Wanita Tangguh

Wanita Tangguh
bab 47. kedatangan Restu


__ADS_3

Hari ini Wahyu sudah diperbolehkan pulang dan tinggal dirumahnya. Bu Asty yang mempunyai seribu satu alasan , kini sudah bisa kebih lega. Setidaknya Wahyu lebih mudah diawasi dan Vinka akan tidak ada celah untuk mendekati Wahyu.


Entah karena faktor apa. Bu Asty sangat membenci Vinka. Vinka selalu menuruti keinginan mertuanya. Tetapi selalu saja salah dan membuat mertuanya kesal.


Dari awal pernikahan Wahyu dan Vinka. Bu Asty selalu berusaha untuk memisahkan mereka berdua. Namun kekuatan Cinta mereka sangat kuat. Sehingga bisa bertahan sampai sejauh ini. Kini Cinta mereka diuji. Wahyu yang mengalami amnesia dan Bu Asty yang selalu punya cara licik untuk menyingkirkan Vinka.


" Hari ini Mas Wahyu sudah pulang. Semakin sulit saja aku untuk bertemu." Vinka menghela nafas berat.


Fikiran yang kacau membuat ia sulit berkonsentrasi. Vinka memilih merebahkan dirinya di Sofa. Ia juga meminta Leni untuk tidak dulu menerima tamu hari ini. Suasana hati Vinka sedang buruk. Ia belum sial untuk bekerja.


Leni sangat kasihan melihat sahabat sekaligus Bosnya. Diam -diam ia menghubungi Restu. Leni sangat tau, Restu yang bisa menghibur Vinka di saat seperti ini. Walau yang dilakukan Leni ini bisa menimbulkan kesalah fahaman yang fatal. Tapi Leni tidak ingin Vinka semakin terpuruk.


" Aku harus menghubungi Kak Restu. Hanya dia yang bisa menghibur Vinka. Soal nanti akan ada huru hara besar. Fikir nanti decch. Yang penting Vinka tidak terlalu larut dalam kesedihan." Leni memandang Vinka dari balik pintu.


Leni nengeluarkan ponsel dan mencari nomer Restu. Ia segera menjauh dari ruangan Vinka.


πŸ“±" Hallo assalamu'alaikum Kak Restu."


" Waalaikum salam Leni. Ada apa?"


" Kak Restu bisa datang ke ruko tidak? Aku sedih melihat Vinka murung seperti itu!"


" Vinka? Memang Vinka sedang ada masalah apa?" Restu sangat khawatir.


" Aku tidak tau Kak. Semenjak datang ke ruko tadi. Ia seperti tidak bersemangat. Hanya mengurung diri diruangannya dan kalau ditanya ia tidak menjawab."


Leni membuat Restu khawatir. Ia takut terjadi sesuatu kepada Vinka. Perasaan cinta yang Restu berikan begitu tulus. Ia tidak pernah meminta Vinka untuk membalasnya. Cukup ia saja yang mencintai dan berjuang.


" Aku akan segera kesana. Kamu awasi terus Vinka. Kalau terjadi sesuatu cepat hubungi aku."


" Baik Kak Restu. Terimakasih. Assalamu'alaikum."


" Waalaikum salam."


Setelah panggilan telfon terputus. Restu segera membereskan berkas-berkas penting miliknya. Ia menyimpan dengan rapi di laci meja. Ia melirik sebentar pada foto kebersamaannya dengan Vinka yang masih ia pajang dimeja.


Restu mengambil foto tersebut dan menatapnya dalam. Sungguh perasaan Restu sangat hancur mengingat kebersamaannya dengan Vinka yang begitu manis. Ia tak menyangka, hal yang ia anggap sepele justru menghancurkan hubungannya dengan Vinka.


" Kamu wanita satu-satunya yang masih singgah di hatiku. Aku sudah mencoba ikhlas dan membuka hatiku untuk wanita lain. Nyatanya, kenyataan ini membuatku semakin ingin memilikimu kembali."


Restu membelai foto Vinka. Ia akan berjuang kembali untuk mendapatkan wanitanya. Ia tidak akan membiarkan Vinka bersedih dan terluka. Walaupun ia tau, tidak akan mudah untuk mendapatkan Vinka kembali. Ia tau betul sifat Vinka yang sangat keras dan tidak bisa dibantah.


" Aku akan terus berusaha untuk melindungimu Vinka. Aku tidak peduli, berapa banyak kamu menolakku. Saat ini aku ingin kamu selalu bahagia."


