UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )

UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )
39. Satu Kecamatan.


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah sakit Jones langsung pulang ke apartemen miliknya di antar oleh Robby serta Shafa tentunya.


"Kenapa jadi banyak orang, bukan begini mau gua." gerutu Jones ke Robby yang sejak tadi cengar cengir melihat Jones yang mendongkol.


"Ouhhh lu kira lu doang yang pintar, bapaknya jauh lebih pintar dari lu." tawa kecil Robby.


"Gua pikir gua bakal banyak waktu berdua, bermanja dan sayang sayangan ehh malah orang satu kecamatan di bawa bawa, lihat apartemen gua jadi sesak."


"Bermanja dan sayang sayangan ?, mimpi lu hahaha, ngak semudah itu pulgoso." mengibaskan tangannya lebay.


"Lu ya teman yang payah, lu kasih gua kesempatan dong, pura pura ngak lihat kek, gua mau bersama Shafa please Robby tolongin gua."


"Gua bisa pura pura ngak lihat tapi mata bos Johan ada di mana mana, anak anak gua butuh susu dan makan bro, gua ngak mau gara gara nolongin lu gua yang jadi korban, emang lu mau ngebutuhi hidup gua sama anak gua kalau gua di pecat."


"Sialan lu, teman ngak ada rasa minta bantuan gitu aja lu ngak rela."


"Yang lain pasti gua bantuin bro, yang ini mah gua ngak punya nyali, mending lu suruh gua makan cabe satu kilo gram dari pada nurutin mau lu itu."


"Elehhh di suruh gitu ya lu ngak soal, lu kan hantu cabe." omel Jones makin kesal pada sang sahabat.


Apartemen Jones benar benar ramai, ada tiga orang bodyguar perempuan serta bibik yang membantu mengurusi apartemen Jones yang datang pagi dan pulang sore hari.


Ada Robby dan tiga orang bodyguar laki-laki yang selalu setia menemani Shafa kemana pun meski mengawasi dari jauh.


Para wanita sibuk di dapur dan laki-laki sibuk bermain ular tangga sambil makan cemilan buatan para wanita.


"Ayo makan cakenya Uncle, buatan Shafa lo belajar sama bik Mami sama kakak kakak juga."


Shafa menyodorkan beberapa potong ke Robby dan Jones.


Jones menyambut bronis buatan Shafa dengan riang gembira bronis satu piring di kuasainya sendiri, bagi Robby tidak kebagian malah Alhamdulillah karna para bodyguard yang ia lihat memakan cake buatan sang majikan ekspresi wajahnya tidak beraturan bisa di tebak rasanya seperti apa.


Ancur..


Jones memasukkan satu potong kedalam mulutnya seketika raut wajahnya berubah, Robby ingin tertawa terbahak bahak tapi takut karna Shafa masih berdiri di antara mereka sepertinya gadis itu sedang menunggu penilaian dari mereka berdua dengan mata berbinar.


"Gimana Uncle ?, enak ?." Shafa.


"Uenak tenan, mantap, sedap, aku suka banget karna yang buat kamu." puji Jones dengan senyum lebar dan di paksakan.


"Berapa nilainya Uncle." tanya Shafa sumringah di balik cadarnya.


"Seratus dong, ehh Robby coba deh enak loh terus kasih nilai ya, ingat nilainya harus tinggi." menyodorkan piring ke Robby.

__ADS_1


"Mampus lu, ngetawain gua lu dalam hati kan." tawa Jones dalam hati dengan sorot mata sulit di artikan ke Robby.


"Mati gua, sialan lu Jones." batin Robby terpaksa menerima, ia mengambil satu potong cake itu lalu pelan pelan ia masukkan ke dalam mulutnya.


"Uncle makan satu saja ya nona, sisanya Jones soalnya Uncle sudah kenyang." tersenyum miring ke arah Jones.


"Iya Uncle, ayo abisin Uncle." pinta gadis itu dengan mata puppy eyenya.


