
Axton menghentikan tawanya, ada rasa sakit di dadanya kala melihat bendungan air mata yang siap tumpah dari mata bening wanita yang baru saja memanggilnya Daddy.
"Baiklah Bee, tentu saja hanya kamu dan Naya yang bisa memanggil ku Daddy, kalau mereka juga ikut memanggil Daddy anak ku terlalu banyak dong hahaha." kelakar Axton mencairkan suasana agar Shafa tidak jadi mengeluarkan air matanya.
"Hiks.. iya .. cuma Shafa." air mata tetap meluncur tapi anehnya mulutnya tetap mengunyah.
Axton sangat gemas melihat tingkah unik Shafa perutnya sudah sakit dan dia sudah tidak kuat menahan tawa tapi laki-laki itu tetap berjuang menahannya karna takut Shafa menangis lagi.
"Oke Bee jangan menangis dong, nanti nambah asin nasi gorengnya." senyum Axton.
Shafa tidak bersuara lagi, dia sibuk memakan nasi gorengnya dengan lahap, keringat meluncur dari dahinya, meski nasi gorengnya tidak pedas tapi karna sudah lama tidak makan selahap itu sehingga dia sangat bersemangat makanya.
"Nambah Daddy." menyodorkan piring kosongnya pada Axton yang duduk berseberangan dengan Shafa.
"Nambah .., masih mau Bee ?." tanya Axton terkejut, dia ingat pasti nasi goreng yang ia isi di piring Shafa cukup banyak bahkan dia sempat berpikir kalau Shafa tidak akan menghabiskannya.
"Biar saya yang ambil nyonya." Niken ingin meraih piring dari tangan Shafa.
"Tidak biar aku saja." ucap Axton laki-laki itu langsung berdiri dan berjalan ke dekat kompor, di sana masih ada sisa nasi goreng yang ia masak tadi.
Kemudian ia kembali pada Shafa dan menyerahkannya, Axton benar benar sangat bangga masakannya di sukai Shafa.
"Daddy, Shafa mau makan nasi goreng setiap hari masakan Daddy enak banget kayak masakan Aa." ucap Shafa kembali memakan nasi goreng.
"Aa.. suami mu Bee ?."
"Iya Daddy.., Enghhhh.."
"Di mana dia sekarang, kenapa kamu sendiri di negara ini, apa." tanya Axton.
"Enghhhh.. itu..itu.." Shafa tidak menjawab, raut wajah Shafa tiba tiba berubah sedih.
Wanita cantik itu menunduk, untungnya nasi goreng yang ada di piringnya sudah habis, Axton yang tidak mengerti memandang Naya bingung.
Naya menggelengkan kepalanya agar Axton mengerti dan mengalihkan pembicaraan, kening laki-laki itu berkerut dia semakin bingung, meski ahirnya dia paham mungkin Shafa sedang bermasalah dengan suaminya.
"Bee.. maaf ya Daddy hanya bertanya saja, kalau kamu tidak bisa jawab karna belum siap ngak apa apa, jangan pikirkan hmm." bujuk Axton.
Laki-laki itu sangat merasa bersalah karna menanyakan sesuatu hal yang membuat Shafa bersedih, dia sangat tidak ingin melihat Shafa menangis dia tidak rela.
"O iya Bee, tadi kamu bilang kalau kamu sudah jadi dokter, umur kamu kan masih dua puluh tahun." mengalihkan pembicaraan.
"Enghhhh iya Daddy, Shafa di Sd cuma empat tahun, di bangku Smp dua tahun bla..bla..bla.." Shafa lalu menceritakan pengalaman pendidikannya pada Axton.
:Wahhh ternyata my Princess sangat pintar, Daddy bangga banget lo."
"Bukan apa apa Daddy, masih banyak yang lebih pintar dari Shafa." jawabnya merendah.
Sebenarnya Axton sangat tertarik mengetahui siapa Shafa, siapa keluarga dan siapa suaminya, bahkan Axton ingin bertanya usia berapa Shafa menikah dan yang lainnya.
Tapi karna takut wanita itu sedih lagi Axton menahan diri untuk tidak bertanya, ada masanya Shafa pasti bercerita, itu yang ada di benaknya.
" Daddy Shafa ngantuk, Shafa izin kekamar ya." pintanya karna mata bumil itu sudah mulai dua watt.
"Ya tentu saja Bee, istirahat lah, kamu pasti cape, dan apa benar kalian akan satu kamar saja ?." tanya Axton karna mereka menginap di kamar Axton yang sangat luas, karna hanya kamar itu yang sangat luas di dalam mansion, sehingga bisa di tambah tempat tidur besar dua lagi di sana.
