
Shafa bangun siang itu dengan keadaan lebih segar lagi, ia menggeliat berulang kali, Jones yang sudah bangun sebelum istrinya bangun tidur miring sambil menopang wajahnya dengan tangan sebelah kiri, senyum tersungging di wajah tampannya.
Shafa membuka matanya dan terkejut saat bola matanya beradu dengan bola mata biru milik Jones, Shafa manyun mendapati senyum mesum sang suami.
"Kenapa yangk, mau di kis lagi nih kayaknya."
"Ngak, Shafa ngak mau." bangkit dari atas tempat tidur namun Jones menahannya.
"Mau kemana yangk." menarik Shafa ke pelukannya.
"Mau siap siap ke rumah ayah, ayo Aa."
"Kiss dulu."
"Aa.."
"Ayo yangk, kalau ngak mau kiss Aa ambil sendiri tapi ngak jamin nanti dede ngak mandi junub."
Shafa duduk di pinggir tempat tidur, bibir nya makin lancip, air matanya bahkan sudah siap meluncur, tidak ingin membuat istrinya sedih Jones pun bangkit dan turun dari atas tempat tidur, lalu ia memeluk dan mencium bibir Shafa lembut dan mesra.
"Minta cium aja ngak mau, pelit amat sih yangk." membawa Shafa ke kamar mandi, untuk membasuh diri.
Setelah sholat mereka semua berangkat ke kampung halaman Shafa, sekitar tiga puluh menit mereka ahirnya sampai di tujuan.
"Anak ayah.." Nazwan memeluk Shafa.
"Aku mau di peluk juga yah, menantu ayah." Jones mengulurkan tangan untuk meyalami mertua.
"Idih.. ogah aku, dasar menantu mesum tidak sopan." menoyor kepala Jones.
Shafa diam saja melihat interaksi antara suami dan ayahnya yang tampak tidak akur sejak pernikahan mereka, dan sepertinya musuh Jones akan bertambah.
Johan sudah jelas musuh bebuyutan Jones sebelum dan sesudah mereka menikah nah sekarang di tambah dengan Nazwan tentu Jones harus lebih hati-hati lagi dalam menjaga rumah tangganya kelak.
Sudah tiga hari mereka tinggal di rumah Nazwan, selama tiga hari itu mereka sibuk berkunjung ke keluarga pihak dari Nazwan, Shafa tampak sangat bahagia membuat Jones juga ikut bahagia karna bisa menemani sang istri selama perjalanan mereka, Jones ingin sebelum pemeriksaan Shafa nanti ia bisa membuat sang istri bahagia.
Setelah tiga hari itu Jones dan Shafa kembali ke Villa, karna Jones merasa waktu berdua dengan Shafa sedikit saat siang hari, cuma pada malam hari saja dia bisa memeluk, menciumi serta mencumbui istrinya sesuka hati.
Jones merasa tidak puas karna cuma satu ronde setiap malam ia bisa mengajak Shafa bercocok tanam karna setelah itu Shafa akan langsung tertidur pulas sebab sudah lelah seharian akibat kegiatan yang mereka lalui.
Jones sangat senang kini mereka hanya berdua saja tampa ada gangguan dari sang mertua yang selalu mengajak bermain catur sampai hampir tengah malam, sehingga waktu masuk kamar Shafa sudah tertidur kalau Jones menginginkan Shafa ia terpaksa membangunkannya atau bekerja sendiri sampai Shafa terbangun.
"Hahhh lega, ahirnya kita berdua saja." senyum mesum Jones.
"Enghhh padahal Shafa masih mau di rumah ayah." keluh Shafa.
"Hehehe kalau di rumah ayah terus bisa naik tensi Aa sayang." makin mesum.
"Kenapa, ayah buat Aa marah marah ?."
"Ayah ngajak Aa begadang terus, waktu untuk bersayang sayangan dengan dede jadi sedikit, Aa ngak puas selama di sana cuma satu ronde tiap malam." membelai wajah Shafa mesra.
"Hahhh Shafa fikir kenapa naik tensi."
"Yah naik tensi dong yangk, kalau nafsu ngak tersalurkan dengan puas."
