
Setelah beberapa saat mereka sudah sampai di mansion, Elle, Kayo dan Boy masuk kedalam mansion. Baru saja masuk mereka dikejutkan oleh suara yang menggelegar membuat Boy langsung memeluk istrinya saking terkejutnya.
"Elle Alexander" teriak suara tersebut
"Sayang, aku takut." kata Boy
"Ais...lepas Boy." kata Kayo sambil berusaha terlepas dari Boy
"Diam kalian." teriak suara tersebut kepada Boy dan Kayo.
Kayo dan Boy langsung terdiam saat suara itu menyuruhnya diam, sedangkan Elle menundukkan wajahnya.
"Apa menyenangkan bermain diluar." kata suara tersebut siapa lagi jika bukan Arc.
Arc terbangun karena merasa haus, dan saat dia membuka mata Arc tidak menemukan istrinya, dia mengira jika Elle ada dikamar mandi. Setelah selesai minum dia menunggu istrinya keluar dari kamar mandi tapi tidak keluar juga. Karena merasa khawatir Arc menuju kamar mandi dan pada saat tidak melihat keberadaan istrinya, dia langsung marah pasti istrinya itu sedang berada diluar untuk bermain.
"A...aku ha-" perkataan Elle dipotong oleh Arc
"Hanya bermain, dan melanggar peraturan yang sudah aku berikan." kata Arc menatap tajam istrinya.
"Bisa gawat ini, aku harus mengeluarkan jurus andalanku." batin Elle
"Sayang jangan marah nanti aku beri hadiah." kata Elle sambil mengerlingkan matanya kepada Arc
"Aku tidak mempan dengan hadiah mu itu." kata Arc "Kalian masuk, dan kau Boy harusnya beri pelajaran pada istrimu itu karena berkeliaran di luaran sana." kata Arc menatap Boy dan Kayo
"Benar yang kau katakan aku harus menghukumnya karena keluar tanpa ijin suami." kata Boy dan langsung menggendong Kayo secara tiba-tiba membuat Kayo berteriak.
"Yakkkkk apa yang kau lakukan hah." teriak Kayo
"Aku akan menghukum mu sayang." kata Boy dengan seringai mesumnya.
"Tidak" kata Kayo
"Terlambat, aku akan menghukum mu dengan enak sayang." kata boy membawa Kayo pergi dari sana.
__ADS_1
"Gawat aku harus mengeluarkan jurus yang lainnya." batin Elle
"Aduh....sakit." kata Elle
"Sweety ada apa" kata Arc dengan paniknya
"Perutku sakit honey." kata Elle
"Ayo kita kerumah sakit" kata Arc yang sudah membimbing Elle menuju keluar
"Tidak, aku mau berbaring saja di kamar " kata Elle dengan wajah seperti menahan sakit.
"Baiklah" kata Arc dan langsung mengangkat Elle
"Berhasil, aku selamat." batin Elle
"Kau tidak akan selamat Sweety, kau akan aku hukum. Aku tau kau hanya berpura-pura saja." kata Arc memperlihatkan senyuman mesumnya membuat Elle langsung bergidik.
"Mati aku, aku sudah ketahuan." batin Elle.
"Mengapa kalian berdua berwajah seperti itu" kata Mama Amanda
"Tidak ada ma." kata Elle dan Kayo serempak.
"Ya sudah ayo kita makan." kata Mama Amanda.
Sedangkan Arc dan Boy berwajah ceria pagi ini, karena malam tadi mereka bisa membuat istrinya tidak bisa menolak apa yang mereka lakukan.
"Kalian juga berdua aneh, istri kalian wajahnya cemberut tapi kalian sangat bahagia." kata Mama Amanda yang aneh melihat Arc dan Boy senyum-senyum tidak jelas.
"Malam tadi kami mendapat vitamin ma." kata Arc dan mama Amanda hanya mengangguk saja
Setelah selesai Arc langsung berpamitan dengan istrinya.
"Ingat kau masih dihukum, dan aku akan menempatkan beberapa bodyguard untuk mengawasi mu mulai dari dalam mansion ataupun di luar mansion. Awas saja kau berbuat ulah lagi." kata Arc kepada Elle sambil mencium keningnya.
__ADS_1
Membuat Elle semakin cemberut atas hukuman yang diberikan oleh suaminya.
"Carl, kamu temani Mommy oke." kata Arc kepada Carl
"Oke Edy." kata Carl
Setelah itu Arc langsung pergi ke perusahaan.
"Sayang kau ikut denganku ke perusahaan." kata Boy
"Tidak." kata Kayo
"Ikut apa kita seharian di dalam kamar." kata Boy
"Dasar menyebalkan." kata Kayo dan langsung pergi ke luar mansion, melihat istrinya pergi keluar Boy pun mengikutinya.
Baru saja sampai didepan pintu, Boy langsung mengeraskan rahangnya ketika melihat siapa yang ada di dekat Kayo saat ini.
"Ayo kita pergi sayang." kata Boy saat sudah ada didekat Kayo dan menarik tangan Kayo untuk mengikutinya ke arah mobil.
"Tunggu mengapa kau membawa Kayo, aku ingin berbicara padanya." kata pria tersebut.
"Ada keperluan apa tuan Raiden dengan ISTRI saya." kata Boy dengan menekan kata istri.
"I....istrimu. Kayo apa benar yang dia katakan." kata pria itu yang tidak bukan adalah Raiden.
"I...iya." kata Kayo
"Ayo sayang, masuk temani aku pergi bekerja." kata Boy langsung memasukkan Kayo kedalam mobil.
"Kau, jangan pernah mendekati istriku." kata Boy setelah itu langsung masuk kedalam mobil dan pergi ke perusahaannya.
"Bereng*ek, aku tidak akan membiarkan Kayo menjadi milik orang lain. Aku akan buat kalian berpisah." batin Raiden dan langsung pergi dari mansion Elle.
Sedangkan seseorang yang melihat dari jendela langsung menyeringai saat melihat kepergian Raiden.
__ADS_1
Bersambung....