
Setelah yakin kondisi Jones sudah memungkinkan di bawa pulang ke ibu kota Johan membawa putri sulungnya itu pulang, Jones dengan suka rela ikut pulang karna Shafa pulang, andai gadis itu belum pulang dia mungkin akan ikut bertahan di sana.
Nazwan sendiri sudah lebih baik, meski berat hati melepaskan kepulangan sang putri tapi dia harus rela, apa lagi dia tau banyak yang mengincar Shafa karna dia juga putri Johan dan keselamatan Shafa tentu lebih utama apa lagi pengawal Shafa yang makin di perketat oleh Johan.
Kini mereka duduk di kursi pesawat yang sangat mewah dan eksklusif milik keluarga, sama sama di pesawat yang sama tapi dengan jarak kursi yang cukup jauh membuat Jones kesal pada sang bos karna membuat dia berjauhan dengan pujaan hatinya itu.
"Dasar si bos, masa kami duduknya berjauhan banget sih, satu di ujung satu lagi paling ujung papa mertua payah." omel Jones.
"Kalian berdua sama payahnya." Robby.
"Yang payah ya si bos, parah abis jadi orang putrinya di sukai dan di cintai laki-laki tampan dan super baik begini malah di cuekin."
"Uekkk sadar bro, obat mu makan nanti kejang kejang hahaha."
"Cihh lu sama aja."
Shafa yang duduk bersama sang papa asik berbinar dengan segala macam topik, Johan banyak memberikan masukan dan nasihat tentang pergaulan anak muda jaman sekarang yang kelewatan.
Johan mengajari putrinya itu agar tidak dekat dengan laki-laki, agar bisa menjaga diri, karna Shafa harus pokus pada kuliahnya dan Shafa harus menjadi contoh bagi adik adiknya.
Meski Johan tau Shafa sedang melakukan itu, meski dia tau anak perempuannya itu sangat taat pada ajaran agama namun sebagai orang tua Johan tidak pernah bosan memberikan wejangan seperti itu di setiap waktu yang ia punya bersama anak perempuannya.
Shafa tau papanya melakukan itu karna sayang padanya, karna itu Shafa selalu menurut apapun yang di katakan sang papa apa lagi menjurus ke hal yang baik dan benar.
Tidak terasa pesawat pribadi yang mereka naiki sampai di bandar udara tujuan, setelah turun dari pesawat Johan mengajak putrinya itu berbelanja keperluan Zahra, Johan sengaja membawa Shafa agar Jones tidak banyak tingkah.
__ADS_1
"Sekali lagi maafkan Shafa Uncle, karna Shafa Uncle jadi begini." menunduk sedih.
"Tidak apa apa gils, sudah kewajiban ku justru aku pasti akan sangat menyesal andai terjadi apa apa pada kamu aku tidak akan bisa memaafkan diriku." ucap Jones tersenyum lebar saat melihat Shafa yang tampak murung.
"Sudah dengar kan gils, sekarang ayo kita pulang kita belanja dulu untuk mama." membelai kepala putrinya penuh kasih sayang.
"Iya papa."
"Sekali lagi terimakasih sudah menolong putri gua, ingat lu harus banyak istirahat dan lu harus segera ke rumah sakit periksa lanjut lu akan di temani Robby."
"Baik bos ehhh papa." senyum Jones.
"Syetan." umpat Johan, Jones tak bosan bosan menggoda papa dari pujaan hatinya itu.
Sepeninggal Johan dan Shafa, Robby membawa Jones langsung ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.
Sudah dua bulan berlalu setelah kepulangan Shafa dari kota kelahirannya, ia sendiri sudah kembali sibuk dengan aktivitas kuliahnya, pengawalan gadis itu makin ketat saja membuat ia risih, meski tidak ada yang tau kalau orang yang bersama Shafa pengawalnya namun Shafa tetap merasa janggal.
Jam istirahat telah tiba para mahasiswa dan mahasiswi berhamburan keluar kelas, ada yang kekantin ada yang ke perpustakaan ada juga yang duduk diam di dalam kelas seperti yang di lakukan Shafa dan Niken.
"Nona, mau makan sekarang atau gimana ?." tanya Niken sopan.
"Shafa belum lapar kak, Shafa mau Sholat dulu abis Sholat baru kita makan."
"Baik nona, saya akan beritahu kak Asiah dan Lila." Niken langsung menghubungi Asiah dan Lila agar lebih dulu ke musholla wanita menunggu Shafa dan Niken.
__ADS_1
Sementara pengawal lainnya mengawasi dari jauh , Shaga dan Niken berjalan beriringan menuju Musholla namun tiba-tiba Dino laki laki yang beberapa bulan lalu bertaruh dengan kawan kawannya untuk mendapatkan Shafa muncul di antara mereka.
☘☘☘☘☘☘
Hai teman teman Author dan teman pembaca salam sehat dan sayang dari madina ya
Maaf akoh sering lama Up karna kesibukan di dunia nyata yang memburu.
Tetap Stay
Jaga kesehatan
Prokes berjalan
Mari saling mendukung
☘LIKE
☘VOTE
☘RATE
☘HADIAH
☘KOMEN YANG BANYAK
__ADS_1
WO AI NI
HAPPY READING..