"Aa mesum."
"Emang, mesum tapi sangat cinta sama dede." menaik turunkan alisnya yang tebal.
Shafa menarik napas dalam dalam, ia bangkit dari duduknya di atas pangkuan Jones, ia lalu berjalan ke arah kamar mandi kemudian masuk, tapi belum sempat menutup pintu Jones sudah lebih dulu masuk kamar mandi lalu menguncinya.
"Aa.. keluar ah, Shafa mau mandi udah sore."
"Aa mau ronde pertama di sini yangk, malam ini Aa akan buat dede begadang sampe pagi sebagai ganti tiga hari Aa yang tidak puas."
"Tapi Aa. mhhh brpphh." kata kata Shafa terhenti saat bibir Jones sudah menguasai bibir dan mulutnya.
Shafa tidak bisa menghindar dari serangan mendadak Jones, suaminya itu benar benar sudah candu berat pada dirinya, Jones selalu membuat Shafa kewalahan dan kelelahan sementara Jones sendiri semakin segar dan bersinar meski melakukan senggama lebih dari dua kali dalam satu malam.
Shafa berjalan gempor keluar dari kamar mandi karna harus melayani suami dengan berbagai gaya dan pose yang di inginkannya.
"Jangan di majuin lagi bibirnya sayang, nanti Aa masukin lagi lo." goda Jones sambil memakaikan baju Shafa.
Dia yang buka baju Shafa ahirnya ia juga yang harus bertanggung jawab memakaikannya lagi, Setelah memakai baju mereka lalu keluar dari kamar untuk makan malam.
Dita memandang Shafa dengan tatapan yang sulit di artikan dan tatapan itu tidak luput dari pengawasan para bodyguard yang selalu waspada kapanpun.
Setelah makan malam Jones mengajak Shafa berjalan jalan di pinggir pantai sambil bergandengan tangan.
Di bawah terangnya rembulan malam dan para sahabat bintang bintang yang selalu setia menemani, sepasang pengantin baru itu tampak asik bercengkrama sambil sesekali Jones mencium kening Shafa mesra.
__ADS_1
"Sayang, kamu tau ngak dulu ada seseorang yang lari dari jauhnya kota karna kecewa pada sahabatnya."
"Siapa.yang lari Aa."
"Seseorang yangk, dia di bohongi sahabat sahabatnya bahkan menyembunyikan orang yang di cintai seseorang itu, padahal orang itu sudah seperti orang gila mencarinya ke sana kemari."
"Kenapa di cari." mendongak ke atas menatap Jones terbalik karna Jones sedang ada di belakang Shafa memeluk pinggang Shafa mesra sedang kepalanya ia letakkan di atas bahu Shafa.
"Karna orang itu jatuh cinta pada putri sahabatnya pada pandangan pertama, tapi sahabatnya tidak suka dan marah sehingga keberadaan gadis itu di rahasiakan, begitu orang itu tau kalau ternyata yang ia cintai dan cari putri sahabatnya ia lalu kecewa dan marah terus ia pun pergi meninggalkan sahabatnya dan semua keluarga."
"Kenapa Aa bilang saja kalau suka sama putri sahabatnya kenapa harus pergi, ngak gentlemen dong."
"Gimana mau bilang kalau di sembunyikan, lagipun laki-laki itu saat itu tidak percaya diri takut di tolak."
"Hhmmm emang seperti apa orangnya Aa." Shafa sama sekali tidak curiga kalau kisah yang di ceritakan suaminya adalah tentang mereka berdua.
"Sangat cantik, matanya sangat indah, baik, sopan lembut, sholehah tapi kalau marah seram." mengecup bahu Shafa sekaligus meninggalkan kismark di sana.
Shafa.berbalik menghadap suami, di tatapnya bola mata Jones lekat lekat, rasa penasaran Melanda hati apakah wanita yang Jones ceritakan lebih baik darinya, mengapa semudah itu Jones menyebut wanita lain di hadapannya apakah mantan pacar atau orang spesial.
"Pacar Aa." tatapan mengintisipasi.
Deg..
"Mampus gua, bini gua salah paham." rutuk Jones dalam hati.
