
Jones terbangun karna mendengar suara aneh di telinganya, suara kecapan, seperti suara bayi yang menyusu pada ibunya, Jones terkejut melihat pemandangan langka di depan matanya, berulang kali ia mengerjap erjabkan matanya meyakinkan apakah yang ia lihat betul atau tidak.
Shafa tidur berbantalkan lengan Jones yang besar dan kokoh serta empuk, ibu jarinya berada di dalam mulut lalu mulut kecil itu mengisap dan mengemut ibu jarinya dengan kuat dan dengan suara keras.
sryruup syrupp..
Jones mengangkat sedikit wajah Shafa agar ia bisa melihat jelas ekspresi istrinya yang sedang mengemut ibu jarinya dengan lahap.
Jones hampir saja tertawa melihatnya tapi karna takut istrinya terbangun lalu malu karna di pergoki Jones pun menutup mulutnya dengan tubuh bergetar menahan tawa.
Timbul otak jahil Jones, di tariknya pelan pelan ibu jari Shafa sehingga terlepas dari mulutnya, mulut Shafa tampak lucu karna mencucut dan bersuara seperti suara mengecap.
Jones lalu mendekatkan mulutnya pada Shafa, secepat kilat Shafa langsung menyambar mulut Jones dan di hisapnya seperti dia menghisap ibu jarinya, Jones membiarkan sang istri melakukan hal itu pada mulutnya, awalnya Jones menikmati tapi lama kelamaan bibirnya terasa perih dan panas.
"Emhhh kalau ngak lagi begini dede ngak mau membalas ciuman cinta Aa, nah sekarang malah di hisap seperti menghisap botol susu, kalau dede menghisap si junior pasti nikmat banget, hmm tapi apa dede mau ya." gumam Jones menikmati pijatan dan hisapan Shafa di bibirnya meski terasa panas dan perih.
Jones tidak tahanan lagi, pelan pelan Jones melepaskan bibirnya ia meraba bibir yang terasa panas dan perih.
"Apa kamu tiap hari begini sayang ?, aku ingin kedepannya tiap hari bangun lebih dulu agar bisa melihat mu begini, pasti seru yangk." gumam Jones.
Senyum kembali terukir di bibirnya melihat sang istri yang kehilangan bahan untuk di hisap, karna tidak ada yang akan di hisapnya Shafa ahirnya menghisap bibir nya sendiri, bibir bagian atas yang di hisapnya masuk sampai separoh sehingga terlihat makin lucu.
"Kalau begini aku ngak tahan lagi yangk, pagi pagi sarapan daging mentah pasti enak banget yangk." bisiknya di telinga Shafa.
Juniornya sedari tadi sudah bangun dan mengeras, apa lagi tubuh mereka masih licin tampa busana di bawah selimut membuat Jones makin bergejolak, Jones membangunkan Shafa karna menginginkan oleh raga pagi, tapi sang istri tetap tertidur pulas karna kelelahan sudah di terkam oleh sang suami malam tadi sampai 3 ronde.
"Yangk.. sayang bangun dong, ular Aa minta makan nih cup..cup..cup."
"Enghhh.. Shafa ngak lapar Aa." memasukkan ibu jari ke dalam mulutnya.
"Yang mau makan dan lapar ular Aa lo yangk."
Shafa merapatkan tubuhnya pada Jones, memeluk tubuh besar itu erat dengan tangan kirinya sedangj jari tangan kanan masih di dalam mulutnya.
Jones naik ke atas tubuh Shafa dengan menahan bobot badannya agar tidak menimpa tubuh kecil Shafa, berlahan pelan dan lembut kedua tangan merayap di dada Shafa, Jones mencumbui istrinya dengan penuh kasih sayang dan cinta.
Shafa masih tertidur meski terganggu dengan aktivitas di atasnya, tapi tidak lama kemudian mata Shafa terbuka lebar begitu merasakan miliknya yang sempit di masuki tongkat sakti Jones.
"Aa..mmhhh.." lirihnya dengan tubuh bergoyang.
"Sayang, maaf membangun kan mu, abisnya sayang buat Aa ketagihan sih." ucapnya dengan suara terputus putus.
Shafa tidak bicara lagi, di perhatikannya mimik wajah sang suami yang tampak sangat tampan dan sangat bersemangat naik turun di atasnya, wajahnya penuh peluh membuat kadar Ketampannya bertambah di mata Shafa.
Setelah selesai Jones merebahkan dirinya di samping Shafa, senyumnya kembali merekah melihat wajah cantik istrinya yang polos.
"Mandi yuk yangk, Aa madikan ya." seperti biasa tampa menunggu jawaban, Jones langsung mengangkat tubuh Shafa ke kamar mandi.
"Jangan minta lagi Aa Shafa cape." pintanya saat Jones dengan nakal menggosok punggung Shafa sementara tangannya melanglang buana ke dada Shafa.
"Ngak sayang, Aa cuma menggosok punggung sayang kok." tangannya tetap jahil di dada Shafa.
