UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )

UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )
153. Minta suami.


__ADS_3

Ting..


Pintu apartemen terbuka dari luar, lalu muncul Robby membawa beberapa makanan, Robby terkejut mendapati Jones duduk bersama teman temannya di sopa ruang tamu.


"Hai.bro..lagi pada ngumpul nih, gua ganggu ngak." sapa Robby.


"Hai juga sobat, ngak ganggu sama sekali, kita cuma lagi bahas pasien kok." dokter Ryan.


"Ohhh ya, ini gua bawa makanan, sory cuma ini doang, gua ngak tau kalau lu semua pada ngumpul di sini." Robby meletakkan kotak makanan yang ia keluarkan dari plastik.


"Ngak apa sobat, kita juga sudah pesan makanan delivery kok." dokter Anton.


"Iya nih.. si sobat ngak mau masak buat kita, katanya masakannya cuma buat nyonyanya." ucap dokter Ryan melirik Jones.


"Hahahaha gua aja ngak di bagi, cuma jadi ojek doang, mana ngak di bagi lagi." Robby.


"Sudah lah, bagai mana kabar istri gua bro.." Jones.


"Baik.bro, sangat baik, sejak dapat kiriman makanan dari lu setiap hari nyonya muda mau makan." Robby.


"Syukurlah bro, gua mikirin istri gua terus istri gua sangat kurus waktu kami bertemu kemarin." ucap Jones menunduk sedih.


"Lu jangan kwatir lagi,nyonya muda sangat baik sekarang yang lu kwatir sekarang harusnya mertua laki-laki lu, dan sebentar lagi gua yakin lu bakal kena imbas kekesalan mertua lu." tawa Robby terpingkal pingkal saat mengingat kata kata Zahra tadi, membuat semua orang bingung.


"Kenapa emang .." Jones duduk tegak.


"Istri lu membuat mertua lu kalang kabut." masih tertawa.


"Maksud lu." tanya Jones makin bingung.


"Bos Jo sekarang di buat repot nyonya muda, minta di belikan yang aneh aneh, yang lebih seru harus bos Jo langsung yang beli dan cari, ngak tanggung tanggung caranya sampai keluar negeri." Robby lalu bercerita panjang lebar menurut yang ia tau dan dengar dari Zahra dan para maid.


Hahahahaha Suara tawa pecah di apartemen itu, Jones yang sudah lama tidak tertawa lepas seperti itu memegangi perutnya karna terasa sakit, namun detik kemudian ia terdiam.


"Kenapa gua tertawa, bukannya harusnya gua yang nurutin semua keinginan istri gua,harusnya sebagai suami gua yang di repotin, lu semua tau ngak momen seperti itu yang gua inginkan, gua impikan, momen saat istri gua membuat gua repot, gua yang harusnya mengikuti dan memenuhi keinginan istri gua." ucap Jones.


"Iya harusnya lu, harusnya kan, tapi lu berjauhan dengan istri lu, kata nyonya Ara dan nyonya besar itu hukuman karna sudah menjauhkan nyonya Shafa dan suaminya jadi bos Jo harus terima risikonya sendiri." Robby.


"Iya tapi tetap saja gua merasa tidak berguna, di saat istri gua ingin sesuatu malah minta sama yang lain." menunduk.


"Jones, emang lu maunya begitu ?, ngak kan, yah lu memang salah tapi mertua lu yang bersikeras tidak mau memaafkan lu dan menjauhkan lu dengan istri lu, jadi wajar aja dia yang nuruti mau myonya muda, lagian tuan Jo menuruti kemauan putrinya kok, jadi sah sah ajakan." dokter Anton.


"Ya.. betul Jones lu jangan sedih gitu dong." dokter Ryan.


"Dari pertama kali menikah sampai istri gua hamil gua terus yang memenuhi kebutuhan serta memanjakan istri gua, sekarang karna kebodohan gua sendiri gua harus berpisah dengan istri gua." ucap Jones sedih.


"Berdoa saja, semoga permintaan nyonya muda berikutnya seperti yang di ucapkan nyonya Ara." senyum Robby.


"Apa itu.." dokter Ryan, dokter Anton.

__ADS_1


Jones menatap Robby menunggu jawaban laki-laki itu yang masih tersenyum geli.


"Katanya nyonya Ara, bisa saja nanti minta suaminya." Robby.


"Hahhh.. maksud lu." dokter Ryan.


"Nyonya muda selalu meminta apapun yang ia mau, kalau tidak di turuti bos Jo nyonya muda ngambek, nangis dan mengancam ngak mau makan, semua di turutin kan, ntar lagi minta suaminya apa bos Jo sanggup menolaknya ?." Robby.


"Hahahah semoga saja." dokter Ryan.


"Ya .. semoga permintaan berikutnya lu sobat."


dokter Anton.


"Aminn.." Jones.


