UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )

UJIAN CINTA ( My Uncle Jones )
4. Selamat Berjuang.


__ADS_3

Jones benar benar tertidur pulas di atas kasur empuk milik Shafa, rasa lelah setelah menempuh perjalanan hampir satu minggu dengan tujuan tidak jelas, hingga Jones sampai di tempat kenangannya dengan Shafa kecil baru lah ia menentukan tujuannya.


Kumandang Azan Ashar sayup sayup terdengar dari kejauhan, Jones menggeliat kekiri dan kanan badannya terasa lebih nyaman, tampa sadar matanya melihat jam di depan tempat tidur.


"Mak... busyett.. udah hampir jam empat sore, gua pingsan atau tidur nih, gua tidur dari jam sebelas tadi, sekarang baru bangun." ngomel sendiri.


Jones bangkit dari tempat tidur langsung masuk kamar mandi, setelah mandi dan memakai baju ia menunaikan ibadah sholat Ashar, kemudian ia keluar kamar mencari sesuatu yang bisa di makan karna perutnya sudah meronta ingin di isi.


"Baru bangun pak dokter." tanya bibik.


"Iya bik, lapar nih buka resto yang di bawah." tanya Jones sembari berjalan menuruni anak tangga menuju halaman rumah bersama bibik.


"Ngap pak, kalau bapak lapar bibik sudah masak, bapak mau makan di mana biar saya antar."


"Di dipan sana saja bik." Jones menunjuk dipan yang dulu pernah ia duduki bersama Shafa dan keluarga lainnya.


Jones menatap lurus kelaut biru, suara suara Shafa kecil terus saja bergema.di telinganya, tatapan matanya nanar memandang maha karya ciptaan Tuhan itu, bukannya rasa bahagia malah rasa sakit yang ia rasakan.


Sudah lebih satu bulan Jones tinggal di sana, ia hanya momdar mandir tidak jelas, ia setiap hari keluar rumah menyusuri tempat tempat yang dulu ia sering lalui dan kunjungi dengan Shafa.


Setiap hari ia kekampung tempat Shafa di besarkan sampai mereka pindah ke ibu kota, meski hanya lewat depan rumah Shafa dulu hatinya sudah cukup puas.


Hingga sore itu ia di kejutkan oleh suara riuh di salah satu kampung yang ia lewati saat akan kembali ke villa, orang orang sedang berkumpul di halaman rumah salah seorang warga.


Tidak berapa lama ia melihat seorang wanita di gotong beberapa orang menuju mobil bak terbuka setelah itu mobil melaju di jalan, Jones mengikuti mobil itu dari belakang karna penasaran apa yang terjadi pada wanita yang mereka bawa.


Tidak berapa lama kemudian mobil berhenti di halaman rumah sakit daerah, rumah sakit itu tidak terlalu besar karna rumah sakit itu berada di kecamatan yang cukup jauh dari kota.


Wanita itu kembali di gendong oleh orang orang lalu ia di bawa kedalam IGD rumah sakit itu, Jones ikut turun dari mobil, ia yakin wanita yang di bawa kerumah sakit adalah wanita yang sedang hamil karna itu jiwa dokternya memberontak ingin menolong pasien yang membutuhkan bila perlu.


"Bagai mana ini, dokter Dita tidak ada pasien sudah dalam keadaan perdarahan." keluh seorang perawat.


"Doktet kemana kok ngak ada." tanya keluarga pasien panik


"Dokter dita sedang sakit, ia tidak bisa datang sementara dokter obgin pengganti sementara masih dalam perjalanan, kalau kita rujuk kerumah sakit pusat takut pasien tidak tertolong karna sudah kekurangan darah." jawab perawat lainnya.


Keadaan pasien sudah cukup menghawatirkan karna perdarahan pervaginam yang terus merembes, meski sudah di pasangkan infus tapi kondisi pasien tetap lemah.

__ADS_1


"Ada apa, kenapa ibu ini belum di tangani." tanya Jones yang sudah berada di antara mereka.


"Dokter obgin tidak ada pak, kalau di rujuk ke kota sangat jauh bisa sampai empat jam kami takut pasiennya kenapa napa." perawat jaga.


"Bagai mana vital signnya."