"Bukan yangk, kami ngak sempat pacaran, dia tidak bisa pacaran, kami langsung nikah aja." Jones ahirnya terus terang dari pada membuat istrinya berpikir lain.
"Enghhh.. maksudnya." bingung.
"Aa mencintai dede sejak lama sayang, sejak pertama kali melihat mata indah dede, tapi dede ngak tau, saat itu dede masih setingkat smp kelas tiga dan Aa ngak tau itu dede saat Aa bertanya pada papa dede katanya musrifah dede."
Menyingkap cadar Shafa sampai ke atas, lalu kedua tangannya menangkup wajah cantik Shafa dengan lembut Jones mencium bibir Shafa lembut dan mesra menikmati pijatan bibirnya di atas bibir Shafa hingga lidahnya masuk menjelajah sampai ke dalam mulut Shafa.
Shafa berdiri bagai patung menikmati ciuman memabukkan Jones, Jones menarik pelan tubuh Shafa agar makin merapat padanya dengan bibir masih saling bertautan.
"Sayang, dede wanita yang membuat Aa hampir gila, gila karna sangat mencintaimu, cuma dede yang bisa membuat Aa bahagia, cuma dede yang bisa membuat Aa berkorban segalanya meski nyawa sendiri yang menjadi taruhannya." kembali menciumi bibir Shafa dan seluruh wajah Shafa.
"Jadilah milikku selamanya seumur hidupku sayang." memeluk Shafa erat.
Tidak jauh dari mereka tampak sepasang mata mengawasi dari balik kaca kamar yang ia tempati, tangannya tampak mengepal.
"Sial, aku akan membuat isti mu meninggalkan mu dokter kalau aku tidak bisa memiliki mu maka istri mu juga tidak." gumam wanita itu.
"Lalu kenapa Aa lari, lari kemana ?."
"Lari karna marah pada papa dan Uncle Robby, dan Aa tampa sengaja sampai di sini, lalu Aa tinggal di sini menyewa villa bahkan Aa tidur di kamar dede selama hampir satu tahun Aa di sini."
Shafa menyembunyikan wajahnya di dada Jones, hatinya terasa sakit mengingat semua perjuangan Jones untuk menjaga dan melindunginya, perjuangan Jones untuk mendapatkan dirinya dan mendapatkan restu dari orang tuanya.
Jauh di dasar hati Shafa ada rasa aneh yang menggoda sukmanya, rasa iba, kasihan, dan rasa bahagia bercampur aduk namun ia tidak tau bagai mana mengungkapkan.
Cerita Jones cukup membuka hati Shafa untuk pelan pelan semakin menerima suaminya itu dalam hidupnya, meski sebenarnya dia juga sudah ada rasa tapi ia tidak menyadari.
Jones mengangkat tubuh mungil istrinya ke kamar mereka, setelah sampai di kamar Jones langsung menyerang sang istri dengan ganas, tidak ada kesempatan bagi Shafa untuk menolak karna keinginan Jones begitu besar.
Shafa yang sudah mulai menyukai permainan Jones ahirnya pasrah dan diam saja ketika Jones melampiaskan hasrat pada dirinya, hingga mereka berdua sama sama puas.
"Malam ini Aa akan buat dede begadang, dede harus layani Aa sampe pagi." senyum Jones.
"Cape Aa."
"Aa yang kerja dede ringgal nikmati saja kok cape sih yangk, mana ngak bantuin lagi, Aa kerja sendiri pun malah suara dede yang menggelegar." goda Jones.
"Mana ada."
"Ada.. dede meraung raung Aa.. aa Shafa ngak tahan A aaahh ahh ahhh, Aa kan jadi tambah semangat." mencontohkan ******* Shafa.
"Ngak.. ngak masa meraung emang singa kejepit pohon, udah ahh Shafa haus Aa, tenggorokan Shafa kering, Shafa mau minum." menepis tangan Jones dari mammae nya.
"Gimana ngak haus, dede sudah seperti orang yang kepedasan karna makan cabe satu kilo, ahhh ahhh ahhh Aa.. aa."makin menggoda.
"Aa.. hahh.. Shafa haus." rengeknya menepuk nepuk dada Jones kesal.
