UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )

UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )
89. Sah.. Sah.. Sah.


__ADS_3

Tangan Johan dan tangan Jones sama sama dingin saat saling berjabat tangan dan saling berhadapan, kedua laki-laki itu sama sama gugup dan sama sama kikuk.


"Sialan ahirnya lu jadi menantu gua, sial betul nasib gua hahhh." gumam Johan dalam hati menatap Jones dingin.


"Cepetan dong papa mertua jangan berpikir lagi, ntar keburu malam, gua udah ngak sabar nyebut nama putri lu sebagai istri gua." gumam Jones dalam hati, menatap Johan dengan senyum terbaiknya.


Bukan hanya kedua orang itu yang tegang, Shafa dan ayahnya juga seperti sedang menahan napas melihat Johan dan Jones yang masih sama sama diam hingga ahirnya pak penghulu kembali mengajari keduanya agar tidak terjadi kesalahan.


"Sudah siap tuan dan pak Jones." tanya penghulu pada kedua laki-laki di depannya.


"Sudah." jawab keduanya.


"Bagai mana saksi, sudah siap ?." tanya penghulu lagi pada Arkhan di pihak Shafa dan Robby di pihak Jones.


"Sudah pak." jawab kompak keduanya pula.


"Baiklah mari kita mulai, silahkan tuan." pak penghulu.


Johan dan Jones sama sama menarik napas dalam dalam hingga.


"Aku terima nikah dan kawinnya." Jones.


"Hehhh belum kutu busuk." Johan menoyor jidad Jones kesal dan marah.


Semua orang tidak dapat menahan tawa melihat Jones yang tidak sabaran, belum apa apa dia sudah menjawab padahal Johan baru menghapalkan dan mengucapkan di dalam hati.


( 🤣🤣 dasar Jones edan ).


Bahkan Nazwan dan Shafa ikut tertawa melihat dan mendengar kekonyolan laki-laki itu, ayah dan anak sama sama geleng geleng kepala.


"Yang benar dan serius bego." omel Johan.


"Baik papa mertua, makanya jangan lama lama ntar malam lagi, ayo bilang cepat." desak Jones membuat penghulu jadi kebingungan melihat tingkah keduanya, beberapa orang yang duduk dekat mereka hanya bisa menghela napas.


"Sialan lu, ngak ada sopan sopannya, ntar gua umpetin putri gua sekarat lu." ancam Johan.


"Jangan dong papa mertua, ampun, maaf ya


maaf "ucapnya memelas dan ketakutan kalau Johan benar benar akan menyembunyikan


Shafa.


"Sudah sudah, di saat begini masih sempat berdebat, ayo yang serius, perut gua lapar nih dari kemarin belum makan, kehabisan beras di rumah." sela Robby menengahi kedua orang itu.


"Tutup mulut lu." ucap Jones dan Johan bersama an, mereka berdua sama sama menatap Robby dengan tatapan devil masing masing.


"Cihh saat maki gua aja lu berdua yang kompak, saat begini malah sama sama norak." Robby.


"Maaf tuan dan pak Jones, mari kita mulai saja waktu sudah semakin berlalu." penghulu.


"Baik mari kita mulai." menekan tangan Jones sekuat tenaga nya, Jones diam di perlakuan begitu meski tangannya terasa sakit dia tidak perduli.


"Baik, ayo papa mertua." Jones.


"Siap .. mulai." penghulu.


( Astaga pak pemghulu bapak kira mau lomba balap karung atau masukkan paku kebotol apa pake aba aba segala 🤣🤣, pak penghulu ikutan sengklek ).


Meski sama sama terkejut mendengar aba aba pak penghulu keduanya pun sama sama pokus dengan kata kata masing masing.


"Aku nikahkan engkau dengan putri ku SHAFA INTANI bin NAZWAN dengan mahar seperangkat alat Sholat dan uang sebesar delapan belas miliar di bayar tunai." Johan.


( Langsung miskin si Jones, nasib nikahin anak Sultan 🤣🤣 ).


"Aku terima nikahnya SHAFANA INTANI bin NAZWAN dengan mahar tersebut di bayar tunai." ucap Jones sekali tarikan napas dan semangat empat lima enam tujuh.


