UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )

UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )
40. Paket komplit.


__ADS_3

Sudah lima hari setelah kembali dari rumah sakit, Jones sendiri sudah kembali beraktivitas seperti biasa, karna luka di punggungnya tidak begitu besar dan sudah mengering, mulai sembuh.


Siang itu ia sudah janjian dengan gadis pujaan untuk makan siang bersama sebagai tanda ahir perawatan Jones di rumahnya, sebenarnya bukan merawat lebih tepatnya merusuh karna setiap datang dia selalu membawa pasukannya.


Seperti siang itu Shafa dengan setia di temani oleh ketiga bodyguar perempuan, dua bodyguar laki-laki mereka duduk berjejer mengapit Shafa di tengah sementara Jones dan para laki-laki duduk berhadapan.


"Mau pesan apa gils, jangan nasi goreng telor orak arik lagi ya, kita lagi makan siang bukan sarapan." menatap Shafa penuh arti.


"Henghhhh ya Uncle, Shafa makan nasi putih pake Seafood ajalah." ucapnya.


"Itu aja gils, nambah dong apa kek, minumnya juga masa segitu doang ngak abis dong uang ku yang banyak itu buat traktir kamu." canda laki-laki itu.


"Enghh Shafa lagi gak mood makan yang lain Uncle. " jawabnya lesu.


"Lahh kok gitu, kamu sakit gils ?." tanyanya cemas.


"Ngak Uncle emang lagi ngak mood."


"Betul nih ? jangan bohong ya, ingat aku ini dokter kalau kamu lupa, aku bisa anamnese dari pandangan matamu."


"Iya Uncle, Shafa tau, emang lagi ngak mood." jawabnya menunduk tidak berani menatap mata laki-laki itu karna takut di anamnese.


"Ya sudah, abis ini kita masih mau jalan lo jadi makan yang banyak."


"Loh kemana Uncle, kan cuma janji makan siang aja sih."


"Ancol.. kamu bilang kangen pantaikan." jawabnya sambil menyeruput minuman dingin pesanannya.


"Ehhh iya Uncle, asikk..." wajah Shafa berubah ceria mendengar kata kata Jones.


Membuat laki-laki itu ikut bahagia.


"Apaan papa sih gils, dulu sebelum jadi sama mamamu aja yang bawa kalian main ke sana kemari sekarang dia malah sibuk ngurusin kerjaannya." gerutu Jones dalam hati.


Padahal dia yang tidak tau jadwal holiday keluarga Wu yang mewajibkan dua kali satu bulan harus keluar rumah membawa anak anaknya liburan, bukan hanya di dalam kota bahkan keluar kota terkadang keluar negeri juga.


Setelah selesai makan siang mereka semua berangkat bersama, Jones ngotot harus satu mobil dengan Shafa, Niken serta yang lain di mobil lain pula, jadilah Niken ,Asiah serta lila di mobil Shafa dan berjalan paling depan.


Di tengah ada mobil Jones serta Shafa di dalamnya, gadis itu duduk manis di samping kemudi di samping Jones yang tengah mengendalikan laju mobil tentunya.


Dan di belakang mobi bodyguar laki-laki sedang mengikuti dengan santai, Jones bersiul siul bahagia ia merasa seperti sedang jalan dengan pacar atau istri saja.

__ADS_1


Tak lama mereka sampai di tujuan, Jones sengaja mengambil tempat sedikit jauh dari keramaian karna ia tidak ingin suasana romantis yang ingin ia ciptakan terganggu oleh kebisingan orang lain.


"Wahhh cantik banget pantainya Uncle, Shafa sama adek adek belum pernah kemari."


"O ya.. kalian jarang keluar, di kurung terus sama papa mu gils ?."


"Ngak juga Uncle, sesibuk sibuknya papa dua kali satu bulan kami wajib keluar jalan jalan meski sekedar ketaman hiburan atau makan di luar."


"Ohh gitu ya." malu Jones karna sudah menyepelekan Johan mengurus anak anaknya.


