
Sedangkan disebuah ruangan yang gelap, Carl baru saja sadar dan memanggil mommy dan juga Daddy ya.
"My Edy" teriak Carl karena keadaan ruangan yang gelap membuatnya takut.
"My cal takut, Edy peluk cal." kata Carl.
Mendengar jika anak yang telah diculiknya terbangun, pria itu langsung masuk kedalam.
"Hai kau sudah bangun ternyata." kata pria itu.
"My cal takut." kata Carl sambil menangis
"Jangan takut, aku ini Daddy mu." kata pria tersebut yang ternyata Daddy kandung Carl.
"Bukan, kau bukan Edy ku, kau Olang jahat." teriak Carl kepada pria itu.
"Dasar bodoh, apa kau tidak lihat hah aku ini Daddy mu. kau itu terlahir dari seorang wanita Pela*ur." kata pria tersebut dan langsung menjambak rambut Carl, membuat anak kecil itu kesakitan.
"Dasar anak Pela*ur" kata pria itu
Plak
"S..sakit hiks hiks My." Isak Carl saat menerima tamparan dari pria tersebut.
"Rasakan, karena ibumu aku menjadi miskin. Dasar anak pembawa sial." kata pria itu dan mendorong Carl dari kursi sehingga Carl terjatuh kelantai sehingga membuat kaki dan tangan Carl berdarah dan bibir Carl mengeluarkan darah karena tamparan tersebut.
Tidak puas hanya melakukan itu, pria tersebut langsung menyiram Carl dengan air kotor membuat Carl langsung pingsan karena penyiksaan yang diterimanya.
"Rasakan dasar pembawa sial." kata pria
Saat pria itu ingin menginjak kepala Carl, pintu yang ada diruangan tersebut tiba-tiba terbuka dengan kencang.
"Siapa disitu?" teriak pria tersebut
"Malaikat maut mu." kata Arc saat masuk kedalam ruangan tersebut dengan aura yang sangat mencekam ketika melihat keadaan Carl yang sudah pingsan dan mengeluarkan darah dari mulutnya dan diikuti dengan yang lainnya.
"T... Tuan Arc" kata pria tersebut yang kenal dengan Arc.
"Apa yang kau lakukan pada anakku hah." teriak Arc menggelegar diruangan tersebut.
"A...anak." kata pria itu terbata
"Iya dia anakku, dasar bajingan." teriak Arc dan berlari menghampiri pria tersebut dan menghajarnya membabi buta, karena perbuatannya bukan hanya menyakiti Carl tapi juga istri dan calon bayi mereka secara tidak langsung.
__ADS_1
Jhon yang melihat Tuan nya menjadi beringas langsung mencegah tuannya membunuh pria tersebut.
"Sudah Tuan, dia bisa mati." kata Jhon
"Biarkan saja, aku akan membunuhnya." kata Arc yang ingin melepaskan diri dari Jhon.
"Tuan lebih baik kita membawa Tuan Muda kerumah sakit." kata Jhon, mendengar itu Arc langsung menoleh kearah Carl yang sudah pingsan dengan luka yang ada ditubuhnya.
Arc langsung menghampiri Carl yang sudah pingsan dan langsung mengangkatnya menuju mobil.
"Bawa bajingan itu ke dalam markas, aku yang akan menyiksanya karena telah menyakiti keluargaku." kata Arc dan langsung pergi dari ruangan tersebut.
Setelah beberapa saat mereka sampai dirumah sakit, Arc langsung berlari masuk kedalam rumah sakit menuju ruang UGD karena dia tidak merasakan adanya napas Carl.
"Cepat periksa keadaan anakku." teriak Arc kepada dokter, dan langsung diperiksa oleh dokter. Arc keluar dari ruangan tersebut karena dokter sedang memberikan penanganan terhadap Carl saat ini.
"Tidak akan aku ampuni pria itu, aku akan mencincang dagingnya secara perlahan karena telah menyakiti anakku." kata Arc dengan amarahnya.
"Tuan" kata Jhon kepada Arc yang masih berdiri melihat arah pintu UGD tersebut.
"Ada apa?" kata Arc
"Nona Elle baru saja bangun dan mencari Tuan Muda." kata Jhon
"Baiklah, kau disini saja lihat perkembangan anakku. Aku akan pergi menemui istriku dulu." kata Arc dan pergi dari tempat itu menuju ruangan Elle yang berada dilantai lima rumah sakit tersebut.
