
"Kenapa kakak diam aja, kakak ada masalah hmm ceritakan pada mama nak." Zahra menghampiri Shafa yang duduk sendiri di ayunan kayu yang terbuat dari jati di taman belakang rumah.
Jones sendiri sedang sibuk memasak sesuatu untuk sang istri. Zahra duduk di samping Shafa sambil berayun.
"Kak.. kok diam sih mama tanya ??."
"Enghhhh ngak apa apa mama."
"Ngak apa apa kok mama lihat melamun terus dari tadi hmmm, kenapa cerita ke mama kak."
"Ma.. apa Shafa bisa hamil ??, waktu Aa operasi Shafa apa ada yang Aa rahasiakan ?."
"Ngak sayang, ngak ada, memang kenapa ? kok Shafa nanya gitu kakak emang udah siap punya anak ?, kakak kan masih kuliah, suami kakak udah pengen punya anak ??." membelai rambut panjang Shafa.
"Ngak ma, Aa katanya belum siap punya anak, tapi mama Aa bolak balik tanya kenapa Shafa belum hamil, mama udah pingin punya cucu."
"Terus Aa kakak bilang apa ke mamanya."
"Aa bilang kita KB dan belum siap punya anak."
"Aa kakak bilang gitu ?,terus kenapa kakak bingung, kak.. kalian itu tidak pacaran karna kakak juga tidak mau pacaran dan tidak boleh bukan, dalam hal ini suami kakak ingin kakak nyaman dan merasakan kasih sayang dan cintanya secara utuh sebelum punya anak, kalau sudah punya anak kasih sayangnya tetap namun perhatian pasti berbagi jadi suami kakak ngak mau itu."
"Gitu ma ?."
"Hmm iya dong, laki-laki yang tulus sayang dan cinta pada wanitanya akan melakukan itu agar wanitanya bahagia."
"Tapi mama mertua gimana ??."
"Jalani saja seperti yang suami kakak mau, kebahagiaan kalian yang utama, kalau memang suami kakak belum siap punya anak yah bukan salah kakak dong."
"Begitu ma ?."
"Iya sayang."
"Tapi ma, tadi mama Aa bilang kami harus lepas KB kalau dalam tiga bulan ini Shafa ngak hamil juga Shafa harus rela Aa menikah lagi." menunduk Sedih.
"Apa..." suara Zahra meninggi karna terkejut.
"Iya ma, mama suruh Aa menikah kata mama Dara kalau Shafa ngak hamil juga berarti Shafa mandul." bulir air mata mulai merembes dari pelupuk mata indah Shafa.
Zahra shoc, apa yang ia khawatirkan terjadi juga untuk sesaat wanita cantik itu terdiam, ia marah, kecewa dengan perkataan besannya itu.
"Lalu Aa kakak bilang apa." Zahra.
"Saya bilang belum siap punya anak ma, tunggu istri saya lulus kuliah dan berumur di atas dua puluh tahun." jawab Jones yang tiba tiba muncul dengan nampan berisi nasi goreng di tangannya.
Dia memang tidak mendengar semua pembicaraan kedua wanita itu tapi pertanyaan terahir Zahra sungguh membuat hati Jones meronta untuk menjawabnya.
"Lalu mama kamu bilang apa." Zahra.
"Ma.. jangan khawatir aku tidak akan pernah menduakan istri saya meski mama memaksa, saya tidak perduli apa tanggapan mama saya anaknya bukan cuma saya kok, apapun keputusan saya mama saya tidak bisa ikut campur."
Zahra mengangguk angguk.
"Tapi Aa kalau Aa tidak menurut sama mama nanti Aa durhaka, ngak boleh itu." Shafa.
"Dede tidak usah pikirkan apa yang mama bilang biar Aa yang atasi ok,kalau cuma karna ngak menuruti mau mama tidak akan durhaka sayang, kecuali Aa djolim sama mama." Jones.
"Ya sudah, mama masuk dulu."
"Iya mama."Shafa.
"Ya ma, ma.. tolong jangan kasih tau papa ya, mama tau sendiri papa kurang respek ke mama saya." mohon Jones.
"Ya.." Zahra berlalu dengan hati tidak menentu.
Jones lalu membantu Shafa turun dari ayunan, laki-laki itu berjalan sambil menggandeng tangan sang istri.