"Hahaha oke cintaku, sebentar ya aa bersih bersih dulu, masa keluar ngak suci, dede juga ya."
Henghhhh..
Jones turun dari atas tempat tidur lalu masuk kamar mandi tak lama kemudian ia keluar sambil memakai baju kaos dan sarung, tampa dalaman karna ia berniat untuk melakukan penyerangan berikutnya, kalau pakai sarung kan udah ngak repot buka celana lagi.
"Pak dokter cari apa." senyum Dita.
__ADS_1
"Ngak apa apa." tidak menoleh.
"Mau minuman dingin pak, ini saya buatkan jus jeruk seperti kesukaan pak dokter." meletakkan dua gelas minuman di.atas nampan, yang satu jus jeruk yang satu lagi lemon tea yang biasa Jones buat untuk Shafa.
"O ya, terimakasih, letakkan saja di situ nanti saya minum." tetap tidak menoleh pada Dita.
"Sombong banget, sebentar lagi kamu akan bertekuk lutut padaku, huhhh pasti istri mu tidak pandai melayani mu, dan aku akan memuaskan mu sayang." senyum Dita dalam hati.
Dita sengaja menunggu Jones di dapur karna selama di sana beberapa hari Jones selalu keluar malam mengbil air minum ke dapur, dan dia berniat memberikan minuman segar pada Jones yang sudah ia bubuhkan ramuan cinta.
Dita pergi dari tempat itu lalu menunggu Jones di ruang keluarga karna di tempat itu jalan arah ke kamar Jones dan Shafa.
Jones membawa lemon tea dan segelas air putih di tangannya, Laki-laki itu berjalan santai menuju kamarnya tampa menghiraukan Dita, dia melewati wanita itu dalam diam, membuat Dita bingung.
"Apa kurang dosis ya." Dita berjalan cepat ke arah dapur dan melihat gelas kosong tempat jus jeruk ada di atas meja yang berarti minuman sudah habis.
"Sial.. dia tidak melihatku sama sekali, dia pasti akan melampiaskannya pada istrinya huhh padahal aku sudah siap siap baiklah besok aku naikkan dosis nya saja." berjalan ke arah kamarnya yang berada di bagian luar villa itu, sambil memgomel.
Sementara itu Jones yang sudah sampai di kamarnya langsung memberikan minuman pada Shafa kemudian setelah istirahat sebentar ia lalu mengajak Shafa kembali terbang tinggi dia mulai pemanasan dari bagian wajah Shafa sampai seluruh tubuh istrinya tidak lepas dari tangannya.
Di luar kamar.
Andy tengah gelisah di luar kamar, wajahnya memerah ,dia berusaha mengendalikan diri dengan berlari lari di pinggir pantai namun rasa panas dan rasa aneh tidak mau hilang dari dirinya, bahkan rasa aneh itu makin hebat.
Tidak tahan dengan rasa itu Andy lalu masuk kamarnya, dia mandi di bawah Shower dengan air dingin agar gejolak birahi yang belum pernah ia rasakan sebelum bisa hilang namun tetap tidak berhasil.
Setelah memakai boxernya dan baju kaos Andy kembali melakukan olah raga dengan melakukan sit up dan push up tapi tetap tidak berhasil.
"Sialan kenapa gua begini, apa yang terjadi." andy mengingat ingat apa yang ia lakukan tadi atau apa yang ia minum.
Andy mengingat kalau tadi ia ke dapur ia melihat ada satu gelas jus jeruk segar di atas meja dan satu gelas kosong, karna mengira tidak ada yang punya Andy langsung meminumnya karna dia memang sangat kehausan dan kebetulan dia memang sangat ingin minum jus jeruk segar malam itu.
"Bedebah siapa yang cari mati ini, pasti minuman itu bukan untuk orang lain, pasti ada sasarannya, gua harus cari tau, tapi bagai mana ini hahhh." Andy berusaha keras melawan dan memberontak menahan gejolak yang makin tidak terkendali.
Andy keluar kamar pandangan matanya sudah mulai kabur, napas nya memburu menahan hasratnya, tampa.sengaja ia melewati kamar seseorang lalu ia mengetuk pintu dengan sedikit kuat, entah apa yang ada di pikirannya dia sendiri tidak tau siapa yang berada di balik pintu itu.
