UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )

UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )
132. Kebenaran.


__ADS_3

"Sudah tiga hari lu di sini, lu ngak mau pulang ?." Robby meletakkan plastik kresek isi nasi kotak di meja yang ada di hadapan Jones.


"Gua ngak tau harus bagai mana kalau pulang, gua sangat kecewa pada istri gua, gua tidak menyangka sama sekali istri gua begitu kasar sampai menganiaya mama gua sendiri, walau bagai manapun mama adalah wanita yang melahirkan gua kedunia ini, tidak patut Shafa begitu kasar sampai menyakiti mama gua."


"Apa ?? nyonya muda menyakiti mama lu, kapan ? yang benar saja." selama tiga hari Jones menginap di apartemen lamanya yang tidak jauh dari apartemen tempat dia tinggal dengan Shafa Jones tidak menceritakan apa pun pada sahabatnya itu.


Tapi Robby tau pasti Jones dan Shafa sedang ada masalah namun karna sang sahabat tidak bercerita Robby pun diam saja, apa lagi sikap Johan biasa saja saat di kantor, andai Johan tau apa yang terjadi pada rumah tangga putrinya pasti yang nomor satu ikut campur adalah dia.


"Iya .. lu juga ngak nyangka kan ?."


Tanya Jones sedih, wanita yang teramat dia cintai itu bisa berubah kasar dan jahat pada mamanya, padahal Shafa adalah wanita yang sangat baik di matanya.


Jones sangat terluka saat sang mama datang mengadu padanya dengan kondisi wajah babak belur, dan Jones juga terluka saat dengan kasar sudah memaki dan menyakiti hati sang istri tapi karna emosi dia tidak lagi perduli dengan kondisi s istri meski sebenarnya dia sangat rindu.


Dalam tiga hari sejak meninggalkan Shafa dan berkurung di apartemen membuat Jones merasa terluka, kadang ia menyesal dengan perbuatan kasarnya tapi setelah itu ia kembali membenci istrinya itu.


"Lu yakin nyonya muda begitu ??, lu yakin nyonya muda berbuat begitu ??, lu goblok atau gila Jones, harusnya lu lebih mengenali isti lu sendiri yang sudah lu nikahin selama dua tahun ini, jangankan menyakiti mama lu, menyakiti semut saja nyonya tidak tega, lihat bodyguar meski berbuat salah nyonya muda selalu melindunginya."


Tatapan Robby sinis melihat Jones yang sedang berpikir menyimak kata katanya, laki-laki itu tidak menyangka kalau sahabat nya itu akan bertindak tampa pikir panjang.


"Maksud lu mama gua mengada ngada gitu, jangan berburuk sangka mama gua tidak akan selicik itu."


"Lu yakin .., lu lupa kalau mama lu berulang kali menjodohkan lu dengan orang lain, bahkan memaksa Shafa meminta lu menikah lagi, lu yakin mama lu sebaik itu, ingat juga Jones sejak awal mama lu tidak pernah suka pada nyonya muda."


Jones terdiam.


"Jangan sampai lu menyesal seumur hidup lu bro, ingat mertua lu siapa, kalau dia tau putrinya lu sakiti apa lagi mama lu dia tidak akan tinggal diam." Robby.


"Lu benar benar menuduh mama gua hahh."


"Terserah lu bilang apa, tapi gua yakin nyonya muda pasti korban mama lu, lagian lu yang bodoh tampa cari tau kebenarannya main tinggalin aja, kalau si bos tau habis lah lu."


Jones masih diam.


"Lu punya Cctv di rumah lu, harusnya lu periksa agar lu tidak asal bertindak, berdoa saja si bos tidak tau apa apa."


Jones tetsentak, ya Cctv di rumahnya, kan ada Cctv kenapa tidak ia periksa, kenapa dia percaya begitu saja kata kata mamanya tampa mencari tau permasalahan yang terjadi.


Dan kata kata Robby cukup menyadarkan Jones, membuat bulu kuduknya meremang, membuat denyut jantungnya berdegup kencang membuat sesak napas dan sakit pada ulu hatinya.


"Bodoh.. bodoh, kenapa gua ngak sadar itu, bodoh nya gua, bagai mana kalau istri gua ngak salah, bagai mana kalau istri gua benar benar korban dari mama gua, ya Allah." teriak Jones tertahan.


Tangannya menampar nampar kepala dan wajahnya kasar dan kuat, Jones langsung menyambar kunci kontak mobil di atas meja detik kemudian ia berlari kencang menuju lantai dasar di ikuti Robby yang ikut berlari di belakangnya.


