
Keesokan harinya.
Setelah kejadian kemarin ,Mira berfikir keras untuk bisa mendapatkan cinta Zidan, " ternyata kamu bukan wanita yang lemah , tapi tenang saja ,aku akan melakukan hal yang lebih dari sebelumnya ," Mira tersenyum sinis.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Sementara itu di tempat yang berbeda , firman berada di sebuah cafe .
"Lo kenapa , kaya lagi patah hati" ucap perdi sedikit meledek ,"Lo tu lihat teman lagi sedih bisa nya cuma ngatain aja ,dasar,!" ucap firman ketus , "sori bro ,gue cuma bercanda "perdi menepuk pundak firman.
"Coba ceritakan ke gue apa yang terjadi" tanya perdi selidik, "Ica sudah punya kekasih" jawab firman dengan raut wajah sedih.
"Dan Lo tau ,rival gue ternyata seorang dosen yang ngajar di kampus gue, menarik bukan?" firman berkata sambil menatap ke arah luar.
"Dan Lo nyerah begitu saja ?" tanya perdi , "gue nggak akan nyerah begitu saja," jawab firman santai . "good ,itu baru firman yang gue kenal" ucap perdi menyemangati .
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Ica sudah rapi dengan stelan muslimah nya , hatinya sedikit gelisah , entah mengapa , "ya tuhan kenapa dengan hati ini," gumam Ica.
"Masya Alloh , cantiknya anak ibu ,mau pergi kemana nak?" tanya Ratna ,
"Mas Zidan ingin memperkenalkan Ica pada orangtuanya buk , maaf Ica baru ngasih tau sekarang , soalnya tadi Ica lihat, ibu lagi istirahat ," Ica langsung memeluk Ratna ,ia merasa tidak enak hati terhadap ibunya.
"Tidak apa-apa , ibu sangat senang sekali mendengar nya , semoga orang tuanya nak Zidan bisa Nerima kamu apa adanya," ucap Ratna menyemangati. "aamiin , terimakasih banyak buk" Ica pun kembali memeluk ibunya.
"Cie yang mau ketemuan sama calon mertua " goda Ifan ,
"Apaan sih de" ucap Ica sedikit malu ,Ifan yang baru menyadari penampilan kakaknya ,merasa ta'jub dengan kecantikan alami yang di miliki kakaknya itu,
"Perfek , semoga orang tuanya kak Zidan suka dengan kehadiran kakak " ucap Ifan tulus, "aamiin , makasih ya dek" Ica tersenyum manis kearah adiknya , sedangkan Ifan hanya mengangguk sambil mengangkat jari tangannya π
ππππ
__ADS_1
Sedangkan di tempat yang berbeda ,Zidan nampak sedikit lebih berbeda dengan penampilan rambut barunya .
Dirinya ingin tampil lebih macho , mengingat usianya dengan Ica terpaut sepuluh tahun lebih muda darinya, karena ia tau bukan hanya Rian saja yang menyukai Ica ,
Tapi salah satu mahasiswa nya juga turut menjadi rivalnya, "semoga orang tuaku menerima kehadiran mu untuk menjadi istriku," gumam Zidan ,ia memang sedikit ragu , tapi ia akan berjuang keras untuk bisa mendapatkan restu orang tuanya.
~plashback~
"Halo assalamu'alaikum buk, gimana keadaan ayah dan ibu?" sapa Zidan ,"wa'alaikum salam ,ibu dan ayah sehat ,kamu gimana kabarnya sayang ,?" jawab Diana ibunya Zidan ,
"Alhamdulilah buk ,Zidan sehat , oh ya buk, nanti malam Zidan akan ke rumah ,ada yang Zidan ingin kenalkan sama kalian ," ucap Zidan mantap ,
"Oh ya , siapa nak , apakah ibu mengenalnya ?" tanya Diana ,ia memang sangat penasaran , karena Zidan jarang sekali menelponnya , bahkan untuk sekedar bertemu pun Zidan selalu menghindar , dengan alasan sibuk .
Diana tau , semenjak di khianati kekasihnya , Zidan menjadi seorang yang lebih dingin, maka dari itu Diana selalu memaksa nya untuk mau di jodohkan dengan salah satu anak dari temannya,
Diana ingin mempunyai menantu yang sederajat dengan nya, karena Zidan adalah anak satu-satunya yang akan menjadi penerus keluarga nya.
"Nanti juga ibu akan tau ,ya udah ,aku mau bersiap assalamu'alaikum" Zidan langsung menutup telepon nya , "wa'alaikum salam , kebiasaan , belum kelar bicara udah di tutup," Diana menggerutu dalam hati.
Di kediaman orang tua Zidan.
