
"Hallo cantik." lagi lagi Dino datang dengan pasang muka tembok.
'Assalamualaikum wrwb, hai juga kak." jawab Shafa singkat seperti biasa.
"Pulang kuliah jalan yuk, aku ulang tahun nih ngak ada yang nemanin dan merayakan."
"Maaf kak, kami ngak bisa."
"Kok ngak pernah bisa sih, ayolah plis sekali ini aja ya, aku janji ini yang pertama dan juga yang terahir. " bujuk laki-laki itu menjajarkan langkahnya dengan Shafa dan Niken.
"Lu ngak dengar nona Shafa bilang apa, bandel banget sih lu jadi orang, udah sana jauh jauh jangan dekati nona, udah di tolak juga masih aja ngikutin, dasar ngak punya harga diri."
"Diam lu babu, baru jadi babu lu udah banyak gaya dasar, yang ngak tau diri itu Lu." marah Dino pada sang bodyguar.
"Kakak bilang apa tadi ?, babu ? maaf kak Shafa tidak suka dengar bahasa seperti itu, silahkan jauhi kami, jangan pernah datangin Shafa lagi Shafa ngak suka." ucap Shafa dengan nada tegas pelan namun menekan.
"Ehhh sory.. gua kadung emosi gua ngak bisa mengendalikan diri gua."
Shafa tidak lagi menjawab kata kata Dino, ia kesal dengan bahasa Dino yang menurutnya kasar, gadis itu berjalan menyusuri koridor kampus menuju ruangannya tampa perduli dengan Dino yang berkali kali meminta maaf.
"Sial.. lu sombong banget ya, sebentar lagi gua pastikan lu akan merangkak di kaki gua untuk minta di nilahi, cih.. kalau bukan karna takut kalah taruhan dan bayar lima ratus juta gua ngak akan sudi ngejar ngejar lu, harga diri gua hilang, lagian bisa aja wajah Lu emang jelek dan cacat makanya di tutup cadar."
Umpat Dino kesal, kakinya menendang kuat tong sampah yang ada di dekatnya, sementara dari jauh Asiah dan Lila tampak memperhatikan gerak gerik Dino, lalu mereka saling bertukar pesan dengan bodyguar lainnya agar waspada dan berhati hati.
Hari itu Jones tidak ada jam pembelajaran di kelas Shafa, namun laki laki itu tetap datang kekampus karna ingin menemui gadis pencuri hatinya itu, Jones memang hanya mengajar di kelas Shafa saja dia masuk cuma tiga kali pertemuan dalam satu minggu di kelas Shafa, sisanya Jones lebih banyak di Rumah sakit dan praktek pribadinya.
Jones menunggu Shafa di dalam mobilnya di samping mobil mewah milik gadis itu, namun Jones heran mengapa di dalam mobil atau di sekitar mobil Asiah serta Lila tidak tampak, biasanya para bodyguard itu akan menunggu majikannya di dalam mobil atau di kursi yang ada di sekitar parkiran itu.
__ADS_1
Tiba tiba hati Jones terasa sakit, ia memegangi dadanya ada desiran aneh di sana, entah apa yang ia takutkan tapi ia sangat takut, bercampur cemas dan penasaran Jones turun dari dalam mobil lalu melangkah ke arah mobil Shafa,
Jones terkejut melihat pintu mobil yang sedikit terbuka, lalu ia menarik gagang pintu itu.
"Astaga.. apa yang terjadi pada kalian." Jones membuka penyumbat mulut Asiah dan Lila.
Lila dalam keadaan sadar sementara Asiah masih dalam pengaruh obat bius, terlihat di wajah dan bagian tubuh lainnya ada luka lebam bahkan berdarah.
"Dokter.. cepat tolong nona, tinggalkan saja kami."
Ucap Lila sambil berusaha melepaskan tali yang mengikat kakinya, kemudian ia meletakkan pengikut tangan serta kaki Asiah.
"Apa.. di mana Shafa." teriak Jones cemas.
"Ada yang mau menculik nona dokter, nona tadi masih di kelasnya, tolong cepat dokter aku akan menghubungi yang lain."
Jones masuk kedalam kelas Shafa dengan hati gelisah, ia melihat di dalam ruangan itu tidak ada siapapun, namun ia melihat tas dan barang barang Shafa masih ada di kursinya.
"Kemana kamu gils, tidak mungkin ikut ke dalam Auditorium, Niken ya aku akan menghubungi gadis itu."
Setelah mengambil barang barang Shafa Jones langsung keluar mencari kedua gadis itu, Jones berlari kembali kearah parkiran tapi dari arah ujung parkiran ia melihat beberapa orang yang mencurigakan masuk kedalam mobil sedan warna hitam dengan gerak gerik aneh.
Sementara itu di tempat lain.
"Hahahaha ahirnya, dasar perempuan sundal lu selalu ikut campur urusan gua, sekarang rasakan gua akan pakai lu dulu baru perempuan bercadar itu." ucap laki laki itu sambil membuka kancing baju dan celananya.
Umhhhh mmmm
__ADS_1
"Apa .. apa, hahhh mau minta di puasin, okee aku akan memuaskan mu perempuan lalu setelah itu baru nonamu hahaha."
Jones yang berlari ke arah mobil sedan tiba tiba mendengar suara berisik dari dalam mobil box yang ia lalui, parkiran itu memang sangat sepi meski banyak kendaraan terparkir di sana.
Jones mundur dan mendekati mobil tertutup itu, dari luar ia bisa mendengar suara laki-laki dan suara orang lain yang suaranya tidak jelas terdengar karna mulutnya seperti tertutup sesuatu.
*************
Hai teman-teman author dan teman teman -pembaca yang baikΒ terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.
Mari tetap semangat dan saling support
Dengan cara :
πLIKE
π RATE
π VOTE
π HADIAH yang banyak
π KOMEN yang sebanyak banyaknya.
Wo Ai Ni all..
Happy Reading
__ADS_1