"Aa jangan modus."
"Ngak yangk."
Setelah mandi Jones kembali membopong Shafa keluar kamar mandi, setelah memakai pakaian mereka berdua keluar kamar menuju ruang makan yang menghadap langsung ke bibir pantai dan hanya di sekat dinding kaca saja.
"Loh ..kakak berdua yang masak, si mbok sama kak Dita mana kak Lila." tanya Shafa.
"Si mbok ke pasar nyonya, Mbak Dita juga." jawab Lila, karna memang si mbok ke pasar tapi Dita sudah berada di suatu tempat yang hanya para bodyguard yang tau di mana.
"Kak Asiah mana kak ?." Shafa.
"Kak Asiah kurang enak badan." Niken.
__ADS_1
"Loh sakit apa kak, kok Shafa tidak tau ya."
"Cuma pusing aja nyonya, tadi kami sudah ke kamarnya dan sudah mendingan cuma butuh istirahat saja nyonya jangan kwatir." Lila.
"Tapi kak Shafa harus lihat kak Asiah."
"Makan dulu sayang, abis makan dede boleh lihat ke kamarnya." Jones.
"Umhhh iya Aa."
Setelah makan pagi Shafa langsung ke kamar Asiah di temani Niken dan Lila, sementara Jones duduk berdua di ruang tamu bersama Andy.
"Tuan .. maaf sebelum nya gua mau buat pengakuan." Andy duduk tegak.
"Ada apa katakan saja pak Andy."
"Tadi malam gua meminun jus jeruk di meja dapur karna gua sangat kehausan..." Andy menceritakan apa yang di alaminya dan apa yang di lakukannya setelah minum jus jeruk itu.
Andy menghela napas setelah selesai menceritakan kannya sementara Jones masih terperangah, dia cukup Shoc mendengar cerita Andy.
"Astaga .. gua memang lihat minuman itu, tapi gua ngak ambil, tapi minuman yang satunya gua buang." ucap Jones.
"Iya tuan, hal itu di sengaja dan sepertinya sasarannya bukan aku atau pun yang lain." jelas Andy.
"Maklud lu gua."
"Iya pak, dan pelakunya sudah di tangkap sekarang sudah di bawa kepulau di sana." menunjuk keluar jendela kaca ke arah pulau yang tidak jauh dari Villa.
"Siapa ?? apa wanita koki itu." tebak Jones.
"Iya tuan."
"Dugaan gua benar, dari awal gua sudah curiga melihat sikapnya karna itu gua minta mbak Asiah dan yang lain untuk betjaga jaga dan mengawasinya."
"Iya lu harus segera menikahi nya."
"Iya tuan."
Shafa tidak curiga sama sekali dengan sakit yang di alami Asiah, Asiah hanya minta istirahat maka ia penuhi permintaan bodyguar nya itu,, Niken dan Lila sendiri sudah tau hal apa yang menimpa Asiah karna di beritahukan Andy dengan jujur, bahkan mereka berdua yang menangkap Dita untuk di bawa ke pulau sebelum Shafa dan Jones bangun.
"Gimana rasanya begituan dengan orang yang di taksir." goda Lila pada Asiah setelah Shafa keluar kamar Asiah.
"Apa nya yang gimana." hardik Asiah meninju lengan Lila pelan karna malu.
"Yahh itu lah, malu rupanya Niken." tawa Lila.
"Huss.. cuma mereka dua yang tau rasanya." Niken.
"Tapi suara huhh hahh achhh nya kok ngak kedengaran keluar ya, kalau dengar kan kita bisa masuk nonton gratis." tawa Lila.
"Otak mu rusak ya, kalau kau lihat terus pala mu cenat cenut karna pengen mau kau lepaskan kemana hahh, aku mah ogah, masa main bertiga, yang enak pak Andy dapat yang ting ting sekaligus dua rugi ahh hahahaha." Canda Niken.
"Iya juga yah, masa berbagi suami, amit amit hahaha." tawa Lila.
"Otak kalian berdua sama sama rusak, perlu di bawa ke bengkel, biar di las sekalian di doorsmer karna udah kotor apa lagi karatan." memukul kedua sahabat bodyguar nya itu kesal.
"Ampun nyonya Andy hahaha." Niken menangkis pukulan bantal Asiah dengan tangannya.
"Huss.. ehh tunggu kalian berdua di ceritakan pak Andy ya." tanya Asiah yang baru sadar kalau kedua sahabatnya sudah tau dia korban Andy.
"Ciyee pak Andy, mas Andy gitu loh atau babang Andy." goda Lila.
"Aku serius Lila." Asiah.
"Sudah dan kami juga tau cerita yang sebenarnya, kalian berdua sama sama korban kami sudah memeriksa CCTV tadi pelakunya juga sudah di tangkap." jelas Niken.
__ADS_1
Lila lalu bercerita pada Asiah apa yang di ceritakan oleh andy dari awal hingga ahir, Asiah tampak berang mendengar cerita Lila.