"Sah.. sah.." ucap Jones terlebih dulu.


" Sah.. sah ...sah.." ucap saksi dan hadirin, lagi lagi Johan menoyor jidad Jones di susul Robby yang ikut ikutan menoyor Jones, kedua orang itu cukup kesal pada tingkah laki-laki itu.


Lagi lagi hadirin tertawa menyaksikan kekonyolan pengantin pria itu, Jones sendiri cuma bisa cengar cengir mendapatkan toyoran dari laki-laki yang kini menjadi papa mertuanya dan Robby yang ikut mengambil bagian menoyornya.


Kini tiba saatnya Shafa turun ke lantai bawah, MUA dan Lisda datang menjemput Shafa ke dalam ruangan di mana tempat pengantin wanita itu berada.


Nazwan mengantar putrinya itu sampai pintu, lamu ia menyerahkan tangan Shafa pada lisda dan mua untuk mereka bimbing di sisi kiri kanan Shafa.


Jones menahan napas saat matanya menuju lantai atas, tatapan matanya hanya pokus pada sosok wanita yang berbalut baju putih terang dan kini sudah resmi menjadi istrinya beberapa detik lalu tepat di hari ulang tahun Shafa yang kedepan belas tahun.


Shafa berjalan pelan menuruni anak tangga di bimbingan oleh Lisda MUA dan di iringi bridesmaid dari belakangnya.


Shafa di bimbing ke arah Jones, sesampai di dekat Jones ia lalu mengulurkan tangan untuk meyalam Jones suaminya, tangan Shafa terasa hangat di tangan dingin Jones, Jones lalu meletakkan telapak tangannya di ubun ubun


sang istri sambil membaca doa pengantin


baru di dalam hati.


"Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih."


( Artinya: ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya ).


Setelah membaca doa Jones lalu mencium kening sang istri, Shafa tentu canggung menerima ciuman Jones di depan banyak orang namun ia tidak mungkin menolaknya, dia hanya diam saja sambil menunduk malu.

__ADS_1


Jones masih menggenggam tangan sang istri dengan penuh kasih sayang dan cinta, Shafa mencuri pandang pada suaminya itu yang tampil semakin tampan di balik baju dengan warna senada dengannya.


"Maaf nak Jones, boleh kami lihat wajah pengantinnya biar kenal, masa kamu saja yang bisa lihat." goda seorang wanita paruh baya keluarga jauh Jones.


"Iya lihat dong." ucap yang lainnya.


Shafa menatap Jones, ia ingin tau apakah suaminya itu akan memberikan izin atau tidak untuk memperlihatkan wajahnya pada orang lain, meski dia sendiri enggan.


"Maaf, saya tidak bisa izinkan wajah istri saya di lihat oleh orang lain." jawabnya sopan.


"Yah.. ayolah Jones, sebentar saja penasaran bagai mana wajah istrinya." pinta lainnya dan di sambut oleh orang lain lagi.


Ahirnya dengan berat hati Jones terpaksa membuka cadar istrinya itu dengan tangannya sendiri tapi hanya beberapa detik saja, setelah itu ia kembali menutup wajah istrinya itu.


Suasana yang tadinya ramai dengan gelak tawa menjadi hening melihat wajah Shafa, meski sekilas tapi mereka bisa melihat wajah wanita itu yang sangat cantik dan rupawan.


Cantik banget, semua orang berdecak kagum namun mereka kesal karna cuma sebentar melihat wajah Shafa, bahkan tidak satupun di antara mereka yang bisa mengambil photonya karna sudah di peringatan keras oleh Johan dan bodyguar yang selalu mengawasi.


Para awak media yang hadir untuk mengambil berita pernikahan penomenal putri pengusaha kaya raya itu juga tidak bisa mengabadikan wajah Shafa di bidikan kamera mereka, selain Shafa yang memakai cadar.


Acara akad nikah berjalan dengan sangat lancar, di susul acara acara berikutnya di mulai dengan acara memberikan nasehat pengantin oleh ustad terkenal dan tersohor saat itu, kemudian acara berikutnya adalah acara sungkeman pada kedua orang tua masing masing secara bergantian.


