Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Bab26~Di teror kembali~


__ADS_3

Haaiii 🖐️🖐️🖐️🖐️


Untuk kamu yang setia dan baik hati


Tolong tinggalkan jejak nya ya 🥰


Dan jangan lupa hadiah bunga🌹 nya biar lebih Semangat up nya😁


💋💋💋💋💋💋💋💋


Pagi ini Ica menyediakan sarapan pagi lebih banyak dari biasanya , selain ada Zidan , ada satu lagi yaitu orang suruhan Zidan yang akan memperbaiki kaca jendela rumahnya.


Setelah selesai sarapan pagi ,Ica dan Ifan bersiap untuk berangkat.


Kali ini Ica dan Ifan di antar oleh Zidan ,"Bu ,kami berangkat dulu ,ibu baik-baik di rumah." ucap Ica dan Ifan. mereka pun mencium tangan Ratna. "ya nak, hati-hati." Ratna mengusap kepala kedua anaknya.


"Bu , saya pamit , terimakasih,jaga diri ibu baik-baik." Zidan mencium tangan Ratna. "iya nak Zidan , ibu ucapkan terimakasih banyak." ucap Ratna ramah.


"Assalamu'alaikum." ucap ketiga nya. "Wa'alaikum salam." jawab Ratna tersenyum.


Kini tinggal dirinya dan orang yang akan memperbaiki kaca jendela rumah nya.


"Bu , untuk ke depannya ,ibu dan keluarga ibu harus lebih hati-hati, jika ibu sedang sendiri, saya harap ibu mengunci semua pintu , kalau ada sesuatu yang mencurigakan tolong beritahu tuan Zidan." ucap seorang suruhan Zidan ,sambil memasangkan kaca jendela.


"Ya pak, terimakasih banyak atas sarannya, saya akan lebih hati-hati." ucap Ratna. ia merasa bingung dengan ucapan bapak tersebut. "apa mungkin akan ada kejadian seperti malam tadi." batin Ratna. "ya tuhan tolong lindungi kedua anak hamba." gumam Ratna.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Mobil Zidan pun sampai di depan gedung kampus. "Terimakasih banyak mas, Ica pergi duluan." Ica tersenyum manis kearah Zidan.


"Hati-hati , jaga diri baik-baik." Zidan memegang tangan Ica. "baik mas." Ica pun membuka pintu mobil ,lalu ia berjalan menuju ruang mahasiswa. tanpa disadari seseorang tengah memperhatikannya.


Zidan tersenyum manis sambil melihat Ica yang sedang berjalan sampai tak terlihat.


"semoga ayah dan ibu mau menerima kehadiran mu." batin Zidan. doa itu yang selalu ia ucapkan , untuk keselamatan kekasihnya, ia menyuruh orang kepercayaan nya untuk memantau aktivitas yang Ica lakukan .ia tak ingin kejadian di gudang terulang lagi.

__ADS_1


Ica yang sudah berada di dalam ruangan mahasiswa, nampak sedikit gelisah, entah kenapa semenjak kejadian tadi malam , dirinya begitu kepikiran ibunya yang sendirian di rumah.


"Kamu kenapa ca, kaya gelisah gitu?." ucap Sindi yang baru saja datang. "ya ampun Sindi , ngagetin aja." Ica mengelus dadanya. "maaf." ucap Sindi cengengesan.


"Kamu belum jawab pertanyaan aku." Sindi merasa khawatir. "semalam ada orang yang lempar kaca jendela rumah kami." keluh Ica. "apa kalian tidak apa-apa." tanya Sindi semakin khawatir.


"Alhamdulillah ,kami tidak apa-apa." lalu Ica menceritakan tentang tulisan di dalam kertas yang ia temukan tadi malam. "ya tuhan , siapa yang tega melakukan hal itu, kamu yang sabar ca , semoga cinta kalian semakin kuat." Sindi merasa prihatin pada sahabatnya itu.


"Terimakasih banyak sin ,kamu selalu mensupport aku." Ica memeluk Sindi. "sama-sama ,ini sudah kewajiban ku untuk mendukung kebahagiaan sahabat terbaik ku." Sindi mengusap bahu Ica.


Di ruang dosen. Zidan mendadak ada panggilan langsung dari Dekan kampus x , untuk mengajar hari ini saja, menggantikan dosen yang sakit.


"Aneh , kenapa mendadak seperti ini?." batin Zidan. sedangkan di tempat yang sama seseorang sedang menghubungi Johan.


"Halo."ucap Johan. "halo tuan semua udah beres tinggal satu langkah lagi." ucap seseorang. "bagus , saya tunggu kabar selanjutnya." ucap Johan. "tunggu gadis kampung, sebentar lagi akan ada kejutan untuk mu." Johan menyeringai.