Cinta memang butuh pengorbanan. Restu tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Hubungan Vinka yang renggang dan sebentar lagi akan berakhir. Walau Restu belum tau pasti kebenarannya. Tapi melihat dari sikap Vinka akhir-akhir ini. Restu yakin masalah yang saat ini menimpa Vinka cukup berat.


Setelah semua beres. Restu segera pergi menemui Vinka di ruko. Ia berharap Vinka mau bercerita tentang apa yang terjadi.


Setelah cukup lama berkendara. Kini mobil Restu sudah sampai dihalaman ruko milik Vinka. Restu segera mengambil kue dan camilan kesukaan Vinka yang sengaja ia beli tadi.


" Assalamu'alaikum."


" Waalaikum salam." jawab semua yang ada di ruangan tersebut.


Restu segera berjalan masuk ke ruangan Vinka. Kedatangan Restu selalu membuat gosip hangat bagi karyawan Vinka.


" Ducchhh Bu Vinka hebat banget ya. Punya suami tampan. Sekarang pas suaminya sakit. Ada pengganti yang tampan pula." ucap salah satu karyawan Vinka.


Ia selalu merasa iri dengan Bosnya. Ia yang masih gadis, kalah saing dengan Bosnya yang sudah punya suami bahkan punya dua anak. Ia hanya berani ngomongin atasannya dibelakang."


" Udahlah. Kalian jangan bergosip. Kalau sampai di dengar oleh Bu Vinka atau Bu Leni akan jadi masalah nanti. Kalian mau dipecat?" ucap karyawan Vinka yang lain.


" Kalau aku belum siap. Aku masih betah kerja disini."

__ADS_1


" Aku juga masih betah disini."


Mereka pun kembali fokus bekerja. Sementara itu, Leni yang sangat mengkhawatirkan Vinka. Selalu mengawasi Vinka dari balik pintu.


Leni segera menghampiri Restu ketika Restu sudah mendekat ke arahnya.


" Kak Restu. Vinka masih belum mau keluar. Padahal ini sudah lewat jam makan siang. Aku sangat khawatir. Apalagi Vinka punya riwayat asam lambung." Leni begitu mengkhawatirkan atasan sekaligus sahabatnya.


" Kamu tidak usah cemas. Aku akan berusaha berbicara kepada Vinka."


Restu segera mengetuk pintu ruangan Vinka.


Tok tok tok


" Siapa?" suara Vinka dari dalam ruangannya.


" Aku Restu. Apa aku boleh masuk."


" Silahkan."


Setelah diijinkan masuk. Restu segera membuka pintu dan menutupnya kembali.


" Assalamu'alaikum Vinka."


" Waalaikum salam Kak Restu. Ada keperluan apa ya kemari?"


" Aku mampir, kebetulan aku ketemu klien di dekat sini. Ini aku bawakan kue dan camilan kesukaanmu. Kamu pasti belum makan siang. Jangan terlalu fokus kerja. Nanti kamu sakit."


Vinka menghentikan sejenak aktifitasnya. Ia menatap Restu. Dan mempersilahkan Restu untuk duduk.


" Silahkan duduk dulu Kak. "


Restu segera meletakkan barang bawaannya dimeja dan duduk di sofa. Vinka menghampiri Restu dan duduk agak jauh dari Restu karena tidak ingin menimbulkan fitnah.


" Vinka. Apa kamu sakit?"


" Aku tidak kenapa-kenapa Kak. Aku baik-baik saja."


" Tidak Vinka. Kamu begitu pucat dan agak kurus. Cerita sama aku, kamu ada masalah apa? Bukankah kamu menganggapku Kakak?"


" Sungguh Kak. Aku tidak kenapa- kenapa."


" Aku tau kamu Vinka. Kamu bisa membohongi orang lain. Tapi tidak denganku."


Vinka tidak bisa menyembunyikan masalahnya dari Restu. Cepat ataupun lambat, Restu pasti juga akan tau. Mau tidak mau Vinka berbagi cerita kepada Restu. Siapa tau, dia mendapatkan solusi untuk permasalahan keluarganya.


" Ibu mertuaku memaksa kami untuk berpisah."


Ucapan Vinka yang lirih namun masih bisa Restu dengar dengan jelas. Dalam hati Restu sangat senang mendengar kabar tersebut.


" Kenapa Ibunya Wahyu sangat menginginkan kalian berpisah? Bukankah ia juga menyayangi kedua cucunya?"


Restu memang sangat bahagia dengan kabar yang Vinka berikan. Namun ia tidak ingin kelihatan kentara. Ia berusaha memberikan solusi untuk masalah Vinka.


" Kamu jangan khawatir Vinka. Aku yakin Wahyu bisa mengatasinya."


