
Saat keluar dari markas Lion, Elle melihat Hanz yang kesenangan karena robot yang dia buat seperti manusia berfungsi dengan baik.
"Apa kau senang?" kata Elle kepada Hanz yang ada didepannya.
"Iya, robot buatan ku sangat sesuai dengan perkiraan ku, tapi masih ada sedikit kesalahan yang harus aku perbaiki kak." kata Hanz sambil memerintahkan para robot manusia buatannya untuk berkumpul.
Manusia yang menodongkan senjata pada anak buah Lion tadi adalah robot yang dibuat oleh Hanz yang telah dirancang selama satu tahun ini.
"Katakan saja nanti apa yang kau butuhkan untuk menyempurnakan mereka padaku." kata Elle sambil berjalan memasuki mobilnya diikuti Kayo dan juga dua hewan kesayangannya.
Sedangkan disebuah mansion terjadi kehebohan karena Arc yang marah kepada semua para bodyguard yang ada Dimansion karena membiarkan istrinya keluar Tampa memberitahukannya.
"Awas saja kalian jika sampai istriku terluka sedikit saja kalian akan menerima akibatnya." kata Elle sambil memandang para bodyguard yang ada di mansion tersebut.
Mama Amanda dan Annchi sangat gelisah karena Elle pergi Tanpa bilang kepada mereka, sedangkan kakek Jiazhen yang menginap di mansion Elle sudah menelpon para anak buahnya untuk mencari keberadaan cucunya.
Tidak berapa lama rombongan Elle memasuki mansion, melihat itu Arc sudah menghadang rombongan mobil Elle.
"Keluar kalian semua?" teriak Arc, sedang kan Elle yang ada didalam langsung menepuk jidatnya.
"Mati aku, singa jantan sudah mengamuk." kata Elle membuat Kayo dan Hanz menahan ketawa karena perkataan nona mereka.
"Cepat keluar." teriak Arc membuat semua orang yang ada didalam mansion keluar untuk melihat apa yang terjadi.
"Ada apa Arc" kata Mama Amanda
"Lihat ma, dia baru pulang entah dari mana bersama rombongannya." kata Arc kepada Mama Amanda yang sudah berada diluar mansion diikuti mama Annchi dan kakek Jiazhen.
"Sweety keluar cepat." teriak Arc sekali lagi. "Keluar kalian semua dari mobil sebelum aku bakar mobil kalian." kata Arc.
Membuat semuanya keluar dari mobil, Zion dan Zia juga ikut keluar. Pada saat Zion dan Zia keluar membuat Mama Annchi dan kakek syok karena kehadiran dua hewan buas yang ada didekat Elle.
"Ya ampun, baru kali ini aku melihat hewan tersebut dari dekat." batin Mama Annchi.
"Ya Tuhan, itu harimau kan apa aku tak salah lihat" batin kakek Jiazhen.
"Darimana saja kalian?" kata arc kepada Elle dan rombongannya.
Tidak ada jawaban siapa pun. Membuat arc semakin marah. Zia dan Zion yang ingin pergi dari sana saja langsung dimarahi oleh Arc.
"Satu langkah saja kalian bergerak dari tempat kalian akan aku cukur bulu kalian." membuat Zion dan Zia langsung mengaum dan duduk dengan baik ditempat mereka.
__ADS_1
"Katakan darimana kalian semua?" kata Elle menghampiri Elle.
"Kami sedang mencari kelinci." kata Elle kepada Arc sambil mengelus dada Arc.
"Jangan bohong, dari mana sebenarnya kalian?" kata Arc sambil merasakan elusan Elle.
"honey, aku lapar." kata Elle.
"Jangan mengalihkan pembicaraan, aku tanya sekali lagi darimana kalian pergi?" kata Arc dengan suara naik satu oktaf.
"Kami sedang berburu honey." lirih Elle yang hanya didengar oleh Arc.
"Ya ampun, kau itu sedang hamil jangan membuat aku khawatir. Sekarang masuk kita bersihkan badanmu dan istirahat." kata Arc kepada Elle. "Dan untuk kalian semua pergi ketempat kalian kembali." kata Arc sambil membawa Elle masuk kedalam mansion.
"Kau dari mana saja sayang kami sangat khawatir saat tidak menemukanmu didalam kamar." kata Mama Annchi dan diangguki yang lainnya.
"Elle mencari kelinci ma." kata Elle
"Apa sudah mendapatkannya? jika belum kakek akan mencarikannya untukmu." kata kakek Jiazhen.
"Tidak perlu kakek, aku sudah mendapatkannya tadi." kata Elle.
"Baiklah sekarang bersihkan badanmu dan istirahatlah." kata kakek Jiazhen.
