UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )

UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )
133. Nekat.


__ADS_3

Jones tiba di gerbang rumah mewah mertuanya, biasanya kalau dia datang pintu gerbang akan langsung terbuka, tapi kali ini tidak ada yang membukakan pintu untuknya.


Jones makin panik, mertuanya yang kejam seperti nya akan kembali lagi, Jones belum tau saja kalau keluarganya sendiri sudah mengalami bangkrut dalam waktu yang sangat singkat.


Tidak ada seorang pun keluarga yang tau dia di mana karna Handphon tidak aktif dan apartemennya yang kosong, sehingga mereka tidak bisa memberikan kabar padanya.


Jones memanggil manggil nama semua orang di rumah itu, dari nama istri, Janeet, si kembar sampai kedua mertuanya.


Tidak ada yang perduli dan tidak ada yang membukakan pintu, Jones sudah berjam jam berada di sana tampa ada yang mengizinkan nya masuk.


Jones sudah tidak tau lagi bagai mana caranya menemukan istrinya, handphone Shafa yang dia hubungi di apartemen tadi ternyata berada di kamar mereka, nomor handphone para bodyguar sang istri tidak ada yang aktif.


Kali ini dia cuma bisa berharap belas kasih penghuni rumah agar mau mengizinkan dia masuk dan berharap bisa menemui istrinya di dalam.


Hampir maghrib Jones masih saja setia menanti di pintu gerbang sambil sesekali berteriak meminta di bukakan pintu tapi sia sia.


"Bro.. ayo pulang saja, percuma lu di sini, bos Jo dan semua keluarga tidak ada di sini, mereka sedang berada di kampung." tiba-tiba Robby muncul dan menepuk bahunya dari belakang.


"Dari mana lu tau, lu bilang lu ngak bisa menghubungi Johan, dan keluarga lainnya."


"Iya gua memang ngak bisa, tapi gua tau dari inces Janeet, tadi gua telp dia karna satu satunya yang bisa di hubungi hanya inces, yang lain sudah memblocir kontak gua, dan itu semua karna Lu."


Robby kesal karna Jones, semua orang memblocir kontak handphonenya, Jones diam laki laki itu duduk bersandar di jok mobilnya, wajahnya pucat pasi, bayangan sang istri yang teramat di cintainya itu terus melintas terus di pikirannya.


"Bagai mana kondisi istri gua sekarang, gua juga di blokir Robby, gua tidak tau bagai mana cara menghubungi istri gua, lu telepon Janeet please gua mau bicara dengan istri gua, gua mau minta maaf." ucap Jones lirih.


"Sory bro, istri lu tidak ada di sana, gua sudah pastikan pada Aldo."


"Aldo mau memberikan informasi pada lu, kalau begitu dia tau di mana istri gua, tolong beri tahu gua Robby." memelas.


"Tidak, Aldo tidak tau nyonya muda di mana, satu satunya orang yang masih mereslon gua cuma Aldo tapi dia tidak tau nyonya muda di mana."


"Apa yang harus gua lakukan bro.."


"Pulang, lu istirahat dulu biar bisa berpikir jernih." meski kesal Robby tetap perhatian pada sang sahabat.


"Tapi bro, gua ingin tetap di sini, mana tau istri gua tiba tiba pulang." ucap Jones lemah.


"Sory bro, lu tidak akan menemukan nyonya muda di sini, ayo pulang, kita akan pikirkan bersama bagai mana cara menemukan nyonya muda." bujuk Robby.


"Tapi gua akan tetap di sini."


"Terserah lu lah.., ini makanan lu makan deh, nanti lu mati, lu mau istri lu jadi janda dan anak anak lu jadi yatim terus istri lu bakal di nikahkan dengan laki-laki lain sama Johan anak anak lu punya papa tiri dan istri lu punya suami baru." ancam Robby.


"Jangan bicara macam macam Robby gua tidak suka." marah Jones menarik kerah baju Robby.


"Gua tidak macam macam, tapi itu akan terjadi kalau lu tidak jaga diri, terserah lu mau marah." melepaskan tangan Jones dari kerah bajunya.


Jones sangat kesal dan marah mendengar kata kata Robby, tapi memang itu akan terjadi kalau dia tidak lagi bisa menemukan atau memiliki Shafa, apa lagi kalau dia sampai mati.


Robby meninggalkan Jones sendiri di depan gerbang rumah mewah itu, Jones sendiri tetap duduk diam di dalam mobil mengawasi gerbang siapa yang keluar masuk dari sana tapi sayang rumah itu benar benar kosong, penghuninya tidak ada di dalam.


Sudah dua hari Jones di dalam mobil mengawasi dan menunggu orang yang bisa memberikan informasi atau mengizinkan di masuk, meski dia sadar tidak ada orang lain di dalam rumah itu.


