UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )

UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )
125. Rujak.


__ADS_3

"Dasar tua bangka, main ancam saja lu, ada apa sih." omel Robby duduk di samping Jones.


"Lu manggil kita kemari apa hubungannya dengan cucu cucu gua yang ngences." gerutu Johan menjitak kepala Jones kesal.


"Ya ada dong papa mertua, gua yang gantiin putri lu ngidam dan sekarang gua pengen di temani makan rujak buah sama kalian berdua, lu berdua tidak boleh menolak."


Jones berjalan ke arah luar mall menuju halaman samping di sana banyak penjual berbagai makanan dan barang barang lain, mall itu di keliling tenda tenda unik dan cantik berjejer rapi.


"Kok di sini sih jon.." protes Robby dan Johan sekaligus.


"Di sini nyaman dan strategis bro, lihat banyak pohon pohonnya." jawab Jones cuek bebek dia langsung mendaratkan bokongnya di salah satu kursi kayu yang ada di depan etalase penjual aneka buah dan sekaligus penjual rujak.


"Strategis dengkul lu, lihat orang ramai." Johan.


"Papa mertua, di sini nyaman dan asik, putri lu yang ajarin gua makan dan mangkal di tempat beginian." tampa bertanya pada dia manusia di depannya dia langsung memesan tiga porsi rujak super pedas.


"Hey.. gua ngak ikut makan." Robby.


"Gua juga.." Johan.


"Tidak ada penolakan." Jones.


"Sialan lu.." Robby.


"Kalau ngak mau makan gua aduin ke istri gua kalau lu berdua menganiaya gua." ancam Jones.


"Aniaya kepala mu.." Johan.


"Terserah tapi gua punya seribu satu cara buat menjebak lu berdua jadi tersengka." seringai Jones.


"Apa lu bilang, cari mati lu ya.." marah Johan.


"Ngak lah, masa cari mati papa mertua, istri gua lagi hamil, janda dong ntar."


"Biarin gua cari suami yang waras nanti buat ganti lu." omel Johan.


"Jangan papa mertua, lu tidak akan bisa menemukan menantu paling tampan dan setia seperti gua."


"Cihh jijik gua." Johan.


Selagi mereka bertiga sibuk berdebat pesanan rujak yang di minta Jones ahirnya tersaji di hadapan ketiganya.


Air liur Jones langsung berreaksi melihat makanan lezat di hadapannya, laki-laki itu tampa kata langsung memakan rujak super pedas itu dengan lahap.


Johan dan Robby saling pandang, mereka berdua sama sama bergidik melihat Jones makan rujak tampa ekspresi pedas atau asam di wajahnya.


Laki-laki itu malah tampak menikmati makanan itu dengan santai dan bersemangat sementara papa mertua dan sahabat saling tatap saja.


"Apa lagi, kok diam aja, makan dong enak lo bro." Jones terus memaksa keduanya untuk memakan rujak.


"Sialan lu, lu yang ngidam kenapa kita harus ikutan makan sih." Robby.


"Hus.. diam, cepat makan jangan ngomel terus nanti bini gua keburu datang."


"Bagus dong, batal makannya." Johan.


"Siapa bilang batal, gua malah bakal ajak bini gua makan bareng di sini, asal lu tau bini gua juga sekarang hobby makan rujak." kekeh Jones.

__ADS_1


"Sialan lu." Johan.


"Dan asal lu berdua tau, bini gua sekarang suka memaksakan kehendak pada siapapun, kalau bini gua minta lu makan tu rujak lu harus mau kalau ngak bini gua bisa ngamuk dan nangis, nah kalau sudah nangis yang tadinya suruh makan satu porsi bisa di suruh jadi dua porsi." ancam Jones.


"Ngadi ngadi lu." Robby.


"Terserah, kalau lu ngak percaya ya sudah, ntar lagi juga bini gua kemari." Jones menyantap rujak sampai habis.


Sementara rujak milik Robby dan Johan masih utuh di hadapan masing masing, Jones kembali meminta satu porsi rujak lagi dan langsung memakannya dengan lahap.


Johan dan Robby sama sama geleng geleng kepala melihatnya, kedua laki-laki itu ahirnya memakan rujak yang di suguhkan.


Awalnya mereka berdua ragu tapi karna takut Shafa datang dan hal yang di katakan Jones terjadi mereka berdua terpaksa menuruti permintaan Jones untuk menemaninya makan rujak.


"Nah.. gitu dong, enak kan." ucap Jones dengan napas tersengal karna kepedasan.


Seluruh wajah Jones merah padam, keringat bercucuran menahan pedas yang luar biasa, nun Jones tidak kapok memakan rujak sampai habis.


Tidak terkecuali Johan dan Robby mulut mereka sama sama komat kamit menahan pedas, wajah keduanya juga memerah.


"Sialan lu, gara gara lu gua bakal cari obat anti diare nih, pedas banget tau, lu kesurupan ya mesan makanan gini." umpat Johan tapi tetap mengunyah.