"Mas ,tadi Zidan nelpon , katanya mau ngenalin seseorang pada kita ,"ucap Diana antusias, ",oh ya ,mas jadi penasaran ,sosok wanita seperti apa yang bisa menggetarkan hati seorang Zidan.
Diana pun tak kalah penasaran , ia ingin tau wanita seperti apa yang akan Zidan kenalkan "semoga kamu tidak mengecewakan kami " ucap Diana .
ππππππππ
Zidan telah sampai di rumah Ica,"assalamu'alaikum" ucap Zidan , "wa'alaikum salam , kak Zidan , silahkan masuk"
Ifan mempersilahkan ,"terimakasih" ucap Zidan , selang beberapa menit ,Ica datang menghampiri mereka , "mas" sapa Ica , Zidan melihat ke arah Ica , matanya menatap sampai tak berkedip, dirinya begitu terpana akan menampilan kekasihnya itu.
"Mas,mas Zidan" Ica melambai-lambai kan tangannya , Zidan langsung tersadar ,"ah iya , apa sudah siap" ucapnya gelagapan.
"Sudah mas" jawab Ica sambil tersenyum , "bagaimana keadaan ibu" tanya Zidan ,ia hampir lupa menanyakan keadaan ibu mertuanya itu.
__ADS_1
"Alhamdulilah mas, sudah agak mendingan" jawab Ica , "alhamdulilah , bisa antar mas ke kamar ibu, mas pengen ketemu" tanya Zidan ,ia ingin melihat keadaan ibu mertuanya sekaligus pamit untuk berangkat ke rumah orangtuanya.
"Assalamu'alaikum buk gimana kabarnya ?"sapa Zidan ,ia mencium tangan Ratna ,"wa'alaikum salam alhamdulilah , sudah mendingan nak" ucap Ratna tersenyum,
"Syukur Alhamdulillah, buk saya dan Ica mau pamit untuk berangkat ke rumah orang tua saya ," Zidan meminta izin kepada Ratna , "berangkat lah nak ,hati hati !!!" Ratna tersenyum ke arah Zidan,
"Ya buk ,kami pamit , assalamu'alaikum" ucap Ica dan Zidan bersamaan , "wa'alaikum salam" Ratna tersenyum membelai wajah Ica.
"De ,kakak pergi dulu , titip ibu ya" ucap Ica sambil tersenyum manis ,"oke kak" ucap Ifan,tanpa memalingkan wajahnya yang pokus melihat televisi. Ica yang melihat itu , hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
πππππππππππ
Kini mereka pun tiba di kediaman Diana , "Zidan melihat ke arah Ica ,ia melihat kekasihnya itu gugup .
" Kamu harus tenang , jangan terlalu gugup ,ada mas di sini" Zidan menyemangati Ica . "makasih mas" ucap Ica, tangannya semakin dingin , Zidan tersenyum tipis ia langsung memegang tangan Ica ,"ayo" Zidan mengajak Ica untuk masuk.
"Assalamu'alaikum" Zidan memencet bel pintu,ia merasakan tangan Ica semakin dingin.
"Wa'alaikum salam, sayang,ayo masuk" ucap Diana ,lalu mereka pun masuk, Diana melihat penampilan Ica dari atas hingga kebawah,tapi ia kurang jelas melihat wajahnya , karena sedari tadi Ica menunduk.
Mereka pun duduk di depan ruang tamu ,tak lama kemudian ayahnya Zidan bernama Johan pun ikut bergabung.
"Ibu ayah kenalin ini Ica,calon istri Zidan" ucapnya to the point ,"malam Tante ,om" Ica menyapa sambil tersenyum manis mencium tangan mereka.
Diana terlihat kaget melihat Ica,"kamu kan yang kerja di butik permata itu" tanya Diana selidik , "iya Tante" jawab Ica , "jadi ini gadis yang kamu kagumi" tanya Diana tersenyum sinis.
"Ibu benar" jawab Zidan tegas ,"apa yang kamu banggakan terhadap gadis itu" Diana menunjuk ke arah Ica .
Ica yang di tatap seperti itu pun, tertunduk ,ia menyadari bahwa keluarganya tidak ada apa-apa nya dibandingkan dengan keluarga Zidan.
"Banyak ,dia seorang gadis tangguh , mandiri ,cantik juga Solehah ,itu bagiku sudah cukup" Zidan mempertegas ucapnya.
β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ
MAAF TELAT UPDATE ππ HAPUNTEN
MOHON DUKUNGANNYA YA π₯° DENGAN CARA LIKE VOTE KOMENTAR DAN HADIAH YA β€οΈππ₯°
__ADS_1
LOVE β€οΈ UNTUK KALIAN β€οΈβ€οΈβ€οΈ