Jones makan, minum, tidur di dalam mobil, anehnya dia tidak pub tidak buang air kecil apa lagi mandi, penampilan nya sangat kucel dan sangat berantakan.

__ADS_1


Selagi sibuk memikirkan istrinya sambil menangis meratapi kebodohannya tiba-tiba beberapa bodyguar datang menghampirinya, salah satu di antaranya mengetuk pintu mobil dengan sedikit kasar membuat Jones terkejut.


"Apa ..apaan kalian hahh, lu semua tidak tau siapa gua." emosi Jones, dalam keadaan kalut begitu tentu membuat amarahnya memuncak.


"Siapa lu kami tidak perduli, kami hanya di perintahkan untuk mengusir lu dari sini, merusak pemandangan dan merusak citra." jawab salah seorang di antara mereka.


"Apa lu bilang, mengusir ?, bangsat lu semua ya, tidak tau sopan santun dengan majikan." marah Jones.


"Sory kami tidak tau kalau lu majikan kami lagi, yang jelas tuan besar menyuruh kami mengusir lu, sekarang cepat tinggalkan tempat ini sebelum kami main kasar." jawab yang lain.


"Bangsat.., kurang ajar." teriak Jones, pandangan matanya menjadi kabur karna lapar sekaligus emosi.


Bukh...bukhh..bukh....


Tiga kali pukulan mendarat di dada, ketiga laki-laki yang mencoba mengusirmya itu, ketiganya sama.sama terjungkat kebelakang, meski lemah dalam keadaan marah Jones bisa juga mengeluarkan tenaga supernya.


Tidak sampai di situ Jones pun menghajar mereka satu persatu, membuat emosi ketiga nya juga ikut tersulut dan pada akhirnya membalas perbuatan Jones.


Baku hantam tidak bisa lagi di elakkan, tiga lawan satu hampir seri, namun kondisi tubuh Jones yang memang sudah lemah dari awal membuat dia ahirnya terkapar di depan gerbang rumah


mewah itu.


Karna tidak ingin menjadi tontonan, para bodyguar mengangkat tubuh lemah Jones dengan kasar lalu melemparkan ke dalam jok mobil, setelah itu mereka menghubungi asisten Jones agar datang menjemputnya.


Selang beberapa menit kemudian dua mobil langsung datang meluncur ke tempat di mana Jones berada, setengah berlari mereka menghampiri mobil berisi Jones di dalamnya.


Darah Robby mendidih melihat kondisi Jones yang babak belur dan mengenaskan, seketika dia berlari ke arah gerbang rumah mewah itu, begitu melihat Robby datang para bodyguar hanya pasrah kalau kalau jadi pelampiasan Robby karna telah menghajar sahabat bos mereka itu.


"Bajingan kalian semua ya, dasar manusia laknat kalian tau siapa yang kalian hajar itu kan, bangsat, dia itu majikan kalian suami anak pemilik rumah ini, kalian hanya kacung beraninya kalian membuatnya begitu." murka Robby menghajar mereka satu persatu, sampai ketiga bodyguar itu terkapar tidak berdaya di atas aspal.


Jones tidak sadar saat di bawa ke prakteknya sendiri, dokter Anton, dokter Ryan serta asisten merawat luka dan memasang infus di tangan Jones, setelah Jones sadar mereka masih sibuk menenangkan laki laki itu karna berontak ingin kembali ke rumah besar.


"Jones kondisi lu sedang tidak baik, lu lemah dan dehidrasi berat, belum lagi luka di tubuh lu yang banyak, please jangan menyiksa diri lu sendiri." nasehat dokter Ryan.


"Gua mau menemui istri gua Ryan tolong buka infus nya, gua harus meminta maaf pada istri gua tolong izinkan gua pergi." mohon Jones pada keempat laki-laki di depannya.


"Jones.., lu mau buat istri lu sakit ya, andai istri lu tau kondisi lu begini menurut lu dia tidak akan stres, gua yakin istri lu juga dalam tekanan, karna gua tau percis seorang wanita seperti istri lu pasti tidak akan sembarangan meninggalkan lu kalau tidak ada tekanan, jadi menurut gua lu sabar dulu, sambil pulihkan tenaga sambil memikirkan tindakan dan langkah selanjutnya." dokter Anton.


"Iya ..betul itu, lu pulihkan tenaga dulu, setelah itu kita pikirkan bersama dan kita akan cari bersama gua janji akan meluangkan waktu nemenin lu." dokter Ryan.


"Tidak lu semua tidak perlu temanin gua, cukup Robby saja, nanti lu ikut kena imbas karna bantuin gua, Robby saja sudah di blokir kontaknya." ucap Jones lemah.


"Ngak masalah gua bisa keluar dari rumah sakit mertua lu itu, tempat kerja kan tidak di situ saja." dokter Ryan.


