UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )

UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )
62. Kampung sombong.


__ADS_3

"Uncle tangkap Shafa...."


"Uncle angkat Shafa dong."


"Uncle Shafa lapar masak nasi goreng yuk."


"Uncle menikah dengan Shafa saja ya."


" Uncle ..Uncleee .. jangan pergi Uncle..Uncle.."


"Uncle huaaaa, Shafa ikut.. hiks Uncle sombong Uncle jahat, jangan pergi Uncle." Shafa terus memanggil manggil Jones sambil melambaikan tangannya.


Jones yang sudah berjalan jauh di kejar terus oleh Shafa tapi makin di kejar makin jauh hingga Shafa terjatuh dan menangis kencang membuat Jones berbalik dengan wajah cemas laki-laki itu pun berlari ke arah Shafa.


"Udah gede kok cengeng sih, Uncle pergi cuma sebentar gils, ngak usah ikut, kamu di rumah aja." ucapnya dengan senyum manis.


"Hiks .. Uncle mau kemana, kapan pulang?."


"Kampung sombong, ngak tau gils nanti kamu nyusul aja kalau sudah waktunya."


"Ngak mau, Shafa ikut Uncle, Shafa ikut kekampung sombong, di mana itu kampungnya Uncle."


"Ngak bisa gils, tempatnya jauh dan belum waktunya kamu ikut." bujuk Jones.


"Ngak mau.. ngak mau pokoknya Uncle ngak bisa pergi tampa Shafa titik." ucapnya tegas tidak bisa di bantah, bibirnya maju beberapa centi kedepan sebagai tanda protes.


Jones terdiam, matanya menatap bibir mungil itu gemas yang membuatnya ingin mengecup dan memakannya.


Shafa yang masih terduduk di atas tanah akibat terjatuh tadi tiba tiba menghambur ke pelukan Jones yang masih berjongkok di hadapannya, tindakan Shafa tentu membuat Jones yang belum siap menerima Shafa di pelukannya terjungkal kebelakang.


Shafa mendarat dengan sukses di atas tubuh Jones, lalu gadis itu duduk di atas perut Jones dengan wajah sumringah berkata.


"Nahhh loh, mau kemana ?, Shafa jagain di sini." tawa gadis itu cekikikan.


"Gils... maaf." Jones menatap Shafa tanpa ekspresi namun Shafa membungkam mulut Jones dengan kedua tangannya.


"Uncle pulang yuk." ia lalu turun dari atas perut Jones kemudian ia menarik tangan Jones bangkit, lalu ia memaksa Jones berjalan mengikutinya.


#Alam bawah sadar Jones.


******


Johan bangkit dari atas lantai karna melihat tubuh Jones yang sudah di tutup kain, ia berang dan murka lalu menarik selimut yang menutupi seluruh tubuh Jones, kemudian melemparkannya kesembarang arah.

__ADS_1


"Gua udah bilang..." kata kata Johan berhenti saat ia melihat mulut Jones yang tiba tiba terbuka, ia seperti kesulitan menarik napas dari hidung lalu mulutnya terbuka lebar agar asupan oxigen bisa masuk bebas ke paru parunya.


"Dokter.. dokter.." teriak Johan.


Semua dokter dan perawat yang ada di sana terkejut melihat Jones membuka mulutnya mereka langsung mendekat.


Tampa aba aba mereka langsung bertindak ada yang memasang kembali oxigen, ada yang memasang alat tensi meter lalu mengukurnya ada pula yang memasang kembali alat alat


medis lainnya.


Para dokter memeriksa tubuh Jones.dengan seksama, nadinya kembali teraba meski lemah, denyut jantungnya juga kembali berdetak paru parunya kembali memompa tanda vitalnya kembali lagi meski masih lemah.


"Alhamdulillah ya Allah, ini mukjizat, terimakasih ya Allah engkau mengizinkan hamba untuk melihat melihat mukjizat mu ini." ucap dokter Arifin dokter bedah senior Jones.


"Alhamdulillah ya Allah." dokter Anton dokter spesialis penyakit dalam yang ikut mendampingi dia juga sahabat sekaligus senior Jones.


