Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
Antara Boy Dan Boy


__ADS_3

Prang


terdengar suara benda yang dilempar dari sebuah ruangan membuat seseorang yang berada diluar ruangan tersebut terkejut.


"Ya ampun apa yang terjadi." kata seorang pria yang berada diluar.


Tiba-tiba pintu ruangan tersebut dibuka dengan kasar.


"Bersihkan ruangan ku dan juga siapkan penerbangan ku ke negara L." kata pria tersebut.


"Baik Tuan" kata seorang pria yan tidak lain adalah asistennya.


"Aku akan membawamu dari pria itu dan tidak akan melepaskan mu. Kau hanya milikku selamanya hanya milikku." kata pria tersebut.


*****


Sedangkan disebuah kamar seorang wanita sedang menggeliat dibawah selimut tebalnya.


"Sayang ayo bangun ini sudah sore." kata sebuah suara yang dikenal wanita tersebut.


Kayo langsung membuka matanya saat mendengar suara Boy. Kayo dapat melihat Boy yang sudah rapi dengan pakaian santainya dan ketika mengingat apa yang terjadi sebelumnya membuat Kayo langsung menutup kepalanya kembali dengan selimut karena malu.


"Memalukan sekali, kenapa dia masih di dalam kamar." batin Kayo.


"Sangat menggemaskan istriku ini jika dia malu seperti ini." kata Boy yang berusaha membuka selimut yang menutupi tubuh istrinya itu.


"Sayang ayo bangun, apa jangan-jangan kau mau lagi yang." kata Boy, mendengar perkataan Boy Kayo langsung membuka selimutnya dan melototkan matanya kearah Boy.


"Jangan melotot seperti itu sayang, aku jadi makin ingin menerkam mu" kata Boy dengan tangan seperti menerkam


"Tidak mau." kata Kayo cepat


"Tidak mau sekali tapi dua kali." kata Boy


"Dasar mesum." kata Kayo dan mendorong boy dari sampingnya.


"Minggir aku mau mandi " kata Kayo ingin turun tapi langsung di gendong boy menuju kamar mandi.


"Yakkkkk apa yang kau lakukan." teriak Kayo


"Memandikan mu." kata Boy langsung masuk kedalam kamar mandi dan memasukkan Kayo pada tempatnya untuk berendam.


"Berendam lah, aku sudah memasukkan aroma terapi yang bagus kedalam airnya." kata Boy serta mencium kening Kayo dan melangkah keluar.


"Terimakasih." kata Kayo saat boy akan membuka pintu kamar mandi.

__ADS_1


"Apapun akan aku lakukan untuk istriku." kata Boy dengan senyumannya dan pergi keluar.


*****


Sedangkan didalam kamar Elle dan Arc, saat ini terjadi keributan karena Arc yang tidak mau menuruti keinginan bumil.


"Jangan cemberut sayang, aku tidak mau kamu kelelahan. Ingat kamu sedang hamil." kata Arc


"Tapi aku cuma didalam duduk saja didalam ruangan itu bukan bekerja." kata Elle


"Iya kamu tidak bekerja, tapi kamu nanti akan membuat Jimmy kerepotan dengan ulah mu itu." kata Arc


"Biarkan saja, pokoknya besok aku akan pergi ke perusahaan." kata Elle


"Kalau begitu mending kamu ikut dengan aku saja ke perusahaan." kata Arc


"Tidak baby mau ke perusahaan ku." kata Elle


"Kalau kau mau ikut denganku, aku akan memberimu hadiah" kata Arc


"Tidak mau." kata Elle


"Benar tidak mau." kata Arc bertanya kembali


"Iya tidak mau titik." kata Elle


"Benarkah?" kata Elle "Aku mau." kata Elle kembali dengan mata berbinar ya.


"Tapi tadi ada yang bilang tidak mau pakai titik lagi." kata Arc


"Titiknya sudah aku hilangkan honey." kata Elle langsung menghampiri Arc


"Honey, aku mau ikut denganmu besok." kata Elle


"Tapi aku tidak jadi mengajakmu." kata Arc


"Aku janji nanti akan memberimu hadiah." kata Elle sambil mengedipkan matanya kearah Arc.


