UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )

UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )
51. Manusia Batu.


__ADS_3

"Maaf ibu seperti yang kita bahas tadi kita ini kan masih tahap perkenalan jadi untuk pertunangan nanti saja kalau mereka berdua sudah merasa cocok dan siap." tolak Zahra.


Nyonya Handoko tampak sedih ia menatap mata Shafa seakan memohon agar gadis itu menerima pemberiannya.


"Kalau Shafa tidak menerima cincin ini sebagai cincin tunangan maka terima saja nak sebagai hadiah perkenalan dari kak Rafa ehh maksudnya dari kami."


Tetap menyodorkan cincin itu pada Shafa, karna tidak tega Shafa ahirnya menerima cincin berlian itu meski hatinya menolak.


"Baiklah karna cincin ini di anggap hadiah Shafa terima nyonya, tapi mohon maaf ini bukan cincin tunangan ya nyonya."


Ucap Shafa tegas, sorot matanya menatap papa mamanya yang mengangguk mendengar


kata katanya.


"Iya sayang cuma hadiah, terus Shafa jangan panggil nyonya dong panggil saja Mommy seperti Rafa." pintanya.


Shafa diam tidak menjawab permintaan wanita separuh baya itu dari matanya terlihat ia tengah senyum, sementara Rafa memperhatikan intekrasi antara Mommy dan calon istrinya itu.


"Gua penasaran seperti apa wajahmu, kenapa mereka semua juga ingin melihat wajah mu." gumam Rafa senyum senyum sendiri.


Pembicaraan berlanjut Handoko mulai mengakrabkan diri pada semua keluarga meski Johan, Hengky, Salman, Radja tampak dingin dan kurang bersahabat ia tidak ambil pusing, ia berusaha agar ia benar benar di terima di antara mereka.


Ia berusaha untuk terus mendekati mereka semua sementara Nyonya Handoko dan Zahra, Maili serta Mommy berbincang mengasingkan diri, Barry dan yang lain menguasai Shafa tidak sedikitpun mereka memberikan Rafa mendekati Adik kesayangan mereka itu.


"Loh.. kok banyak mobil bro, lagi ada tamu si bos ya." tanya Jones heran begitu mobil yang ia kenderai masuk ke pekarangan rumah besar itu.


Deg... Jantung Robby hampir lompat keluar dari tempatnya wajahnya berubah tegang ia tidak berani menatap Jones, perasaannya langsung tidak nyaman dan tidak tenang mengingat perjodohan yang akan di lakukan oleh Johan dengan putra Handoko.


"Sialan lu bos, lu benar benar ngak punya otak dan hati, andai gua tau malam ini waktunya gua ngak akan mau kemari dan gua pasti akan memghalangi Jones datang, sial sial .. malang betul nasib lu Jones, ya Allah apa yang harus gua lakukan lagi lagi gua harus lihat sahabat gua patah hati dan patah semangat."


Gumam Robby dalam hati, tangannya mencengkram stir mobil kuat kuat, ia bingung harus apa sekarang ini.


"Gua segan masuk ke dalam bos lagi banyak tamu kayaknya, kita pulang saja ya bro." Ahirnya Robby menemukan alasan untuk membawa Jones dari sana, sebab ia sudah duga kejadian apa yang akan terjadi kalau sampai mereka masuk.

__ADS_1


"Ahhh ngak apa apa, guakan mau lamar Shafa biar sekalian aja bro." membuka safety beltnya.


Tampa pikir panjang Jones langsung keluar dari mobil dan dengan langkah panjang ia memasuki rumah keluarga Wu itu.


Robby yang tidak bisa mencegah terpaksa mengikuti, dengan cepat ia mengejar langkah Jones yang sangat semangat ingin bertemu Johan dan Shafa.


Sampai di dalam ruangan Jones tertegun melihat Shafa yang di kerumuni para anak muda yang semuanya tampan dan berkelas, keningnya berkerut seperti jeruk perut sejak kapan gadis itu mau duduk bersama dengan laki-laki, untung masih berjarak sih.


"Ehh dokter Jones apa kabar." sapa Djoko.


"Kabar baik pak, bapak apa kabar ?."


"Alhamdulillah baik, kok lama baru datang acara makan malam dan acara lamaran sudah selesai baru datang, makanannya sudah habis lo." ucap Djoko tampa rem karna dia memang tidak tau kalau Jones suka pada Shafa.


"Lamaran ? lamaran apa pak ? siapa yang lamaran dan siapa yang melamar siapa ?."


"Loh dokter datang bukannya mau hadirin lamaran Shafa ya." Djoko.


"Apaaaaaaaaaa..." langit terasa runtuh di atas kepala Jones, ia seakan berhenti bernapas pandangannya bahkan terasa gelap.


Semua orang menatap Jones bingung karna mendengar suaranya yang kencang dan membahana, Johan dan Zahra saling pandang lalu Johan berdiri mendekati Jones dan Robby.


"Gua salah sengar kan bro, nona Shafa ngak lamarankan." tanya Robby pada Johan.


"Lu ngak salah dengar kok, itu kenyataannya." jawab Johan singkat.


Robby menahan tubuh Jones yang hampir roboh kedepan, Robby menatap Johan tajam lalu ia menuntun laki-laki malang itu keluar rumah, meski Jones tidak mau tapi Robby tetap memaksa dan menariknya.


"Lu memang manusia batu." umpatnya pelan ke arah Johan, dan hanya mereka bertiga saja yang mendengar sementara Robby terus saja memaksa Jones agar keluar dari dalam rumah yang semakin membuat orang orang bingung.


Mata Jones tidak lepas dari Shafa, gadis itu tampak bingung melihat Jones yang di paksa keluar oleh Robby.


"Uncle.." guman Shafa, dari dasar hatinya ada rasa aneh dan iba melihat Jones seperti itu, laki-laki itu memandangnya penuh selidik namun tidak dapat berkata kata.

__ADS_1


"Gua salah dengar kan Robby, si bos itu ngak beneran menjodohkan Shafa kan ?." tanya Jones begitu mereka di teras rumah mewah itu.


"Lebih baik kita pergi dari sini bro, nanti kita bicarakan di apartemen lu atau di mana lu mau." menarik tangan Jones menuju mobil.


"Lu jawab pertanyaan gua dulu, gua salah dengar kan Robby." bentaknya pada sang sahabat.


"Gua juga maunya gitu, tapi si bos sialan itu sudah menjodohkan nona dengan orang lain, lu yang sabar ya lu.."


Belum sempat Robby menyelesaikan kata katanya Jones ingin kembali lagi ke dalam rumah namun segera di tahan oleh Robby, karna emosi Jones menarik kunci kontak mobil lalu ia berlari ke arah mobil yang terparkir tidak jauh dari tempat


mereka berdiri.


Robby yang panik ikut berlari kencang menyusul Jones yang suda masuk kedalam mobil, tampa memakai safety belt Jones menjalankan mobil sebelum Robby benar benar duduk sempurna di kursi penumpang di samping supir.


************


Hai teman-teman author dan teman teman pembaca yang baik  terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.


Mari tetap semangat dan saling support


Dengan cara :


💝 LIKE


💝 RATE


💝 VOTE


💝 HADIAH yang banyak


💝KOMEN yang sebanyak banyaknya.


Wo Ai Ni all..

__ADS_1


Happy Reading.


__ADS_2