"Ahhh jangan banyak cakap, lu juga suka kan, cih kayak ngak pernah makan ginian aja pas bini lu hamil." ejek Jones pada papa mertua.


"Sialan lu, dasar menantu tidak punya sopan santun." Johan.


Hahahaha


Jones tertawa terbahak bahak karna berhasil mengerjai mertua dan sahabatnya itu, awalnya dia hanya ingin di temani oleh sang istri tapi karna di tinggal sendiri jadilah papa istri yang jadi korban.


Tiba tiba Shafa muncul bersama bodyguarnya.


"Enak lo yank, dede mau hmmm, Aa pesankan ya."


Senyum Jones.


Laki-laki itu bangun dari duduknya lalu menggeserkan kursi untuk Shafa di hadapan sang papa yang sedang menanggung azab yang di berikan menantu.


"Papa, Aa sama Uncle seperti sedang mengidam saja, laki-laki makan rujak di pinggir jalan." tawa Shafa geli melihat wajah papanya yang sudah seperti kepiting rebus.


"Hahhh istri orang yang hamil, gua yang jadi korban ." keluh Johan.


"Siapa ?, istri Uncle ya." Shafa menatap Robby penuh selidik.


Robby tergagap, laki-laki itu menatap Jones bingung rencana ingin membuly tapi urung karna kakinya di tendang Johan dan Jones bersamaan hampir saja ia keceplosan tapi tendangan kaki kedua sahabatnya kembali menyadarkannya.


"Upssss untung gua ngak bilang kalau Shafa yang hamil." gumam Robby menutup mulutnya.


"Aunty hamil ya Uncle ?." Shafa.


"Ahhh ngak nyonya, saya cuma bercanda." jawab Robby cengegesan.


"Ya sudah, gadis papa duduk sini, kakak mau makan rujaknya kan ?." Johan malah menggeser kursi yang di siapkan Jones untuk Shafa dan ia letakkan di sampingnya.


"Ralat papa mertua, putri lu istri gua, bukan gadis lagi." protes Jones menggeser kembali kursi ke sampingnya.


"Gua lupa hahaha." Johan.

__ADS_1


Ahirnya mereka duduk bersama makan rujak awalnya hanya terpaksa ahirnya mereka sama sama menikmati.


Setelah makan rujak bersama mereka sama sama pulang, meninggalkan tempat itu, Jones pulang membawa istrinya ke apartemen sementara Johan dan Robby kembali ke perusahaan.


*****


Malam itu setelah pertempuran panas dengan sang istri, Jones mengajak Shafa mandi bersama dengan alasan kepanasan, laki-laki itu membalut tubuh sang istri dengan handuk panjang sampai mata kaki Shafa.


Setelah memakaikan pakaian pada tubuh Shafa dan dirinya Jones lalu memeluk tubuh sang istri erat karna kedinginan, laki-laki itu menarik selimut untuk menghangatkan tubuh mereka berdua.


"Bobok my wife, mimpi indah sayangku." mengecup kening Shafa berulang kali.


Enghhhh..


Wanita cantik itu langsung terlelap di dalam pelukan Jones, laki-laki itu lalu menunggu beberapa menit setelah yakin Shafa benar-benar terlelap Jones pun turun berlahan dari atas tempat tidur.


Laki-laki itu berjalan pelan ke luar kamar, Jones menuju dapur di sana sudah menunggu bodyguar Shafa ada Lila, Nisa, Niken dan dua bodyguar laki-laki.


"Apa yang harus di kerjakan tuan." Niken.


"Tolong bantu saya menyiapkan bumbu nasi tumpeng." Jones.


"Baik tuan." Lila.


Mereka pun sibuk dengan tugas masing masing, para bodyguar pria hanya jadi penonton budiman karna kehadiran mereka di sana hanya mendampingi para bodyguar wanita saja.


Hanya dalam waktu dua jam tumpeng mini buatan Jones di bantu para bodyguar ahirnya selesai juga, tumpeng mini itu hanya di beri hiasan sayur rebusan kacang panjang, labu siam telor orak arik dua paha ayam dan sambal pedas manis kesukaan Shafa.


Meski cuma sayur dan lauk sederhana tapi tumpeng itu terlihat indah dan cantik, setelah selesai dengan tugas masing masing para bodyguar meninggalkan apartemen menuju apartemen mereka yang mengapit apartemen tempat Jones dan Shafa tinggal.


Setelah mencuci tangan dan berganti pakaian Jones kembali ke atas tempat tidur, di ciumnya lagi dan lagi wajah polos istrinya yang masih tertidur pulas.


"Masih tiga puluh lima menit lagi, gua tidak boleh tidur kalau ngak kejutan gua bisa gagal nanti."


gumam Jones membelai wajah Shafa.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Hai teman-teman author dan teman teman pembaca yang baik  terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.


Mari tetap semangat dan saling support


Dengan cara :


🪴 LIKE


🪴 RATE


🪴 VOTE


🪴 HADIAH yang banyak


🪴KOMEN yang sebanyak banyaknya.


Wo Ai Ni all..


Happy Reading.

__ADS_1


__ADS_2