"Mampus lu kan, sekarang baru lu kalang kabut." umpat Robby namun sang sahabat setia tetap mengikuti dari belakang.


Dari kejauhan Jones sudah menekan tombol pembuka pintu mobil, suara mobil terdengar melengking di pantaran parkiran tersebut, belum sempat Robby ikut naik kedalam mobilnya Jones suda meninggalkan Robby sendiri di sana.


"Kampret..main tinggal saja lu." umpat Robby dN ia pun berlari kemobil miliknya yang tak jauh dari sana.


Kejar kejaran terjadi di jalan raya, Jones seperti buronan internasional karna ďi kejar tiga mobil sekaligus, mobil Robby, mobil dr Ryan dan mobil dokter Anton.

__ADS_1


Awalnya dokter Ryan dan dokter Anton ingin menemui sahabat mereka itu karna binggung sudah tiga hari tidak ada kabar, saat mereka menghubungi Jones handphone tidak aktif terpaksa mereka bertanya pada asisten Jones dan sang asisten yang memberitahukan tempat tinggal Jones saat ini.


Saat mereka tiba di parkiran mereka melihat Jones berlari kencang menuju mobilnya lalu secara otomatis mereka juga mengikuti dari belakang kemana Jones pergi.


Suara riuh di jalanan akibat klakson mobil keempat menjadi gangguan khusus bagi penggun jalan Lainnya, meski terganggu mereka hanya bisa memberi jalan melihat mobil mobil saling kejar mengejar.


Jones memarkirkan mobilnya asal, mesin mobil tidak sempat ia matikan dia sudah turun dan berlari keluar mobil kemudian langsung menuju lift tapi sayang lift sedang di pakai oleh orang lain Jones ahirnya berlari ke arah tangga darurat.


Manusia lain yang mengikuti dari belakang terpaksa mematikan mobil Jones dan mereka sama sama berlari ke arah lift karna pintu yang tiba tiba terbuka, sementara Jones masih berjuang sekuat tenaga berlari ke lantai atas.


Mereka sama sama sampai, meski napas ngos ngosan dan kaki sakit Jones masih berlari menuju apartemennya, laki-laki itu membuka pintu dengan tangan bergetar.


Begitu pintu terbuka Jones melangkah gontai, bola matanya mencari kesana kemari di mana istrinya berada.


"Sayang.. sayang .." teriaknya.


Tidak ada jawaban, ruangan itu sunyi senyap, dia terus melangkah sambil memanggil manggil istri namun tiba-tiba pandangannya tertuju pada bercak darah yang banyak berceceran di lantai.


Pecahan kaca berserakan, bahkan berlumuran darah seketika Jantung Jones terasa berhenti berdetak,laki-laki itu mematung di tempat, paru parunya yang tadi memompa cepat seketika diam, wajahnya yang pucat semakin pucat.


"Ya Allah.." dokter Anton, dokter Ryan dan Robby yang baru masuk terkejut melihat banyaknya bercak darah di lantai.


Spontan dokter Anton dan dokter Ryan berlari menyusuri semua ruangan, dari kamar tamu, dapur bahkan kamar tidur Jones namun mereka tidak menemukan siapapun di sana, bahkan bercak darah hanya ada di lokasi pecahan kaca.


Robby datang membawa laptop dari ruang kerja Jones, laki-laki itu duduk di ruang tamu sambil mengotak atik laptop.


Jones sendiri masih tetap mematung, saat dokter Anton dan dokter Ryan datang di dekatnya laki-laki itu langsung luruh ke lantai menyadari istrinya tidak ada di dalam apartemen.


"Istri gua .."lirihnya.


Robby menatap dokter Anton dan dokter Ryan bergantian kedua laki-laki itu segera mendekati Robby, mata mereka sama sama mengarah ke layar laptop, ketiganya sama sama diam seribu bahasa menyaksikan gambar bergerak yang ada di sana.


Jones bangkit dari atas lantai dan langsung duduk bersimpuh di atas lantai, bola matanya juga ikut menatap layar laptop, wajah Jones memerah dia mengusap wajahnya kasar dan berulang kali.


Robby menghidupkan speaker laptop agar Jones mendengar apa saja yang di bicarakan ketiga wanita yang di dalam layar.


