UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )

UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )
131. Selamat Tinggal.


__ADS_3

Shafa sudah siuman, bola matanya mencari kesana kemari dalam kebingungan, seketika air matanya mengalir tampa terkendali, isak tangisnya mengejutkan sang papa.


"Putri papa kenapa hmm, kok nangis nak." ucapnya lembut tangannya membelai kepala Shafa yang tertutup hijab.


"Shafa di mana papa, mama mana ?."


"Kakak di rumah sakit kita di luar kota, mama di rumah, papa belum berani bilang sama mama kalau kakak di sini, karna mama juga masih kurang enak badan, papa takut mama cemas nak, gimana perasaan kakak sekarang ?."


"Shafa ngak apa apa papa."


"Suami kakak mana ?."


"Kerja papa ?." menutupi kesalahan suaminya, Shafa sengaja mengalihkan pandangan pada para bodyguar yang duduk di sudut ruangan, agar sang papa tidak bisa membaca kebohongannya.


"Dia tau kalau kakak terluka ?."


"Ngak papa."


"Kakak ngak kasih tau ?, kenapa ?."


"Shafa ngak ingat papa."


"Kakak ngak lagi nutupi kesalahannya kan ?."


Shafa terdiam, dia menelan ludah kasar, pertanyaan yang sulit ia jawab, walaupun rasa sakit hati karna di marah dan di sakiti oleh sang suami Shafa tetap menutupi kesalahan suaminya karna dia tau karakter papanya itu seperti apa kalau sudah marah.


"Kakak ngak mau cerita pada papa nak ?."


Shafa tetap diam, hanya air mata yang mewakili menjawab pertanyaan sang papa, isak tangisnya begitu menyiksa hati Johan, bukan cuma sang putri yang terluka dia juga ikut terluka, meski hanya anak sambung tapi Johan bener bener menganggapnya anak sendiri.


Jadi siapapun yang berani menyakiti keluarga anak anaknya Johan tidak akan memberi ampun terbukti belum satu hari usaha usaha keluarga yang di bangun atas bantuan Johan satu persatu mulai hancur, entah apa yang di lakukan oleh anak buahnya tapi yang jelas mereka mulai memetik hasil perbuatan mama Dara dan Jones.


"Papa akan cari tau apa yang terjadi, mengapa kakak bisa terluka, kalau papa mendapat kebenaran yang menyakitkan, papa akan menghancurkan siapapun yang berani menyakiti hati putri papa, tak terkecuali Jones sekali pun." ancam Johan membuat Shafa terkejut.


Shafa tau papanya pasti akan melakukan itu, papanya pasti tidak akan tinggal diam, dan dia tau pasti tindakan tindakan apa yang akan di lakukan sang papa pada orang yang sudah meyakitinya.


"Jangan papa, jangan sakiti Nenek." ucap Shafa spontan.


"Siapa nenek ?." pura pura tidak tau.


"Maksud Shafa mamanya Aa papa."


"Memang kenapa ?, apa yang sudah dia lakukan pada putri papa ?." masih pura pura tidak tau padahal dia tau percis apa yang di lakukan wanita tua itu pada putrinya.


"Ng..ngak apa apa papa, tapi Shafa mohon jangan sakiti nenek dan Aa ya papa." pintanya sesegukan.


"Tergantung apa yang sudah mereka lakukan pada putri papa." jawab Johan tegas.


"Shafa mohon papa, demi Shafa dan anak anak Shafa papa." pintanya berurai air mata, karna dia takut sang papa akan menyakiti suami dan mertuamya.


"Baik papa tidak akan ikut campur, tapi ada syaratnya."

__ADS_1


"Apa papa ?."


"Kakak harus nurut papa bilang apa."


"Apa itu papa ?."


"Kakak harus meninggalkan Jones, papa akan mengirimkan kakak ketempat yang jauh di mana dia tidak akan bisa menemukan kakak."


"Tapi papa."


"Kalau kakak tidak mau, papa akan melakukan apa yang harus papa lakukan, kalau papa tau Jones menyakiti putri papa meski hanya membentak atau apapun maka papa akan membuatnya sengsara seumur hidupnya, papa akan mematah matahkam seluruh tubuhnya sampai dia mati."


Kata kata Johan tegas, suara gemerutuk giginya terdengar sampai ketelinga para bodyguar membuat mereka sama sama bergidik ngeri.


"Jangan papa, jangan papa hiks, Aa Daddynya anak anak Shafa, Shafa mohon jangan sakiti Aa papa." menangis pilu.


"Baik papa tidak akan lakukan tapi kakak harus nurut syarat dari papa."


"Iya papa Shafa nurut papa, Shafa nurut."


"Bagus kalau begitu."


"Tapi papa janji kan, tidak akan menyakiti Aa."


"Ya papa janji."


Dalam hati Johan berkata lain, kalau saja Johan menemukan kesalahan Jones yang lain maka Johan pasti akan mengirimkan Jones ke alam lain, meski Jones teman akrab nya sendiri tapi dia tidak akan memberi ampun.