Keduanya lalu duduk di sopa taman, Shafa duduk miring di atas pangkuan suami positifnya, tangan wanita itu sibuk menghitung kancing kemeja suami berulang ulang dengan mulut penuh berisi nasi goreng yang di suapi Jones.
__ADS_1
"Aa.."
"Hmm, kenapa sayang."
"Kita lepas Kb saja ya, Shafa mau kok punya bayi."
menyentuh dada Jones dengan tangan lembunya sembari ujung jari membuat pola zikzak di sana.
"Jangan menggoda Aa sayang, kalau dede minta jangan di taman dong, nanti di kamar Aa layani seberapa banyak ronde yang dede mau." senyum mesum Jones.
"Aa Shafa serius."
"Iya Aa juga serius sayang."
"Aa."
"Sayang.. istri Aa yang cantik cinta mati Aa, suami dede ini belum siap punya bayi yank, kita pacaran dulu ya, nanti kalau sudah siap baru kita cetak."
"Tapi Aa."
"Sttt sudah jangan di bahas lagi, dede harus nurut sama Aa oke, keputusan itu ada di tangan Aa, nanti kalau sudah waktunya Aa pasti hamili dede."
Kekehnya.
"Ishhhhh Aa."
Pasangan suami istri itu saling bercanda, tawa bahagia tampak di keduanya, tampa mereka sadari sepasang mata sejak tadi mengawasi lewat dinding kaca, dari lantai atas rumah mewah itu, keningnya berkerut berpikir keras.
"Sampai berani lu menduakan putri gua, gua pastikan seluruh keluarga lu akan sengsara termasuk lu, lu tidak akan pernah bertemu putri gua seumur hidup lu." gumam Johan dalam hati.
"Koko, lagi ngapain." Zahra memeluk Johan dari belakang.
"Tidak apa apa sayang." menggenggam kedua tangan Zahra.
"Ngak apa apa tapi matanya ke bawah." lirih Zahra.
"Tadi kakak cerita apa yank."
"Pasti perempuan tua bangka itu menyakiti hati anak perempuan koko lagi kan, kali ini lebih parah, dia menyuruh Jones menikah lagi."
"Kok tau ko." melonggarkan pelukannya.
Johan berbalik kemudian memeluk Zahra erat penuh rasa sayang dan cinta, meski sudah punya banyak anak dan sudah lama menikah tapi Johan tetap memperlakukan Zahra seperti semula sejak awal pernikahan mereka, dia tetap berlaku mesra bahkan makin bucin.
"Sayang lupa ya koko bisa baca gerakan mukut dan bibir seseorang, sayang ingat apa kata bodyguar kakak waktu mereka ke kampung mama si Jones, perempuan sial itu mau menjodohkan Jones dengan wanita lain bukan, karna itu koko makin yakin dengan pembicaraan sayang dan kakak tadi."
"Lalu gimana ko, aku ngak mau putri kita sampai berbagi suami, aku ngak iklas ko, aku takut putri kita benar benar ngak bisa punya anak ko, andai itu terjadi bagai mana." mulai terisak.
"Kalau Jones benar benar akan menghianati putri kita dengan menikahi wanita lain koko pastikan dia akan sengsara seumur hidupnya, koko juga tidak mau putri koko di duakan, orang tua mana yang mauelihat putrinya di poligami, koko akan berusaha keras untuk memisahkan mereka."
"Bagai mana dengan kakak ko, apa dia mau meninggalkan suaminya."
"Kita punya seribu satu cara sayang, tapi sayang jangan kwatir Jones tidak akan melakukan itu kecuali di jebak atau dia sudah gila, mungkin sudah jadi mayat baru mamanya bisa menikah kan dia dengan wanita lain, kalau napasnya masih ada di dadanya dia tidak akan melakukannya."
"Semoga koko, semoga putri kita bisa hamil."
"Aminn.. emang sayang sudah siap jadi grandma." goda Johan.
"Yahh siap aja ko, namanya anak kita sudah menikah, emang koko ngak."
"Sama aja sayang, bagus malah kan tambah ramai rumah kita, rindu suara bayi, adek Wu sudah tidak mau di uyel uyel lagi apa lagi inces, uyel uyel sayang koko ngak tega tiap hari."
"Koko.." mencubit perut Johan.
*******
Sudah lima bulan berlalu, kini Shafa makin sibuk dengan kuliahnya sementara mama Dara makin ribut mendesak agar Shafa hamil.