Zidan kini sedang bersiap-siap untuk pergi ke kampus x, ia berjalan menuju tempat parkir. dan ia pun langsung tancap gas.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Ratna semakin tidak tenang karena yang ia lihat di mata nya senyum Ica yang tadi pagi terus- menerus terlihat. "pertanda apa ini ,ya tuhan hamba mohon lindungilah anak-anak hamba." gumam Ratna.


💋💋💋💋💋💋💋💋💋


Di kampus. waktu menunjukkan pukul 11:30. biasanya ada tambahan pelajaran yang diberikan oleh dosen. tetapi kali semua mahasiswa pulang lebih awal.


"Ca , pulang nya bareng aku aja , kebetulan aku di suruh mami ngambil pesanan baju untuk teman nya." ucap Sindi. "baiklah, dengan senang hati." ucap Ica tersenyum manis. Sindi pun tertawa kecil mendengar perkataan dari sahabat nya itu.


Meri tiba-tiba menghampiri firman. "hai fir , boleh aku numpang pulang, soalnya nggak ada yang jemput." ucap Meri dengan manja. "maaf gue nggak bisa." jawab firman acuh. "please ,kali ini aja." ucap Meri sambil memohon.


"Hei,,, denger ya ,gue bilang nggak bisa, dan satu lagi elo jangan sekali-kali lagi ngancam Ica , kalau sampai gue lihat elo ngancam Ica lagi kayak kemaren ,gue nggak segan-segan buat perhitungan sama Lo camkan itu." sentak firman. kemudian ia pergi meninggalkan Meri.


"Sial, gue harus cari cara lain buat naklukin Lo." ucap Meri menyeringai.


Sindi dan Ica berjalan menuju tempat parkir. "ca ,kok aku ngerasa aneh ya , biasanya kita tak pernah pulang secepat ini." tutur Sindi . "iya juga sih, mungkin ada suatu hal yang harus di urus ." terang Ica. Sindi hanya manggut-manggut.

__ADS_1


"Ayo ca." ajak Sindi. Ica pun masuk ke dalam mobil Sindi. mereka asyik mengobrol, hingga tanpa mereka sadari seseorang sedari tadi mengikuti mobil mereka .


Di tengah perjalanan, Ica tak sengaja melihat gelagat mobil yang mencurigakan .


"Sin coba kamu lihat mobil di belakang, kayak ngikutin kita deh." terang Ica. "masa sih." ucap Sindi. kemudian ia melihat di kaca spionnya. dan benar saja mobil tersebut mengikuti nya.


Sindi kemudian sedikit menambah kecepatan mobilnya ,ia melihat mobil di belakang pun ikut melaju. "sin hati-hati." ucap Ica khawatir.dan pas di tempat yang sepi , tiba-tiba mobil tersebut langsung menabrak mobil yang ditumpangi mereka.


Bbbbrrraaaaaakkkkkk , "astagfirullah." ucap Ica dan sindi bersamaan. Sindi kembali menambahkan kecepatan mobilnya dengan kecepatan tinggi."Sindi hati-hati." ucap Ica kembali.dan tidak di sangka mobil di belakang mereka pun melaju dengan kecepatan tinggi.


Mobil Sindi kembali di tabrak ,kali ini dengan kecepatan tinggi, sehingga membuat mobil Sindi oleng dan menabrak pohon besar.


Bbbbrrraaaaaakkkkkk,,,,, "aaahhh." terdengar jeritan dari keduanya. mobil yang menabrak mereka berhenti, kemudian salah satu dari mereka memotret mobil yang ditumpangi Ica dan Sindi .


"Halo tuan , saya sudah kirimkan Poto mobil mereka." ucap seseorang. "bagus , saya akan kasih kalian bonus." ucap Johan. ia langsung mematikan ponselnya sepihak.ia tersenyum puas melihat Poto yang di kirim oleh orang suruhan nya.


Di tempat yang berbeda, Zidan masih mengajar di kampus x , tiba-tiba dirinya kepikiran Ica. "ya tuhan ada apa ini." batin Zidan.


penasaran kan 🤔 ikutin terus kisah mereka ya🥰


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


MAAF TELAT UPDATE 🙏


AKUNYA LAGI SIBUK MENGURUS ANAK KU YANG BARU SAJA SUNATAN , MOHON DOA NYA 🙏


SUPAYA LEKAS SEMBUH.


BIAR AKU BISA UPDATE LAGI SETIAP HARI 🥰🥰


MOHON DUKUNGANNYA YA 🥰 DENGAN CARA LIKE VOTE KOMENTAR DAN HADIAH BUNGA NYA


🌹🌹🌹🌹🌹


SEE YOU 🖐️🖐️🖐️🖐️

__ADS_1


__ADS_2