" Aku khawatir Mas Wahyu akan termakan fitnah dan omongan yang tidak benar. Apalagi saat ini Mas Wahyu sedang amnesia." Vinka menunduk sedih.


Restu mendekat dan mencoba menenangkan Vinka. Vinka yang mengetahui pergerakan Restu, segera bergeser dari tempat duduknya. Ia tidak ingin ada fitnah diantara mereka.


" Vinka. Maaf jika aku lancang. Aku hanya ingin menghiburmu." Restu sangat faham dengan sikap Vinka.


" Terimakasih Kak. Kamu selalu ada untukku.Namun aku tidak ingin ada gosip maupun fitnah tentang kedekatan kita."

__ADS_1


Restu sangat faham akan kekhawatiran Vinka. Ia pun mengalihkan pembicaraan agar Vinka lebih nyaman.


" Kamu makan kue ini dulu untuk mengganjal perutmu. Aku tidak ingin asam lambungmu kembali naik. Aku tidak mau kamu sakit."


" Terimakasih Kak. Tapi aku masih kenyang."


" Vinka. Kamu jangan membantah. Aku tau kamu belum makan sejak tadi."


Vinka tau Restu tidak akan percaya dengannya. Restu sangat perhatian. Sungguh sangat berbeda dengan Wahyu yang hanya sesekali saja.


Vinka menghela nafas." Ya sudah. Aku makan."


Vinka mengalah. Agar Restu tidak terus memaksanya. Vinka berharap Restu bisa segera kembali bekerja. Sungguh ia tidak ingin ada gosip baru. Saat ini statusnya masih sah menjadi istri Wahyu.


" Aku sudah makan. Kak Restu bisa kembali ke kantor."


" Kamu tidak suka aku disini?"


" Bukan begitu Kak. Tapi aku tidak ingin ada gosip baru. Statusku masih sah menjadi istri orang."


Sungguh Vinka ingin Restu mengerti akan keadaannya saat ini. Wanita berhijab ini begitu sangat khawatir.


" Jadi kalau kamu sudah tidak ada ikatan dengan siapapun lagi. Aku bisa mendekatimu kembali?" Restu tersenyum cerah.


" Kenapa Kak Restu seolah menginginkan aku berpisah dengan Mas Wahyu?"


" Bu-bukan begitu Vinka. Sudah abaikan saja."


Restu memilih untuk diam. Ia tidak ingin Vinka merasa tidak nyaman. Restu memilih mengalah dan akan memantau Vinka dari jauh.


" Aku kembali ke kantor dulu Vinka. Kalau ada sesuatu atau kamu butuh teman curhat. Aku siap jadi pendengar setiamu." canda Restu.


" Kak Restu tidak usah khawatir. Aku baik-baik saja."


" Baiklah. Aku pergi dulu. Assalamu'alaikum."


" Waalaikum salam."


Restu akhirnya pergi dari ruko Vinka. Ia tidak kembali ke kantor. Tapi mengawasi Vinka dari jauh. Ia ingin memastikan Vinka baik-baik saja.


" Aku akan terus berjuang untuk mendapatkanmu kembali Vinka. Kesrmpatan ini tak akan ku sia-siakan kembali. Aku akan membuatmu jauh lebih bahagia. Aku akan menjadi suami dan ayah yang baik untuk anakmu dan anak-anak kita nanti." Restu sangat berharap ia dapat berjodoh dengan Vinka.


Restu tidak peduli dengan omongan orang. Walau saat ini status Vinka masih samar-samar. Tapi Restu sudah sangat yakin bahwa sebentar lagi Vinka dan Wahyu akan bercerai.


Restu akan segera mendekati Vinka kembali saat Vinka sudah sah bercerai. Ia tidak akan memberikan celah sedikitpun untuk lelaki lain mendekati Vinka.


Sudah cukup Wahyu saja ia kecolongan. Restu tidak ingin ada yang lain. Cinta yang masih tumbuh dan mulai bersemi kembali. Membuat Restu semakin gencar untuk bisa mendapatkan wanita pujaannya kembali.


Wanita Tangguh dan hebat yang selalu menggetarkan hatinya.


πŸπŸπŸπŸπŸπŸπŸπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Maaf.


segini dulu ya guyysss..


Author masih mencoba bagi waktu.


biar kerjaan Author bisa lancar tapi juga masih tetap bisa menulis😊😊.


Dukung terus karya Author ya!!


like, komen, subcribe, Vote dan hadiahnya ditunggu.

__ADS_1


Terimakasih sudah berkenan membaca karya Author yang masih sangat sederhana ini.


πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2