Axton sendiri meminta pada kepala pelayan agar memindahkan barang barangnya di kamar lain yang cukup luas namun tentu saja masih lebih luas kamarnya.
Malam itu Shafa tertidur cepat dan sangat nyenyak, senyum wanita itu tersungging meski sedang tidur, Naya yang ada di samping tempat tidurnya tersenyum bahagia melihatnya.
"Sudah lama nyonya muda tidak sebahagia ini, sampai tidur pun senyum." Niken yang baru keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah tempat tidurnya dekat tempat tidur Naya tentu bisa melihat senyum itu.
"Iya.. aku juga bahagia melihatnya, sejak Shafa sampai di rumah nafsu makannya jauh berkurang tapi tadi dia bahkan minta tambah." Naya.
"Tuan Axton sangat mirip dengan tuan Jones, apa karna itu ya." tebak Lila.
"Iya .. aku saja hampir tidak percaya kalau mereka sangat mirip, dari matanya hidungnya bahkan postur tubuhnya juga hampir sama." Nisa.
"Bedanya beda generasi saja, atau jangan jangan tuan Axton Daddy nya tuan muda Jones." Lila.
"Masa iya sih, mungkin cuma mirip saja." Nisa.
"Bisa jadi kan, kak Jones kan memang keturunan bule, aku pernah dengar cerita dari dek Shafa kalau ayahnya kak Jones meninggalkan mamanya dan kembali kenegaranya tanpa kabar berita." Naya.
'Iya .. aku juga pernah dengar cerita itu." Niken.
"Jangan jangan tuan Axton memang Daddy nya tuan muda Jones." Lila.
"Entahlah, tapi aku yakin dek Shafa pasti akan menyelidikinya langsung pada pak Axton, kita tunggu saja." Naya.
__ADS_1
Setelah berbincang cukup lama mereka pun tidur dengan mengapit Shafa di antara tempat tidur mereka agar sang majikan bisa mereka awasi dari sisi kiri kanan.
"Good morning Bee.., bagai mana tidurmu." sapa Axton dengan wajah cerah.
Laki-laki itu duduk di depan meja makan dengan berbagai hidangan di atas meja, masakan khas Indonesia, ada rendang padang, ayam goreng bahkan ada soto sayur dan lainnya, tidak ketinggalan nasi goreng masakan khusus Axton untuk Shafa.
Wajah Shafa langsung sumringah melihat masi goreng dengan telor orak arik yang sudah di siapkan di dalam piring di samping Axton.
"Good morning juga Daddy, tidur Shafa sangat nyenyak Daddy, nasi gorengnya Daddy yang masak ?."
"Tentu saja Bee, ayo duduk di sini, kalian juga." titah Axton pada Shafa, Naya dan bodyguar Shafa.
"Tidak tuan, kami makan nanti saja." tolak Niken halus, mereka sama saja dengan pelayan dan bodyguar Axton lainnya, dan mereka melihat para pelayan tidak satupun yang duduk di dekat Axton tentu mereka cukup tau diri.
"Ngak apa apa kak, ayo makan di sini." pinta Shafa melihat kakak kakaknya.
"Tidak nyonya.., maaf nyonya dan tuan silahkan makan duluan." Lila.
"Apa kalian ingin melihat putri ku sedih, sudah ayo duduk, kalian kan kakak kakaknya." titah Axton tidak mau di bantah.
Niken, Lila dan Nisa tidak lagi berani menjawab, mereka duduk kaku di kursi yang sudah di siapkan.
"Sudah santai saja, ayo makan." Axton.
Mereka pun mulai makan dengan suasana canggung bagi para bodyguar, lain hal dengan Shafa dia sangat antusias bertanya ini itu pada Axton yang ikut makan.
Kepala pelayan serta pelayan mansion itu sangat banggung dengan suasana makan di meja makan kali ini, Axton di kenal orang yang kaku berprinsif dan tegas.
Axton paling tidak suka ada suara di meja makan, kalau kalau keluarganya sedang datang berkunjung di mansion itu, tapi kali ini Axton bahkan tidak terganggu dengan suara dan pertanyaan pertanyaan Shafa.
"Daddy.. apa Daddy akan bekerja ?."
"Tidak Bee.., Daddy akan di rumah saja hari ini, kenapa ??." tentu saja Axton tidak kemana mana karna dia hanya menerima laporan perusahaan, pertanian dan yang lain di mansionnya.
"Tidak apa apa Daddy.."
