
Mobil yang membawa Shafa melaju kencang di jalanan begitu supir dan dua orang lain yang ada di dalam mobil itu menyadari ada mobil lain yang mengejar mereka.
Kejar kejaran tidak terelakkan, tiga mobil yang di kenderai para bodyguard memepet dari sisi kiri kanan lalu satu di belakang.
Jones dan bodyguard yang ikut dengannya juga berhasil mengejar, sebab mobil yang mereka pakai merupakan Lamborgini terbaru yang kecepatannya luar biasa.
"Sialan, siapa perempuan ini sehingga banyak yang mengejar kita." umpat salag seorang teman Dino yang di tugaskan membawa Shafa.
"Tau nih, si Dino di telepon ngak angkat, sialan gara gara dia kita repot, bagai mana ini." ucap yang lainnya.
"Jangan jangan dia anak gangster atau dia sendiri pemimpinnya, wahhh bisa kacau kita."
"Terus gimana ini, lanjut atau menyerah." ucap laki laki berbaju biru.
"Menyerah mati, ngak nyerah juga mati, terlanjur kita bawa saja dia ketempat yang sunyi, kita jadikan sandera."
"Bego lu, kalau dia beneran anak gangster lu pikir kita bisa selamat kalau terus lari begini, lu pikir kita mampu menghadapinya."
"Lah gimana dong."
Mobil masih melaju kencang hingga keluar dari pusat kota, mobil yang di kenderai bodyguard masih mengapit mobil penculik di sisi kiri kanan dan di belakang dua mobil lagi.
Para bodyguard sengaja tidak melakukan tindakan karna masih berada di keramian dan mempertimbangkan keselamatan Shafa yang ada di dalam mobil penculik.
Tiba tiba salah satu mobil yang berada di sisi kanan maju ke depan dan di gantikan mobil Lamborgini yang berisi Jones serta satu orang bodyguar di sana, kini mobil penculik benar benar di kepung dari segala arah membuat para penculik makin kebingungan.
"Hehh perempuan itu masih belum sadar ya." tanya penculik satu.
"Masih, mau apa." penculik dua.
"Cepat bangunkan dia, siram pakai air mineral sampai dia sadar." titah penculik satu.
"Untuk apa." penculik tiga.
"Bego lu ya, lu ngak lihat kita udah di kepung, cuma dia yang bisa menyelamatkan kita." marah penculik satu.
"Ohhh okee, siram biar bangun." penculik tiga segera mengambil air mineral dan menyeramkan pada wajah Shafa yang masih tertutup cadar.
"Bego lu ya, buka penutup wajahnya, gimana sih lu masa di siram begitu aja, lu ngak tau air nya cuma dikit mana tembus semua, air itu cuma membasahi kain penutup wajahnya saja."
__ADS_1
Marah penculik dua yang duduk di bangku depan di samping supir, Shafa terletak di atas kursi belakang di samping penculik tiga.
"Ohh iya betul juga." penculik tiga langsung menyingkap cadar Shafa.
"Astaga.." teriak penculik dua yang melihat wajah Shafa dari bangku depan, sementara penculik tiga yang membuka cadar Shafa malah melonggo melihat kecantikan Shafa yang luar biasa.
"Cantik banget, pantas si Dino pantang menyerah." penculik dua.
Penculik satu melirik sekilas ke bangku belakang, karna dia harus tetap pokus pada kemudi, penculik tiga menyiramkan air mineral ke wajah cantik Shafa, merasakan ada air mengalir di wajahnya Shafa langsung terbangun dan ingin bangkit tapi urung karna masih pusing.
"Hei.. berhenti, kalian sudah kami kepung." teriak Jones dengan sorot mata tajam dari mobil yang ia kenderai.
"Sial gimana ini." penculik satu.
"Kita nyerah aja, bisa jadi bubur kita nanti." penculik dua.
"Teruskan saja, kita bawa dia jadi sandera, kita ngak tau apa yang akan terjadi kalau kita menyerah belum tentu mereka tidak bertindak lanjut." penculik dua.
"Terus kita kemana ini." penculik satu.
"Kantor polisi aja, dari pada di hajar sampe mati sama mereka mending kita menyerah ke kantor polisi." ucap penculik kedua yang sudah memucat karna mereka benar benar sudah di kepung dan jalan mobil sudah tidak bisa kencang lagi.
Bodyguard hanya menanti saat yang tepat, saat mobil penculik dan mereka berada di jalur aman dan sepi barulah para bodyguard bertindak.
"Cari celah di depan." penculik dua.
Shafa belum bisa bicara karna kepalanya masih pusing, tapi ia bisa mendengar jelas pembicaraan mereka dan dia sadar kalau dia sedang di culik ketiga orang itu karna itu dia diam saja.
Cittt....
"Apa apaan sih lo, ngerem mendadak." umpat penculik dua.
Penculik ketiga yang ada di belakang terjungkal sampai kedepan, Shafa sendiri terjatuh kelantai mobil karna lemah.
"Lu ngak lihat kita sudah di pepet." emosi penculik pertama.
Ketiga orang itu sudah pucat pasi melihat beberapa orang keluar dari dalam mobil yang mengejar mereka, para bodyguard keluar dengan persenjataan lengkap di tangan mereka masing masing.
Jangankan senjatanya, melihat body para pengawal yang tinggi besar dan seram saja siapapun pasti ciut.
__ADS_1
"Keluar, menyerahlah atau kalian akan tau akibatnya." teriak Erwin kepala pengawal
pada orang orang yang ada di dalam mobil.
Tapi para penculik tidak bergeming, jangankan keluar kaca pintu mobil saja tidak di turunkan.
Tempat mereka saat itu sudah jauh dari kota dan perkampungan masyarakat namun masih ada beberapa masyarakat di sana dan para bodyguard sudah mensterilkan tempat itu dari khalayak umum.
"Cepat keluar dan serahkan Shafa, kami akan mempertimbangkan keselamatan kalian, kami jamin itu." teriak Jones mendekati mobil yang menyandera Shafa ia datang dengan tangan kosong.
"Pak.. jangan mendekat bahaya."
"Lebih berbahaya lagi kalau mereka bertindak lancang pada Shafaku." jawab Jones tidak perduli dengan peringatan Erwin, ia terus saja berjalan ke arah mobil.
Dengan degup jantung tidak beraturan ia melangkah dengan pasti tampa perduli dengan keselamatannya sendiri, ia sangat takut terjadi apa apa pada Shafa.
"Aku tidak takut apapun, aku hanya takut terjadi apa apa padamu sayang, demi kamu nyawaku ini tidak ada harganya, aku sangat mencintaimu Shafa, bertahanlah untukku."
Gumam Jones dengan pandangan mata berkabut, sementara itu di dalam mobil Shafa yang mendengar suara Jones ia menangis tertahan ada rasa aman dan nyaman di hatinya begitu mendengar suara laki-laki itu.
"Uncle.. tolongin Shafa, Shafa takut hiks." tangis Shafa masih mengalir, rasa sakit di tubuhnya akibat terjatuh dari kursi mobil masih bisa bisa ia tahan tapi mengingat tadi ia di seret paksa dan Niken yang di ancam akan di nodai oleh Dino membuat ia merasa sangat takut kalau sampai ada apa apa dengan Niken.
*********
Hai teman-teman author dan teman teman -pembaca yang baikΒ terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.
Mari tetap semangat dan saling support
Dengan cara :
πLIKE
π RATE
π VOTE
π HADIAH yang banyak
π KOMEN yang sebanyak banyaknya.
__ADS_1
Wo Ai Ni all..
Happy Reading