Seperti tersihir Jones memakan cake buatan sang gadis pujaan hati dengan semangat 45, Robby tidak terkejut melihat kepatuhan Jones entah bagai mana cara laki-laki itu menelan makanannya tampa bantuan air seperti Robby yang memaksa menelan makanan itu dengan air agar cepat masuk kedalam lambungnya.


"Apa rasanya bro ?." Robby.


"Ancur ehh enak." jawabnya celingak celinguk takut Shafa mendengar atau yang lain, padahal suara tawa gadis itu terdengar nyaring dari arah dapur.


"Kalau lagi jatuh cinta mah tai kucing di bungkus daun pisang juga enak hahaha." ejek Robby ke Jones.


"Emang lu ngak pernah jatuh cinta, nikah karna di jodohkan, hidup lu cuma ada hitam putih ngak berwarna sama.sekali, makanya lu belajar mencintai bini lu jangan di gerayangin aja tiap malam tampa rasa cinta, cuma ***** doang kurang nikmat tau mainnya."


"Cihh tau apa lu dengan cinta gua, yang penting anak gua sudah tiga, nah lu ? induknya saja baru mau di rayu, kalau mau kalau ngak Jones bujang lapuk sampai ahir jaman hahaha."


"Sialan lu."


Shafa dan yang lain di apartemen Jones hanya sampai jam delapan malam, datang sehabis jam kuliah berakhir.


"Sunyi tampa mu sayang, cepat besar dong biar aku jemput." gumam Jones membelai wajah Shafa di layar handphonenya.


"Lu ya, belum lenyap juga lu dari hadapan gua, pergi sana muntah gua lihat tampang lu yang pas pasan itu."


"Biar pas pasan tapi udah laku."


"Cih.. muntah betulan gua."


Setelah kepergian Robby tinggal Jones dan asistennya di apartemen.


"Kalau cinta kok ngak di ikat aja pak." asisten.


"Ikat ?, ikat apanya."


"Di tunang lo pak, biar ngak lari ke yang lain."


"Boro boro di tunang di dekati aja putrinya bapaknya sudah seperti singa, lu ngak lihat bapak nya ke gua mau ajak perang terus."


"Itu karna kurang sajen pak, coba di kasih sajen banyak banyak hahaha."

__ADS_1


"Sajen apa ?, lu ngak tau bapaknya termasuk lima besar terkaya di negara ini, gua punya apa."


"Hahhh lima besar terkaya pak ?, beruntung dong jadi mantunya pak."


"Beruntung banget karna dapat putrinya, musibah dapat mertua kayak bapaknya."


"Hahahha awas kualat lo pak, dosa ngatain yang lebih tua dari bapak, walau bagai manapun beliau bapak dari cewek yang bapak taksir."


"Dasar lu ya, ya lah lu kan baru ikut gua jadi lu ngak tau si bos sama gua temenan dari masa sekolah dulu, jadi bapak mertua gua teman gua."


"Wahhh hahaha kacau dong ya pak, nasiblah pak saya doakan semoga berjodoh dengan anaknya ya, perempuan sholehah matanya cantik banget pasti wajahnya juga cantik ya pak."


"So pasti cantik, ehhh huss lu jangan bayangkan punya gua ya, gua kasih nilai D mau lu."


"Jangan dong pak, ampun deh ngak lagi lagi."


"Awas saja lu berani melirik punya gua, gua potong potong lu punya barang."


"Gawat, habis dong pak." memegangi harta berharga miliknya.


"Maka jangan coba coba."


"Siap pak." menghormat ala prajurit.


" Anak baik." senyum mengejek.


*********


Hai teman-teman author dan teman teman -pembaca yang baikΒ  terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.


Mari tetap semangat dan saling support


Dengan cara :


πŸ’LIKE


πŸ’ RATE


πŸ’ VOTE


πŸ’ HADIAH yang banyak


πŸ’ KOMEN yang sebanyak banyaknya.

__ADS_1


Wo Ai Ni all..


Happy Reading


__ADS_2