"Kemari kalian semua." memanggil para bodyguar dengan suara dingin.


"Siapkan segala kebutuhan putri gua, jaga dan dampingi putri gua, jangan sampai lalai lagi kalau tidak ingin kepala kalian lepas dari sana." ucap Johan tegas dan menekan.


"Ba..baik tuan."


"Sekarang kakak istirahat ya, papa pulang dulu, ingat janji kakak oke."


"Iya papa."


"Good, jaga diri dan jaga cucu cucu papa, jangan pikirkan semua, ingat Kesehatan putri papa dan cucu cucu papa yang paling utama, biarkan papa yang urus semua hmm."


"Ya papa." setelah mencium kening Shafa Johan meninggalkan kamar rawatan Shafa bersama beberapa bodyguar.


Pengawalan Shafa sangat ketat di luar kamar, siapapun yang masuk kedalam ruangan harus di periksa dan di dampingi oleh bodyguar.


Shafa menangis sesegukan mengingat kata kata Jones yang kasar, belum hilang rasa sakit di hati dan pipinya akibat tampar tangan mama Dara tiba tiba Jones muncul memaki dan menuduhnya menganiaya mama mertua tampa klaripikasi dan tampa mencari tau kebenarannya.


"Nyonya muda, jangan nangis terus nanti dede yang di dalam ikut nangis dan sedih." bujuk Niken ikut menangis.


"Iya nyonya, jangan nangis terus dong, nanti tambah lemas." Lila.


"Mana yang sakit nyinya saya pijitin ya." Nisa.

__ADS_1


"Shafa ngak apa apa kak, kakak bobok aja."


"Tidak nyonya, kami akan selalu di sini, maafkan kami ya, kami salah meninggalkan nyonya sendiri di rumah." isak Nisa dan dua orang lainnya.


"Jangan menyalahkan diri sendiri kak sudah takdir Shafa, papa tidak menghukum kakak semua kan." tanya meneliti seluruh tubuh bodyguar bergantian.


"Tidak nyonya." Nisa.


"Sungguh ?."


"Iya nyonya." Niken.


"Syukurlah." Shafa.


Mereka bukan tidak di hukum, mereka pasti akan mendapatkan hukuman karna lalai tapi bukan saat itu dan mereka siap dengan hukuman yang akan terjadi pada mereka karna kelalaian mereka.


Niken dan yang lain juga tau percis kalau Johan sudah tau apa yang terjadi pada majikan muda mereka dari nada bicara dan ancaman Johan pada Shafa sampai sang putri harus meninggalkan Jones dan pergi jauh.


Dua hari Shafa di rawat di rumah sakit itu, dan kondisi Shafa sudah mulai membaik, dokter mengatakan kalau Shafa sudah bisa melakukan perjalanan jauh tapi tetap di dampingi oleh dokter dan para tim.


Hari itu juga Shafa dan bodyguarnya berjumlah tiga orang bodyguar wanita tujuh orang bodyguar pria serta para dokter meninggalkan negara itu menuju negara tempat tinggal Arkhan dan istri karna Shafa ingin tinggal sementara dengan kakak sepupu dan kakak angkatnya itu.


Untuk kemudian ia akan pindah di tempat yang sudah Johan siapkan untuknya, serta bodyguarnya.


"Selamat tinggal Aa, semoga Aa bahagia dengan wanita pilihan nenek, Shafa janji akan menjaga anak anak kita dengan baik, maafkan Shafa tidak bisa menjadi istri yang baik buat Aa." ucap Shafa lirih, matanya menatap landasan pesawat yang semakin jauh di bawah.


Setelah menempuh perjalan beberapa jam lewat udara dan darat mereka semua pun sampai di tempat tujuan.


Shafa berusaha kuat dan tegar meski hatinya hancur, suami yang begitu memanjakannya, yang sangat mencintainya, yang sangat menyayangi nya dan tidak pernah berkata kasar apa lagi keras padanya selama dua tahun pernikahan ternyata bisa keras dan memakinya tampa tau dan mencari tau permasalahannya.


Suami yang mulai ia rindukan, mulai ia sayangi kini harus ia lupakan, bayangan bayang Jones menari nari di pelupuk matanya, dari kenangan awal pernikahan sampai hari di mana Jones menyakiti hatinya membuat wanita itu makin sedih dan makin terluka.


Para bodyguar selalu mendampingi dan menghibur, membuat Shafa berusaha tegar, apa lagi ada Naya istri Arkhan yang selalu ikut menghibur dan memberikan nasihat padanya.


******


Hai teman-teman author dan teman teman pembaca yang baik  terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.


Mari tetap semangat dan saling support


Dengan cara :


☘ LIKE


☘ RATE


☘ VOTE


☘ HADIAH yang banyak


☘KOMEN yang sebanyak banyaknya.

__ADS_1


Wo Ai Ni all..


Happy Reading.


__ADS_2