Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Suara Jelek


__ADS_3

Setelah kematian Olivia dengan cara yang menggemaskan, Elle dan yang lainnya langsung meninggalkan Bella dan Mama Sofie yang pingsan karena saking stoknya atas kejadian tersebut.


"Ingat kirim video tersebut pada anaknya, aku ingin melihat seperti apa wajahnya saat melihat hadiah yang aku kirimkan." kata Elle sambil berjalan menuju mansion utama.


"Baik nona." kata Egon dan langsung memerintahkan anggotanya untuk mengerjakan apa yang diinginkan oleh nona mereka.


Saat berada di taman belakang, Carl memanggil Elle.


"My" teriak Carl


"Hei sayang, ada apa? mengapa kau digendong oleh aunty Ran." kata Elle saat melihat Carl berada di gendongan Huanran.


"Cal lelah My, jadi cal minta gendong dengan aunty cantik." kata Carl sambil mengedipkan matanya kepada Huanran.


"Benarkah." kata Elle kembali


"Benar My, aunty cantik tulunkan cal." kata Carl


"Baiklah tampan." kata Huanran


Cup


"Imbalan kalena menggendong cal." kata Carl setelah mencium bibir Huanran.


Egon yang melihat apa yang dilakukan Carl, menggerang marah.


"Apa-apaan pria kecil itu, mencium bibir istri orang lain." batin Egon sambil melototkan matanya kepada Huanran membuat orang yang ditatap menjadi takut.


"Awas saja kau, akan aku buat kau tidak bisa keluar dari kamar malam ini." batin Egon sambil tersenyum dengan sinis


"Ingat yang aku katakan Egon." kata Elle sekali lagi.


"Ran bagaimana jika malam ini kita bertiga dengan Kayo tidur bersama karena suamiku dan juga suami kayo pasti tidak akan pulang karena mereka sedang menjalankan tugas " kata Elle


Huanran yang mendengar perkataan Elle merasa senang karena mereka bisa bercerita sepuasnya malam ini tapi saat melihat kerah Egon senyum itu pudar karena pelototan mata Egon yang sangat menggerikan dan mengatakan sesuatu kepadanya.


"Jangan terima." batin Egon "Kalau kau menerima akan aku hukum kau didalam kamar sampai kau meminta ampun " batin Egon kembali.

__ADS_1


"Kau tidak keberatan bukan Egon " kata Elle setelah mendengar pikiran Egon.


"Tidak nona." kata Egon tegas "Sebenarnya aku tidak mau, tapi bagaimana lagi nona sudah memintanya." batin Egon.


"Bagus, ayo kita masuk aku sudah lapar." kata Elle sambil berjalan dan diikuti dengan yang lainnya.


Sedangkan di sebuah kapal Arc dan Boy masih menunggu buruan mereka yang belum juga didapat.


"Bagaimana ini, mengapa kita belum mendapatkannya. Kemana mereka?" kata Arc


"Mana aku tau dimana mereka, aku juga bosan disini tapi jika tidak mendapatkannya aku tidak akan bisa masuk kedalam kamar untuk memeluk istriku." kata Boy


"Benar, aku juga seperti itu. Tapi ini sudah malam tapi tidak ada satupun yang muncul." kata Arc


"hemmmm." kata Boy


"AKU MERINDUKANMU SAYANG" teriak Boy tiba-tiba membuat Arc langsung terkejut.


"Berisik, apa kau mau buruan kita langsung pergi saat mendengar suara jelek mu itu." kata Arc


"Apa y-" perkataan Boy terhenti ketika buruan mereka tertangkap.


"Benarkah?" kata Arc


"Benar tuan." kata anak buah Boy


"Ternyata suaraku sangat merdu sehingga hiu pun terpancing olehnya." kata Boy dengan narsisnya.


"Diam, ayo kita lihat supaya kita bisa cepat pulang dan memeluk istri kita masing-masing." kata Arc yang lebih dulu menuju tempat buruan mereka.


"Baiklah." kata Boy sambil mengikuti Arc.


Sedangkan di sebuah rumah seorang pria baru saja masuk kedalam setelah seharian ini mencari adiknya yang tidak juga pulang yang tidak lain adalah Mark.


"Tuan" kata pelayan yang berpapasan dengan Mark


"Hemmm, apa adikku sudah pulang?" kata Mark

__ADS_1


"Belum tuan" kata pelayan tersebut


"Dimana mamaku?" kata Mark kembali sambil duduk di sofa yang ada di ruang tamu.


"Saat tuan pergi, nyonya pingsan setelah menerima panggilan dari ponselnya dan sekarang ini sedang berada di dalam kamar setelah di periksa dokter." kata pelayan tersebut.


Mendengar jika mama Sofie pingsan, Mark langsung pergi menuju kamar mama Sofie dan saat masuk Mark tidak menemukan mama Sofie.


"Dimana mama" batin Mark "Apa mama dikamar mandi " kata Mark kembali


Tok


Tok


Tok


"Mama, mama ada didalam" kata Mark sambil mengetok kamar mandi, tapi tidak ada sahutan. Mark langsung membukanya ternyata tidak dikunci, Mark langsung masuk dan tidak mendapati Mama Sofie di dalamnya.


"Dimana Mama" batin Mark


Mark langsung pergi ke bawah untuk menanyakan kepada para pelayan apa melihat Mama Sofie. Baru saja turun kelantai bawah seorang pelayan sudah mendatangi Mark sambil membawa sebuah kotak.


"Tuan" kata pelayan tersebut.


"Ada apa, apa yang kau bawa?" kata Mark.


"Ini untuk Anda, Tuan." kata pelayan sambil menyerahkannya kepada Mark.


Mark langsung mengambilnya dan melihat siapa yang mengirimnya. Saat melihat di setiap sisi kota tapi tidak terdapat siapa pengirimnya Mark langsung mengerutkan keningnya.


"Dari siapa kotak ini." batin Mark sambil memperhatikannya. "Apa kau melihat Mama ku." kata Mark kepada pelayan.


"Tidak tuan, setelah dokter pergi nyonya tidak pernah keluar dari kamar sampai sekarang ini." kata pelayan tersebut.


"Pergilah." kata Mark setelah bertanya kepada pelayannya.


Mark langsung membawa kotak tersebut dibawa Mark masuk kedalam kamarnya karena saat ini dia ingin membersihkan diri karena sudah gerak sedari tadi mencari adiknya.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2