Setelah sarapan mereka semua berkumpul di taman belakang, mereka berbincang bersendagurau bersama.
"Selama lima tahun bekerja di sini bersama tuan Axton aku belum pernah melihatnya sebahagia ini, bahkan aku belum pernah melihatnya tertawa lepas." ucap pelayan pada teman lainnya sesama pelayan.
"Iya.. aku juga, senang melihat tuan Axton bahagia begitu, selama ini dia menutup diri dari dunia luar dan wanita, tidak di sangka dalam beberapa jam saja sudah ada yang memanggilnya Daddy." jawab pelayan lain.
"Betul, andai tuan Axton tetap begitu, dan andai wanita itu tetap tinggal di sini."
Para pelayan sibuk bergosip namun dengan suara pelan, sedang para majikan juga sibuk dengan cerita masing masing.
******
Sudah lebih satu minggu Shafa dan yang lain tinggal di mansion Axton, setiap hari mereka habis kan waktu berjalan jalan di kebun Anggur dan kebun sayur serta kebun buah lainnya yang ada di lingkungan mansion.
Luas pekarangan mansion sekitar dua puluh delapan hektar, perkebunan itu ada di belakang mansion, karna sangat luas untuk menuju ke perkebunan mereka harus menaiki mini bus terbuka yang di siapkan khusus untuk keluarga yang datang berkunjung.
Shafa sangat senang setiap hari menikmati buah segar dan sayur segar setiap hari dia juga masih makan nasi goreng buatan Axton.
Siang itu mereka sedang duduk di bawah pohon mahoni yang sangat besar dan rindang yang berada di tengah tengah kebun sayur.
Sambil menikmati makan siang mereka juga sibuk bercerita, suasana penuh dengan kekeluargaan yang di warnai gelak tawa.
"Nanti kalau kembali ke Indonesia dan kembali kekampung ayah Shafa juga mau buat ladang seperti ini Daddy."
"Ayah.. ?, bukannya papa ?.." tanya Axton bingung karna dia pernah mendengar Shafa berbincang dengan seseorang yang di akui Shafa papanya.
"Iya Ayah Daddy.."
"Shafa punya Ayah dan Papa ??."
"Iya Daddy .." Shafa yang mengerti dengan kebingungan Axton lalu bercerita tentang papa dan mamanya serta ayah kandungnya.
Axton mendengar cerita Shafa antusias, lalu dia bertanya berbagai hal dan di jawab seadanya oleh Shafa karna dia juga tidak mau bercerita terlalu banyak tentang keluarganya pada Axton walau dia sudah menganggap Arkhan ayahnya sendiri.
Bahkan Shafa juga bercerita tentang Jones suaminya pada Axton, namun tidak detail karna setiap menceritakan suaminya dia akan mulai sedih.
"Hahahaha jadi suami mu teman ayah mu Bee, wahhh hampir seumuran ya." tawa Axton, dia menyangka Shafa tidak apa apa kalau bercerita tentang suaminya karna Shafa sendiri yang bercerita duluan tanpa di tanya.
"Iya Daddy.." berusaha tersenyum.
"Wahhh.. wahhh beruntung banget suami mu Bee bisa mendapatkan mu meski harus berjuang keras melawan ego papa mu, dia sangat beruntung, jadi pengen bertemu suamimu Bee."
"Untuk apa Daddy ??."
__ADS_1
"Mau kenal saja, seperti apa suami putri Daddy itu." tawa kecil Axton dan di sambut tawa kecil Shafa juga.
"Tentu saja aku ingin menghajar suamimu itu Bee, rasanya aku ingin menendangnya karna sudah membuatmu sedih begini Bee." bisik hati Axton.
"Daddy.. maaf Shafa boleh tanya."
"Iya Bee tentu saja, kamu mau tanya apa ?."
"Di mana istri Daddy.., Mommy ?." tanya Shafa ragu ragu.
Axton sejenak terdiam lalu.
"Hmmm istri pertama Daddy ada di Indonesia di bali." ucapnya.
"Istri pertama ?, emang istri Daddy ada berapa ?."
"Sebenarnya dua, tapi dengan istri kedua Daddy sudah bercerai setelah menikah kurang lebih dua tahun."
"Kenapa ?."
"Karna kami tidak saling cinta dan Daddy di paksa menikah dengan nya."
"Kok bisa Daddy, lalu istri pertama Daddy ??."
" Daddy terpaksa meninggalkannya demi keselamatan dirinya."
"Maksudnya Daddy ?."
