
flashback
Saat ini Alex sudah berada didalam acara ulang tahun perusahaan Arc karena Alex merupakan anak dari direktur keuangan di perusahaan Arc. Sedangkan Margaret sedang menyamar sebagai pelayan yang mengantar minuman kepada para tamu.
"Apa menurutmu rencana kita akan berhasil" kata Alex pada saat Margaret mengantar minuman kepadanya.
"Tentu kita hanya perlu memberikan minuman ini." kata Margaret yang tentu sudah dikenali oleh Alex.
"Baiklah, cepat berikan minuman itu aku sudah tidak sabar untuk membuat Marsha menjadi milikku." kata Alex.
"Tentu, aku juga tidak sabar." kata Margaret sambil meninggalkan Alex dan mengarah pada Marsha dan juga Jimmy yang sedang mengobrol dengan para tamu yang ada disana.
"Tuan dan nona minumannya." kata Margaret dengan sedikit mengubah suaranya.
Jimmy langsung mengambilnya dan memberikan juga kepada Marsha, mereka meminumnya sampai tandas. Melihat itu Margaret sangat senang, dan tanpa disadarinya dari arah tak jauh darinya senyuman terlihat ketika permainan sudah dimulai.
"Saatnya melakukan drama." kata orang itu yang tak lain adalah Elle
Setelah memastikan mereka sudah meminumnya, Margaret langsung pergi dari Jimmy dan juga Marsha.
Margaret terus memperhatikan Jimmy dan Marsha agar dia bisa memberikan kode kepada Alex bahwa rencana mereka berhasil dan Alex yang akan melaksanakan tugas selanjutnya.
Setelah beberapa saat Jimmy dan Marsha seperti orang yang sedang sangat gelisah, melihat itu Margaret langsung memberi kode kepada Alex untuk melakukan tugasnya.
Melihat Margaret telah memberikan kode, Alex memerintahkan beberapa anak buahnya untuk mengikutinya keluar dari tempat itu mengikuti pasangan Jimmy dan Marsha.
Jimmy dan Marsha memilih untuk menginap di hotel yang ada didekat perusahan Arc karena mereka seperti terbakar gairah yang sangat membara.
Alex yang melihat itu menyeringai, karena dewi Portuna sedang mengarah kepadanya. Sebab target mereka telah memilih tempat yang pas untuk melancarkan rencana mereka.
Sedangkan Margaret menyusul Alex setelah mendapat alamat yang akan mereka lakukan rencana tersebut.
"Aku akan mendapatkan mu kembali Jimmy, dan akan hidup dengan mewah kembali." kata Margaret.
Sedangkan Alex dan anak buahnya sedang melakukan rencana mereka, saat pasangan itu ingin masuk kedalam kamar anak buah Alex langsung memukul tengkuk Jimmy dan Marsha sehingga membuat mereka pingsan. Melihat itu Alex langsung menghampiri mereka dan menggendong Marsha menuju kamar yang telah dipesannya dan memasukkan Jimmy kedalam kamar yang telah dipesan sebelumnya oleh Jimmy dan Marsha.
Alex langsung membaringkan Marsha diatas kasur dan membuka seluruh pakaiannya.
"Sebentar lagi kau akan menjadi milikku sayang" kata Alex sambil melepas pakaian yang digunakan Marsha Tampa disadarinya Marsha menyuntikkan sesuatu di lengannya membuat Alex tiba-tiba menjadi sedikit linglung, mendapati Alex seperti itu Marsha langsung menghubungi seseorang.
"Target pertama telah dilumpuhkan." kata Marsha sambil memutuskan sambungan.
Melihat Alex masih duduk dengan diam, Marsha duduk di sofa menunggu seseorang yang akan datang kekamar itu dengan membawa target kedua.
Setelah beberapa saat orang tersebut masuk kedalam dengan membawa target kedua.
__ADS_1
"Mari laksanakan tugas dari nona." kata Marsha
"Iya." kata orang tersebut yang tak lain adalah Jimmy.
Mereka langsung membaringkan Margaret di atas kasur dan menyuntikkan sesuatu ke dalam tubuh target mereka.
Setelah itu mereka duduk di sofa menunggu reaksi obat tersebut.
Tidak begitu lama reaksi dari suntikan itu bekerja membuat Alex dan Margaret melakukan yang panas-panas sedangkan dua orang tadi duduk sambil merekam adegan tersebut dan menyiarkannya secara langsung. Membuat kehebohan di dunia Maya. Setelah berhasil menyiarkan adegan tersebut mereka berdua keluar dari kamar tersebut untuk menunggu nona ya.
flashback Off
"Aku yang harusnya bertanya padamu, mengapa kau disini , dimana Jimmy" kata Margaret
"Hei kau itu ditanya malah bertanya." kata Alex kepada Margaret.
Saat mereka berdebat pintu kamar tersebut terbuka dan masuklah Elle beserta yang lainnya. Melihat ada yang masuk kedalam kamar mereka langsung menutupi anggota tubuh mereka.
"Mengapa kau bisa masuk" kata Alex saat melihat Elle dan yang lainnya.
