
"Jangan kak, jangan.." tangis Shafa.
"Kok jangan sih, kita bersenang senang dulu dong." senyum Reihan makin mendekat.
"Shafa ngak mau, jangan dekat jangan sentuh Shafa kak."
"Kalau aku tidak menyentuh mu, lalu bagai mana caranya aku memiliki mu, kalau kau sudah aku nodai tentu pasti dengan senang hati papa mu menikahkan kita."
"Tidak begini caranya kak, kalau kakak memang mau menikahi Shafa lamar Shafa baik baik."
"Hahaha kau pikir aku betul betul mau padamu, tidak, kalau bukan karna paksaan orang tua ku yang memaksa agar aku mendekati dan menikahi mu demi perusahaan yang akan bangkrut, aku tidak akan pernah menikahi wanita seperti mu."
"Shafa akan bantu bicara pada papa agar membantu perusahaan orang tua kakak, tapi Shafa mohon jangan ganggu Shafa."
"Huhhh papamu yang sombong itu sudah menolak lamaranku, katanya kau hanya akan menikah dengan pilihanmu, kalau sudah begini kau akan memilih ku bukan hahaha."
"Maaf kak, Shafa belum kepikiran menikah, jadi tolong jangan ganggu Shafa, masalah perusahaan orang tua kakak biar Shafa bilang sama papa."
"Percuma, aku sudah sangat menginginkan mu." tiba tiba Reihan menyentakkan cadar penutup wajah Shafa.
Seketika wajah cantik itu tampak jelas di depan mata Reihan, laki-laki itu menganga wajah yang ia bayangkan bukan seperti itu, tapi wajah pas pasan dan biasa saja, namun yang ia lihat adalah perpaduan bulan dan bintang.
Glekk..
Reihan menelan salivanya kasar, Shafa menutup wajahnya dengan kedua tangan, namun dengan lembut Reihan menarik tangan itu, ia belum puas melihat namun sudah di tutupi oleh Shafa.
Sikap Reihan tiba tiba berubah lembut, namun keinginannya untuk memiliki Shafa makin besar, berlahan ia makin mendekatkan dirinya pada Shafa yang sudah mepet dan mentok di dinding kamar.
"Ternyata kamu sangat cantik, tidak sia sia aku melarikan mu ke mari, ayo sayang aku akan memperlakukan kamu dengan lembut."
Reihan meraih dagu Shafa dan mendekatkan wajahnya, Shafa mendorong Reihan sekuat tenaga hingga laki-laki itu tersungkur kebelakang.
"Ahhh sialan, kamu kuat juga ya hmmm baiklah kalau kamu ngak mau aku perlakukan lembut maka aku akan memaksa."
__ADS_1
Reihan bangkit dan berjalan cepat ke arah Shafa, Shafa yang kebingungan tidak tau harus apa lalu ia berteriak kencang.
"Jangan.. jangan dekat Shafa, jangan kak, tolong tolongin Shafa siapa saja." tangis gadis itu pilu.
Shafa menekuk tubuhnya yang bersandar di dinding, ia memeluk tubuhnya sendiri sembari menunduk.
Reihan yang sudah gelap mata tidak perduli dengan teriakan gadis itu, ia malah membuka pakaiannya sendiri hingga yang tersisa cuma celana panjangnya saja.
"Tolong.. tolong siapa saja tolong Shafa." tangisnya makin jadi menyadari Reihan yang sudah setengah telanjang.
"Percuma minta tolong, tidak akan ada yang datang menolong mu sayang, ayolah aku sudah tidak tahan bibir mu sangat menggoda, pasti belum ada yang mencicipinyakan."
"Tidak.. jangan dekat, tolong.. papa.. mama .. ayah tolongin Shafa."
"Jangan teriak lagi dong sayang, ayolah jangan melawan juga, nanti kamu pasti suka kok." ucapnya lembut dengan suara serak.
Ia kembali mendekati Shafa, dan berniat memeluk gadis itu, namun lagi lagi sekuat tenaga Shafa mendorongnya hingga kembali terpental.
"Kurang ajar, sialan kau benar benar tidak bisa di lembutin ya okay.. aku akan memperlakukanmu semau ku."
"Bangsat.. aku akan membunuhmu." Jones yang sudah emosi tingkat tinggi berlari menendang Reihan hingga laki-laki itu terpental ke tembok.
"Aku akan mencincang mu dengan tangan ku sendiri, dasar binatang." Jones menghajar Reihan membabi buta hingga laki-laki itu terkapar di atas lantai bersimbah darah.
Postur tubuh Jones yang tinggi besar tentu tidak seimbang dengan tubuh Reihan yang kurus kerempeng yang ada hanya tingginya saja.
"Uncle.."tangis Shafa masih meringkuk di sudut ruangan."
"Kamu diam saja di sana, aku akan membuat laki-laki brengsek ini menyesali hidupnya."
Ucap Jones terus menendang dan menghajar Reihan yang sudah tidak berdaya.
"Uncle .. awas...." teriak Shafa.
__ADS_1
Bukh...
Tubuh Jones terhuyung saat sebatang balok besar menghantam punggung dan kepalanya, darah segar mengalir dari kepala Jones, dalam keadaan masih sadar ia berlari ke arah Shafa dan memeluk tubuh kecil itu karna orang yang memukulinya juga berniat memukul Shafa.
"Uncle.. Uncle.." teriak Shafa saat merasakan tubuhnya bergetar karna pukulan di tubuh Jones.
Jones berusaha keras agar Shafa tidak terkena pukulan wanita itu, ia membiarkan tubuhnya menjadi tameng untuk Shafa.
Dorr.. satu tembakan tepat di tangan wanita yang memukuli Jones, balok besar itu seketika jatuh dari tangan sang wanita.
"Kurang ajar." Asiah menendang dan menghajar wanita yang membawa Shafa dengan menggunakan hipnotis melalui tamparan dan tatapan matanya pada Shafa tadi saat akan membawanya.
Niken, Lila dan dua bodyguar laki laki, dua bodyguar bayangan yang sedari tadi bertindak terlebih dulu sebelum Jones dan yang lain datang sebab mereka yang lebih dulu tau Shafa di bawa pergi oleh Reihan.
Namun karna mereka kalah jumlah dari anak buah Reihan yang berjumlah puluhan maka mereka lama menolong Shafa.
*******
Hai teman-teman author dan teman teman pembaca yang baik terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.
Mari tetap semangat dan saling support
Dengan cara :
💝 LIKE
💝 RATE
💝 VOTE
💝 HADIAH yang banyak
💝KOMEN yang sebanyak banyaknya.
__ADS_1
Wo Ai Ni all..
Happy Reading.