"Dimana wanita ibu sekarang." marahnya.
"Di pulau, kata pak Andy untuk menghukumnya ia serahkan pada kita bertiga karna tuan Jones melarang membunuhnya, kata beliau kasih epek jera saja yang tidak bisa dia lupakan." Niken.
"Kalau begitu ayo sekarang ishhh." Asiah hendak bangkit tapi urung karna ia merasakan sakit di bagian bawahnya, ia mendesis, meringis menahan sakit.
"Nanti malam saja, lagian kamu masih sakit kan, beda loh rasanya luka tusuk benda tajam di kulit dengan benda tumpul di situ, jangan sok kuat hemm." Lila.
"Ihhh kayak kamu udah pernah aja." Asiah.
"Belum sih heheh, oiya .. jangan lupa mandi taubat, kamu temani kak Asiah aku mau lihat nyonya muda siapa tau butuh kita." menepuk punggung Asiah lalu bangkit dari duduknya di sisi tempat tidur.
"Lila, apa nyonya tau." Asiah.
"Tidak, jangan sampe nyonya tau, yang tau hal ini cuma kita bertiga, pak Andy dan tuan Jones." Lila.
"Hahh tuan tau ?." Asiah.
"Iya taulah, pak Andy kan jujur orang nya terlalu jujur malahan hahaha sampe cerita kalau dia untuk pertama kali menyentuh wanita hahaha, sudah lah tidak usah pikirkan kak tuan memang harus tau karna berkaitan dengan pekerja di sini kan, lagian tadi kan sudah bilang kalau tuan tidak memberi izin kita untuk mencabut nyawanya hahaha." Lila.
"Ishhhh seperti malaikat pencabut nyawa saja." Niken.
"Bukan malaikat pencabut nyawa, tapi bidadari pencabut nyawa hahaha." gelak Lila meninggalkan suara cemprengnya membuat kedua sahabat menutup kupingnya.
Setelah tiga hari berlalu, hari itu Jones dan Shafa berpamitan pada Nazwan dan semua keluarga, mereka akan pulang ke ibu kota karna beberapa hari ke depan masa cuti Jones akan berakhir, tinggal Shafa yang masih libur.
Jones membawa Shafa melewati kota Xx tempat kelahiran mamanya karna Shafa ingin bertemu nenek dan Lisda, mereka akan menempuh perjalanan lebih dari dua belas jam sampai ke bandara, beda waktu datang hanya tiga jam karna jalan yang mereka tempuh berbeda
Setelah singgah di rumah mama yani dan menginap satu malam di sana mereka lalu melanjutkan perjalanan sekitar tujuh jam lagi, saat mereka berangkat dari rumah mama yani waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam karna Jones ingin istrinya istirahat dan tidur nyenyak di perjalanan.
Jones tidur memeluk istrinya erat, senyumnya mengembang di bibir, di belainya berjali kali wajah Shafa mesra, Jones tidak pernah lupa bersukur atas karunia sang pencipta yang telah mewujudkan harapan dan cita citanya untuk mempersunting pujaan hati meski penuh rintangan.
"Bobok lah yangk, malam ini aku tidak mengganggu mu yangk, kamu bisa libur dengan tenang karna beberapa hari lagi aku yang akan libur." senyum Jones mencium bibir Shafa sekilas, kemudian ia ikut menyusul Shafa ke alam mimpi.
Jones merasa mobil seperti menepi dan berhenti, berlahan ia kumpulkan nyawanya dengan mata mengerjab erjab berulang ulang, ia meraih handphone yang berada tak jauh darinya, lalu di lihatnya pesan yang baru masuk ke handphonenya.
"Tuan kita sudah sampai di tempat yang tuan sebutkan." pesan dari Andy.
"Oke, terimakasih." balas Jones singkat.
********
Kira kira tau ngak tempat yang di sebut Andy, kalau mengikuti cerita aku dari PENGUASA HATIKU wo ai ni pasti taulah tempat itu di mana hehehe, bagi yang tau aku kasih pulsa 50 ribu untuk komen pertama dan benar dan 30 ribu untuk komen ke dua yang bener yuk ahhh mari mengingat..
🥰🥰🥰🥰
Maaf kalau lama baru Up maklum lah waktu lagi kejar kejaran antara pekerjaan, kuliah dan RT maklum akoh merangkap semuanya, jadi ibu B jadi Ibu RT jadi bodyguar, baby sister, jadi ojek dan jadi bibik hahaha tapi berusaha untuk Up tiap hari namun apa daya baru dapat 300 kata berhenti nanti di ulang lagi bila bila ada kesempatan, sekali lagi mohon maaf All.
Biar makin semangat Up Jangan lupa kasih aku Support dengan:
🍀Like
🍀Rate
🍀Vote
🍀Hadiah
🍀Komen yang membangun
Wo Ai Ni all
Jangan lupa bahagia 🥰🥰
__ADS_1