
"Segitu hina gua di mata lu bos, sehingga lu tidak pernah mau memberi celah pada gua sedikitpun untuk bersama Shafa."
"Gua ngak pernah mengaggap lu hina, lu tetap teman gua meski gua benci ke lu karna mendekati putri gua, gua sangat marah saat gua tau lu ngikutin putri gua sampe kemari, rasanya gua mau bunuh lu dengan tangan gua sendiri, tapi sekarang gua bersyukur dengan adanya lu di sisi putri gua putri gua bisa terhindar dari bahaya, terimakasih."
"Hmmm lu baru tau mampaat gua di sisi Shafa saat itu, apa lu ngak bisa membiarkan gua deketin Shafa seperti ayah Nazwan." cebik Jones.
"Apa maksud lu, orang itu membiarkan lu deketin anak gua."
"Ngak percis sih."
"Lalu maksud lu apa."
"Ayah bilang kalau dia ngak melarang juga ngak mendukung dia serahkan semua pada tagdir dan usaha gua sendiri."
"Lalu."
"Lalu kalau gua ngak berhasil gua ngak boleh memaksakan kehendak pada Shafa, setidaknya beliau tidak seperti lu bos."
"Ouhhh ya gua orang yang tidak berperasaan gitu menurut lu, sedang dia orang yang baik dan
pengertian ?." emosi Johan mulai naik lagi.
"Gua ngak bilang gitu ya, bos sendiri yang bilang." elak Jones yang berhasil membuat Johan marah.
"Ya sudah lu minta dukungan teruslah ke orang itu gua ngak perduli, yangk jelas gua tetap ngak setuju titik."
Johan meninggalkan kamar perawatan Jones dengan wajah merah dan kesal, setelah di tinggal Johan Nazwan masuk di temani Aswin dan Irwan laki laki itu masih berada di kursi roda karna belum kuat berjalan jauh pasca operasi.
"Bagai mana kabar mu dokter Jones." tanya Nazwan dengan senyum ramah.
"Baik pak, sudah jauh lebih baik."
" Terimakasih karna sudah menolong putri ku."
" sudah kewajiban ku pak, aku malah akan merasa sakit dan merasa terluka kalau sampai Shafa kenapa napa, sakit ini bukan apa apa buatku."
"Hmmm ya aku mengerti."
"Shafa sudah pulang pak ?."
"Ya.. papanya menambah pengawalannya."
"Itu karna papanya sangat menyayangi Shafa dia takut Shafa kenapa napa lagi." Jones.
"Harusnya aku tidak memaksa Shafa pulang untuk menjaga ku." sesal Nazwan.
__ADS_1
"Sudah kewajiban seorang anak menjaga orang tuanya, nanti aku juga akan melakukan hal yang sama kalau Shafa menerima ku."
"Hemm ya, tapi asal kamu tau setelah Shafa lulus dan menjadi dokter ia akan tinggal bersamaku di sini dia akan mengabdi pada masyarakat, itu sudah janjinya." Nazwan.
"Iya pak aku sudah tau itu, tidak apa apa aku juga bersedia tinggal di sini bersama Shafa, aku juga akan mengabdi pada masyarakat di sini." Jones.
"Ehhh tunggu, apa maksud pembicaraan kalian." tanya Irwan bingung, Aswin juga tidak kalah bingung karna mereka memang tidak tau maksud dari pembicaraan Jones dan Nazwan.
"Aku menyukai Shafa." Jawab Jones jujur.
"Apaaa..." Aswin dan Irwan setengah berteriak mendengar ucapan Jones.
"Iya om, aku menyukai Shafa, sudah lama."
"Hahhh .. kau sadar apa yang kau katakan kan ?."
Aswin.
"Sadar .. sangat sadar om, dan itulah kenyataannya." Jones.
"Bang.. kok diam saja." tanya Irwan pada Nazwan.
"Apa kita harus melarang seseorang untuk suka, suka itu tidak memilih kemana dia akan pergi, cinta juga demikian, sekarang tergantung tagdir kalau Allah berkehendak apapun bisa terjadi."