"Mulai buruk pak."


"Apa yang terjadi pada pasien mengapa begini." tanya Jones pada keluarga pasien.


"Sejak hamil empat bulan sudah pendarahan pak, tapi tidak banyak dan tidak sering, tadi tiba tiba saja keluar darah banyak." jawab suami pasien.


'Sudah pernah USG." Jones.


"Belum pak."


"Tidak pernah periksa kedokter atau bidan." tanya Jones lagi.


"Tidak pak."


Jones menarik napas dalam dalam, ia memeriksa keadaan pasien yang kesadarannya sudah mulai menurun.


"Tapi pak dokter tidak ada." perawat.


"Saya yang akan operasi pasien ini, pasien harus segera di tangani kalau tidak bisa berbahaya bagi keselamatan ibu dan bayi, segera lakukan pemeriksaan darah lengkap, siapkan donor darah juga, o ya saya dokter obgin."


Jones membuka dompetnya lalu menunjukkan kartu identitas pada para perawat, perawat perawat dan keluarga pasien sangat senang ahirnya ada dokter ahli yang bisa menyelamatkan pasien.


Dengan segera ruang operasi si siapkan dan si pasien segera di tangani.


Ahirnya sejak kejadian itu pihak rumah sakit memohon pada Jones untuk membantu mereka di sana selama Jones di sana, Jones mau membantu rumah sakit itu karna Jones kasian banyak ibu hamil dan bayi yang tidak di tangani dengan baik.karna jauhnya ke ibu kota.


Jones mau bekerja sama dengan catatan tampa kontrak kerja dan kalau di butuhkan saja, dengan alasan Jones berada di sana hanya berlibur saja tapi untuk waktu yang tidak bisa di tentukan.


Banyak wanita dari pejabat daerah, perawat dan bidan yang suka padanya tapi Jones selalu menghindar karna di hatinya hanya ada satu nama Shafana Intani.


Setelah berbulan bulan dalam pengasingan Jones baru keluar dari sana menuju kota kelahiran Zahra karna saat itu adalah hari libur hari Raya idul fitri dia yakin Johan dan keluarganya akan pulang kampung.

__ADS_1


Rasa rindu yang sangat besar pada Shafa membuatnya rela berhari hari menunggu keluarga itu datang, dia selalu mengawasi rumah mama yani dari kejauhan, awalnya ia sudah putus asa ia mengira Shafa tidak akan datang tapi ternyata saat ia akan pulang ia melihat mobil rombongan yang baru masuk kepekarangan rumah mama yani dan dia yakin yang datang Johan dan keluarganya.


Flasback Off.


"Wah...ternyata lo berada di kampung selama satu tahun ini, ya ampun kenapa kami tidak kepikiran mencari lo di sana." Robby menepuk jidatnya pelan karna kesal.


"Apa lo masih ngak mendukung gua."


" Maaf bro, gua ngak bisa mendukung lo dan juga ngak melarang lo, semua tergantung pada usaha lo sendiri, sekali lagi maaf bro, kalau lo benar benar cinta pada nona Shafa silahkan ikuti kata hati lo, gua ngak nyuruh dan juga ngak larang."


"Okay gua mengerti, gua yakin dengan cinta gua dan gua akan berjuang untuk mewujudkannya."


"Semoga ada jalan keluarnya, tapi jangan paksakan kehendak bro, kalau Shafa memang tidak mau gua minta lo berbesar hati untuk mundur."


"Gua akan berusaha membuat Shafa menerima gua, gua juga akan berusaha membuat Shafa menyukai gua." jawab Jones percaya diri.


"Baik bro selamat berjuang." senyum Robby sembari menepuk nepuk punggung Jones.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Hai teman-teman author dan teman teman pembaca yang baikΒ  terima kasih saya ucapkan atas segala dukungannya dan saran serta kritik yang membangun buat kebaikan cerita ini ya.


Mari tetap semangat dan saling support


Dengan cara :


πŸ’ LIKE


πŸ’ RATE


πŸ’ VOTE


πŸ’ HADIAH yang banyak


πŸ’KOMEN yang sebanyak banyaknya.


Wo Ai Ni all..

__ADS_1


Happy Reading.


__ADS_2