UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )

UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )
66. Stop gils.


__ADS_3

"Bagai mana keadaan lu, sudah lebih baik." tanya Johan menatap Jones dingin.


"Sudah papa mertua, sekarang aku sudah


siap menikahi putri mu." tersenyum lebar.


"Cih.. masih belajar jalan pun, sok banget."


cebik Robby.


Sejak koma hampir satu bulan tentu membuat otot otot Jones menjadi kaku dan tegang karna motoriknya tidak berfungsi dengan baik selama Jones tidak sadarkan diri.


"Lu jangan gitu dong, gini gini gua masih


sanggup melemparkan lu ke kandang singa."


sinis Jones.


"Sok kuat, jangan banyak bacot pulihkan dulu tenaga lu baru cerita." Johan.


"Baik papa mertua, aku patuh deh." Jones.


"Dasar otak udang, lu kira segampang itu mendapatkan putri gua, no.. no lu masih harus berjuang lebih keras lagi." Johan.


"Hahhh kurang keras apa lagi bos ??." Jones.


"Lu pikir sendiri." Johan.


Laki-laki itu berlalu dari dalam ruangan perawatan Jones dengan wajah jutek dan dingin, tak lama setelah kepergian Johan putrinya malah datang di temani tiga bodyguard.


Namun hanya Asiah yang ikut masuk ke kedalam ruangan, setelah menemani Shafa dan membantu gadis itu membawa rantang makanan Asiah lalu keluar meninggalkan Shafa dan Jones duduk berdua.


"Bawa apa gils." tanya Jones semangat


empat lima.


"Bubur ayam Uncle, Uncle mau kan ?." membuka tutup rantang lalu mengambil sendok.


"Mau banget, siapa yang masak, kamu ya."


" Henghh.. masih belajar."


" belajar aja udah enak apa lagi udah mahir." oceh Jones bahagia memakan bubur ayam buatan Shafa dengan antusias.


Shafa memperhatikan Jones yang sedang menyuapkan makanan ke mulutnya, mata gadis itu melihat seksama mata Jones yang


berwarna biru.


"Uncle.. kok mata Uncle warnanya bilu ??, Uncle pakai softlens ya ?."


Hukkhh.. tersedak dan batuk.


"Hahaha ngak gils, ini asli, justru yang lama


yang palsu." jelas Jones.


"Lohh kok gitu, kok palsu ?."

__ADS_1


" Aku keturunan Irlandia, sunda gils, tepatnya papa ku Irlandia dan mama sunda."


"Tapi kenapa kak Jack dan kak Fio matanya coklat pakai softlens juga Uncle."


"Ngak gils, papa kami beda." jelas Jones sedih.


"Kok beda ?."


" Mama dulu menikah dengan papa di bali, tapi tidak lama karna papa harus kembali ke negaranya papa meninggalkan mama di sini dalam keadaan hamil aku tapi papa tidak tau."


Menarik napas berat.


"Ohhh lalu, Uncle udah ketemu papa Uncle."


Ikut sedih tapi masih kepo, untung yang bertanya Shafa kalau orang lain tidak akan di jawab.


"Belum pernah gils, pernikahan mama dan papa tampa restu orang tua papa jadi papa di jemput paksa pulang oleh orang tuanya."


"Kakek, nenek Uncle, ngak boleh bilang gitu walau bagai mana pun mereka orang tua papa Uncle jadi ya nenek sama kakek Uncle dong." omel Shafa.


"Iya gils, maaf."


"Lalu kok pakai softlens, kan bagus matanya Uncle." memperhatikan mata Jones seksama, membuat laki-laki itu gemas.


"Dulu banyak orang yang membuly aku, aku jadi minder dan sering berantem karna di bilang anak haram, makanya aku pakai softlens." sedih.


"Owhhh gitu ya." diam dan berpikir.


Jones langsung menggenggam tangan kecil Shafa karna takut gadis itu berpikir jelek padanya lalu menjauhinya.


"Kamu ilfil sama aku ya gils, kamu juga


"Ehh ngak ada anak haram Uncle, anak itu terlahir dengan suci perbuatan mama papanya saja yang haram, jadi ngak ada hubungannya dengan anak." jawab gadis itu bijak.


"Kadang kamu itu dewasa dan kadang seperti anak anak, huffhh kan masih anak anak emang." tawa Jones dalam hati.


"Lalu kamu kenapa gils, jadi kok kayak mikir gitu ?." tanya Jones karna Shafa kembali diam.


"Pantas Uncle kayak om om bule gitu, ternyata emang bule, kok Shafa ngak sadar ya."


"Sini tak sadarkan." tawa Jones.


"Udah sadar pun, Uncle aja yang baru bangun." bibirnya maju beberapa centi kedepan.


"Hahaha lalu mikirnya apa tentang aku."


"Shafa pikir kalau Shafa menikah dengan Uncle pasti bagus banget, kan lengkap di rumah ada mata sipit tambah Uncle mata bilu, perbaikan keturunan namanya." jawabnya polos.


Hahhh Jones menganga.


"Awas jangan di buka mulut Uncle lebar lebar nanti di masukin lalat, hahaha."


"Kamu ya gils, kalau kemasukan lalat ogah lah


tapi kalau kemasukan bibir kamu


mau pake banget." cicit Jones.

__ADS_1


"Apa.." melotot.


Hahahaha....


"Ishhh Uncle jorok."


"Enak gils, masa jorok sih."


"Uncle.."


"Sayang."


"Hisss.. Uncle kata papa Uncle suka sama


Shafa ya." tembak dua belas pas.


"Hahhh.. papa kamu bilang gitu ??."


"Henghhhh.. Uncle mau ngak menikah dengan Shafa ??." sangat polos.


Hahhhh ..


"Uncle.. Shafa tanya lo, mau ngak menikah


dengan Shafa." siaran ulang.


"Ehhh Stop.. stop gils." ucap Jones spontan membuat gadis itu terkejut.


Bola mata Shafa langsung berair, ia menunduk karna malu, tidak di sangka lamarannya mendapatkan penolakan dari Jones, padahal


sang papa yang bilang kalau laki-laki itu jatuh cinta padanya.


Shafa membuang muka ke arah lain agar Jones tidak dapat melihat air mata yang mengalir di wajah cantiknya.


*******


Habis lah kau Jones ngambek anak


orangkan, siapkan jurus mu wkwkwkwk.


Hai teman-teman author dan teman teman pembaca yang baik  terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.


Mari tetap semangat dan saling support


Dengan cara :


🌺 LIKE


🌺 RATE


🌺 VOTE


🌺 HADIAH yang banyak


🌺 KOMEN yang sebanyak banyaknya.


Wo Ai Ni all..

__ADS_1


Happy Reading.


__ADS_2