
Hari itu selepas jam kuliah Shafa benar benar ke rumah sakit tempat Jones bekerja, sesuai janji gadis itu akan jadi asisten dokter Jones di ruang operasi.
Pasien itu adalah pasien terahir yang di operasi, jam menunjukkan sudah pukul dua puluh satu wib keringat tampak bercucuran di dahi dokter Jones, Lalu dengan hati hati asisten melap keringat laki-laki yang tampak pokus mengeluarkan si baby dari dalam rahim ibunya.
"Ganteng banget babynya ya." ucap dokter anestesi berdecak kagum.
"Iya, kecil kecil sudah ganteng jadi gemas deh." Perawat.
Shafa memperhatikan baby itu dengan mata tak berkedip, sementara Jones tersenyum senyum sendiri sesekali ia melirik sang gadis pujaan hati.
"Dokter, apa lagi ntar keburu di ambil orang." canda asisten satu, rumor kedekatan Jones dengan anak pemilik rumah sakit itu sudah menyebar di kalangan dokter dan staf rumah sakit.
Sejak kejadian Jones yang sudah berulang kali terluka hanya karna seorang gadis, namun mereka tidak tau yang mana putri pemilik rumah sakit itu dan hanya sebagian orang saja yang tau dan memang di rahasian.
"Jangan dong, gua bisa patah hati." jawab Jones masih tetap pokus pada perut pasien, karna ia sedang menjahit perut bagian dalam pasien.
"Makanya cepat, biar cepat juga dapat babynya." balas asisten lainnya.
"Belum cukup umur, tunggu gede dikit." melirik Shafa yang sibuk membersihkan baby mungil itu bersama bidan yang mengurus sang baby.
"Hahh masih di bawah umur rupanya." dokter Anastesi.
"Stttt pelankan suaranya dokter." Asisten satu.
"Lah kenapa ?." dokter Anastesi.
"Nona, ganteng babynya ya." Asisten satu tidak menjawab pertanyaan dokter Anastesi ia malah mengalihkan percakapan dengan bertanya pada Shafa yang sedari tadi hanya diam dan mengikuti perintah Jones.
Dia hanya menjawab iya, saya , baik , okay dokter jadi mereka tidak tau siapa Shafa karna Jones mengatakan kalau Shafa hanya anak didiknya saja, tampa memberitahukan status gadis bercadar itu.
"Iya kak ganteng." jawab Shafa tampa mengalihkan perhatiannya dari sang baby.
"Udah cocok dokter Jones punya baby ya kan nona." mengedipkan mata ke arah Jones yang mendelik padanya.
"Udah cocok banget kak, papa saja anaknya sudah banyak, tinggal Uncle hehehe."
"Hahaha betul juga nona."
"Mau ku jepit pakai korentang mukutmu itu." hardik Jones kesal pada sang asisten.
"Jangan pak, bisa jadi cocor bebek mukutku ntar." jawab laki-laki itu bergidik.
"Emang mulut mu cocor bebek." omel Jones.
"Wahh asik itu, cocor bebek kan alat untuk membuka mis V." asiten dua.
"Makanya mulutnya seperti itu." Jones.
"Nona, pengen punya baby gitu ngak." asisten satu.
__ADS_1
"Henghhhh.. pengen dong nanti." jawab Shafa yang kini berjalan ke arah mereka.
"Jangan nanti gils, kalau sudah siap ssekarang juga bisa." ucap Jones nyeleneh.
"Hahhh emang bisa Uncle ?." tanya Shafa polos.
"Bisa dong nona."asisten satu.
"Caranya ?."
"Di buat lah, yakan dokter." asisten satu ternyata sedari tadi sedang membuat jebakan batman pada Shafa dan Jones tapi sayangnya meski Jones ahirnya nyambung tapi tidak bagi Shafa.
"Di buat ?."
"Sudah gils tidak usah dengarkan dia sudah mulai error." senyum Jones.
"Kok error Uncle, lapar ya." tanya Shafa memperhatikan tangan Jones yang kini sedang menjahit bagian luar perut pasien.
