
Setelah satu jam teriakan yang ditimbulkan oleh Olivia tidak terdengar lagi barulah Bella merasa lega karena tidak mendengar lagi teriakan menyakitkan itu.
"Dasar wanita menjijikan, lebih baik kau mati saja." kata Bella
"Ha ha ha aku mati kau juga akan mati." kata Olivia sambil tertawa
"Cih aku tidak akan mati, akan ada yang datang menolongku nanti karena aku tidak pulang." kata Bella
"Ha ha ha tidak akan ada yang bisa keluar dari tempat ini dengan hidup-hidup. Hidupmu dan juga hidupku ada pada tangan wanita sialan itu." kata Olivia dengan marah.
"Apa maksudmu?" kata Bella yang tidak paham akan perkataan Olivia.
"Ha ha ha mana aku tau, pikir saja sendiri." kata Olivia sambil menampilkan senyum sinisnya pada wajah jeleknya yang telah terdapat banyak goresan dan darah kering.
"Dasar wanita gila." teriak Bella
"Ha ha ha aku memang sudah gila." kata Olivia.
"Sudah jangan bertengkar lagi, sesama calon penghuni neraka sebaiknya kalian akur." kata Elle kepada Olivia dan Bella untuk menengahi pertengkaran antara sesama calon penghuni neraka.
"Elle" kata Bella dengan lirih
"Bunuh saja aku wanita sialan." teriak Olivia saat melihat Elle masuk kedalam ruangan ini.
"Apa wanita jelek itu mengenal Elle." batin Bella
__ADS_1
"Jangan seperti itu, nyawa mu masih berguna untukku." kata Elle sambil duduk di kursi yang sudah disediakan oleh Egon yang juga masuk kedalam ruangan tersebut.
"Dasar iblis." teriak Olivia
"Apa yang sebenarnya terjadi disini." kata Bella "Apa kau mengenal wanita jelek ini." kata Bella kepada elle
"Iya, Apa kau suka disini." kata Elle kepada bella
"Kak Elle tolong lepaskan aku, aku mohon." kata Bella memohon kepada Elle
Mendengar perkataan Bella, Elle langsung mengacungkan jari telunjuknya dan menggerakkannya ke kiri dan ke kanan.
"No...no...no." kata elle
"Sebenarnya ada apa ini, mengapa aku bisa ada disini dan mengapa Elle bisa ada disini." batin Bella yang masih belum paham apa yang terjadi.
"Maksudmu?" kata Bella
"Dasar lelet, maksudku kau berada disini karena mencoba mendekati suamiku." kata Elle sambil mengelus perutnya
"A...ku mendekati suamimu. Aku tidak pernah mendekati suami tua mu." kata Bella
"Aku kasih tau padamu, suamiku bukanlah pria tua itu. Dia adalah kakek dari suamiku. Dan suamiku adalah Arcelio Alexander keluarga Alexander." kata Elle
"Jangan mengada-ngada tidak mungkin tuan Arc adalah suamimu. Dia itu pria lajang, dan juga tadi kami baru saja bertemu tapi tiba-tiba saja aku berada disini." kata Bella
__ADS_1
"Kau buta apa, lihat perutku ini besar seperti busung lapar karena ulahnya. Ini bukti jika aku adalah istrinya." kata Elle
"Aku tidak percaya, pasti itu anak dari tua Bangka itu." kata Bella
"Terserah padamu saja jika tidak percaya." kata Elle "Bukan begitu nona Olivia?" kata Elle kembali
"Bunuh aku sekarang wanita ja*ang." teriak Olivia
"Aduh aduh sabar, nanti aku akan membunuhmu tapi setahap demi setahap agar kau bisa merasakannya." kata Elle
"Berengsek kau, aku akan menyumpahi anak mu yang-" perkataan Olivia langsung terhenti ketika Elle langsung menendang Olivia sehingga wanita itu terjatuh kelantai.
"Jaga mulutmu, aku tidak suka jika ada seseorang yang menyakiti anakku walau hanya dengan kata-kata." kata Elle
"Ha ha ha, kenapa apa kau tidak suka sekarang bunuh saja aku." kata Olivia "karena jika tidak aku akan mengatakan terus anak yang ada didalam perutmu adalah anak y-" perkataan Olivia terhenti ketika Elle menampar wajah Olivia yang jelek tersebut.
"Rasakan ini" kata Elle yang langsung membuka mulut Olivia dan menarik lidah wanita itu dan memotongnya dengan pisau yang sempat diambilnya.
Bella yang melihat apa yang dilakukan Elle langsung berteriak.
"Aakkkkkk" kata Bella dan langsung pingsan.
Sedangkan Olivia yang dipotong lidahnya oleh Elle hanya bisa meringis kesakitan karena lidahnya telah di potong oleh Elle.
"Sekarang kau tidak bisa mengatai anakku." kata Elle yang langsung meletakkan pisau ditempat semula.
__ADS_1
"Karena wanita itu pingsan, besok aku akan memulai bermain dengannya." kata Elle dan langsung berjalan keluar ruangan dan diikuti dengan yang lainnya.
Bersambung.....