Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Makan Bersama


__ADS_3

Kayo yang merasa tidurnya sudah cukup langsung membuka matanya, hal yang pertama dia lihat adalah langit-langit kamar yang berwarna putih. Seingatnya dia berada didalam mobil bersama Boy, terus ada dimana dia sekarang.


"Dimana ini" batin Kayo dan langsung bangun, Kayo melihat disekitar ruangan terdapat photo suaminya yang ada didinding.


"Dasar mafia gila itu, seenaknya membawaku kedalam kamarnya." batin Kayo yang menyakini saat ini dia berada didalam kamar Boy.


Tiba-tiba pintu dibuka dan masuklah orang yang baru saja di pikirkan Kayo dengan senyuman merekahnya.


"Sayang, kau sudah bangun." kata Boy menghampiri Kayo


"Hemmmm." kata Kayo dan ingin turun dari ranjang namun langsung mendapat serangan dari Boy


Cup


"Apa yang kau lakukan" kata Kayo setelah berhasil melepas ciuman dari Boy


"Memberi mu hukuman, aku sudah katakan jangan menjawab pertanyaan aku seperti itu." kata Boy


"Dasar gila, kau menanyakan hal yang sudah kau tahu jawabannya, malah menghukum ku." kata Kayo dan turun dari ranjang.


"Kau mau kemana sayang" kata Boy


"Aku mau mencuci wajahku." kata Kayo " dimana kamar mandinya" kata Kayo kembali karena tidak mendapatkan pintu kamar mandi karena hanya ada satu pintu disitu yang diyakini Kayo itu adalah pintu keluar dari kamar tersebut.


"Tekan patung itu sayang, nanti akan terbuka pintu kamar mandinya." kata boy menunjuk patung yang ada disudut ruangan.


Ceklek


Sebuah dinding bergeser dan terdapat ruangan didalamnya, melihat itu Kayo langsung masuk untuk mencuci wajahnya. Setelah beberapa saat Kayo langsung keluar, tapi tidak menemukan suaminya yang mesum itu.


"Kemana dia." kata Kayo, karena penasaran Kayo langsung keluar dari kamar tersebut. "Ternyata dia membawaku ke mansion ya." batin Kayo


Kayo langsung berjalan menyusuri mansion, dan saat berpapasan dengan pelayan Kayo langsung menanyakan dimana boy berada.


"Dimana Tuan mu?" kata Kayo dengan wajah datarnya


"Di ruang Gym " kata pelayan wanita yang masih kelihatan muda dengan suara ketusnya.


Mendengar perkataan pelayan tersebut Kayo memicingkan matanya, karena jawaban pelayan tersebut yang bernada ketus.


"Dasar wanita murahan." kata pelayan tersebut dengan suara lirihnya namun masih didengar oleh Kayo.


"Apa yang barusan kau katakan."kata Kayo

__ADS_1


"T..tidak ada." kata pelayan tersebut dan langsung pergi dari hadapan Kayo setelah memberi hormat.


Setelah mengetahui jika Boy berada di tempat Kayo langsung melangkahkan kakinya ke lantai bawah, karena dia tidak tau dimana letak ruangan Gym.


Dibawah Kayo melihat wanita paruh baya yang sedang menonton, Kayo ingat wanita itu adalah wanita yang kemarin tidak sengaja bertemu saat menolong pria tua.


"Kau sudah bagun" kata Mama Kinan


"Hemmm" kata Kayo


"Silahkan duduk, kita minum teh bersama sambil menonton." kata Mama Kinan.


"Tidak, saya sedang mencari mafia gila yang membawa saya kesini Nyonya." kata Kayo yang masih berdiri di depan Mama Kinan.


"Panggil mama saja, karena mafia gila yang kau katakan adalah anakku dan kau adalah istri anakku jadi panggil Mama saja." kata Mama Kinan menjelaskan.