"Hahahahah kau sangat imut Sweety jika sedang menggodaku." kata Arc tertawa dengan bahagia karena dia tau sekarang kelemahan istrinya yang akan luluh jika diberi hewan-hewan buas.


"Aku boleh ikutkan?" kata Elle


"Iya, apapun untuk istri ku yang cantik ini. Ayo kita turun pasti yang lain sudah menunggu kita." kata Arc.


"Iya ayo turun, dan aku ingin melihat wajah Kayo yang sudah di obok-obok oleh boy." kata Kayo dengan antusias.

__ADS_1


"Iya Sweety, pelan-pelan jalannya, ingat kau sedang hamil." kata Arc ketika melihat Elle dengan cepat berjalan kearah pintu kamar.


"Hehehehe, lupa honey." kata Elle memperlambat jalannya.


"Ya ampun Sweety, kau bisa lupa dengan kehamilan mu." kata Arc menepuk jidatnya, dan mengikuti istrinya yang sudah keluar dari kamar.


Mereka sudah berada di meja makan, tinggal dua orang lagi siapa lagi jika bukan pengantin baru itu. Tidak begitu lama Kayo dan Boy mendatangi meja makan. Mereka dapat melihat wajah bahagia boy tapi tidak pada wajah Kayo yang menampilkan wajah masamnya.


"Ada apa denganmu Kayo" kata Elle yang melihat wajah masam Kayo padahal dia tau apa yang terjadi.


"Tidak ada apa-apa nona." kata Kayo


"Panggil aku Elle saja Kayo, kau kan sudah menikah dengan mafia yang sudah tidak perjaka lagi." kata Elle sontak membuat semua yang ada di meja makan tertawa dengan bahagia.


"My peljaka apa?" kata Carl, membuat semua yang ada di meja makan menepuk jidat masing-masing karena lupa dengan keberadaan satu anak kecil ini.


"Carl tau nanti Daddy akan membelikan kita anak Citah." kata Elle mengalihkan perhatian Carl agar tidak mengingat apa yang didengarnya tadi.


"Benal My." kata Carl dengan antusias dan diangguki Elle. "Tapi Pacal buat Boy mana Edy." kata Carl kepada Arc


"Iya nanti sekalian pacar Boy juga." kata Arc, membuat boy yang mendengar itu heran karena dia sudah memiliki istri untuk apa seorang pacar lagi.


"Aku sudah memiliki istri Arc, mengapa kau mencarikan aku pacar." kata Boy sontak saja pertanyaan Boy membuat semua yang ada di meja makan tertawa sedangkan Kayo berusaha menahan tawanya karena suaminya itu tidak tau jika yang dimaksud dengan Boy oleh Carl adalah seekor buaya jantan.


"Hei mengapa kalian tertawa." kata Boy saat melihat semua orang tertawa. "Sayang ada apa sebenarnya, siapa si boy itu." kata Boy pada Kayo


"Kau mau tau siapa Boy" kata Kayo dan diangguki Boy, Kayo langsung membisikkan sesuatu ditelinga Boy yang membuat pria itu membulatkan matanya karena tidak percaya dengan yang baru didengarnya dari Kayo.


"Yakkkkk mengapa buaya yang kau pelihara di beri nama boy." teriak Boy sambil menunjuk Elle, membuat yang ada disana semakin tertawa bahagia.


"Sayang, aku malu. Masa suamimu yang tampan dan kaya ini di samakan dengan buaya." kata Boy bergelayutan di lengan Kayo.


"Lepas, jangan seperti anak kecil." kata Kayo


"Tap-" perkataan Boy terpotong ketika Carl mengejeknya.


"Celpeti anak kecil, badusnya aunty Kayo menikah dengan cal caja." kata Carl yang membuat Boy langsung memasang badan didepan Kayo.


"Jangan macam-macam kau bocah, dia istriku " kata Boy


"Apa sih kau ini, dia masih kecil tidak akan mengambil istrimu." kata Arc


"Tapi tetap saja dia pria." kata Boy


"Ya terserah kau, aku sudah lapar ayo makan." kata Jimmy

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2