Mama Dara bahkan sampai datang tiga kali seminggu ke apartemen Jones karna Jones tidak pernah mau mengunjungi mamanya ke rumah sang mama untuk menghindari percekcokan dengan sang mama apa bila bertanya hal yang sama lagi.
__ADS_1
Setiap kali datang mama Dara harus kecewa karna kedua orang itu tidak pernah ada di apartemen karna kesal mama Dara ahirnya menemui Jones ke rumah sakit.
Mama dara masuk keruang praktek Jones setelah semua pasien sudah di layani, wanita paruh abat itu menghempaskan bokongnya di kursi di hadapan Jones yang tengah menatapnya.
"Gimana sih, sudah lima bulan mama kok belum dengar isti mu hamil juga, kalau begini mama akan carikan kamu istri."
"Ma.. jangan buat aku durhaka pada mama, hargai keputusan ku ma, aku belum siap punya anak mama."
"Sampai kapan, kamu sudah tua Jones."
"Sampai aku siap."
"Kalian sudah lama menikah belum puas juga berduaan terus, jangan jangan istri mu itu benar benar mandul."
"Bagai mana kalau aku yang mandul, mama yakin istri ku mandul ??."
"Itu tidak mungkin, keluarga kita semua nya subur subur dan punya anak banyak, tidak ada yang tidak punya keturunan."
"O yaa.. lalu keluarga istri ku gimana, mama lihat ngak mama mertua ku meski sudah mulai berumur tuh sekali lahir langsung kembar lima, setelah itu masih lahir dua adik lagi, lalu siap yang lebih subur menurut paktor keturunan."
Mama Dara terdiam.
"Mama percaya kamu subur."
"Kalau tidak bagai mana ?? menurut mama mertua ku akan meminta istri ku meninggalkan aku lalu menikahkan putri mereka dengan orang lain, mama kira otak mereka sepicik otak mama, maaf mama aku sudah lelah mendengar kata kata mama, aku lelah mama, aku takut lama lama aku durhaka pada mama, jadi tolong jangan ganggu rumah tangga ku."
Mama dara tetap diam.
"Anak mama bukan cuma aku, Jack saja yang lebih dulu menikah dari ku belum punya anak, jadi siapa yang tidak subur, apa mama pernah meminta Jack menikah lagi ? tidak kan ??, kenapa mama sangat membenci istri ku, sudah sering ku bilang kalau Kecelakaan yang terjadi padaku dulu bukanlah salah istri ku tapi aku yang terlalu mencintai nya, jadi tolong jangan sakiti hati istri ku lagi ma, jangan buat dia sedih lagi ku mohon ma."
Mama dara merdiri lalu berjalan keluar, sebelum menutup pintu mama Dara berbalik.
"Kalau kamu ngak mau durhaka maka menikah dengan wanita pilihan mama." lalu menutup pintu.
"Tidak akan ma tidak akan." jawab Jones dan masih terdengar oleh sang mama sebum pintu benar benar tertutup.
"Loh.. mama." gumam Shafa melihat mama mertua keluar dari ruangan suaminya, namun ia tidak sempat menyapa karna jarak yang cukup jauh.
"Sayang, sudah istirahat hmm." berdiri menyambut kehadiran Shafa di ruangannya.
"Sudah Aa, mama tadi kemari ya." masuk kedalam pelukan Jones.
"Iya sayang, mama mau bilang kalau mama akan berangkat ke bali bersama teman teman sosialita nya dan mama mau minta uang."
"Oo ya, kenapa ngak telepon aja Aa." curiga.
"Mama mau bertemu juga, katanya kangen karna kita sudah lama tidak ke rumah." berusaha agar tidak ketahuan bohong nya.
"Apa mama tanya kehamilan lagi."
"Iya sayang, tapi cuma tanya saja kok."
"Ngak ada yang lain .."
"Ngak sayang."
"Sungguh..?"
"Sungguh sayang ku, masa ngak percaya sih saam Aa hmmm, sudah ahhh Aa lapar ayo kita makan siang, dede mau makan di mana sayang." mengalihkan pembicaraan.
"Terserah Aa."
"Oke mari kita berangkat."
***********
Like, Rate, hadiah, Vote dan komen ya All
Aku tunggu
__ADS_1
Happy Reading.