"Sayang." kata Boy sambil memeluk Kayo


"Lepas, dasar kau mafia gila. Jauhkan badanmu itu." kata Kayo.


"Aku tidak mau, mengapa kau mencari ku." kata Boy sambil mengendus leher jenjang Kayo.


Buk


"Ya ampun sayang, pinggangku sakit. Bagaimana kita mau membuat boy junior." kata Boy sambil mengusap pinggangnya.


"Hahahaha kasihan sekali kau boy." kata Mama Kinan.


"Mama ini seharusnya menolong anak sendiri bukan menertawakan anaknya yang sedang kesakitan." kata Boy kepada Mama Kinan.


Sedangkan disudut ruangan ada seorang yang merasa geram dengan kedatangan Kayo. Karena dia menyukai Boy sang tuan muda Dimansion ini.


"Awas saja, akan aku singkirkan wanita itu." kata wanita tersebut dan berlalu dari tempatnya berdiri tadi.


"Sebaiknya kita makan siang, dan kau bersihkan badanmu. Pantas saja istrimu membanting mu karena badanmu yang bau keringat." kata Mama Kinan sambil menutup hidungnya


"Apa sih ma, keringatku ini sangat harum." kata Boy yang merasa malu karena perkataan mamanya di depan istrinya.


"Sayang, aku mandi dulu ya." kata Boy dan langsung pergi kekamar mereka.


Setelah kepergian Boy, Kayo menerima panggilan dari nonanya. Kayo langsung mengangkatnya dan mengatakan jika dia sedang berada di mansion boy kepada nonanya. Setelah sambungan terputus Kayo langsung memasukkan ponselnya kembali.


"Ada apa" kata Mama Kinan setelah Kayo selesai menelpon.

__ADS_1


"Tidak ada." kata Kayo dan duduk di sofa tunggal didekat Mama Kinan.


"Apa kau akan tinggal disini." kata Mama Kinan pada Kayo


"Tidak" kata Kayo


"Mengapa?" kata Mama Kinan


"karena aku harus menjaga nona ku." kata Kayo


"Nona, maksudmu." kata Kayo


"Nona yang telah menolong hidup saya, jadi saya tidak akan meninggalkannya sampai kapan pun." kata Kayo


"Jika seperti itu mengapa kau mau menikah dengan anakku." kata Mama Kinan


"Saya dipaksa menikah dengannya, karena anak Anda menuduh saya telah menodainya dan meminta pertanggung jawaban dari saya." kata Kayo


"Hahahaha aduh sakit perut ku, jadi kau terpaksa menikah dengan anakku karena anakku yang meminta pertanggung jawaban." kata Mama Kinan dan diangguki oleh Kayo.


"Dasar anak itu, saking sukanya dengan wanita ini, sampai-sampai melakukan hal aneh." batin Mama Kinan.


"Mengapa kau tertawa sayang." kata seorang pria yang tak lain adalah Papa Luis dan langsung mencium pipi Mama Kinan.


"Hai sayang, kenapa kau sudah pulang." kata Mama Kinan


"Aku merindukanmu." kata Papa Luis, sambil memeluk Mama Kinan Tampa malu dilihat oleh Kayo.


"Pantas saja anaknya tak tau malu ternyata orang tuanya juga seperti itu." batin Kayo.


"Sudah sayang, malu dilihat menantu kita." kata Mama Kinan


"Ya ampun, aku lupa." kata Papa Luis sambil melihat Kayo.


"Hei menantuku." kata Papa Luis dan akan memeluk Kayo tapi tidak jadi karena ada yang menarik Kayo dan memeluknya dengan posesif.


"Jangan memeluk istriku." kata Boy kepada Papa Luis.


"Cih...aku cuma ingin memeluknya bukan mau mengambilnya dari mu." kata Papa Luis.


"Sudah jangan ribut ayo kita makan." kata Mama Kinan


Mereka berempat langsung menuju kemeja makan, karena makanan sudah disediakan oleh para pelayan diatas meja.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2