"Kau tidak perlu tau, aku sudah memperingati mu tapi kau tidak mengindahkannya." kata Elle sambil duduk setelah sofa yang ada diruangan itu digeser oleh Egon dan diletakkan dibelakang Elle.
"Apa maksudmu." kata Alex berpura-pura tidak tahu
"Kurang ajar, apa maksudmu mengatakan seperti itu." kata Alex marah.
"Secara tidak langsung aku mengatakan bahwa kau adalah orang bo"oh." kata Elle.
"Beren*sek, dasar ja*lang." kata Alex ingin bangkit tapi dadanya langsung mendapatkan tendangan dari Kayo.
"Jangan pernah mengatakan hal seperti itu kepada nona kami." kata Kayo.
Sedangkan Margaret hanya terdiam Tampa mengeluarkan kata-kata nya.
"Dan kau wanita mu*ahan, apa hasil dari kau menjilat terong pria tua masih tidak cukup juga sehingga kau ingin merangkak di bawah kaki Jimmy." kata Elle, mendengar perkataan Elle membuat Margaret menjadi emosi sehingga mengeluarkan kata-kata kotornya.
"Apa kau bilang, kau yang wanita mu*ahan, ja*ang." kata Margaret mendengar itu Elle langsung bangkit dan mendatangi Margaret dan menjambak rambut panjangnya.
"Apa aku salah dengar, coba kau katakan sekali lagi apa yang kau ucapkan dari mulutmu yang busuk itu." kata Elle
"Kau itu wanita mu*ahan dan juga ja*ang, aku melihat kau tersenyum dan mengerlingkan matamu kepada Tuan Arc." kata Margaret dengan emosi karena Elle menarik rambutnya dengan keras. Sedangkan Alex hanya merintih kesakitan karena mendapat tendangan dari Kayo di dadanya.
"Hahahahah, apa salahnya aku mengerlingkan mataku kepada suamiku." kata Elle "Apa aku salah" kata Elle kepada Kayo
"Tidak nona, karena Tuan Arc adalah suami Anda." kata Kayo
__ADS_1
"Dengar itu, apa jangan-jangan kau juga ingin merangkak dibawah kaki suamiku." kata Elle.
"Cih...tidak mungkin dia suamimu, kau itu hanya wanita ja*ang dan mu*ahan." kata Margaret meludah ke wajah Elle tapi dengan reflek Elle menghindar.
"Owh...kau tidak percaya, baik dengar ini dan lihat dengan mata kepala mu atau lihat dengan mata yang ada di seluruh tubuhmu yang menjijikkan ini." kata Elle dan langsung menyuruh Kayo untuk menghubungi suaminya dan membesarkan suara panggilan tersebut.
๐ Arc
Sweety kau dimana
๐Elle
Aku ada di kamar hotel yang ada didekat perusahaan mu
๐ Arc
Apa yang kau lakukan disitu
๐Elle
Perutku sakit honey
Mendengar perkataan dari istrinya jika perutnya sakit Arc langsung keluar dari pesta tersebut dan diikuti Jhon dan beberapa bodyguard menuju hotel yang ada diseberang perusahaannya.
"Kau lihat sebentar lagi suamiku akan datang, dan lihat siapa dia." kata Elle dengan santai dan langsung mendorong Margaret dengan kuat sehingga membuatnya terjungkal kebelakang.
Tidak berapa lama pintu kamar tersebut dibuka dengan kasar dari arah luar dan terdengar teriakan seorang pria dengan lantang.
"Sweety" teriak Arc sambil masuk kedalam kamar tersebut, didalam Arc tidak hanya melihat istrinya dan anggotanya tapi juga dua orang manusia yang dalam keadaan bertelanjang.
"Honey." kata Elle, membuat Margaret menelan ludahnya ternyata wanita itu adalah istri tuan Arc yang dikenal tidak hanya karena hebat dalam bisnis tapi juga kekejamannya.
"Apa perutmu masih sakit" kata Arc mendatangi Elle dan memeluknya.
"Iya, masih sakit ini semua gara-gara mereka." kata Elle memperlihatkan wajah sedihnya, mendengar perkataan istrinya Arc langsung naik pitam dan menghampiri dua orang tersebut.
"Apa yang kalian lakukan pada istriku hah, apa kalian ingin bertemu dengan raja neraka." kata Arc dan langsung menghajar Alex yang hanya mampu menerima pukulan dari Arc Tampa bisa membalasnya. Sedangkan Margaret sudah berteriak histeris ketika melihat kemarahan seorang Arcelio Alexander yang ada didepan matanya.
"Bere*gsek akan aku buat kau menemui raja neraka" kata Arc memukul wajah Alex dan menendang seluruh tubuhnya.
Elle yang melihat itu hanya tersenyum, sedangkan orang yang ada disana merasa jika nona mereka sangat pandai berakting sehingga suaminya termakan perkataannya.
"Ya ampun, nona pandai sekali berakting seperti orang yang teraniaya." batin Egon.
Bersambung....
__ADS_1