Setelah sungkem pada mama Dara Jones pun membawa Shafa sungkem pada Johan dan Zahra, air mata mengiringi acara tersebut, Jones dan Johan yang tadinya saling berdebat kini sama sama saling menangis.


Johan memeluk Jones sahabat sekaligus menantunya itu, lagi lagi ia memberikan nasehat pada Jones untuk menjaga dan melindungi putri nya itu, setelah menyalami Johan, Jones pun menyalam Zahra meski sekilas.


Johan memeluk Shafa erat, tangisnya pecah saat memeluk putri sambungnya itu, mulutnya terkunci untuk sesaat, hingga ia pun ahirnya memberikan nasehat langsung pada putrinya itu.


"Jadilah istri yang baik, hargai dan hormati suami kakak seperti menghargai kedua orang tua kakak ya nak, maafkan papa yang belum bisa membuat kakak bahagia sebagai anak papa." tangis Johan.


"Tidak papa, Shafa sangat bahagia sejak Shafa menjadi putri papa, Shafa bangga punya papa seperti papa, papa adalah ayah terbaik di dunia sama seperti ayah Nazwan, kalian sama sama cinta pertama Shafa di dunia ini."


Jawab Shafa sesegukan membuat semua orang yang mendengar kata katanya ikut menangis dan terharu, begitu besar rasa sayang dan cinta papa sambung dan anak sambung itu.


Zahra juga memeluk Shafa tak kalah erat, suara tangis Shafa dan Zahra saling bersahutan, sang mama juga ikut memberikan nasehat pada sang putri meski di sela sela tangisnya.


Setelah acara sungkem selesai, dan hadirin serta undangan di persilahkan menikmati makanan mewah yang sudah di sediakan.


Tepat jam dua belas siang Jones membawa Shafa ke lantai atas, ia mengajak istrinya itu untuk sungkem pada Nazwan.


"Maafkan ayah nak, maafkan semua kesalahan ayah selama ini, maafkan ayah yang tidak bisa menemani mu saat saat pertumbuhan mu, maafkan ayah yang tidak bisa menjadi ayah terbaik bagimu." tangis Nazwan memeluk Shafa.


"Tidak ayah, ayah dan papa sama sama orang tua terbaik bagi Shafa, ayah dan papa sama sama cinta pertama Shafa, Shafa sayang sama ayah dan papa, maafkan juga Shafa kalau selama ini membuat ayah sakit hati." tangis Shafa.


Nazwan memeluk Jones dan Shafa bersamaan, dan ketiga orang itu sama sama menangis terharu, tidak berapa lama kemudian Johan, Zahra Mommy, Daddy serta mama yani dan keluarga lain masuk kedalam ruangan itu.


Setelah saling berjabat tangan mereka sama sama duduk di atas karpet mewah di dalam ruangan itu untuk makan siang bersama, di lantai bawah, di ballroom Robby serta keluarga lainnya seperti Hengky, Salman, Rhaja, Hasan dan kakak angkat Zahra lain sibuk melayani tamu siang itu.


Setelah makan siang bersama Nazwan langsung pulang kembali ke kamar hotel tempat ia menginap selama di sana, Johan serta keluarga lain kembali bergabung dengan tamu di ballroom.


Jones sendiri membawa istrinya itu ke kamar pengantin yang sudah di siapkan untuk mereka selama mereka mau, Jones hanya di tugaskan mengantar istrinya ke kamar untuk beristirahat sebab malam nanti mereka masih melanjutkan acara resepsi yang di khususkan untuk teman bisnis Johan dan keluarga lainnya.


Sayang, aku turun ke ballroom ya, kamu istirahat dulu hmmm , karna papa menyuruh aku untuk menemaninya menerima tamu." ucap Jones sambil menggenggam tangan Shafa.


"I...iya Uncle." jawab Shafa gugup.


"Boleh cium, peluk ?? kan sudah halal." goda Jones memajukan bibirnya.


"Ngak.. ngak boleh." jawab Shafa malu, ia lalu mendorong tubuh tinggi besar itu keluar kamar sekuat tenaga.


