
Olivia yang mendengar suara wanita yang menyapanya langsung mengarahkan pandangannya ke arah pintu yang dibuka.
"Dasar wanita sialan, iblis." kata Olivia dengan suara lirih ya.
"Ha ha ha jangan senang dulu, ini baru permainan pembuka. Aku akan membuatmu merasa senang lebih dari ini dan juga terimakasih sudah mengatakan aku iblis. Iya aku iblis yang akan menggerogoti setiap masa hidupmu." kata Elle sambil duduk di kursi yang sudah disiapkan oleh Egon.
"Dasar wanita sialan, kau akan merasakan apa yang aku rasakan saat ini. Aku bersumpah suatu saat kau akan merasakan apa yang aku rasakan juga." teriak Olivia
"Ha ha ha terserah apa yang kau katakan." kata Elle dan berjalan kearah Olivia "Asal kau tau, aku sudah pernah merasakan apa yang kau rasakan. Bahkan aku pernah merasakan bagaimana rasanya mati." bisik Elle kepada Olivia
Olivia yang mendengar perkataan Elle yang keluar dari mulut wanita itu langsung terdiam, dia merasa jika perkataan Elle sangat mengintimidasi dirinya sehingga membuat dia merasa ketakutan.
"Kenapa diam, apa mulutmu sudah tidak berguna. Apa mau aku lenyapkan mulut jelek mu itu." kata Elle sambil duduk kembali
Tiba-tiba Olivia berteriak kesakitan, seluruh tubuhnya panas dan seperti di cubit semut yang membuatnya semakin merintih.
"Aaahkkkkk" teriak Olivia
"Suara yang sangat merdu, bernyanyi lah. Aku sangat suka suaramu." kata Elle
Sedangkan para anggota Elle yang mendengar teriakan suara Olivia tau jika wanita itu menahan rasa sakit yang teramat menyakitkan.
Elle terus melihat apa yang di alami oleh Olivia, tapi lama-lama kelamaan Elle merasa bosan.
__ADS_1
"Sepertinya efek dari serum itu tidak begitu berfungsi." kata Elle, membuat Hiro yang mendengarnya mengernyitkan dahinya. Apa yang dimaksud nonanya, mengapa serum yang dibuatnya tidak berfungsi padahal serum itu berjalan dengan semestinya karena itu bisa dilihat dari keadaan korbannya yang sangat merasakan kesakitan.
"Maksud nona bagaimana? yang saya lihat serum itu berfungsi dengan baik." kata Hiro
"Aku ingin menciptakan serum yang bisa membuat setiap sendi-sendi yang ada di tubuh kelinci percobaan ku mengalami kesakitan. Apa saat menyuntik dosisnya sudah sesuai dengan yang aku katakan." kata Elle
"Sudah nona, sesuai dengan yang nona katakan." kata Hiro
"Berarti, aku harus lebih menyempurnakannya." kata Elle sambil melihat Olivia yang sudah pingsan karena menahan rasa sakit dari serum yang telah disuntikkan di dalam tubuhnya.
"Ayo Hiro kita ke lab, untuk menyempurnakan serum itu." kata Elle keluar dari ruangan tersebut dan berjalan menuju lab di ikuti oleh Hiro.
Sedangkan Arc yang sedang berada di ruang kerja sedang berbicara dengan Jhon yang sudah berada di mansion setelah Arc menelponnya untuk datang.
"Bagaimana persiapan yang telah dilakukan untuk perayaan ulang tahun perusahan Alexander?" kata Arc kepada Jhon yang sudah ada di depannya.
"Bagus, kau pantau terus acara itu, karena aku tidak mau ada sesuatu yang terjadi di acara tersebut." kata Arc
"Baik Tuan." kata Jhon "Dan juga tadi ada tawaran kerjasama dari perusahaan Wriston yang baru saja membuka cabang di negara ini." kata Jhon kembali
Mendengar perkataan Jhon, Arc langsung memikirkan apa yang harus dia ambil apa menerima tawaran kerja sama itu apa tidak.
"Jangan diambil dulu tawaran dari mereka, pelajari dulu apa itu sangat menguntungkan perusahaan kita apa tidak." kata Arc
__ADS_1
"Baik Tuan." kata Jhon
Tiba-tiba dari arah pintu sebuah ketukan terdengar, Arc langsung memperbolehkan seseorang yang mengetuk pintu untuk masuk. Setelah pintu terbuka masuklah Carl yang memperlihatkan senyumnya.
"Kemarilah" kata Arc saat melihat Carl
"Ada apa anak Daddy kesini." kata Arc yang mendudukkan Carl di pangkuannya.
"Apa Edy mau menemani cal belajal." kata Carl sambil melihat kearah Arc
"Belajar apa sayang." kata Arc
"Belajal menembak." kata Carl
"Kemana uncle Hanz?" kata Arc karena Hanz yang mengajari Carl menembak
"Cle Hanz pacalan, cle Egon pelgi dengan My." kata Carl
"Baiklah, Daddy akan mengajarimu." kata Carl sambil mengendong Carl dan berjalan kearah pintu.
"Lakukan yang aku katakan dengan teliti Jhon." kata Arc
"Baik Tuan." kata Jhon yang juga ikut keluar dari ruangan kerja.
__ADS_1
Arc mengajak Carl menuju tempat latihan yang dibuat khusus untuk Carl.
Bersambung....