Saat ini Elle dan Arc sudah berada diatas kasur setelah mereka membersihkan diri mereka.
"Kau harus aku hukum." kata Arc sambil memandang Elle yang sedang memainkan ponselnya.
"Aku tidak melakukan kesalahan." kata Elle
"Tidak melakukan kesalahan? jadi waktu kau membuat aku khawatir dan juga semua yang ada di mansion ini kau bilang masih tidak melakukan kesalahan." kata Arc sambil berbicara pada Elle.
"Iya" kata Elle singkat.
Mendengar perkataan Elle, Arc langsung mengambil ponsel Elle dan meletakkannya diatas meja kecil yang ada disamping ranjang.
"Aku takut saat kau pergi Tanpa mengabari aku Sweety, aku takut terjadi apa-apa dengan kalian. Aku tidak bisa kehilangan kalian jika, aku tak sanggup. Jadi jangan pernah seperti itu lagi, saat kau ingin pergi kemanapun kau harus memberitahunya kepadaku, oke Sweety." kata Arc sambil menggenggam tangan Elle, mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya Elle merasa bersalah kepadanya.
"Maaf honey, aku janji akan memberitahumu apa pun yang akan aku lakukan." kata Elle sambil memperlihatkan senyumannya.
"Ya sudah aku memaafkan mu, tapi kau tetap mendapatkan hukuman mu." kata Arc kepada Elle dan langsung mencium Elle, Arc langsung menghukum Elle yang tentunya sama-sama mereka suka.
__ADS_1
Pagi harinya mereka makan bersama, setelah selesai mereka dikejutkan dengan pelayan yang menghampiri Elle dan mengatakan bahwa ada sebuah paket yang telah datang di mansion tersebut.
"Nona didepan ada sebuah paket untuk Anda." kata pelayan tersebut.
"Hemmmm" kata Elle dan langsung pergi keluar mansion bersama dengan yang lainnya.
"Edy gendong" kata Carl kepada Arc
"Baiklah anak Daddy yang manja" kata Arc sambil menggendong Carl.
"Cal tidak manja tapi lagi menghemat tenaga." kata Carl kepada Arc.
"Dasar, mengeles saja anak Daddy ini." kata Arc sambil mengikuti Elle keluar mansion.
Diluar Arc sudah melihat sebuah paket besar dan di samping paket itu ada Jhon yang sudah berdiri.
"Apa ini yang aku inginkan Jhon" kata Elle kepada Jhon.
"Iya nona, sesuai dengan permintaan Anda dan juga Tuan Muda Carl." kata Jhon, yang membuat Elle dan juga Carl langsung berteriak kegirangan.
Membuat kakek Jiazhen merasa heran melihat kelakuan Elle dan juga Carl.
"Emang apa isi paket itu?" kata kakek Jiazhen kepada Mama Amanda.
"Lihat saja apa yang ada didalam papa" kata Mama Amanda kepada kakek Jiazhen. kakek Jiazhen menyuruh Mama Amanda memanggilnya dengan sebutan papa biar enak katanya.
"Yang jelas sesuatu yang akan membuat, kakek syok." kata Arc yang berada didekat kakek Jiazhen setelah menurunkan Carl.
Saat kakek Jiazhen ingin mengatakan sesuatu, kakek langsung syok saat peti tersebut dibuka.
"Buaya" teriak kakek Jiazhen dengan histeris, lain halnya dengan Elle dan Carl yang langsung kegirangan dengan hewan tersebut.
Sedangkan Arc dan Mama Amanda dan Mama Annchi hanya bisa menggelengkan kepala saja atas kelakuan Elle dan Carl yang sangat menyukai binatang yang berbahaya tersebut.
"Ya ampun lama-lama aku bisa mati berdiri, jika melihat hewan-hewan buas yang berada di dalam mansion ini. Baru malam tadi aku melihat dua harimau yang dimiliki oleh cucuku, pagi ini buaya yang datang setelah ini entah apalagi yang ada di dalam mansion ini." batin kakek sambil memijit kepalanya yang terasa sakit.
Elle yang mendengar itu hanya tertawa saja atas apa yang dipikirkan oleh kakeknya.
"Kakek masih ingatkan dengan perkataan kakek malam tadi, aku tunggu hadiahnya besok pagi." kata Elle kepada kakek.
Kakek yang mendengar perkataan Elle hanya bisa diam, bagaimana bisa dia memiliki cucu yang mempunyai hobi yang sangat gila tersebut.
__ADS_1
"B...baiklah kakek janji." kata kakek Jiazhen dan membuat Elle kegirangan.
Bersambung.....