" Dulu waktu berkunjung ke Indonesia tepatnya di bali Daddy kenal dengan seorang wanita yang sangat cantik, lembut, ramah dan humoris, Daddy jatuh cinta padanya, lalu Daddy memutuskan untuk menikahinya tanpa izin keluarga, setelah keluarga Daddy tau mereka sangat marah dan tidak terima Daddy menikah dengan orang luar yang bukan bangsawan dan hanya gadis biasa, lalu mereka mengancam menyakiti istri Daddy kalau Daddy tidak meninggalkannya, mereka bahkan tidak segan segan membunuh istri Daddy kalau Daddy tidak kembali kenegara ini."
Axton lalu menjeda ceritanya sesaat.
"Dengan sangat terpaksa Daddy lalu kembali ke negara ini tampa sepengetahuan istri Daddy, Daddy meninggalkannya tanpa pamit dan tanpa kabar berita di usia pernikahan kami yang masih muda, yaitu tujuh bulan, Daddy bahkan tidak tau kabarnya cukup lama."
"Yahhh kok bisa gitu keluarga Daddy, cinta kan ngak bisa di paksakan, lalu Daddy menikah lagi."
"Iya .. dengan paksaan, lagi lagi keluarga Daddy mengancam akan membunuhnya kalau Daddy tidak menikah dengan wanita pilihan mereka, jadi demi keselamatan dirinya Daddy terpaksa menikah, kemudian kami bercerai karna dia berselingkuh dengan alasan Daddy tidak pernah menyentuhnya, karna itu dia mencari laki-laki lain, dan kenyataannya memang begitu Daddy tidak pernah menganggapnya sebagai istri."
"Lalu bagai mana dengan istri Daddy yang di bali." tanya Shafa.
"Setelah menikah lima bulan dengan margareth Daddy pura pura berangkat perjalan bisnis ke Indonesia padahal Daddy ingin mencarinya, setelah sampai di bali Daddy tidak menemukan nya di manapun di sana, bahkan rumah yang Daddy beli untuknya sudah ia jual dan pergi entah kemana."
Axton menelan ludahnya kasar.
"Hampir seminggu mencari, keluarga Daddy curiga, mereka menyusul Daddy ke sana dan menemukan Daddy di bali, mereka mengatakan kalau mereka tau istri Daddy di mana kalau Daddy masih mencoba mencari dan tidak melupakan nya mereka benar benar akan membunuhnya."
Axton menjeda lagi ceritanya, mengingat masa lalu adalah beban terbesar dan penyesalan terbesar dalam hidupnya, sehingga setiap mengingatnya hatinya akan hancur dan sakit.
"Daddy sangat takut kalau mereka benar benar melakukan ancamnya sehingga Daddy panik dan marah pada mereka, Daddy meninggalkan mereka dengan membawa mobil dengan kecepatan tinggi, Daddy ingin bunuh diri waktu itu karna Daddy kecewa pada diri Daddy yang tidak bisa berbuat apa apa untuk mempertahankan rumah tangga Daddy dan cinta Daddy, hingga ahirnya terjadi Kecelakaan yang menimpa Daddy, Daddy di bawa kembali ke mari dalam keadaan koma, bahkan Daddy koma selama hampir sembilan bulan."
"Karna itu Daddy lebih banyak menggunakan kursi roda karna Daddy tidak kuat jalan jauh dan lama ?." Shafa.
"Iya Bee.."
Shafa tertegun mendengar cerita Axton.
"Siapa nama istri Daddy, Daddy punya photonya??."
"Kenapa ?, mau bantu Daddy mencarinya."
"Yahh siapa tau pernah lihat dan siapa tau nanti bisa ketemu entah di mana, emang Daddy masih mau dengannya ?."
"Tentu saja Bee, Daddy tidak pernah menceraikannya dia masih istri Daddy."
"Bagai mana kalau dia sudah menikah Daddy ?." tanya Shafa gugup.
Kalau memang itu terjadi Daddy hanya bisa pasrah danenerima kenyataan, Daddy juga salah karna meninggalkannya tanpa kata, lagian ajaran agama kita kalau seorang suami meninggalkan istri dalam jangka waktu lama tanpa kabar dan tanpa memberi nafkah lahir bathin maka istri boleh menikah lagi, karna pernikahan sebelumnya di anggap gagal."
"Iya memang Daddy, o iya Daddy punya photonya." tanya ulang Shafa.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Siapa ya Istri Axton, siapa ya..
Hehehehe
Belum kirim pulsa juga, sampai tertawa ya All
Lanjut baca dong ya.
__ADS_1
Jangan lupa LIKE,RATE, VOTE, KOMEN DAH HADIAH YANG BANYAK YA.
Happy Reading.