"Iya nona laper pake banget, Uncle dokter juga." asisten satu melirik Jones.
"Iya yah sudah lama juga, ini pasien terahirkan kak." bertanya pada asisten pribadi Jones si asisten satu.
"Iya nona, kalau nona cape istirahat saja, ini tinggal dikit lagi kok." asisten satu.
"Ngak apa apa, Shafa di sini sampai selesai
saja kak."
Setelah keluar dari ruang operasi mereka semua berkumpul di ruangan khusus dokter dan staf Rumah sakit guna makan malam bersama.
"Gils .. kamu kenapa, sakit ya." tanya Jones cemas melihat dahi Shafa yang basah oleh keringat.
"Nghhhh perut Shafa sakit Uncle."
"Kram ya." makin cemas.
"Henghhhh iya Uncle." setelah berkata begitu Shafa tiba tiba merasa pandangannya kabur dan ahirnya gelap.
"Gils.. gils ...." panggil Jones.
Shafa ambruk di atas kursi yang ia duduki, untung Jones berada tepat di hadapannya sehingga gadis itu tidak sempat jatuh kelantai karna sudah di tangkap lebih dulu oleh Jones.
Wajah Jones tak kalah pucat saat menangkap Shafa ke pelukannya, ia memanggil manggil Shafa namun tidak di respon.
"Gils.. gils .. bangun." panggil Jones dengan suara bergelar.
Semua orang yang ada di sana tak kalah panik, mereka bingung mengapa gadis itu tiba tiba amruk padahal sedari tadi tampak santai makan bersama mereka.
Jones mengangkat tubuh Shafa, ia menggendong gadis itu ala bridal style dengan cepat ia berlari keluar ruangan menuju ruang istirahat pribadi miliknya.
__ADS_1
"Rendi lu hubungi dokter Pita bilang keruangan gua sekarang." titahnya pada sang asisten.
"Baik pak." sambil berlari lari kecil ia mengikuti Jones kedalam ruangan pribadi dokter itu.
"Nona kenapa pak dokter." tanya serentak Niken, Asiah dan Lila.
"Gua ngak tau, cepat kalian ambil tas Shafa." jawab Jones sambil merebahkan tubuh Shafa di atas tempat tidur pribadi milik Jones.
Asiah segera berlari mengambil tas dan barang barang Shafa, sementara Niken dan Lila mencoba membantu Jones melepaskan cadar gadis itu karna Jones ingin Shafa mendapatkan asupan oxigen secara langsung.
"Tahan Rendi jangan sampai masuk." ucap Jones pada Lila.
"Iya pak." Lila berdiri di pintu kamar Jones, sementara Niken dan dua perawat wanita membantu Jones memeriksa keadaan vital Shafa.
"Bagai mana tensinya." Jones.
" Lapan puluh lima per tujuh puluh dokter." Perawat.
" Ambilkan cairan infus cepat." titah Jones.
" Tensi kamu kok bisa drop gils, kamu kecapean ya ?, maaf aku yang salah membuat mu lelah begini harusnya aku suruh kamu istirahat lebih cepat tadi." sesal Jones menggenggam tangan Shafa.
Mata Jones berkaca kaca ia sungai tidak tega saat perawat menusuk Vena di tangan Shafa dengan jarum untuk memasang infus.
"Pelan pelan kalian, jangan sakiti." marah Jones pada dua perawat itu.
"Ba..baik pak." jawab perawat gagap karna sangat jarang terdengar suara Jones meninggi apa lagi marah.
" Bangun gils, ayo bangun gadis ku." menepuk nepuk pelan pipi Shafa yang cubby dan cantik itu.
********
Hai teman-teman author dan teman teman pembaca yang baik terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.
Mari tetap semangat dan saling support
Dengan cara :
💝 LIKE
💝 RATE
💝 VOTE
💝 HADIAH yang banyak
💝KOMEN yang sebanyak banyaknya.
Wo Ai Ni all..
__ADS_1
Happy Reading.