"Tidak juga, tidak mendukung dan tidak melarang aku netral saja."
"Astaga.. dokter Jones hanya beberapa tahun di bawah kami umurnya." irwan menatap Jones tidak suka.
"Biarkan tagdir yang bicara, sekarang tinggal usaha dokter Jones, kalau Shafa menerimanya ya apa boleh buat."
Aswin dan Irwan tidak dapat berkata kata, Nazwan saja sebagai ayah bisa netral mau apa lagi tentunya mereka harus ikut netral juga.
Di tempat lain.
"Putri ku sudah tidur." tanya Johan melalui sambungan telepon.
"Sudah tuan." Aldo.
"Bawa mereka semua kemari."
"Baik tuan." Aldo membawa semua pengawal Shafa ke hadapan Johan setelah yakin anak majikannya sudah tidur.
Tidak berapa lama kemudian mereka semua sudah sampai di hotel tempat Johan menginap, dengan wajah ketakutan mereka semua menunduk begitu berhadapan dengan Johan di salah satu kamar.
"Katakan padaku bagai mana putriku bisa di bawa orang lain, katakan padaku bagai mana kalian menjaga putriku sehingga kalian bisa kecolongan."
__ADS_1
Semua orang terdiam tidak berani bicara, mulut mereka terkunci, Johan bertanya dengan nada lembut namun dingin dan menyeramkan, biasanya Johan akan meledak ledak kalau lagi marah tapi kali ini ia cukup tenang tapi justru sangat menakutkan.
"Kenapa.diam, jawab .. mulut kalian mau aku lem atau jahit hahhh." volume suara Johan naik satu oktav.
"Ma..maaf tuan, semua karna."
"Semua karna kelalaian kami tuan, mohon maafkan kami sekali ini." mohon Asiah berlutut memotong perkataan Niken yang akan mengaku pada Johan, Asiah memberi kode pada Niken agar tidak berbicara lagi.
"Enak betul meminta maaf, kalian pikir saya orang yang pemaaf, tidak kalau sudah menyangkut keluarga ku." bentak Johan.
"Kami sungguh kecolongan, saya dan Niken yang lalai tuan hukum kami berdua saja, saat itu tugas kami berdua yang seharusnya mendampingi nona tapi karna nona tidak mau di temani oleh banyak orang Niken yang menemaninya." Asiah.
"Lalu kemana kau saat putriku di culik." bentaknya pada Niken, wanita itu terkejut, dengan tubuh bergetar ia menjawab kata kata Johan.
"Saya sedang ketoilet waktu itu tuan." jawab Niken gugup, Asiah menyenggol kakinya memberi kode agar Niken tutup mulut, karna dari awal Asiah juga sudah memperingatkan Niken kalau sampai Niken buka suara bukan cuma dia saja yang bermasalah tapi semua orang.
"Dasar ngak becus, Robby akan memberi pelajaran pada kalian semua." Johan keluar dari ruangan itu dengan wajah memerah karna emosi yang memuncak.
Setelah Johan pergi satu persatu para bodyguard menerima hukuman cambuk dari anak buah Robby di dampingi Robby dan Aldo.
Sepuluh cambukan pada wanita lima belas untuk empat bodyguar laki-laki, setelah itu mereka di pulangkan ke rumah Nazwan dengan keadaan sama sama terluka, namun mereka tahan demi kelangsungan hidup mereka dan keluarganya,
Niken yang merasa bersalah hanya dapat menangis sesegukan, sementara Shafa yang tidak tau Niken dan yang lain di hukum ia tertidur pulas di kamarnya.
#############
Hai teman-teman author dan teman teman pembaca yang baik terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.
Mari tetap semangat dan saling support
Dengan cara :
💝 LIKE
💝 RATE
💝 VOTE
💝 HADIAH yang banyak
💝KOMEN yang sebanyak banyaknya.
Wo Ai Ni all..
Happy Reading.
__ADS_1