Laki-laki itu duduk di atas dipan bambu di bawah pohon pinus yang rindang, tak jauh dari Shafa bermain pasir bersama para gadis lainnya, suara tawanya membuat Jones makin terhanyut oleh pesona Shafa.


Bodyguar laki-laki duduk didipan lain tak jauh pula dari Jones dan para gadis, meski tampak santai mereka tetap siaga.


Lelah bermain pasir Shafa kembali ke dipan tempat Jones duduk ia meraih air kelapa muda yang sudah sejak tadi di pesan oleh Jones, duduk dengan manis ia mengangkat kelapa muda itu sambil menyeruputnya pelan.


"Gils.. besok aku ada operasi sampai lima orang di Rumah sakit xx kamu minat jadi asisten ku ngak, lepas jam pembelajaran kamu boleh datang karna jadwal operasi pagi cuma dua sore baru tiga orang."


"Boleh Uncle ??." tanya Shafa bersemangat.


"Boleh dong, kan aku yang nawarin."


"Ya ngak apa dong, kan cuma asisten, asisten dua asisten pertama tetap yang lama."


"Ngak apa Uncle ??."


"Ngak apa apa, asal kamu ngak takut sama darah aja seperti papa mu."


"Lahh kan mau jadi dokter, dokter mana ada yang takut darah Uncle, kalau papa takut darah ya wajar saja memang bukan bidangnya."


"Betul juga, nanti ada rencana ambil spesialis ngak." tanya Jones sembari memperhatikan tangan Shafa yang sibuk memainkan tasbih kecil di tangannya.


"Belum tau Uncle, kan kalau lulus nanti Shafa ke kampung jadi Shafa belum tau ambil atau tidak."


"Kamu ambil Spesialis anak saja gils."


"Kenapa ?."


"Biar jadi paket komplit."


"Paket komplit?."

__ADS_1


"Yaa yang satu spesialis Obgin gnikologi ngurusin ibu hamil dan melahirkan yang satu lagi ngurusin babynya kan komplit." senyum Jones tapi malah membuat Shafa bingung apa maksud dari kata kata laki-laki itu.


"Maksudnya Uncle, kok gitu."


"Kalau suami kamu nanti dokter obgin kamu dokter anak kan paket komplit namanya." senyum Jones.


"Hahhh idihh Uncle, kalau dapat jodoh begitu, lagian Shafa belum kepikiran ke sana Uncle, Shafa masih kecil lo."


"Idihh masih kecil, tapi udah bisa buat dedek lo."


"Hah.. dedek, apa ?." makin bingung.


"Dasar gadisku telmi atau memang ngak nyambung sih, makin gemes gua." gumam Jones dalam hati, rasa sayang dan cintanya setiap menit dan setiap waktu makin berkembang saja.


"Ahh Shafa ngak ngerti Uncle ngomong apa." Setelah lama berpikir gadis itu berdiri dari tempat duduknya sambil terus berpikir.


Mata Jones terbelalak melihat sesuatu di baju bagian belakang gadis itu, meski memakai baju warna hitam namun masih bisa terlihat meski samar.


Jones bangkit dari duduknya dengan cepat ia menarik tangan Shafa lembut, ia lalu membawa gadis itu kembali ke tempat duduknya semula.


"Kenapa Uncle ?."


"Duduk di sini gils, jangan bergerak okay tunggu aku di sini sebentar saja hmmm."


"Kenapa ?." belum siap bingung yang satu sudah datang bingung yang lain oleh ulah Jones.


"Ngak apa apa, kamu tunggu sebentar okay."


"Henghhhh ya Uncle." jawab gadis itu meski bingung.


Jones bergegas menjauh dari tempat itu, setelah sampai di parkiran ia langsung masuk kedalam mobil menuju suatu tempat.


********


Ada apa ya ?? kok Jones main pergi begitu saja lihat apa dia ada yang tau All, yang bisa nebak aku kirim pulsa 40 ribu untuk yang komen pertama dan benar 30 ribu untuk yang kedua.


Hayo semangat..


Jangan lupa LIKE, KOMEN,,RATE, VOTE DAN HADIAHNYA YA aku tunggu.


Love u All..

__ADS_1


__ADS_2