"Kami tidak boleh kemana-mana Elle, Arc sudah mencari Carl kita tunggu kabar darinya ya." kata Mommy Jia membujuk Elle.
"Tidak mom, Elle harus mencarinya sendiri." kata Elle yang kekeh ingin mencari Carl.
Saat akan turun dari ranjang, Arc langsung melarangnya saat sudah masuk kedalam kamar inap Elle.
"Jangan turun Sweety." kata Arc
"Tapi aku ingin mencari Carl." kata Elle kepada Arc
"Tidak usah Sweety, Carl sudah aku temukan. Sekarang kamu istirahat saja ya." kata Arc menghampiri Elle dan mengelus wajahnya.
Melihat Arc sudah datang Mommy dan juga Mama Amanda serta Mama Annchi keluar dari ruangan Elle.
"Apa keadaannya baik-baik saja honey." kata Elle.
"Iya, Carl baik-baik saja sweety sekarang Carl sedang tertidur diruangan ya." kata Arc sambil memeluk Elle, sekuat tenaga Arc agar tidak memikirkan keadaan Carl yang sedang kritis agar Elle tidak tahu.
__ADS_1
"Apa aku boleh melihatnya, aku merindukannya." kata Elle
"Nanti saja sweety, sekarang kau juga harus istirahat. Apa kau sudah makan Sweety?" kata Arc dan diangguki Elle.
"Ayo kita tidur, biar aku temani mu Sweety." kata Arc membaringkan Elle diranjang dan diikuti oleh Arc.
Setelah beberapa saat Elle telah tidur kembali. Merasa Elle sudah tertidur dengan pulas, Arc langsung turun dari ranjang dan menyelimuti tubuh Elle dengan selimut.
"Aku pergi dulu ya sweety." kata Arc dan mencium kening Elle setelah itu langsung pergi dari ruangan Elle.
Saat diluar Arc langsung di kepung oleh orang tuanya.
"Apa Carl keadaan Carl baik-baik saja Arc" kata Mama Amanda
"Mama dan Mommy aku ingin pergi sebentar melihat Carl. Jadi tolong jaga Elle." kata Arc
"Apa yang terjadi Arc?" kata Mommy Jia.
"Tidak ada apa-apa mom, Arc pergi dulu." kata Arc dan langsung pergi dari tempat tersebut menuju UGD.
Saat sampai didepan UGD Arce lihat Jhon yang sedang berbicara dengan dokter, melihat itu Arc berjalan dengan cepat.
"Apa yang terjadi" kata Arc saat sudah sampai didekat dokter dan Jhon
"Maaf Tuan Arc, anak anda sepertinya mengalami trauma sehingga membuatnya tidak ingin bangun dari tidurnya. Dan pada bagian tangan dan kakinya mengalami patah tulang." kata dokter tersebut.
Mendengar itu Arc semakin marah saja, apa yang akan terjadi jika Elle mendengar keadaan Carl saat ini.
"Apa trauma yang didapatnya dapat kita sembuhkan dokter?" kata Arc kembali.
"Kita dapat menyembuhkannya Tuan, kita akan mencoba secara perlahan dengan bantuan psikolog untuk mengetahui apa yang dialaminya sehingga menyebabkan trauma tersebut." kata dokter tersebut.
"Apa aku boleh melihatnya." kata Arc
"Boleh Tuan." kata dokter tersebut.
"Dan cari psikolog terbaik di negara ini untuk anakku, jika tidak ada cari di negara manapun." kata Arc dan diangguki oleh dokter. " Jhon tempatkan anakku diruang VVIP didekat kamar Elle." kata Arc kepada Jhon.
"Baik Tuan." kata Jhon
Saat Arc masuk kedalam ruangan itu, Arc dapat melihat Carl yang masih tertidur dengan luka yang ada ditubuh kecilnya.
"Maafkan Daddy sayang, Daddy terlambat menyelamatkanmu. Daddy akan membalas semua perbuatan pria terhadap mu." kata Arc sambil mencium kening Carl.
__ADS_1
"Akan aku balas semua yang yang telah kau lakukan pada anakku." batin Arc.
Bersambung....