****************


"Mama.. mama mau kemana ?." panggil Piyo pada mama Dara yang berjalan buru buru bersama seorang wanita muda dan ****.


"Menemui kakakmu lah." mama Dara.


"Apa ma.., ke apartemen kakak, kakak tidak di sana ma, lagian kenapa membawa wanita ini, kok mama belum sadar juga sih, yang di cintai kak Jones istrinya kak Shafa." Jack.


"Jangan banyak bicara dan jangan ikut campur." kesal mama Dara, masuk kedalam mobil si perempuan.


"Mama belum sadar juga ya, jangan menyesal nanti ma, kalau mama harus kehilangan kak Jones, ingat ya ma."Piyo.


Mama Dara tidak perduli dia dan sang wanita meninggalkan kedua anak laki-laki itu di pinggir jalan.


"Kenapa bang .." istri Jack.


"Mama ke apartemen kak Jones bersama wanita." jawab Jack.


"Hahhh jadi kalian masih di sini." geram istri Jack.


"Ehhh iya . ayo kita susul bahaya kalau mama sampai nekat memaksa kak Jones mengikuti kemauannya." piyo.


Mereka langsung menghentikan taxi yang lewat dan masuk kedalam menyusul mama Dara, mama Dara sudah sampai lebih dulu bersama tiga orang lainnya.


Kedua orang itu tampak memakai baju batik salah seorang di antaranya membawa map berkas dan seorang lainnya memakai baju jas pormal ketiganya sudah berumur di atas lima puluhan dan mereka datang dengan mobil lain.


Rombongan itu langsung naik ke lantai atas di mana apartemen Jones berada, wanita yang tadi terlihat **** sudah berganti dres panjang warna putih dan memakai selendang yang di sangkutkan begitu saja di kepala.


Entah bagai mana dan di mana ia berganti pakaian tapi yang jelas baju sexinya sudah berubah ke baju yang lebih sopan.


Tidak berapa lama kemudian rombongan adik adik Jones sampai pula di parkiran apartemen Jones setelah membayar ongkos taxi mereka semua langsung menghambur keluar dan berlari menuju apartemen Jones.


Tig.. tig..tig ..tig..

__ADS_1


Bunyi apartemen Jones sangat ribut karna di pencet berulang kali membuat para penghuni bising dan hampir meledak karna marah.


Robby yang paling dekat dengan pintu membuka pintu dengan amarah yang membuncah, wajahnya memerah, bagai mana tidak sedang asik makan malah di ganggu dengan suara bel yang sangat ribut.


"Siapa.sih kurang ajar banget ngak punya sopan santun sama sekali, mau bertemu kok ngak ada otaknya." omel Robby.


Robby membuka pintu wajahnya sangar melihat siapa yang ada di balik pintu itu, meski sudah melihat ada mama Dara dan para pengikutnya tapi raut wajahnya masih menunjukkan kemarahan di sana.


"Ada apa tante.." tanya Robby tetap memegang daun pintu, karna dia yakin mama Jones pasti mau buat ulah lagi sebab itu ia belum mengizinkan wanita tua itu masuk.


Apa lagi melihat beberapa orang di belakangnya yang cukup mencurigakan dan sama sekali tidak ia kenali, isnting Robby langsung berreaksi bakal ada bau bau tidak baik dengan kehadiran mereka.


"Bukan urusan mu, mana putra ku Jones ?." mendorong pintu kuat agar dia bisa masuk, tapi Robby tetap menghalangi.


"Urusan ku tante, karna aku tidak mau kondisi Jones makin buruk dengan kehadiran tante yang pasti akan membawa masalah baru buatnya." jawab Robby dingin.


"Sok tau kau ya, dasar ngak sopan kau, cepat buka pintu, aku dan yang lain mau masuk." marah mama Dara.


"Katakan dulu apa maksud kedatangan tante, dan mereka siapa." tanya Robby menatap pengikut mama Dara tajam.


"Bukan urusan mu, jangan ikut campur." mendorong Robby kuat di bantu perempuan muda di belakangnya.


"Mama..mama tunggu, jangan buat masalah ma." teriak Jack, Piyo bersamaan, berlari menuju pintu apartemen.


Robby terpaksa menghindar dari pintu, bukan berarti dia tidak mampu menghalangi kedua perempuan itu tapi mengingat mereka sedang berdebat di pintu takut mengganggu penghuni apartemen lain maka Robby membiarkan mereka masuk.


Jack dan kedua orang lainnya juga langsung masuk menerobos kedalam apartemen sebelum pintu itu tertutup sempurna.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Hai teman-teman author dan teman teman pembaca yang baikΒ  terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.


Mari tetap semangat dan saling support


Dengan cara :


☘ LIKE


☘ RATE


☘ VOTE


☘ HADIAH yang banyak


☘KOMEN yang sebanyak banyaknya.


Wo Ai Ni all..


Happy Reading.

__ADS_1


__ADS_2