
Haaiii 🖐️🖐️🖐️
Untuk kamu yang selalu setia dan baik hati 🥰 tolong tinggalkan jejak nya ya 🥰🥰🥰.
💋💋💋💋💋Happy reading 💋💋💋💋💋
Di kampus.
"Hai Zidan apa kabar?." ucap Bela. Zidan menoleh sekilas ke arah suara."Untuk apa Kamu kemari." ucap Zidan dingin."Aku kemari hanya untuk menemui mu."Bela kemudian berjalan mendekati Zidan."Aku sangat merindukan Mu Zidan." ucap Bela tanpa malu."Sayang nya Aku tidak pernah sedikitpun ingin bertemu dengan mu,lebih baik Kamu pergi dari ruangan ini." ucap Zidan matanya tetap pokus pada laptop nya.
"Aku mohon maafkan lah Aku Zidan." Bela berusaha untuk meraih tangan Zidan namun belum sempat tangan Bela meraihnya Zidan langsung berkata."Pergi sendiri atau Aku panggil Satpam." dengan berat hati Bela langsung pergi."Aku akan berusaha merebut hatimu kembali Zidan ." Bela tersenyum licik.
Setelah Bela pergi Zidan bernapas dengan lega, Zidan kemudian menghubungi Kekasihnya itu.
"Halo Assalamu'alaikum Mas." ucap Ica "Wa'alaikum salam, apa sudah mulai mengajar?." tanya Zidan. "Iya Mas sebentar lagi sampai di kelas ,Ica tutup dulu telponnya Assalamu'alaikum." Ica tersenyum manis kearah Zidan. Hingga membuat mood Zidan kembali semangat setelah kedatangan Bela Dirinya jadi sedikit malas."Wa'alaikum salam." kini Zidan kembali dengan setumpuk pekerjaan nya.
Ica berjalan dengan tergesa-gesa sehingga Dirinya tidak sengaja menabrak tubuh seseorang. Buuggh ,buku yang Ica bawa terjatuh di lantai."Ah maaf Pak Saya tidak sengaja,tadi Saya buru-buru jadi maafkan Saya." ucap Ica sambil mengambil satu persatu buku yang terjatuh."Lain kali jalan pake mata."ucap Revan sedikit galak,sambil berlalu pergi. ya Dia adalah guru killer tersebut.
"Ya Tuhan dari nada bicaranya seperti guru yang sangat galak." Ica pun kembali berjalan menuju kelas Dua belas A. setelah sampai di depan pintu Ica melihat tulisan Dua belas Romawi yang tertera di atas pintu tersebut."Bismillah." Ica kemudian masuk ke dalam kelas tersebut.
"Selamat pagi semuanya." ucap Ica memperkenalkan diri."Pagi Bu." ucap semua siswa dengan kompak."Perkenalkan nama Saya Anisa Zahra ,Saya pengganti Ibu Lia,mulai sekarang Saya yang akan mengajar pelajaran Matematika, baiklah sekarang kita mulai berdoa." ucap Ica. semua siswa pun berdoa.
Salah satu murid laki-laki yang ada didalam kelas tersebut telah terpesona pada pandangan pertama dengan Ica."Pik ,guru matematika yang sekarang ternyata cantik banget ini mah bakal kebayang terus." ucap Rudi."Gue langsung naksir sama Bu Anisa." ucap Opik jujur."Langsung tembak aja Bos nanti keburu di embat orang." Rudi berbisik ke telinga Opik.
Ica dengan tenang di sertai senyum menerangkan pelajaran yang Ia tadi tulis.semua siswa terhipnotis dengan senyum manis Ica,tak terkecuali Opik, Dirinya sedari tadi memperhatikan wajah cantik yang Ica miliki."Kalau begini nilai matematika Gue akan bertambah karena mulai sekarang Gue suka dengan pelajaran matematika,Gue akan lebih giat lagi belajar." monolog Opik dalam hati.
Opik adalah siswa yang paling tampan di sekolah nya, banyak siswi-siswi yang sangat menyukai dan mengejar-ngejar Dirinya,namun Opik tetap acuh karena belum ada yang bisa menggetarkan hatinya. tapi kenapa kehadiran Ica justru membuat hatinya terasa bergetar.
__ADS_1
Setelah selesai mengajar Ica kembali ke ruangan guru."Alhamdulilah hari pertama mengajar tidak ada kendala." batin Ica. Dirinya merasa sangat bersyukur karena siswa-siswi yang Ia ajari langsung menyukai Dirinya.
Ica kemudian masuk ke dalam ruangan guru, Dirinya tidak menyadari ada Revan yang sejak tadi memperhatikan nya. Ica lalu menyimpan semua buku tugas milik murid nya itu, kemudian Dirinya kembali mengajar di kelas Dua belas B. setelah Ica pergi,Revan pun berucap."Cantik." hanya satu kata yang terucap dari mulut Revan.