Seseorang yang merasa terganggu langsung membuka pintu, Andy mendorong wanita itu sedikit kasar untuk masuk kembali ke kamar dan Andy langsung mengunci pintu.
Suasana kamar yang remang remang dan kesadaran wanita itu yang belum sepenuhnya normal karna baru bangun tidur belum sadar penuh siapa yang masuk ke kamarnya.
Andy menyerang wanita itu dengan ganas, kewarasannya tiba tiba menghilang total begitu bertemu mangsa, wanita itu memberontak sekuat tenaga tapi kekuatan Andy lebih besar lagi, Andy mengoyak semua pakaian yang melekat di tubuh wanita itu, sampai wanita itu tidak memakai selembar pakaian.
Wanita itu berusaha memberontak semakin kuat, ia ingin menjerit tapi suaranya tertahan karna mulutnya terkunci oleh tangan besar laki laki itu yang menutup mulutnya.
Andy menggerayani tubuh mulus dan putih itu dengan nafsu memuncak, ia menciumi seluruh wajah dan dada wanita itu ganas, rasa yang menggelora membuat dia seperti orang kesurupan, setelah melepaskan seluruh pakaiannya ia memulai penetrasi, tampa aba aba dan tampa ampun Andy langsung menancapkan miliknya yang besar dan tegang ke milik wanita itu.
Air mata wanita itu mengalir begitu kesuciannya di renggut paksa oleh orang yang dia kagumi dan hormati selama ini, dia sempat menyukai Andy tapi karna Andy tidak pernah dekat pada wanita manapun bahkan dia di kenal sangat benci dan dingin pada wanita hingga ia di kenal sebagai laki-laki yang penyuka sesama jenis.
Karna gosip itu sang wanita pun mengubur dalam dalam perasaan di hatinya, tapi apa yang terjadi saat ini ia malah di paksa melakukan hubungan terlarang dengan nya, dia di hujami senjata tumpul milik laki-laki itu, senjata yang kapan saja akan menghasilkan bibit manusia baru selanjutnya.
Andy menggerakkan gerakkan asal tubuhnya, dia tidak melihat siapa yang ada di bawahnya yang penting dia menyerangnya dan melepaskan hasratnya.
Setelah berpacu lebih dari satu jam Andy pun melepaskan bibitnya yang siap menjadi embrio yang seiring waktu akan berubah menjadi janin di dalam rahimnya.
Setelah melepaskan hasratnya andy lalu turun dari atas wanita itu dengan napas masih memburu, namun tidak lama kemudian ia kembali menyerang lagi hingga mereka berdua sama sama kelelahan dan lemah.
"Maaf gua .. gua ngak bisa mengendalikan diri gua, gua belum pernah melakukan ini sebelumnya, tapi gua tiba-tiba saja menginginkannya, gua salah, lu jangan kwatir gua pasti akan bertanggung jawab pada lu, setelah pulang ke kota gua akan bicara dengan tuan besar dan gua akan menikahi lu."
Andy bangkit dari tempat tidur meninggalkan wanita itu yang diam mematung tampa busana sama sekali, ada rasa damai di hatinya saat mendengar semua kata kata Andy, meski kehilangan kesucian dia tidak menyesal lagi karna laki-laki yang merenggutnya adalah laki-laki yang ia sukai, meski rasa itu hampir hilang, tapi merasakan keperkasaan Andy membuat dia yakin kalau laki-laki itu murni laki-laki normal bukan seperti yang di gosipkan orang lain.
"Huhhh sialan gua akan cari tau siapa yang memasukkan obat perangsang ke dalam minuman setan itu." gerutu Andy keluar sempoyongan dari kamar wanita itu.
********
Hai teman-teman author dan teman teman pembaca yang baik terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.
Mari tetap semangat dan saling support
Dengan cara :
💝 LIKE
💝 RATE
💝 VOTE
💝 HADIAH yang banyak
💝KOMEN yang sebanyak banyaknya.
Wo Ai Ni all..
__ADS_1
Happy Reading.