Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Mengintai


__ADS_3

Setelah melihat rekaman cctv didalam kamar kelinci percobaannya, Elle memutuskan untuk kembali kedalam kamar saja. Semenjak hamil Elle lebih banyak menghabiskannya dengan tidur.


"Kayo, kau pergilah lakukan apa yang aku katakan tadi. Aku ingin beristirahat." kata Elle sambil berjalan menuju kamarnya.


"Baik nona." kata Kayo tapi masih mengikuti Elle sampai didepan kamar, setelah Elle masuk kedalam kamarnya barulah Kayo pergi dari sana menuju kamarnya.


Hari ini Kayo akan pergi ke suatu tempat yang sudah nonanya katakan karena ada misi yang harus Kayo lakukan. Saat akan pergi ketempat yang akan didatanginya Bruno menghampirinya.


"Kayo tunggu" kata Bruno


"Apa" kata Kayo


"Aku akan ikut bersamamu, tadi nona mengatakannya kepadaku." kata Bruno, mendengar itu Bruno langsung berkata kembali.


"Nona yang menyuruhku untuk pergi jalan-jalan sekalian menemanimu melakukan misi, aku juga mau seperti kalian yang menjalankan misi diluar bukan didepan komputer terus.." kata Bruno


Saat Kayo akan mengatakan sesuatu, ponselnya berbunyi langsung saja Kayo mengangkatnya karena itu telpon dari nonanya.


Setelah selesai berbicara dengan nonanya, Kayo langsung memasukkan ponselnya kembali.


"Benarkan yang aku katakan." kata Bruno


"Tapi jangan mengganggu misi ku." kata Kayo


"Iya aku tidak akan mengganggu, aku hanya ingin jalan-jalan sambil mencuci mata dan juga menemanimu menjalankan misi.." kata Bruno sambil berjalan bersama Kayo.


Mereka berdua langsung menuju tempat dimana mereka akan melakukan misi, kali ini Kayo diharuskan mengikuti seorang wanita siapa lagi kalau bukan Olivia yang mulai membuat sebuah rencana.


Saat ini mereka sedang berada disebuah restoran yang sudah ada Olivia bersama seorang pria yang tentunya Kayo tau siapa pria itu. Kayo dan Bruno berada ditempat yang tidak akan dilihat oleh dua orang tersebut karena terhalang oleh sebuah pot bunga yang besar.


"Apa menyenangkan melakukan misi diluar." kata Bruno kepada Kayo


"Seperti yang kau lihat" kata Kayo


"Mengapa kau sangat irit berbicara Kayo, aku dengar dari Bianca kau memiliki pacar, jika kau irit berbicara pasti sebentar lagi dia akan meninggalkanmu." kata Bruno


"Aku tidak memiliki pacar." kata Kayo


"Benarkah, tapi sepertinya ada karena sedari tadi pria yang ada dibelakang kita selalu memandangku dengan tatapan matanya yang tajam." kata Bruno sambil menunjuk seorang pria dengan dagunya.

__ADS_1


Sedangkan Kayo tidak mempedulikan perkataan Bruno karena dia fokus pada targetnya yang sekarang beranjak pergi dari restoran tersebut.elihat itu Kayo langsung berdiri dan pergi dari sana dan diikuti Bruno.


"Tunggu Kayo." teriak Bruno sambil berlari mengikuti Kayo.


Sedangkan pria tadi mengepalkan tangannya melihat Kayo dan Bruno pergi dari restoran tersebut, dan sepertinya menuju hotel yang ada diseberang restoran ini.


Saat ini mereka berdua sedang berada didepan disebuah hotel yang berada tepat di restoran tersebut. Kayo langsung masuk dan Bruno juga mengikutinya.


Saat Kayo asyik memainkan ponselnya, Bruno langsung memberikan ponselnya.


"Aku sudah meretasnya, aku sangat berguna bukan." kata Bruno


"Hemmm" kata Kayo


"Ya ampun Kayo suaramu sangat irit sekali." kata Bruno sambil memegang wajah kayo


Mereka langsung menuju resepsionis untuk memesan kamar disebelah kamar Olivia dan pria itu. Setelah memesan mereka langsung masuk naik kedalam life. Setelah beberapa saat mereka sudah berada di lantai kamar yang akan mereka tempati.


