UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )

UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )
13. Cemburu..


__ADS_3

Setelah acara selesai dan di tutup oleh host mereka semua berangkat ke sebuah restoran mewah yang ada di dekat gedung JZ Tv.


Mereka duduk bersama, tak lama kemudian makanan pun datang di antar oleh beberapa pelayan, beraneka makanan tersaji di sana, Johan yang merasa iba melihat sang putri kesusahan untuk makan karna cadarnya meminta Shafa agar makan di tempat lain.


Tempat yang tertutup, di sana hanya ada Shafa, Niken, dan dua bodyguarnya yang lain, nafsu makan Jones seketika menghilang saat Shafa tidak ikut makan di meja yang sama dengannya.


Cukup lama mereka di sana, berbincang dan bersenda gurau bersama, setelah makan bersama tadi, hari sudah malam mereka pun kembali ke rumah masing masing.


" Kamu pulang dengan ku saja ya." Jones.


"Ngak usah Uncle, Shafa dengan kak Niken dan yang lain saja." menolak dengan halus.


"Ngak apa apalah, mereka ngikutin kita dari belakang, toh kita satu jalur, aku lewat jalan ke rumah mu kok, ngak enak sendirian di dalam mobil." bujuk Jones.


"Makanya cari istri Uncle." tawa Shafa.


" Udah ada kok, tapi Ini lagi usaha kejalan halal" senyum Jones.


"Wahhh asik nih, aunty Shafa pasti cantik Uncle kenalin dong."


"Sangat cantik, budi pekertinya juga sangat baik, aku sudah lama jatuh hati padanya, matanya sangat indah, nanti kamu juga pasti tau siapa orangnya."


"Kalau sudah gitu kenapa ngak di halalkan saja cepat cepat Uncle, ingat umur, lihat papa anaknya sudah banyak jangan sampai nanti keburu tua yang ada kalau punya anak nanti anak Uncle malah manggil Uncle kan ngak lucu hahaha."


"Hahhh calon istri saja manggil aku Uncle, apa daya." keluh Jones.


"Masih muda ya Auntynya Uncle ?."


"Masih sangat muda, belia tapi cara berpikir dan tingkahnya seperti orang dengan berumur dua puluh lima tahun."


"Owhhh beruntung banget Auntynya dapat Uncle." Senyum Shafa di balik cadarnya.


"Aku yang sangat beruntung kalau bisa mendapatkannya." ucap Jones, mereka berdua ahirnya sama sama terdiam.

__ADS_1


Sementara itu Niken dan dua bodyguar lainnya memperhatikan tingkah kedua orang beda generasi dan beda jenis kelamin itu.


"Sudah ayo aku antar, kalian ikuti saja mobil kami, tenang saja aku pasti akan mengantar Shafa ke rumah." titah Jones pada para bodyguard Shafa.


Shafa naik ke dalam mobil Jones dengan terpaksa karna laki-laki itu yang terus memaksa, di dalam mobil Jones mereka asik bercanda ria dengan berbagai topik.


Niken, Asiah serta Lila memgikuti dari belakang mobil Jones, mobil yang di bawa Jones melaju pelan sehingga Lila juga terpaksa ikut ikutan pelan dan lambat.


"Kok lambat banget sih pak Jones." gerutu Lila yang tidak bisa mengemudi pelan.


"Tau tuh, lama banget, ada hubungan apa.sih dokter itu dengan nona Shafa kok sampe ngantar segala."ujar Niken dengan nada cemburu.


"Ada hubungan apa itu bukan urusan kita, tugas kita mengawal nona Shafa." Asiah.


"Tapi ya, aku pernah dengar kalau tuan Johan marah marah sebab dokter Jones menyukai nona Shafa dan tuan tidak setuju." Lila.


"Mana mungkin tuan setuju, dokter Jones kan sebaya dengannya, temanan lagi." Niken berkata dengan hati gundah.


"Sepertinya tidak, nona cuma menganggap dokter itu seperti papanya, dengar sendiri nona masih memanggil dokter Jones Uncle, kalau mereka ada hubungan tidak mungkin nona memanggil Uncle, lagian nona itu orang yang patuh pada perintah agama nona tidak akan berhubungan dengan laki-laki yang bukan muhrim, kalau sudah cocok nona pasti taaruf." Asiah ikut menggosip.


"Wah cinta bertepuk sebelah tangan dong dokter Jones." Lila.


"Bisa jadi." Asiah.


"Iya .. lagian umur nona Shafa saja belum delapan belas tahun." Niken.


"Kalau itu mah bisa aja, kan dokter Jones bisa menunggu sampai nona cukup umur." jawab Lila.


Wajah Niken tampak berubah mendengar kata kata Lila, dia yang sudah terlanjur jatuh hati pada dokter tampan itu tidak bisa menyembunyikan perasaannya.


Asiah yang duduk di depan di samping Lila bisa melihat dari kaca spion dalam mobil dengan jelas bagai mana raut wajah Niken saat membahas kedekatan Jones dan Shafa dia yakin Niken suka pada dokter itu.


Jones memperhatikan perubahan sikap Shafa yang tiba tiba diam, bulir keringat di dahi gadis muda itu, dari keningnya yang terlihat ada kerutan akibat menahan sesuatu rasa.

__ADS_1


"Kamu kenapa Shafa, ada apa." tanya Jones cemas.


Shafa tetap diam, terdengar suaranya yang mengerang seperti menahan rasa sakit, bahkan keringat di keningnya makin banyak.


"Shafa .. Shafa jawab aku, kamu kenapa ?, jangan buat aku takut." Jones makin bingung karna Shafa tidak juga menjawab panggilannya.


Jones melajukan mobil dengan kecepatan tinggi di jalan tol itu, setelah keluar dari tol Jones mencari tempat yang aman untuk memarkirkan mobilnya.


"Shafa, jangan diam aja katakan ada apa ?" Jones ingin menyentuh tubuh Shafa namun urung saat ia mengingat Shafa tidak bersentuhan dengan yang bukan muhrimnya.


🍇🍇🍇🍇


Hai teman teman semua yang berada di seluruh wilayah tanah air, apa kabarnya kamu kamu semoga kamu, aku dan dia ciyeee, selalu dalam lindungannya sang pencipta di beri kesehatan keselamatan dan panjang umur.


AMINN....


Salam sayang dariku padamu yang jauh di mata namun dekat di hati hay.. hay..


***SALAM KENAL ALL.


Jangan lupa jempol cantik dan lentik kamu buat tekan tombol :


🍇PAPORIT


🍇LIKE


🍇RATE


🍇VOTE


🍇DUKUNGANMU PENYEMANGATKU.


HAPPY READING***.

__ADS_1


__ADS_2