Namun sayang tenaga kecil Shafa tidak mampu mengeluarkan Jones dari dalam kamar, Shafa malah terlihat seperti mendorong sebongkah batu besar yang tetap diam di tempat meski ada yang mencoba memindahkannya.


Jones langsung memeluk Shafa erat ia meletakkan kepalanya di atas bahu Shafa, rasa haru dan bahagia bercampur aduk di dadanya,


Laki-laki itu berkali kali berucap syukur pada sang pencipta karna sudah berhasil mempersunting Shafa, ia bahkan sujud syukur sangat lama setelah akad nikah selesai tadi.


"Aku mencintaimu gils, aku sangat mencintaimu sangat sangat mencintaimu sayang, jadilah milikku selamanya seumur hidupku." ucap Jones lirih di telinga Shafa, air mata Jones bahkan turut mengungkapkan rasa bahagianya.


Jones kemudian melonggarkan pelukannya, ia menyingkap penutup wajah istrinya itu, Jones menangkap wajah Shafa dengan kedua tangannya, ia lalu menatap manik mata bening itu dalam dalam.


Mata yang dulu untuk pertama kali ia lihat setelah Shafa beranjak dewasa dan berhasil membuatnya sangat tergila gila hingga ia rela mempertaruhkan nyawanya berkali kali demi menyelamatkan


gadis itu.


"Cup.. ini milik ku." mencium kening Shafa.


"Cup.. ini milikku." mencium mata kiri dan kanan Shafa sangat mesra.


"Cup .. ini juga milikku." hidung Shafa.


"Cup .. dan ini milikku, yang paling manis serta memabukkan lebih kuat dari anggur tertua dan termahal di dunia, dan semua ini milik ku dari ujung rambut sampe ujung kaki."


Jones mencium tangan Shafa mesra, lalu ia memeluk lagi istrinya itu dengan erat sebelum ia mendaratkan kembali ciuman di bibir mungil halalnya itu.


Jones mengangkat tubuh Shafa ala bridal style ke arah tempat tidur yang luas dan mewah yang di atasnya sudah di taburi berbagai macam bunga yang wangi dan cantik.


Jones duduk di sisi tempat tidur lalu ia pun mendudukkan Shafa di atas pangkuannya, Shafa masih belum sadar apa yang di lakukan oleh suaminya itu karna terlalu terkejut mendapatkan perlakuan manis Jones.


Jones mencium bibir mungil Shafa yang membuatnya langsung candu setelah dua kali ia curi, tapi kali ini ia tidak perlu mencurinya lagi karna sudah halal baginya.


Awalnya Jones melakukannya lembut tapi lama kelamaan makin ganas dan lama, ia bahkan menggigit bibir bagian bawah Shafa sehingga lidahnya bisa masuk dan mengakses seluruh isi mulut istrinya itu.

__ADS_1


Enhhhh emhhh nghhh


Shafa cengap cengap hampir kehabisan napas karna ciuman.panas sang suami, ia menepuk nepuk punggung Jones karna tidak tahan, namun bukannya berhenti Jones malah makin ganas menciumnya, hingga Jones tersadar saat merasakan tubuh istrinya yang tegang karna menahan napas.


Jones melepaskan pagutannya, sambil mengatur napas yang memburu laki-laki itu melap bekas salivanya di bibir sang istri dengan jari tangannya.


"Maa..maaf sayang, aku ngak tahan tadi, maaf ya sayang, jangan marah hmmm." bujuk Jones memeluk istri nya mesra.


Shafa kaku dan membatu, meski sudah dua kali merasakan ciuman Jones tapi hanya sekilas, ia tidak sempat merasakan bagai mana nikmatnya ciuman suaminya itu, tapi kali ini ia sempat terlena meski sesaat karna ia hampir kehabisan pasokan oxigen di paru parunya.


Jones kembali menciumi seluruh wajah Shafa dengan rasa sayang dan cinta di pelupuk matanya terlihat riak yang tadi sempat mengalir di bahu Shafa, Jones mencium hidung Shafa lama.


"Aku akan ke bawah sayang, kamu istirahat ya, kamu mau ganti baju sayang ??, gerah ya ??."


Suara Jones sangat aneh di telinga Shafa lembut dan bergetar.