"Alhamdulillah." ucap semua orang serentak.


"Alhamdulillah, terima kasih sudah kembali bro." ucap Johan menyeka sisa air mata di wajahnya.


Lebih dari enam puluh menit Jones kehilangan tanda Vital, setelah di periksa oleh para dokter dan tanda vitalnya sudah kembali normal tapi masih lemah dan belum sadar, dokter menyimpulkan kalau Jones mengalami mati suri.


Karna Jones belum sadar pasca operasi laki-laki itu di tempatkan di ruang khusus tapi VVIP, semua orang yang sempat berduka mendengar berita Jones yang meninggal kembali bernapas lega begitu Jones bangun dari mati suri yang ia alami.


Setelah menemani putrinya di kamar rawatan dan memastikan Jones baik baik saja lalu Johan pulang ke rumah besar karna Zahra juga butuh perhatiannya karna setelah mendengar Shafa di culik dan Jones terluka keadaan Zahra jadi lemah dan sakit karnanya.


"Uncle kak, Uncle mana Uncle ngak apa


apakan." tanya lagi.


"Iya nona, dokter Jones sudah selesai di operasi dan sudah di pindahkan ke ruang perawatan." Asiah.


"Ngak, bukan, tadi Shafa dengar lkalau Uncle.." Shafa menangis lagi mengingat teriakan Johan saat masuk ruang operasi.


"Dokter Jones ngak apa apa nona, sekarang sudah di ruangan rawatan nona jangan kwatir." Niken.


"Shafa mau lihat."


" Tapi nona, nona masih lemah, nona saja sudah hampir satu hari pingsan, karna tekanan darah nona yang sangat rendah, kata tuan nona belum bisa kemana mana kalau nona pergi kami


akan di hukum." Lila.


Shafa diam dan berpikir.

__ADS_1


"tapi Shafa mau lihat Uncle kalau benar Uncle ngak apa apa."


" Begini saja, kita akan video call dengan kak mico agar kak mico menunjukan di mana dokter Jones." usul Asiah.


Shafa diam namun Asiah langsung menghubungi handphone Mico, mico yang sedang berjaga di depan kamar rawatan Shafa langsung berjalan ke ruangan perawatan Jones yang hanya beberapa meter dari ruang perawatan VVIP Shafa.


Setelah Shafa melihat wajah Jones dan keadaan Jones yang dalam perawatan sama seperti dirinya bernapas lega.


Dia lalu memejamkan matanya agar tidur lagi, pengaruh obat membuatnya mengantuk terus, dan dokter sengaja memberikan obat itu untuk membuat gadis itu istirahat dan bisa melupakan kejadian yang menimpanya.


*****


Rafa dan anak buahnya yang di tangkap langsung di masukkan ke ruang khusus di markas mereka oleh anak buah Johan, dan setelah mendapat pelajaran berharga Rafa baru di gelandang ke kantor polisi.


Hartono sendiri langsung pingsan begitu tau anaknya tertangkap karna penculikan, bahkan laki laki tua sebagai pencetus ide itu di serang stroke dan di rawat di rumah sakit.


Sudah lebih dari dua minggu Jones koma, dengan sabar Johan dan Robby bolak balik ke rumah sakit untuk menjaga atau sekedar melihat kondisi sahabatnya itu.


Johan bahkan mendatangkan beberapa dokter syarap dan dokter ahli lainnya untuk merawat dan mengobati Jones.


Para dokter berkata Jones koma karna sempat kehabisan darah yang cukup banyak, dan karna keterlambatan mendapatkan darah yang cukup langka pada saat itu.


#Kampung sombong adalah tanah wakap, Shafa tidak paham maksud Jones yang mengatakan hal itu karna itu ia ingin ikut.


******


Hai teman-teman author dan teman teman pembaca yang baik  terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.


Mari tetap semangat dan saling support


Dengan cara :


💝 LIKE


💝 RATE


💝 VOTE


💝 HADIAH yang banyak


💝KOMEN yang sebanyak banyaknya.


Wo Ai Ni all..

__ADS_1


Happy Reading.


__ADS_2