik, kamu apa kabar." jawab Johan ramah sembari menerima uluran tangan Aswin.
"Alhamdulillah baik juga bang." Aswin.
"Syukurlah." Johan berjalan melewati Nazwan tampa menegurnya sama sekali.
Laki-laki itu masih saja menganggap Nazwan saingannya, Nazwan sendiri juga sama hal Johan masuk ke dalam ruangan ICU tempat Jones di rawat ia mendekati tempat tidur, Jones yang masih belum sadar tampak pucat dengan perban melingkar di kepala.
Luka robek dan lebam di bahu, tangan dan punggungnya, Jones benar benar tampak sangat mengenaskan, Johan menarik napas dalam dalam sembari memejamkan matanya.
"Terimakasih udah nyelamatin putri gua bro, gua berhutang budi ke lo, gua tau lo melakukannya dengan iklas tapi tetap saja gua tidak akan menyerahkan putri gua pada lo." gumam Johan pelan.
Ia duduk di dalam ICU seorang diri, di dalam sana hanya ada suara mesin monitor, alat alat medis terpasang di dada hidung dan tangan Jones, wajah tampan nan pucat itu tampak tenang bahkan seperti senyum.
"Kenapa gua lihat lo seperti senyum bro, lo ngejek gua ya hmm lo mau bilang kalau lo berhasil menjaga putri gua sedang gua ngak ?, asal lo tay gua pasti akan memberikan pelajaran pada bodyguar putri gua karna ngak becus menjaganya."
Johan menggenggam tangan Jones seraya memberi kekuatan di sana, meski kesal karna Jones menyukai putrinya Johan tetap perduli dan sayang pada Jones dan walau bagai manapun juga Jones tetap sahabat sekaligus saudara baginya.
"Bangun bro, gua ngak suka lihat lo begini meski gua ngak kasih izin putri gua ke lo tapi lo pasti dapat yang lebih baik lagi, yang lebih pantas buat lo bukan putri gua, gua yakin itu."
Johan terus bicara sendiri tampa ada jawaban, tiba tiba Johan merasakan pundaknya di tepuk seseorang, laki-laki itu menoleh ke belakang tatapannya pada laki-laki yang menepuknya tampak dingin.
"Lo udah jumpa dengan orang yang mengusik keluarga gua, bagai mana kondisinya sekarang lo ngak membunuhnya kan."
Tanya Johan, dia yang dulu arrogant dan terkenal kejam kini berubah lebih berprikemanusiaan sejak ada Zahra dan anak anaknya di sisinya.
__ADS_1
"Tenang aja gua cuma menyentuhnya sedikit, lalu gua kirim kembali ke ibu kota guna mendapatkan pelajaran lebih lanjut di kantor polisi."
"Hmmm baguslah, ingat istri dan anak anak gua tidak suka kekerasan, lu atur sebaik mungkin agar mereka mendapatkan pelajaran yang setimpal di penjara."
"Siap bos." tatapan mata Robby tak lepas dari wajah pucat sahabatnya itu.
Mereka berdua sama sama mematung dan diam hanya helaan napas yang berulang kali terdengar silih berganti dari keduanya hingga suara Robby kembali memecahkan keheningan.
"Lo ngak kasihan lihat Jones, dia udah berkorban buat Shafa." ucap Robby hati hati.
"Gua tentu saja kasihan, walau bagaimanapun dia masih saudara dan sahabat kita."
"Lalu."
"Lalu gua akan tetap pada pendirian gua, gua tidak akan merestui dia dengan putri gua, lu bayangkan sendiri masa gua punya menantu hampir seumuran gua."
"Iya gua ngerti tapi Jones sangat mencintai nona Shafa, lo tau sendiri dia juga sudah taubat."
"Gua tetap ngak setuju, lo kasih aja anak perempuan lo ke Jones." ketus Johan kesal.
"Anak perempuan gua masih kecil bos, lagian Jones tidak suka sama sekali, wajah putri gua pas pasan kayak gua."
"Hmmm gua juga pasti jatuh cinta sama nona Shafa andai gua belum nikah, hahhhh kenapa waktu ngak bisa muter Kebelakang ya, andai lo bukan bapaknya nona Shafa Jones pasti ngak begini."
"Apa lo bilang." bangkit dari duduk dan berniat menghajar Robby.
"Tenang bos, jangan emosi, namanya juga andai kan lagian nona Shafa itu cantik banget dari kecil siapa yang ngak jatuh cinta, untung gua masih tau diri dan sadar diri kalau ngak.." senyum Jahil.
"Kalau ngak, gua pasti.udah kubur lo hidup hidup."
Emosi Johan.
"Jangan bos, Jones aja belum sempat di kubur idup idup giliran gua, cape dong bos."
"Sialan lo, gua gampar pakai tabung oxigen tau rasa lo."
"Jadi bubur gua bos."
Mereka asik berbincang tampa sadar Jones sudah mulai sadar dari koma selama tiga hari, wajah pucat itu memperhatikan kedua sahabat nya yang sedang adu mulut.
__ADS_1
"Lo berdua emang ngak ada ahlak ya, teman sekarat malah adu mulut."
"Ntar lagi adu jotos." jawab Johan tampa sadar dan tau asal suara dari mana, karna suara itu sangat lembut dan lemah.
"Ehhh lo udah bangun bro." Robby.
"Ehhh hidup juga lo." Johan.
"Lo pasti bahagia kalau gua mampus ya." tanya Jones sedih.
"Yahh gua orang yang pertama bahagia kalau lo mampus." menepuk tangan Jones pelan.
"Harusnya lo cabut aja semua alat penopang hidup gua, biar gua mati dan lo ngak terganggu sama gua." makin sedih.
"Lo kenapa bangun bangun sensitif gitu, lo lagi pms ya." Johan.
Jones tidak menjawab karna dia memang masih lemah, waktu Johan dan Robby berbincang tadi Jones sempat mendengar perkataan Johan yang tetap melarang dan tidak setuju Jones jadi menantunya.
Laki-laki itu tampak makin lemah, hatinya sangat terluka mendengar kata kata Johan tapi dia tetap sabar, tadinya dia sempat berpikir mati saja dari pada menahan sesak cinta di dadanya, tapi mengingat keselamatan Shafa yang makin lama makin banyak yang mengincar dia kembali bersemangat.
"""""""""""""""""""""
Hai teman-teman author dan teman teman pembaca yang baik terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.
Mari tetap semangat dan saling support
Dengan cara :
💝 LIKE
💝 RATE
💝 VOTE
💝 HADIAH yang banyak
💝KOMEN yang sebanyak banyaknya.
Wo Ai Ni all..
__ADS_1
Happy Reading.