Shafa tidak menjawab matanya berkedip kedip berkali kali terlihat lucu dan sangat menggemaskan di mata Jones sehingga ia kembali menempelkan bibirnya pada bibir Shafa lalu melakukan hal yang sama seperti tadi.


Shafa diam saja merasakan sensasi aneh pada seluruh tubuhnya, wajahnya tampak berubah ubah antara geli, nikmat dan panas pada bibirnya Jones begitu menikmati anggur yang ada pada bibir istrinya itu hingga ia tidak sadar kalau istrinya itu sudah semakin kaku.


"Sayang.. sayang bernapas sayang, jangan di tahan napasnya hmmm." ucap Jones tersengal.


Shafa menarik napas panjang memasukkan oxigen sebanyak yang ia bisa ke paru parunya, wajahnya memerah karna malu, ia lalu menyembunyikan wajahnya di dada bidang Jones membuat laki-laki itu semakin gemas.


"Aku ke ballroom ya sayang cup." mengecup kening Shafa mesra.


"Dari tadi mau pergi tapi ngak jadi jadi, bibir


Shafa jadi panas." omel Shafa dalam hati.


Jones memindahkan Shafa ke atas tempat tidur duduk sejajar dengannya, Jones lalu berlutut di depan Shafa, ia menggenggam tangan kecil Shafa bola matanya menatap manik mata indah


miliknya kini.


"Sayang aku sangat mencintaimu, aku rela melakukan apa saja demi bisa bersamamu, kamulah pemilik hati ini selamanya, kamulah pemilik jiwa dan ragaku selamanya, hanya kamu yang bisa bertempat di hatiku."


Jones meletakkan kepalanya di pangkuan Shafa, kedua tangannya memeluk pinggang ramping istrinya posesif.


"Sayang jangan pernah pergi dariku, jangan pernah meninggalkan aku, andai apapun yang terjadi, pemasalahan yang ada di rumah tangga kita, jangan jauh dariku, katakan padaku kalau ada hal yang membuat kamu tidak suka, jangan diamkan hmm, rumah tangga yang baik dan harmonis adakah rumah tangga yang saling terbuka dan saling melengkapi."


Shafa tetap diam.


Jones mengerti istrinya itu masih shoc dengan kelakuannya, bahkan mungkin saja istrinya itu sedang takut karna itu ia tetap diam.


"Kamu mau ganti baju sayang, aku bantu


buka kancing baju kamu ya."


"Enghhh ngak, jangan."


Terlambat Jones sudah menarik resleting gaunnya hingga sampai ke pinggang, mata Shafa terbelalak saat menyadari tangan Jones yang sudah membuka bajunya dari belakang.


"Aku ngak lihat kok sayang, cuma menarik saja, jangan marah hmmm, sekarang aku pergi ya, aku kunci pintunya dari luar, kalau kamu butuh sesuatu telepon aku ya, my wife."


Senyum Jones, sebelum pergi ia kembali mengecup bibir istrinya mesra.



Sah sah sah ..


Hal demikian juga berlaku bagi selain ayah tiri, seperti misalkan ayah angkat ataupun lainnya. Namun, perlu benar-benar diingat bahwa tawkil ini dilakukan atas dasar serah terima, sehingga keberadaan pihak yang menyerahkan, dalam hal ini adalah wali asli, haruslah benar-benar ada. Sedangkan apabila tidak ditemukan wali asli, enta


Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/85698/bolehkah-ayah-tiri-menjadi-wali-nikah


Ayah tiri boleh menjadi wali nikah anak sambungnya apa bila sesuai ketentuan yang ada dan sudah di serah terimakan oleh wali asli seperti Nazwan ke Johan.


Maaf bila ada info yang kurang pas, aku juga tanya tanya sama ahli sebelum buat naskah hehehe ya masing masing setiap individu punya pendapat sendiri sendiri.


🙏🙏


********


Hai teman-teman author dan teman teman pembaca yang baik  terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.


Mari tetap semangat dan saling support


Dengan cara :


🪴 LIKE


🪴 RATE


🪴 VOTE


🪴 HADIAH yang banyak


🪴KOMEN yang sebanyak banyaknya.


Wo Ai Ni all..


Happy Reading.

__ADS_1


__ADS_2