💋💋💋💋💋
Sementara itu di tempat yang berbeda Zidan pun Tengah sibuk mengajar mahasiswa baru salah satu mahasiswa nya adalah Ifan adik iparnya. Ifan mempunyai IQ yang begitu bagus, kepintaran nya hampir menyamai Ica namun tetap akan lebih unggul kakaknya.
Setelah selesai mengajar tiba-tiba ada satu mahasiswi yang berani menggoda Zidan .
"Pak Zidan ,Saya mau minta nomor ponsel nya apa boleh?." ucap Livia tanpa malu.hal itu justru membuat sorakan di dalam ruangan."Maaf , Saya tidak bisa memberikan nomor Saya ke sembarang orang." ucap Zidan acuh."Kenapa Pak Zidan." Livia menjadi penasaran."Saya tidak ingin calon istri Saya salah paham." jawaban Zidan membuat Livia terkejut, Livia tidak menyangka kalau ternyata Dosen yang Ia sukai sudah milik orang lain.
"Maaf Pak Zidan, Saya kira Pak Zidan belum ada yang punya." Livia langsung keluar,dan membuat seisi ruangan bersorak terhadap Livia. Ifan yang menyaksikan pun merasa lucu Dirinya sampai menggelengkan kepalanya melihat aksi Livia.
Kini Zidan kembali ke ruangan dimana Para Dosen berada. Dirinya ingin istirahat sejenak karena setengah jam lagi Dirinya akan mengajar kembali.
"Assalamu'alaikum Bidadari Surga Ku."ucapan Zidan begitu sangat indah terdengar."Wa'alaikum salam calon Imam Ku." Ica tersenyum manis kearah layar ponsel nya."Ca,nanti setelah selesai mengajar Kita fiting baju pengantin,dan pas hari libur kita Poto Pro wedding." tutur Zidan."Baik Mas."ucap Ica."Kalau begitu Mas tutup dulu Assalamu'alaikum." Zidan mencium layar ponsel nya."Wa'alaikum salam."panggilan pun berakhir.
Ica pun tersenyum sendiri karena merasa sangat lucu mengingat tingkah laku calon Suaminya itu. Ica kemudian bergegas untuk mengajar kembali.
Ica pulang lebih awal dari guru-guru yang lain, karena jadwal mengajar nya sudah selesai."Bu Fitri Saya pamit duluan." ucap Ica."Ya Bu Anisa, hati-hati." Fitri melambaikan tangannya. Ica pun mengangguk,lalu Ia pun tersenyum sambil melambaikan tangannya juga.
Ica kini tengah mengendarai motor matiknya menuju kampus, Dirinya sudah menghubungi calon Suaminya itu dan Zidan menyuruh nya untuk menunggu di kampus.
🌷🌷🌷🌷🌷
Zidan dan Ica pun telah sampai di butik,kini mereka sedang memilih gaun yang akan di kenakan. Zidan akhirnya menemukan gaun yang sangat cocok untuk calon Istri nya itu.
__ADS_1
Gaun yang terlihat elegan namun harganya sangat pantastik.setelah selesai memilih gaun,Zidan dan Ica pun pamit.kini Zidan mengajak Ica untuk makan.mobil yang Zidan kendarai langsung melesat menuju restoran.
Setelah sampai di depan restoran, Zidan dan Ica pun masuk.tangan Zidan pun menggenggam erat tangan Ica. setelah keduanya duduk pelayan pun datang.mereka pun memesan makanan.beberapa menit kemudian pesanan pun tersaji di atas meja,Zidan dan Ica pun menyantap makanannya.
Setelah selesai makan, tiba-tiba terdengar suara yang sangat Zidan hindari."Hai Zidan akhirnya kita bertemu kembali, ternyata Kamu masih mau ke tempat di mana dulu kita sering makan bersama." Bela sengaja berbicara seperti itu supaya Ica cemburu.
"Oh ternyata ini mantan Mas Zidan , sekarang Aku tau alasan Mas Zidan sering nolak kalau di ajak ke restoran ini,Kamu pikir seorang Ica akan sakit hati terhadap ucapan mu." batin Ica."Ayo Sayang kita pulang." Ica pun bergelayut manja di lengan Zidan,hal ini justru membuat Zidan merasa lucu."Oke Sayang." setelah melakukan pembayaran,Zidan dan Ica pun pergi tanpa melihat ke arah Bela.
Bela sangat geram , Dirinya pikir Ica akan cemburu namun dugaan nya salah."Aku akan terus mendapatkan hatimu kembali Zidan." Bela tersenyum licik.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Mohon dukungannya ya 🥰 dengan cara
Like
Komentar
Vote
Hadiah
Dan Follow akunnya ya 🥰🥰🥰
__ADS_1
See You 🖐️🖐️🖐️🖐️