Lu belum tau siapa mertua gua, lu bisa hancur sampai ke akar akarnya, keluarga gua saja gua yakin sudah mulai kena imbas."Jones.


"Bukan mulai Jones, sory keluarga lu sudah hancur usaha lu, saham lu dan beberapa usaha keluarga lu yang lain sudah amblas."Robby.


"Gua sudah yakin itu, semua juga karna mama gua, andai gua tidak percaya begitu saja apa kata mama gua setidaknya sekarang gua masih bersama mama gua, bodohnya gua." mengusap wajahnya kasar.


"Jadi lu berdua jangan terlalu ikut campur Ryan, Anton cukup bantu Jones merawatnya saja." ucap Robby.


Kedua sahabat seprofesi nya itu hanya bisa saling pandang, mereka sudah tau bagai mana tempramen Johan dari orang orang tapi mereka tidak menyangka kenyataannya lebih dari yang mereka dengar.


Jones sendiri yang masih sah sebagai menantu sanggup di hancurkan sebegitu rupa bagai mana dengan orang lain.

__ADS_1


Jones sudah kembali ke apartemen, dalam kondisi pemulihan Jones terus saja meratapi nasibnya yang malang menurutnya, malang karna mememiliki ibu yang jahat yang mampu menghancurkan rumah tangganya.


Sampai saat itu Jones tidak pernah menghubungi mamanya, Jones tidak pernah mencari tau kondisi mama dan Keluarganya, dia terlalu sakit hati dan kecewa pada ulah mamanya, meski dari lubuk hati dia tidak bisa membenci sang mama karna dia sadar walau bagai manapun mamanya adalah orang yang sama yang melahirkannya ke dunia ini.


Jones berusaha menghubungi Johan, Zahra dan keluarga lainnya tapi tetap tidak bisa, setiap jam dan setiap.waktu nomor mereka selalu ia hubungi meski sadar nomor handphone sudah di blokir.


Seminggu Jones berkurang di apartemen, pagi itu dia bangun lebih awal, karna sudah menjadi kebiasaannya.


Setelah mandi dan sholat subuh Jones langsung masuk dapur, dengan cekatan dia memasak beberapa menu andalannya menu paforit sang istri, selama seminggu dia rutin seperti itu, memasak meski hanya dia yang makan, tapi piring paforit Shafa selalu ia isi makanan.


Meski terlihat seperti orang gila, tapi Jones tidak perduli, dia bahkan sering bicara sendiri seakan akan istri ada di sampingnya.


Kalau malam dia akan mengelus elus tempat tidur di mana istrinya biasa tidur seakan akan ia sedang membelai dan mengelus elus istrinya itu.


"Sayang, Aa berangkat dulu ya, Aa ke rumah mama dulu ya, tunggu Aa pulang hmm." ucapnya di ambang pintu, sebelum menutup pintu apartemen Jones mengirimkan ciuman pada sang istri lewat udara.


"I love you beb.." Jones pun menutup pintu.


Laki-laki itu mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi menuju rumah besar, kali ini dia yakin semua penghuni rumah pasti sudah kembali di jam sekarang Johan pasti sudah berangkat kerja dan dia akan berusaha masuk untuk menemui mertua perempuan apa pun caranya.


Benar saja sampai di gerbang utama dia melihat pengawalan makin ketat, itu berarti semua orang sudah kembali.


Jones menginjak gas mobil kuat mobil melaju dengan kencang tepat di pertengahan pintu terbuat dari besi campur baja, laki laki itu benar benar nekat.


Dia tidak perduli meski nyawa menjadi taruhannya karna dia yakin meski menginap tujuh hari tujuh malam di depan gerbang pintu itu tidak akan terbuka untuknya.


"Bismillah.., mau kerumah sakit atau kuburan, yang penting izinkan hamba bertemu istri hamba ya Allah meski untuk terakhir kalinya." ucap Jones dalam hati, matanya terpejam sebelum mobil mewah itu sampai dan membentur pintu.


Brakkk.....


Hantaman maha kuat terjadi antara pintu dengan mobil mewah itu, untung para bodyguar yang berniat menghalanginya masuk sudah menyingkir lebih dulu kalau tidak sudah pasti gepeng seperti kerupuk emping.


Allahuakbarr.. teriak semua orang yang melihat, mobil mewah yang bahan materialnya juga bercampur baja itu, entah yang mana yang kalah pintu besi baja itu atau mobil Jones beserta Orangnya.


Allohuallam...


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Hai teman-teman author dan teman teman pembaca yang baikΒ  terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.


Mari tetap semangat dan saling support


Dengan cara :


☘ LIKE


☘ RATE


☘ VOTE


☘ HADIAH yang banyak


☘KOMEN yang sebanyak banyaknya.


Wo Ai Ni all..

__ADS_1


Happy Reading.


__ADS_2