Hati Jones sakit, perih melihat bagai mana mamanya memaki dan menampar Shafa, bagai mana mamanya mendorong tubuh kecil istrinya yang sedang hamil di atas sopa, laki-laki itu sama sekali tidak menyangka apa yang di tuduhkan sang mama pada istrinya justru istri sendiri yang mengalaminya dari sang mama.


"Allah.. ya Allah... istri gua, ya Allah gua manusia paling bodoh dan paling ceroboh sedunia, gua tidak menyangka apa yang di tuduhan mama gua justru mama gua yang melakukan pada istri gua, apa salah istri gua, kenapa mama begitu kejam dan tega pada istri gua." tangisnya.


Robby dan yang lain diam membiarkan Jones merutuk menyesali perbuatannya pada sang istri, Ryan dan dokter Anton memang tidak tau cerita awalnya asisten Jones hanya mengatakan ada masalah rumah tangga saja, tampa bercerita secara detail karna dia juga tidak tau apa apa.


Detik kemudian muncul vidio saat Jones memarahi dan memaki maki Shafa, ketiganya saling pandang, Jones yang terkenal sangat bucin dan sangat mencintai istri tega memaki dan memarahi istri tampa berpikir panjang.


Jones lagi lagi mengusap wajahnya kasar, hatinya benar benar terasa sakit, berulang kali ia mengusap dadanya, tangis nya makin pecah saat melihat Shafa menjerik karna tampa sengaja menginjak kaca saat akan mengejarnya.


"Aku manusia brengsek, brengsek ya Allah ampunilah aku yang sudah menyakiti hambamu ampuni aku yang sudah menyakiti hati istri ku sendiri." tangisnya makin keras, tampa malu laki-laki besar itu meraung tidak terkendali seperti anak anak saat mengetahui kebenarannya.


Detik kemudian ia pergi dan membanting pintu dengan kuat, sampai istri terkejut dan makin menangis, dan tak lama muncul ketiga bodyguar beberapa menit setelah itu muncul pula dua orang yang tidak ia kenal karna wajahnya sudah di arsir.


Seorang laki-laki mengangkat tubuh istrinya dengan balutan selimut dan dalam keadaan tidak sadar, setelah memunculan dua orang di sana suara spekear langsung di bisukan.

__ADS_1


Robby mengusap wajahnya kasar, dia berulang kali menarik napas dalam dalam, laki-laki itu memandang Jones dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Ada apa pak Robby." tanya dokter Anton bingung melihat sikap Robby yang aneh.


"Seperti dugaan gua, si bos sudah tau apa yang terjadi pada putrinya." Robby.


"Maksudnya." dokter Ryan.


"Dari vidio ini, bos Johan sudah menonton dan tau kejadian yang menimpa nyonya Shafa, karna rekaman Cctv ini sudah di sabotase, lihat vidio banyak yang di acak dengan sengaja, agar Siapapun yang melihat bisa mengerti kalau vidio ini sudah ada yang melihat."


"Astaga .., gawat dong." dokter Anton dan dokter Ryan sama sama menatap Jones iba.


"Istri gua, anak anak gua." teriak Jones panik, saat menyadari kalau mertua sudah ikut campur di masalah rumah tangganya.


"Gua sudah peringatkan pada lu kan, lihat lah apa lagi yang akan di lakukan." Robert.


"Tolong gua, gua harus bertemu istri gua Robby, tolong gua Robby, gua akan berlutut dan bersujud di depan istri gua, gua salah Robby gua mohon tolong bantu gua." pinta Jones.


"Gua tidak tau bagai mana menolong lu Jones, gua tidak tau, gua juga bingung." Robby.


"Tolong gua, gua mohon, lu kerahkan anak buah lu mencari tau di mana istri gua."


"Lu tau kan anak buah gua juga anak buah bos Jo, lu pikir gua akan mendapatkan informasi semudah itu." Robby.


"Kalau begitu gua akan ke rumah besar istri gua pasti ada di sana." berdiri dan langsung berlari keluar apartemen.


"Jones tunggu, lu jangan gegabah." teriak Robby.


Jones tidak perduli dengan teriakan Robby dia terus berlari menuju lantai dasar dengan menggunakan lift, tidak lama kemudian Robby dan yang lain juga ikut menyusul.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Hai teman-teman author dan teman teman pembaca yang baik  terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.


Mari tetap semangat dan saling support


Dengan cara :


☘ LIKE


☘ RATE


☘ VOTE


☘ HADIAH yang banyak


☘KOMEN yang sebanyak banyaknya.


Wo Ai Ni all..


Happy Reading.

__ADS_1


__ADS_2