"Bagaimana kita mau melihat mereka didalam Kayo." kata Bruno


"Lihat saja." kata Kayo dan membuka pintu kamar tapi dihalangi oleh sebuah tangan.


"Apa yang kau lakukan disini sayang bersama dengan seorang pria." teriak Boy yang sedari tadi sudah mengikuti Kayo dan pria yang tak dikenalnya ini.


Setelah masuk kedalam kamar Kayo langsung menatap boy dengan tajam membuat pria itu salah tingkah.


"Sayang jangan memandangku seperti itu." kata Boy "Kenapa kau juga masuk keluarganya jangan mendekati pacarku." kata Boy saat melihat Bruno juga masuk kedalam kamar tersebut.


"Bisa diam." kata Kayo kepada Boy sambil mengeluarkan sebuah benda kecil seperti kumbang dan meletakkannya diatas meja. Sesaat kemudian kumbang tersebut terbang dan menuju balkon dan terbang ke arah balkon yang ada di sampingnya.


Kayo melihat ke segala arah melalui kumbang menggunakan remote kontrol dan langsung terhubung di leptop yang Kayo bawa. Kumbang kecil tersebut ternyata adalah kamera kecil yang telah dibuat oleh Hanz.


Saat sudah menemukan celah Kayo langsung menggerakkan kumbang tersebut sehingga bisa masuk kedalam kamar tersebut.


Kayo langsung duduk didepan leptop yang diletakkannya di atas ranjang. Saat Bruno ingin menghampiri Kayo Boy langsung melarangnya.


"Jangan coba-coba dekat dengan pacarku, duduk disana" kata boy menunjuk sofa yang ada di ujung ruangan.


"Kayo apa dia pacarmu" kata Bruno

__ADS_1


"Iya Kayo pacarku, jadi jangan coba-coba mendekatinya. Kau itu tidak tampan dan sekaya aku, jadi sadar dirilah." kata Boy sambil melihat Bruno dengan mata tajamnya.


"Iya iya, aku juga tidak mau bersama dengannya yang datar itu." kata Bruno sambil duduk di sofa dan memainkan ponselnya.


"Sayang kau sedang apa" kata Boy dan menghampiri Kayo yang sedang serius melihat kearah layar.


Saat sudah di dekat Kayo, Boy langsung melihat apa yang kekasih berwajah datarnya itu lihat. Seketika Boy melototkan matanya ketika melihat apa yang dilihat oleh Kayo.


"Sayang, matikan. Nanti mata kita berdua bisa tercemar dengan tontonan yang tidak senonoh itu." teriak Boy dan langsung menutup wajah Kayo dengan tangannya.


"Apa sih, lepaskan tanganmu." kata Kayo


"Tidak akan, jika kau mau melihat adegan seperti itu lebih baik kita melakukannya secara langsung saja disini." kata Boy membuat Kayo langsung mencubit pinggang Boy dengan kuat sehingga membuat Boy langsung berteriak.


"Sakit sayang." teriak Boy


"Dasar mafia perjaka." kata Kayo


Sedangkan Bruno yang melihat kelakuan sepasang kekasih tersebut sangat heran, bisa-bisanya seorang pria menyukai Kayo yang memiliki sifat seperti itu.


"Jangan berisik, duduk sana." kata Kayo memarahi Boy


"Iya sayang" kata Boy duduk didekat Kayo yang ada diranjang.


"Kenapa duduk disini, sana." kata Kayo


"Tidak mau, aku maunya disini saja." kata boy sambil duduk didekat Kayo.


"Sayang apa kau tidak jijik melihat tontonan seperti itu." kata Boy


"Aku sudah terbiasa melihatnya." kata Kayo


"Apa!!! jadi kau sering melihat itu, apa kau kebelet ingin seperti itu." teriak Boy


"Diam" kata Kayo


"Iya, sayang jika kau mau seperti itu aku siap menjadi lawannya." kata Boy, Kayo langsung melirik Boy dengan tatapan tajamnya.


"Iya sayang aku akan diam." kata Boy sambil berbaring di paha Kayo, membuat Kayo melototkan matanya.

__ADS_1


"Aku mengantuk sayang, biarkan seperti ini sebentar." kata boy sambil memejamkan matanya dan memeluk perut Kayo.


Bersambung....


__ADS_2